[Oneshot] Soul Heart

soul heart

Title : Soul Heart

Cast :

-          Jung Soojung (Krystal)

-          Kim Myungsoo (L)

-          Kim Jongin (Kai)

-          Choi Jinri (Sulli)

-          EXO Member

-          Other Cast

Genre : Fantasy / Romance

Length : Oneshot (4934 word)

Rating : T

 

***

Immortal, seperti itulah mereka disebut, para penjaga malam yang abadi, mereka yang memiliki aura sekelam malam. Crux, itulah sebutan mereka dari bangsa mereka sendiri, crux sendiri adalah nama bagi konstalasi bintang yang berarti Salib Selatan.Sejarah mereka dimulai ketika zaman vampire yang berasal dari Yunani, negeri yang sama kuno-nya dengan mereka, crux sendiri awalnya adalah para hunter, permburu vampire, mereka terkena mutasi dari para vampire, membuat mereka menjadi seperti vampire, para penghisap darah. Keadaan crux sama seperti vampire, mereka tergantung pada darah manusia, hanya saja, sebagian crux yang pada awalnya adalah manusia melawan takdir mereka dan memilih untuk berburu hewan, meski seperti itu, tetap saja ada dorongan lebih untuk memangsa manusia.

Setelah bermutasi, sebagian crux menjadi budak para vampire, sebagian lainnya melarikan diri ke daerah Asia, yang masa siangnya lebih lama dari malam dengan maksud menghindari para vampire yang hanya bisa keluar ketika malam. Tidak seperti vampire, crux masih bisa beraktivitas ketika siang hari.

Sebutan crux berawal dari pemberontakan yang menghabiskan sebagian besar klan vampire, pemberontakan itu dikenal dengan pemberontakan Salib Selatan, karena mereka membantai para vampire dengan cara mengikat para vampire di batang salib menghadapkan mereka kearah selatan dan membakar mereka dengan sinar matahari.

Sejak saat itu, para crux bebas hidup membaur dengan manusia, hidup berpindah-pindah karena memang akan dicurigai karena mereka para crux tidak bisa menua, anugerah warisan dari moyang mereka, para vampire.  Selain hal itu, para crux juga memiliki kelebihan fisik yang keras dan tidak tertembus apapun, kepekaan tinggi bagi semua indra mereka, tidak lupa kerupawanan mereka yang tidak bisa dinalar, mereka hanya bisa dibunuh dengan inhaling aura, penghisapan aura, yang hanya bisa di lakukan oleh vampire. Dan anugerah atau malah kutukuan lainnya adalah ketergantunganmu akan seseorang yang disebut soul.

“Kle…”

Gadis yang dipanggil Kle tadi menoleh, masih dengan wajah tanpa ekspresinya, “Sedang apa, Krystal ?”

Kle atau Krystal tadi hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan pemuda dengan rambut gelap tersebut, “Crux ?” tanyanya menerawang menatap hamparan langit malam, tempat salah satu konstelasi bintang yang menggambarkan mereka. “Bagaimana ?” bisik Krystal pelan, namun cukup terdengar untuk telinga pemuda itu yang sangat sensitif, “Bagaimana rasanya menjadi crux sejak kau lahir ?”

Mendengar pertanyaan Krystal, pemuda itu menghela nafasnya berat, “Tidak ada, karena aku tahu, memang ini takdirku, bukankah itu yang dulu kau tekankan,” jawab pemuda itu, “Kai… L mana ?” seolah tidak mendengar jawaban dari Kai, matanya menerawang, mengingat masa 72 tahun lalu, ketika dia masih bernafas untuk hidup, tidak seperti sekarang, dia… Krystal bernafas untuk membaui sekitarnya.

“Seperti biasa…”

Tanpa menanggapi Kai, Krystal berjalan menjauhi Kai menuju salah satu tempat favorit di mansion besar itu, sebuah balkon yang menghadap langsung pada taman kecil di daerah tersebut.

“Krystal, masihkah kau mengharapkannya, Krystal, masihkah kau mengingkari takdir ini ?” bisik Kai pada kegelapan mansion yang menjadi pelindung mereka, menatap punggung Krystal yang menjauhinya.

Ya… Kai, Krystal dan L yang tadi disebut adalah para crux yang masih bertahan. Berbeda dengan Krystal dan L yang merupakan crux buatan, Kai adalah seorang crux yang lahir dari rahim manusia, dengan kata lain, Kai adalah destined crux, mereka yang ditakdirkan sejak lahir untuk menjadi crux.

Ibu Kai adalah seorang manusia, sedangkan ayahnya seorang crux. Itulah sebabnya Ibu Kai meninggal ketika melahirkan Kai, karena seorang manusia tidak mungkin bisa bertahan ketika melahirkan seorang crux.

Krystal dan L terbentuk karena gigitan crux, sama seperti vampire, gigitan crux juga beracun. Krystal membeku diumur 18 tahun sedangkan L membeku di umur 20, berbeda dengan Kai yang bisa mengatur kapan dia bertambah tua dan kapan dia berhenti menua, Krystal dan L tidak lagi bisa bertambah tua.

Kai menghentikan penuaannya diumur 18 tahun, umur yang sama dengan Krystal.

***

Krystal berhenti dan bersandar pada dinding pembatas lorong dan sebuah ruangan –tempat favorit tadi.

