[Drabble] Gloomy First Snow

Title : Gloomy First Snow

Author : Choi Jinyeong/ellaverina96

Main Casts :

  • Jung Soojung [Krystal] (f(x))
  • Kim Myungsoo [L] (INFINITE)

Rating : PG-15 

Genre : Hurt/Comfort | Romance 

Length :

Drabble

Credit Poster :

Mizuky.

A/N :

Akan berakhir dengan tidak memuaskan, maap T.T Happy reading aja deh buat yang nekat baca /gaploked.

oOo

Remang lampu rumah makan seakan menambah suasana canggung yang menyelimuti muda-mudi yang kini tengah duduk berhadapan satu sama lain. Krystal一nama sang gadis一meremas gaunnya perlahan, ada perasaan berbeda ketika kau kembali bertemu dengan kekasihmu setelah tiga bulan kehilangan sosoknya tanpa ada kabar sekalipun. Benar, hm?

Setelah sibuk mencari topik pembicaraan, lelaki stoic di hadapannya angkat bicara, “Apa kabar?” tanyanya awkward. Ia bahkan tak menyentuh cappucino kesukaannya sama sekali.

Krystal mengulum senyum lantas menjawab dengan lembut, “Baik. Kau? Aku tidak menyangka kau akan kembali ke Seoul tanpa memberitahuku.”

Mata kelam nan tajam itu menatap Krystal sekilas. “Aku… hm, cukup baik di Busan.” gumam sang lelaki yang akhirnya menyentuh pegangan cangkir berisi cappucino di hadapannya.

Krystal ingat. Tiga bulan yang lalu, Myungsoo… kekasihnya hanya berkata bahwa ia akan pergi ke Busan untuk sementara, tanpa waktu untuk diperkirakan sekaligus tanpa tujuan untuk Krystal ketahui. Gadis itu juga masih ingat, seberapa gundah hatinya ketika hari itu terlewati tanpa e-mail, message, atau telepon sekalipun dari Myungsoo. Ketika gadis itu mendapati orang lain memanggilnya bodoh, berburuk sangka bahwa Myungsoo akan meninggalkannya, berselingkuh di belakangnya, atau dijodohkan, ia hanya bisa menarik kedua ujung bibir penuhnya dan memproklamirkan bahwa Myungsoo tidak mungkin begitu, ia percaya padanya.

Dan kini ia berhasil menemukan bahwa apa yang mereka katakan itu salah… Myungsoo berada di hadapannya saat ini. Lelaki itu kembali… padanya.

“Maafkan aku. Aku dalam keadaan terdesak hingga tak mampu mengabarimu barang sedikitpun.” sesal pemuda itu. Ia lantas menyesap cappucino miliknya dan menjilat seduktif bibirnya sendiri. “Sejujurnya, ada yang ingin kubicarakan denganmu… tentang kita.”

Rasa tak nyaman mendadak menyergapi dada Krystal. Ia punya firasat buruk atas ini semua, namun ia mencoba mengabaikannya一yang tentu saja berakibat pada dadanya yang berdentum lebih cepat.

Pembicaraan itu terhenti, hal tersebut yang Krystal sadari. Keheningan yang dingin berhasil membekukan keduanya, sontak gadis bermarga Jung semakin takut.

Gadis itu takut kehilangan Myungsoo.

Setengah tegang, gadis itu tersenyum pada kekasihnya, “Kita, ya?” sebuah ucapan yang tak tampak seperti pertanyaan. Tanpa ia sadari, sepasang mata kucingnya telah siap meneteskan air mata… mungkin.

“Maafkan aku Soojung. Tapi, aku pikir… lebih baik kita berpisah.”

Dan air mata itu lolos dari peraduannya, membasahi pipi porselen gadis bermarga Jung. Membuatnya tersadar, bahwa apa yang ‘mereka’ katakan adalah kebenaran. 