Setelah cukup lama berdiri, Krystal berbalik dan memasuki ruangan tersebut, “L…” bisiknya pelan, berharap tidak mengganggu sosok dingin yang berada di balkon ruangan tersebut, Krystal berjalan sangat pelan untuk ukuran crux yang mempunyai kecepatan melebihi mobil Ferrari tercepat.

Diam, hanya itu yang selalu dilakukannya setiap kali L berdiri dan memandang kearah taman kecil itu. Krystal tidak pernah mengharap apapun, tidak sejak dia tahu apa yang membuat L betah untuk berdiri diam dan hanya memperhatikan taman yang cukup ramai jika hari cerah. Seorang gadis cantik yang selalu duduk di bangku taman itu, gadis cantik yang cukup malang karena tidak bisa melihat.

Dulu sekitar 3 tahun lalu, sebelum mereka kembali pulang ke Korea setelah cukup lama menetap di Paris untuk menghilangkan jejak mereka, Krystal masih percaya jika dirinya dan L adalah sepasang Soul Heart, pasangan jiwa dan hati, mereka yang ditakdirkan untuk bersama dalam dunia crux maupun vampire, meski sikap dingin L yang seolah tidak menganggap Krystal ada.

Tapi, sejak mengetahui gadis itu, dan bagaimana L menatapnya, Krystal hanya bisa diam, meski sudut hatinya -oh tentu saja dia mempunyai hati, meski sudut kecil di hatinya masih menginginkan L untuk menjadi miliknya.

“L…”

“Hmm…”

Selalu, selalu seperti itu jawaban L, tidak pernah lebih dari itu.

“Aku akan berburu malam ini, ingin bergabung ?” tanya Krystal, menatap wajah L yang masih fokus pada bangku taman yang sekarang kosong, tempat gadis itu biasa duduk.

“Tidak.”

Lagi, sekali lagi jawaban singkat itu, “Baiklah, mungkin Kai bisa menemaniku,” ucap Krystal dan berbalik pergi, tidak menyadari tatapan L yang tidak bisa diartikan padanya.

“Kai…” bisiknya setelah cukup jauh dari tempat L, sekejap kemudian, Kai sudah berada disampingnya, “Kle.. ?”

“Apakah kau ada acara dengan EXO ?” tanya Krystal.

“Tidak ada,” jawab Kai cepat, Krystal menunduk dan tiba-tiba duduk berjongkok ditempatnya berdiri, membuat Kai kaget dan bingung. “Boleh kau menemaniku berburu ?” Krystal menatap Kai penuh harap.

Kai tersenyum kecil dan mengangguk, “Pegang tanganku,” ucap Kai, sedetik kemudian keduanya menghilang dan hanya meninggalkan asap hitam.

Tidak menyadari sepasang mata yang menatap mereka penuh rasa sakit yang tertahan.

***

Krystal berdiri diam diatas sebuah pohon di kebun binatang itu, dahaganya sudah terbayar dengan seekor singa jantan yang besar, kali ini dia menunggu Kai yang terlihat masih bermain-main dengan buruannya, seekor beruang hitam besar. Mata gelap Krystal mengitari kebun binatang itu, tempat yang seringkali dikunjunginya dengan Kai ketika benar-benar lapar, karena mereka lebih sering berlari menuju daerah pegunungan dan hutan, buruan disana lebih menantang.

Krystal menutup matanya sampai sebuah aroma mengusik indra penciumannya, aroma lebut dari coconut dan milk, aroma yang familiar tapi Krystal, bukankah ini aroma gadis itu. Ketika Krystal membuka matanya, kelebatan seseorang berlari dengan cepat melintas di matanya, tidak mungkin manusia berlari secepat itu, yang mungkin adalah crux atau…. Vampire. Dengan cepat Krystal melompat kearah Kai, pandangan matanya terkunci, Kai yang mengerti langsung meninggalkan beruang yang baru setengah disantapnya.

“Kejar ?” tawar Kai, seringai jahil terpeta diwajahnya.

Krystal mengangguk menyetujui, dan keduanya langsung berlari mengejar bau tersebut, sudah terlalu lama mereka tidak merasakan ledakan adrenalin ketika memburu seseorang, dan mereka butuh bersenang-senang juga.

***

Mereka berdua baru kembali ketika sore menjelang di hari esoknya, mereka berlari hingga ke Jepang, dan berjalan-jalan sebentar disana, hanya saja mereka tidak menemukan orang itu, bau-nya menghilang di daerah Apgujeong.

Mansion besar dengan cat putih gading itu terlihat sepi dan dingin seperti biasanya. Krystal dan Kai melompati pagar dengan mudah dan segera masuk agar tidak seorang pun memergoki mereka di dalam sana.

Seperti biasa, Krystal langsung menuju balkon tempat L biasa menghabiskan waktunya. Namun, kali ini balkon itu kosong, meninggalkan bangku dan meja itu, dengan langkah diseret Krystal melangkahkan kakinya menuju pagar balkon, matanya seketika membulat ketika melihat gambaran di depannya.

L bersama gadis itu, duduk bersisian dan mengobrol santai.

Jadi dia mulai bergerak…

***

Krystal berdiri diam di pintu kamar L, sampai yang empunya kamar datang dengan senyum bodoh yang terpeta di wajahnya.

“Kenapa ?” tanya Krystal yang membuat L bingung dan hanya menatap dingin. “Kenapa kau menemuinya ?”

L memutar bola matanya bosan, “Bukan urusanmu,” sahutnya dingin.

“Tapi…”

“Kubilang bukan urusanmu Jung Krystal!”

Kalimat penuh penekanan itu membuat Krystal tersentak dan segera menyingkir dari hadapan L, bergerak secepat pikirannya bisa perintahkan.

“Kle…”

Krystal menoleh dan mendapati Kai, “Bisakah… bisakah kau membawaku pergi, mungkin ada urusan dengan EXO,” cicit Krystal, bahkan Kai seakan tidak mengenali sosok di depannya ini.

“Pegang tanganku.”

Dan untuk kesekian kalinya mereka berpegangan tangan dan meninggalkan kepulan kecil asap hitam.

***

Tanpa banyak bicara keduanya berjalan melewati sebuah lorong gelap sampai menemui sebuah ruangan terang yang sudah penuh dengan 11 orang lainnya.

“Jongin-ah..” seru salah seorang yang berada disana, “Ah, Sehun-ah,” jawab Kai.

Mereka berdua belas adalah EXO, sebuah grup kecil dari para destined crux, setiap satu destined crux selalu mempunyai bakat istimewa, beda halnya dengan crux seperti Krystal yang hanya mempunyai satu bakat khusus, para destined crux bisa mempunyai lebih dari satu bakat.

Kai memiliki kemampuan untuk berteleportasi dan menjadi penghubung antar EXO, sedangkan Sehun yang tadi menyapa Kai memiliki kemampuan mengendalikan angin dan berbicara dengan kupu-kupu.

Krystal sendiri memiliki kemampuan untuk memanipulasi pikiran seseorang.

Semua crux memiliki kelebihan fisik seperti kerupawanan, kecepatan tinggi, dan kemampuan tubuh yang tidak bisa tergores maupun dulukai oleh apapun kecuali taring vampire, yang difungsikan untuk menghisap aura mereka.

“Ehm, jadi kita semua sudah berkumpul, dan berita pentingnya adalah… ditemukan 15 crux mati dengan tubuh mengeriput, dan kita tahu siapa dibalik semua ini,” jelas seseorang dengan rambut pirang berjambul tinggi.

“Vampire.”

Desisan itu serentak menjalari setiap sudut ruangan itu, “Mereka mulai mencari kita di Korea, lalu bagaimana ?” tanya Krystal.

Semua yang ada di ruangan itu diam dan berpikir, “Sooman sajangnim tidak mengumpulkan kita tanpa tujuan kan, kita tidak bisa terus-terusan bersembunyi, mereka mencari kita, para destined crux yang tersisa,” ucap seseorang yang dikenali Krystal bernama Luhan, “Ya, kita harus melawan,” Sehun mengungkapkan pikiran semua orang yang ada disana.

“Kalian harus memiliki rencana matang, sejak jenis kita diburu oleh mereka, sejak sajangnim pergi, dan sejak hanya kita yang tersisa, kita tidak lagi boleh gegabah dan asal serang, karena kita lebih lemah dari mereka,” ucap Krystal, matanya menangkap setiap ekspresi yang ada di wajah EXO.

EXO memang dibentuk untuk melindungi para crux, dan mereka dibentuk untuk memburu vampire yang kembali bangkit dan mulai membalas dendam, para vampire mencari para destined crux yang memiliki bakat istimewa dan seseorang yang merupakan keturunan langsung dari para pemberontak, keturunan dari Marcus, mereka membutuhkan aura milik keturunan itu untuk bisa menghidupkan kembali Victoir, heiress of vampire.

“Bagaimana dengan L sunbaenim ?” tanya Suho.

“Aku disini.”

Semua berbalik dan memandang seseorang yang berdiri tepat di pintu masuk, L berdiri tegap dipintu masuk, masih dengan baju hitam yang tadi dipakainya.

Suasana menjadi canggung, dimana L dan Krystal menjadi episentrumnya. Para EXO hanya saling melirik, tidak mengerti permasalahannya, sampai Luhan bergerak ke pinggir, dan mulai menata bangku dengan kekuatan pikirannya.

“Oh, tentu saja, mungkin sekarang kita bisa memulai menyusun rencana ?” ujar Kai.

Dengan gerakan cepat keempat belas crux itu duduk melingkar dengan Kai dan L yang menjadi ujung.

“15 orang itu ditemukan dimana ?” L bertanya.

“Daerah Apgujeong yang ramai, namun terpencar dengan jarak masing-masing 2 sampai 3 m, seakan-akan memang ingin menunjukkan bahwa mereka sengaja membunuh dan meninggalkan mereka,” jelas pemuda pirang yang diketahui bernama Kris.

“Mereka memilih daerah yang ramai berarti memang sengaja agar kita mengetahui gerakan mereka,” ujar Baekhyun, salah satu EXO.

“Benar, seharusnya tanpa kita yang mencari, mereka akan datang sendiri pada kita,” jelas L, “Tapi, kita harus bergerak lebih cepat, lebih tersembunyi dari mereka,” tanggap Krystal.

Lainnya mengangguk mengerti mendengar argument Krystal dan L, “Tunggu, kau bilang daerah Apgujeong ?” tanya L yang ditanggapi anggukan oleh lainnya.

“Sial.”

Dengan cepat, L berlari keluar dari ruangan kecil itu, berlari menembus malam yang mulai tiba, Krystal yang melihat itu reflek mengikutinya dari belakang, begitu pula dengan Kai yang meloncat melewati jendela agar bisa mengikuti Krystal, meninggalkan kesebelas EXO yang hanya menatap datar, seolah Kai yang mengejar Krystal dan Krystal yang mengejar L adalah hal yang cukup wajar.