***

Krystal berjalan tak tentu arah, kedua lututnya seakan tak mampu lagi menopang tegak tubuhnya. Ia tahu ia melakukan hal gila, sebab ia tahu jarak cafe ke rumahnya cukup jauh. Namun ia tak peduli, untuk apa ia peduli lagi? Toh, lelaki yang ia tunggu-tunggu tak lagi peduli padanya. Tak ada yang mempedulikannya sekarang. She’s still a loner and forever a loner.

Dalam langkah kaki jenjang yang tertutupi skinny jeans, ia masih ingat pembicaraannya dengan Myungsoo di cafe, sesaat yang lalu.

“Jarak terpisah, menjalani hubungan seperti itu bukannya sulit? Aku bahkan tidak tahu apa yang kau lakukan di Seoul saat aku di Busan.”

Krystal spontan meletakkan sendok pada cangkir teh miliknya hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. “Jadi, kau meragukanku?” ia menunduk sedih.

Mendengar perkataan Krystal, Myungsoo berjengit. “Tidak! Tidak sedikitpun. Namun, bukannya tidak ada jaminan apapun untuk hal semacam itu?” lagi-lagi hening. Cukup lama hingga air muka Myungsoo melembut. “Kau terlalu baik padaku, Soojung. Aku takut menyakitimu. Ditambah lagi, aku akan bekerja dan tinggal menetap di Busan.”

Lagi-lagi sebuah omong kosong.

“Aku akan melepasmu.” Krystal meyakinkan dirinya sendiri, walau ia tahu melepaskan Myungsoo adalah hal tersulit dalam hidupnya. Jika diibaratkan, Myungsoo layaknya drugs… ia kecanduan oleh eksistensinya. Tetapi, apa gunanya ia bertahan jika Myungsoo tak lagi cinta? “Aku mengerti.” ujar Krystal yang kali ini berhasil mengunci sepasang mata tajam tersebut.

Tidak lagi ada cinta. Krystal berhasil membaca mata itu, walau ia harus menahan perih luar biasa yang bergejolak dalam hatinya.

“Terimakasih untuk hari ini, oppa.” kata Krystal yang lantas bangkit dari duduknya, membuat derit akibat gesekan kaki kursi dengan permukaan lantai. Gadis itu lantas berjalan menuju pintu keluar cafe.

“Tunggu dulu.”

Krystal membeku pada tempatnya, kali ini dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

Myungsoo melihat punggung ringkih itu dengan tatapan sendu. “Aku akan mengantarmu.”

“Tidak perlu.” tolak Krystal dingin.

‘Jangan bersikap seolah-olah kau juga tersakiti Kim Myungsoo. Karena sesungguhnya yang tersakiti hanyalah aku. Krystal Jung seorang.’

Krystal mencengkeram dadanya saat ia memutar kembali saat-saat pahit tersebut. Pada saat yang sama, saat ia berdiri tegak di trotoar, salju halus turun… perlahan tapi pasti.

Masa bodoh, Krystal kini melangkah membiarkan dingin salju menusuk kulit. Tapi akhirnya ia berhenti, “Kenapa salju pertama turun di saat seperti ini?” bisiknya. Ia menengadah, wajahnya basah akibat air matanya yang bersatu dengan salju. “Bagaimana caraku untuk berdiri lagi?” wajah Krystal memucat. Ia kemudian menghela nafas, hingga terlihat layaknya asap.

Salju itu… dingin. Sama halnya dengan Myungsoo. Lelaki dingin yang selalu hadir dalam pikirannya, setiap saat. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Namun kini ia dipaksa untuk menghilangkan eksistensi permanen sang lelaki. Apa ia bisa? Apa ia mampu?

Tidak! Ia harus mampu.

I loved you, butnowadays, i try not to.” 

THE END

4 responses to “[Drabble] Gloomy First Snow

  1. Sedih lagi -___-, baru dua FF basa disini sedih mulu yang didapet😦 sepertinya memercayai orang yang kita sayang belum menjadi jaminan kalau orang itu akan setia! ishh -___-

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s