***

Krystal melompati setiap atap gedung yang meninggalkan jejak bau L, bau black chocolate yang kental di indra penciuman Krystal.

Sampai akhirnya Krystal berhenti dan berdiri diatas atap sebuah rumah, rumah kecil dan sederhana yang dipenuhi dengan bunga lily putih dan bunga aster. Matanya menjelajahi setiap sudut rumah itu sampai sebuah bau menghantam penciumannya, bau lembut dari coconut milk, bau yang dikenalinya sebagai bau dari Choi Jinri. Ini rumah milik gadis itu, gadis yang selalu menjadi obyek favorit dari L.

Krystal memperhatikan dengan waspada, sampai dirasakannya seseorang yang datang di belakangnya, dengan gerak cepat Krystal melompat dan menggeram pada seseorang yang ternyata Kai, helaan nafas lega dari Krystal menyapu angin malam.

“Mana Myungsoo Hyung ?” tanya Kai membuat Krystal menutup mata takut, Kai menggunakan nama asli L, dan itu berarti Kai sedang marah, “Jangan marah,” bujuk Krystal, keduanya kemudian melompat turun dari atap, mencoba mencari keberadaan L.

Krystal dan Kai menyebar dan menjelajahi setiap sudut rumah itu, tapi, tidak menemukan L disana, Krystal meleguh frustasi, bau L berakhir dirumah ini tapi, tidak ada jejak keberadaan L di tempat ini.

Krystal bersiap untuk berlari kembali sampai sebuah kesadaran menghantam pikirannya, baunya berakhir disini… tidak ada dimanapun… 2 kemungkinan… bawah tanah dan….. terbang. Krystal dengan reflek melongokan kepalanya dan ya.. L disana, dicengkeraman seorang vampire berambut merah, sayap hitam legam yang gelapnya membuat malam merasa iri itu menggepak dengan kekuatan lemah.

Kai yang mengikuti arah pandangan Krystal hanya bisa mengerutkan wajahnya frustasi, bagaimana mungkin dia tidak memperhitungkan bahwa mereka para vampire memiliki sayap, “Kita butuh Kris yang bisa terbang,” ucap Krystal, Kai mengangguk setuju, sekejap kemudian sudah menghilang meninggalkan asap hitam yang bergemulung kecil.

Krystal menggeram frustasi, mereka para crux memang tidak memiliki sayap, tidak seperti vampire.

Vampire wanita dengan rambut merah bergelombang itupun mulai beranjak turun, sampai akhirnya kaki jenjang itu memijak tanah di depan Krystal. Krystal mengawasi waspada, ini bukan pertama kalinya dia menghadapi vampire.

“Jung Krystal,” suara yang bisa membuat penyanyi manapun meringis saking merdunya meski hanya sebatas bisikan.

“Hwang Tiffany…”

Krystal meringis sambil mengucapkan nama itu, “Lepaskan L,” ancam Krystal yang membuat Tiffany merengut yang sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.

“Takut pangeranmu terluka, Krystal,” bisik Tiffany yang sekejap kemudian sudah berada disamping Krystal, “Lihat… Pangeranmu memiliki putri yang lain ternyata, dia memohon, dia menyerah ketika melihat gadis itu hampir kugigit,” bisik Tiffany tepat ditelinga Krystal.

“Lepaskan L dan katakan yang kau mau,” ancam Krystal, Tiffany tertawa dengan tawa melengking yang seharusnya terdengar memekakkan telinga namun malah terdengar seperti nyanyian seriosa dengan nada tinggi.

Braaak…

Tiffany melempar tubuh L yang langsung menabrak rimbunan semak dan meretakkan tembok pembatas rumah, “Malam baru dimulai, dear, kau tidak bisa menakutiku dengan sinar matahari.”

Krystal tahu, seandainya dia memaksa untuk melawan Tiffany, dia akan berakhir menjadi tawanan para vampire, karena dia sendirian, mengharapkan L sama dengan mengharap sesuatu yang sulit, L sedang berada dalam tekanan Tiffany, bakat Tiffany adalah melumpuhkan semua organ tubuhmu untuk sementara.

“Apa yang kau mau, Hwang Tiffany ?” Krystal menjerit tinggi, membuat Tiffany menyingkir dari sebelahnya, dan berhenti tepat dihadapan Krystal, sekarang mereka saling menghadap.

“Serahkan dirimu, dear, kau adalah keturunan langsung dari Marcus yang masih hidup, kami membutuhkan aura milikmu untuk membangkitkan Victoir,” Tiffany mulai berjalan menjauhi Krystal, sampai akhirnya sayap gelap itu kembali mengepak menjauhi rumah kecil itu.

Krystal menghela nafasnya lega, paling tidak dia tidak harus melawan Tiffany saat ini, denga langkah ringan Krystal berjalan menuju L, sampai indranya kembali menyadari, ada lebih dari sepasang mata menatapnya tajam meminta penjelasan, menoleh dan hatinya mencelos seketika.

“Kenapa… kenapa… kau tidak mengatakan bahwa keturunan Yang Mulia Marcus adalah dirimu… kenapa ?”

Krystal hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya dari tatapan garang Kai dan para EXO yang baru saja tiba dan mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Tiffany.

“Mian, aku hanya tidak ingin membebani kalian untuk melindungiku juga,” bisik Krystal, merasa bersalah.

“Kita berkumpul di tempat biasa, sekarang aku ingin kalian menyisir tempat ini, lebih untuk pengamanan,” L yang mulai pulih berdiri dan berkata pada yang lainnya.

Kai menatap L tajam, seolah ingin mencabik pemuda itu menjadi ratusan perca, “Aku tahu, aku mengerti, menjadi seorang crux adalah kutukan bagimu, 43 tahun aku mengenalmu, Kim Myungsoo, dan selama itu aku juga mengagumi betapa cepat dan kuatnya dirimu.”

L hanya diam melihat Kai yang masih menatapnya tajam, “Aku tidak mengerti, yang mengubahmu adalah ayahku, bukan Krystal, tapi mengapa kau bersikap seolah-olah, Krystal-lah yang membuatmu seperti ini.”

“Jongin-ah, cukup… ini bukan saat untuk hal itu…”

“Lalu kapan ?” Kai memotong perkataan Kris, “Kau tidak mengerti, kalian tidak mengerti, Myungsoo hyung juga tidak mengerti,” Kai mulai meracau lagi, EXO yang lain sudah mulai untuk menghentikannya tapi dicegah oleh L.

“Aku… akulah yang kehilangan ayah ketika umurku 2 tahun, 43 tahun yang lalu sekelompok vampire menyerang rumahku, orang tuaku tewas meninggalkan aku sendirian, disaat itu, hanya dia, dia yang dengan indahnya membawaku, menggendongku, merawatku, mengajariku, memberi arti bahwa aku terlalu berharga jika hanya ada untuk penyesalan atas keadaanku sebagai crux,” Kai berseru lantang dan menunjuk kearah Krystal.

“Rasa sayang ini semakin kuat seiring aku bertumbuh, rasa kagum ini semakin menjadi seiring berlalunya hari, tapi, kau, yang jelas-jelas disayanginya lebih dari eksistensi yang dimilikinya, malah mengabaikannya,” kali ini Kai menunjuk kearah L.

“Aku tidak mengerti, soul siapa? Jika kau adalah soul milik Krystal, tapi kenapa kau seakan-akan tidak peduli, dan jika Krystal bukan milikku, kenapa aku bisa sangat menyayanginya.”

“Kai…” bisik Krystal pelan, berharap Kai akan menghentikan pembicaraannya.

Soulless monster, itulah kita, meski tidak memangsa manusia, tapi, kita tetap monster, kita adalah pemburu paling sempurna yang pernah ada, bahkan hanya dengan aroma saja, para manusia itu bisa takluk, dan kita bertahan siang maupun malam. Tapi, kenapa ada sebuah anugrah bernama soul ini? Kenapa kita masih memiliki hati jika menyangkut seseorang yang kita sebut sebagai inti dari eksistensi ini ?”

Sekejap kemudian Kai menghilang dan lagi… seperti biasa, hanya meninggalkan asap hitam yang bergemulung kecil.

Krystal, EXO dan L masih tetap ditempat masing-masing sampai suara seseorang menginterupsi kediaman mereka.

“Maaf, jika aku keterlaluan…”

Krystal, EXO dan L menoleh dan mendapati seseorang yang tidak pernah mereka ekspektasi untuk berdiri dengan anggunnya, Choi Jinri berdiri sekitar 5 meter dari mereka, “Aku yang membuat Kai seperti itu, bakatku adalah memanipulasi perasaan seseorang, aku crux ciptaan Jung Yunho.”

Itu menjelaskan semuanya, kenapa Kai tiba-tiba saja emosi dan mengeluarkan seluruh isi hatinya, tapi, tunggu… Mata Krystal membulat ketika menyadari nama siapa yang disebutkan oleh Choi Jinri, itu nama kakaknya, Jung Yunho.

“Bagaimana kau mengenal Kakakku ?” bisik Krystal pelan, menatap tajam kearah Choi Jinri yang berjalan mendekatinya, “Sulli… itu nama yang diberikan oleh kakakmu, panggil aku Sulli.”

Sulli kemudian berdiri, dan memegang erat pundak Krystal, “Waktu itu aku sekarat karena tertabrak mobil, dan kakakmu datang, wajah rupawan itu, yang menyelamatkan aku, dia hanya berpesan sedikit sebelum mereka memburunya, ‘Lindungi, Krystal-ku’.”

“Sejak itu aku selalu mengikutimu, berlagak menjadi orang buta, dan bersyukurnya kau tidak pernah berniat untuk mendekatiku, sehingga kedokku tidak terbuka,” jelas Sulli.

Krystal menoleh dan matanya mengunci mata L, “Kau tahu, kau tahu dia seorang crux ?” jeritnya frustasi.

L mengangguk dalam diam, para EXO juga menunduk dalam, “Aku pergi.”

Sedetik kemudian Krystal sudah tidak ada ditempatnya berdiri, baik L maupun EXO sama sekali tidak heran, Krystal adalah yang tercepat setelah Kai, bahkan L tidak akan bisa menemukannya jika dia memang tidak ingin ditemukan.

***

L berjalan mondar-mandir di ruangan kecil itu sesekali mata gelapnya melirik kearah jam di dinding yang menunjukkan pukul 02.30 malam, “Hyung, berhentilah,” ucap Sehun terganggu dengan kegiatan L.

Yang tersisa diruangan itu hanya L, Sehun, Baekhyun dan Luhan, “Aku sudah menghubungi Infinite,” jelas L, membuat ketiga lainnya mengangguk, “Kita akan menyerang mereka ketika subuh mulai menjelang, karena kita butuh sinar matahari,” ucap L yang lagi-lagi dijawab anggukan oleh yang lain.

“Kau sudah mengatakan hal itu sekitar 67 kali, Myungsoo Oppa,” ejek Sulli yang juga ada di ruangan itu.

Sulli mengerti, dan paham kegelisahan L kali ini, perasaan pemuda itu dengan kencangnya menghantam-hantam dirinya. EXO sedang menyebar, memasang berbagai perangkap sekaligus memastikan tidak ada satupun yang luput dari perhatian mereka, sedangkan Krystal masih belum kembali.

Sebaik apapun L menyembunyikan perasaannya untuk Krystal dari seluruhnya, Sulli mengetahuinya, Sulli bisa merasakannya, bagaimana tubuh pria itu bereaksi ketika Krystal berada di jangkauannya, bagaimana seringnya L mencuri waktu hanya untuk memperhatikan Krystal dalam diam tanpa ada yang tahu.

Tetapi, pemuda itu memang bodoh, menyiksa dirinya dengan berlagak tidak peduli selama 6 dekade terakhir, semua dilakukannya hanya untuk membuat Krystal menjauhinya, agar gadis itu tidak lagi mencintainya, meski hal itu sama mungkinnya dengan menyatukan air dan minyak. Dengan menjauhinya, Krystal menghindari bahaya yang nyata.

L mengetahui sejak awal jika Krystal adalah keturunan langsung dari Marcus, crux pertama yang memimpin pemberontakan, Krystal digigit oleh ayah Kai yang merupakan pemimpin crux saat itu. Sedangkan yang semua orang tidak tahu adalah, fakta bahwa L adalah separuh crux dan vampire, jenis yang tidak pernah ada, dan hanya L.

Sulli memejamkan matanya sesaat, masalah yang terlalu rumit itu berputar dikepalanya, hanya dia yang mengetahui siapa L sebenarnya. Selama ini L berbohong dengan mengaku bahwa ayah Kai yang mengubahnya, nyatanya dia tidak pernah diubah oleh siapapun, dia terlahir seperti ini sejak awal, ayahnya vampire, dan ibunya crux.

Maka dari itu, menjaga Krystal jauh darinya akan lebih baik, menjadi keturunan Marcus saja sudah membuat dirinya terancam, tidak ingin menambahi beban bahwa dia juga soul dari satu-satunya cruxpire yang pernah ada.

Hal ini menjelaskan semuanya, L hanya berpura-pura tertarik pada Sulli, nyatanya tidak ada satupun hal di dunia ini yang bisa membuatnya memalingkan diri dari Krystal.

Braaak…

Suara pintu yang ditendang, menjeplak terbuka, aroma ini, aroma paling menggoda yang pernah dihirupnya dan Sulli tahu siapa pemiliknya, hatinya berdecit mengetahui bahwa cintanya mungkin juga bertepuk sebelah tangan, dengan enggan, Sulli membuka matanya…

Dan rasanya seolah bumi berhenti berputar, seluruh tubuhnya melayang, dia rela menjadi apapun, teman, sahabat, orang kepercayaan, adik, apapun yang dibutuhkan oleh pemuda dengan iris gelap yang jatuh terduduk dihadapannya.

“Perasaan ini… hanya soul,” gumam pemuda itu, Kai, matanya menatap tajam kearah Sulli, membuat setiap orang yang berada disana menahan nafas yang seharusnya tidak perlu, hanya menjadi kebiasaan.

“Kenapa baru sekarang ?” gumam Sulli.

“Karena baru sekarang kau menatap mataku langsung, dear Sulli,” ucap Kai frustasi, menahan tubuhnya untuk tidak segera menghambur dan menarik Sulli sedekat mungkin dengan dirinya, karena masih ada hal lain yang jauh lebih mendesak.

Hyung…” matanya menatap L tajam, tanpa berkata apapun, L tiba-tiba saja menggeram marah, Sulli bisa merasakan ledakan emosinya. Satu hal yang bisa membuat L menjadi emosi tidak lain adalah Krystal.

“Mereka menangkap Kle.”

Satu kata saja yang memasuki pendengaran L, Kle, dengan cepat L melompati meja, dan keluar dari jendela, mengepakkan sayap abu-abunya yang sangat indah, membuat kaget semua orang yang ada disana kecuali Sulli.

“Aku bisa menjelaskan semuanya,” ucap Sulli, membuat Kai dan yang lain menoleh dengan pandangan menuntut.

Dengan lancar Sulli menceritakan semuanya, siapa L, bagaimana selama ini L bersembunyi, dan kenapa.

“Ah, hal itu menjelaskan kenapa dia begitu dingin pada Krystal,” ucap Kai yang diikuti anggukan oleh yang lain, Sulli menyetujuinya.

Kali ini pandangan tajam Kai yang tidak pernah berpaling dari wajah Sulli melembut, “Dan itu juga menjelaskan perasaanku,” bisiknya untuk Sulli yang dibalas dengan pandangan tidak mengerti, “Akan kujelaskan ketika semua ini telah berakhir, sekarang kita perlu memusnahkan para sucker itu,” ucap Kai yang diikuti gumaman setuju dari yang lain, matanya menangkap jam di dinding yang menunjukkan pukul 03.40.

Cepat, semuanya bergerak mengejar L, tinggal Kai dan Sulli di ruangan itu.

“Kau, tidak boleh pergi dari jangkauanku, karena sejak aku memutuskan kau milikku, tidak ada yang bisa mengubah hal itu, meski Lucifer sekalipun, mengerti ?”

Kai mengulurkan tangannya untuk digenggam oleh Sulli, yang disambut dengan senang hati oleh Sulli.

“Aku juga tidak punya rencana untuk pergi dari dirimu, sepanjang eksistensi ini.”

***

L mengedarkan pandangannya, sampai sekelebat rambut merah itu melewati matanya, “Dimana Krystal ?” seru L yang hanya mendapat balasan tawa.

“Bukannya kau sudah memiliki putri yang lain, Myung~”

L bergerak-gerak frustasi, “Ah, sayapmu memang sangat indah, tidak heran semua klan menginginkannya,” bisik Tiffany yang masih belum menampakkan wujudnya.

“Kau bisa memilikinya, tapi, dengan satu syarat, mana Krystal ?” teriak L, membuat Tiffany kemudian muncul dengan seringai yang terpeta di wajah cantiknya, “Benarkah ?” bisiknya dengan suara yang dibuat-buat, “Kapan kau melihatku tidak serius, Fany ?” tantang L.

“Baiklah, Baiklah, The Almighty Infinite Visual L Kim,” cicit Tiffany, dengan kepakan pelan keduanya mulai menelusuri hutan gelap itu, sampai keduanya tiba di ujung padang rumput yang lengang. “Dia ada disana, aku tidak menjamin keselamatan siapapun,” setelah mengatakan hal itu, Tiffany menghilang seolah ditelan malam.

Dengan cepat L mengepakkan sayap abu-abunya, namun, hal yang diharapkannya ternyata tidak ada disana, malah hal yang paling tidak ingin dilihatnya…

Krystal dengan tubuh lemas yang terikat kuat pada rantai-rantai baja yang melilit tubuhnya, marah, kemarahan itu memutar di kepalanya seakan-akan ingin meledakkan seluruh daerah itu, ya… hal itulah yang akan dilakukannya jika sampai menemukan tubuh tanpa aura milik Krystal.

Dengan cekatan L melipat sayapnya, terjun turun dan menimbulkan suara berdebum yang teredam ketika kakinya menyentuh permukaan tanah, langkah panjangnya mengiringi pengurangan jarak antara dia dan Krystal. Tangan kekar L menarik wajah Krystal untuk dihadapkan padanya, geraman itu muncul ketika melihat wajah kosong itu, mata gelap yang seringkali menatapnya dengan kelembutan itu menghilang, terganti dengan mata abu-abu yang tidak hidup.

Seketika belasan orang menggerumuninya, “L Kim,” bisik suara yang sangat dikenalinya, suara milik Kim Youngmin, pemimpin para vampire, “Mana Krystal-ku ?” ucap L dengan penekanan di setiap katanya.

“Aaah… maaf membuatmu kecewa, mungkin kau tidak akan lagi bisa berbicara dengan Krystal-mu, tapi tubuhnya masih utuh dan sama sekali tak tersentuh, Tuan Muda,” ucap Youngmin dengan suara prihatin yang dibuat-buat.

Entah bermula darimana tapi yang jelas tiba-tiba saja 5 vampire tergeletak begitu saja, sedangkan L tetap berdiri di tempatnya, matanya menatap tajam kearah Youngmin, “Ooh, slow down, Tuan Muda,” serentak dengan ucapan Youngmin, 5 vampire lainnya juga tergeletak menyusul temannya.

Wajah Youngmin yang semula penuh dengan seringai menyebalkan kali ini menampakkan poker face miliknya, dia sama sekali tidak memperhitungkan bakat L yang bisa meniru bakat vampire atau crux lainnya, dan baru saja L bertemu dengan Tiffany, tentu saja sekarang pemuda itu bisa melumpuhkan lawannya persis seperti cara Tiffany.

“Meja telah terbalik kakek tua,” bisik L, dan sekelebat kemudian 20 orang sudah memasuki padang rumput itu, EXO dan Infinite.

Dengan cepat kedua puluh orang itu mulai menghabisi para vampire, diikatnya mereka pada salib-salib besar, seperti moyang mereka, mereka menghancurkan para vampire dengan ‘salib selatan’.

***

L menatap kosong tubuh dingin di hadapannya kali ini, “Tidak bisakah kau bangun, Krystal?”

Mereka terlambat, -bukan L lah yang terlambat. Kali ini bahkan tanpa salam perpisahan, Krystal meninggalkannya. Kai dan Sulli menatap iba, sejak hari itu, L hanya diam di kotak kaca tempat mereka menyimpan tubuh tanpa aura milik Krystal.

***

Some place in Seoul

“Dia masih disana ?” tanya seorang pemuda yang ternyata Kai, menoleh menatap Sulli disampingnya, Sulli mengangguk, “Sudah lewat 5 dekade sejak dia menyutujui untuk pemurnian, tapi dia tetap disana menunggui kotak kaca itu.”

“Dan sudah sepuluh dekade sejak peristiwa salib selatan yang kita akhiri, dia belum beranjak sedikitpun,” Kai menambahkan, Sulli mengangguk, tangannya menggenggam erat tangan Kai, keduanya masih menatap pada satu titik, sebuah ruangan terang dengan dominasi warna merah.

“Dia beranjak ketika memang benar-benar butuh berburu, jika masih bisa bertahan, dia tidak beranjak sama sekali, bahkan satu inchi sekalipun.”

“Kai…”

Sebuah suara menginterupsi mereka berdua, dengan serentak keduanya menoleh dan mendapati Kris, “L sajangnim ?” tanya pemuda dengan rambut blonde itu, Kai memutar wajahnya menatap ruangan terang tadi, tempat L berdiri seperti patung, kurang lebih sepuluh decade terakhir, menunggui cintanya.

“Ada apa ?”

“Hoya sunbaenim menemukan jejak seseorang,” jawab Kris, air mukanya menunjukkan harapan, begitupula air muka Kai dan Sulli setelah mendengar hal itu.

Akhirnya, setelah sepuluh decade penantian, hampir satu abad, mereka akan melihat sinar mata itu lagi. Ya, sudah seratus tahun berlalu sejak peristiwa pembantaian para vampire yang mengorbankan Krystal, mengorbankan princess mereka dihisap aura-nya. Sejak saat itu, L yang telah diangkat untuk menjadi pemimpin mereka menjadi lebih kaku dan dingin, hari-harinya dihabiskan untuk menunggui tubuh tanpa aura milik Krystal yang mereka simpan disebuah kotak kaca, diruangan yang di dominasi warna merah, karena menurut L, red suits her best.

5 dekade terakhir dilewatkan L untuk berdiri menatap foto dan abu Krystal, setelah dia menyetujui untuk pemurnian, tradisi pembakaran tubuh tanpa aura, dan abunya bisa disimpan oleh orang-orang yang menyayanginya.

“Dimana ?” tanya Kai, memelankan suaranya, “Seoul, siswi tahun ketiga Korean Kent Foreign School, hidup sendiri, dan namanya… Jung Soojung,” ucap Kris.

“Atur rencana,” ucap Kai, Sulli dan Kris mengangguk paham.

***

“Aku tidak mau,” ucap L dingin, Kai menghela nafasnya kuat, “Kumohon, hyung, hanya kau yang belum pernah keluar rumah, jadi orang-orang disini tidak ada yang mengenalimu, cukup berjalan keluar dan membeli lampu baru,” ucap Kai memohon.

L memutar matanya bosan tidak menyadari Sulli, dan para EXO yang menatap cemas, “Baik, dimana tokonya ?”

“Yes, kau memang hyung yang terbaik, tokonya ada di persimpangan jalan gelap itu,” Kai berbicara cepat, dan buru-buru melambai pada L.

Setelah L tidak terlihat, Sulli segera mensabet kepala Kai keras, “Cerdas, meminta membelikan lampu, sejak kapan kita membutuhkan lampu, Kim Jongin ?” sindir Sulli yang hanya dibalas kekehan samar oleh Kai.

***

“Lampu? Rencana bodoh, Jongin-ah,” ucap L dengan senyuman kecil, kakinya masih berjalan melewati persimpangan, sampai aroma itu memasuki indranya, aroma strawberry, dan lyche, aroma khas seorang Jung Krystal.

“Krys…”

Gadis dengan seragam SMA yang berjalan di depannya berhenti dan berbalik, matanya bertatapan dengan mata L, kembali, rasa itu kembali dirasakannya, seolah bumi berhenti berputar, dan pusat dunia berubah, pusat duniamu bukan lagi matahari namun gadis itu.

“Kau memanggilku, Tuan ?” samar getaran dalam suara itu dirasakan oleh L, tentu dia juga merasakan hal yang sama.

L bergerak secepat dia bisa, membuat gadis itu terbelalak, siapa yang menyangka ada yang bisa bergerak secepat itu, “T..tu.. an, si.. apa?” gugup, gadis itu mundur selangkah.

“Seratus tahun tidak ada artinya jika aku bisa menatapmu lagi seperti ini, harga selama seratus tahun penantian itu sebanding jika aku bisa menyentuhmu lagi,” bisik L, jemarinya menelusuri pipi hangat gadis itu, “Namamu ?”

“Jung Soojung.”

“Selamat datang kembali, my soul.”

_FIN_

7 comments

  1. Aaaaakk!! Keren!!!
    Ini kuereeen banget!!
    Gila myung campuran crux dan vampire…kekuatannya berlipat2 ganda dan dia bisa niru bakat yg lain jg?
    Hoaaaah~
    tp sayang yah krystal malah diambil soulnya…tapi aku suka adegan pas myung bunuh 5 vampire abis ketemu sama tiffany,trus bunuh youngmin jg,
    iya sih orang itu emang harus dibunuh supaya gak macem2 lg…
    Setianya kau myung…krystal ditungguin selama itu,astagaaa…
    Jadi jiwa krystal lahir lg di badan soojung?? Omooo…kata2 myung!!
    “selamat datang kembali my soul”
    daebak lah!!!

    1. aihhh, gamsahamnidaaaaaa~~~ *bow bow*
      myung dibuat seperfect mungkin ya disini, hihi…
      samaaaa~ diam tapi mematikan ya si myungmyung, kkkkk~
      myung kan tipe setiaaa,
      krek banget ya kata-katanya si myung, hihi, myung gombal weee, *pukul manja myung(?) lho :O wkkkk
      makasih ya udah komeen :*

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s