[Vignette] De Javu

De Javu

Main Character :

  • Kim Myungsoo [L] (INFINITE) 

Cameos :

  • Jung Soojung [Krystal] (F(X))
  • Hong Sungmi [Dana] (CSJH THE GRACE)
  • Shim Changmin [Max] (DBSK)

Genre :

Hurt/Comfort | Romance.

Rating :

PG-13 

Length :

Vignette.

Author :

Choi Jinyeong.

oOo

Langit merona merah di ufuk barat. Senja hampir tiba, namun ketiga anak manusia itu masih tetap berlari ke sekeliling padang rumput berhias ilalang. Berlari-larian seakan takut kehilangan momen yang sama esok hari.

Satu-satunya bocah lelaki di antara kedua gadis itu berhenti. Dia membungkuk sambil menyentuh kedua lututnya sementara keringat meleleh di pelipisnya. Tongkat yang ia gunakan untuk menangkap capung telah ia lempar entah kemana. Samar ia tersenyum simpul melihat gadis paling tua dari kedua gadis cantik tersebut yang sedang berlari riang sembari mengacung-acungkan tongkat penangkap capung di tengah gerombolan capung yang melayang-layang di udara. Gadis itu terlihat bersinar dengan dress berwarna putih selutut yang ia kenakan, sangat kontras dengan dress hitam selutut yang dikenakan gadis di sebelahnya.

Noona capek.” keluh bocah lelaki kecil tadi. Otomatis kedua gadis yang sedang bersenang-senang dengan capung tersebut berhenti dan berjalan ke arah si bocah lelaki.

“Ah, maaf Myungsoo-ah. Aku dan Soojung jadi lupa waktu begini.” gadis yang ber-dress putih terkekeh kecil, sementara Soojung一gadis ber-dress hitam一duduk di padang rumput. Membiarkan rambut sebahunya diterpa angin sore.

Gwaenchana, Sungmi-noona.” ujar Myungsoo pada gadis yang berselisih 6 tahun lebih tua darinya. Sungmi tersenyum dan melipat kakinya di padang rumput.

Eonni, i wanna see sunset before we come home.” gumam Soojung yang serius memperhatikan gurat oranye di ufuk barat yang makin memudar. Sungmi tak menjawab, begitupula dengan Myungsoo.

Myungsoo menyisipkan tangannya ke dalam saku celananya dan mendapati sebuah jepit berbentuk kupu-kupu dengan warna hitam berada di dalamnya. Dengan polos ia mengacungkan benda kecil tersebut. Senyumnya mengembang begitu ia tahu siapa yang pantas ia beri hadiah kecil tersebut.

Noona.” panggilnya. Sungmi menoleh, masih dengan senyum simpul di bibirnya. “Ini untukmu.”

Sungmi menatap jepit kupu-kupu di tangan Myungsoo sekilas. Ia bergantian menatap Myungsoo dan benda kecil di tangan bocah 9 tahun itu.

“Terima kasih.” Sungmi memungut jepit tersebut dan membandingkannya dengan dress putih bersih yang ia kenakan. Myungsoo hanya tersenyum senang karena jepit itu diterima oleh Sungmi. “Tapi ini tidak matching dengan dress-ku, Myungie. Sangat kontras. Coba lihat… akan lebih baik kalau Soojung yang memakainya.”

Myungsoo masih muda. Pantas jika ia kurang mengerti apa yang dibicarakan oleh Sungmi yang jauh lebih tua di atasnya. Dia hanya diam ketika melihat Sungmi menyisipkan jepit berwarna hitam itu pada rambut lebat Soojung.

“Nah, cantik, kan Myungie?”

Myungsoo hanya dapat mengangguk melihat benda yang ia berikan dikenakan oleh gadis lain. Tanpa tahu bahwa jawaban simpulnya itu membuat gadis bermarga Jung tersipu.

***

Hujan di sore hari memang tidak menyenangkan. Lelaki itu, masih dengan pakaian seragam junior high school berjalan diiringi payung dalam genggamannya. Untung saja Moonso一adiknya一menyelipkan payung mini berwarna hitam tersebut ke tasnya, andaikata ia tidak melakukannya pasti Myungsoo akan kehujanan saat perjalanan pulang.

Pelajaran tambahan memang melelahkan. Myungsoo tahu, bahkan ia merasa tubuhnya benar-benar kelelahan sekarang. Ketika berjalan melintasi taman yang searah dengan jalannya pulang, tanpa sengaja Myungsoo melihat sosok noona yang selalu ia sukai sejak 3 tahun terakhir, Sungmi.

Gadis itu berdiri di bawah naungan pepohonan besar, namun sayang sekali itu tidak membantunya terhindar dari basah kuyup. Hujan memang turun begitu deras, wajar jika gadis itu kebasahan.

Saat hendak mengambil langkah mendekat pada Sungmi, seorang lelaki telah lebih dulu memayungi gadis 18 tahun tersebut. Entah siapa, wajahnya asing. Bahkan Myungsoo tak bisa mengenali orang itu sama sekali.

Atau jangan-jangan laki-laki itu kekasih Sungmi?

Tiba-tiba genggaman tangan Myungsoo pada gagang payung melemah, membuat payung itu rubuh membentur aspal.

Gerimis yang datang makin deras menghujani tubuh Myungsoo. Membuatnya basah dan sedikit menggigil. Ya, sedikit… tidak sampai ia merasa hujan tak mengguyurnya kembali. Benar saja, payung berwarna merah pekat telah melindunginya dari tetesan air langit tersebut.

“Soojung.” bisiknya ketika melihat sosok gadis yang memayunginya.

Soojung tidak menjawab. Pandangannya lurus terproyeksikan pada Sungmi dan lelaki asing yang sedang mengobrol asyik di bawah payung. Tidak terlalu jauh, gadis itu bahkan bisa mendengar tawa riang yang keluar dari bibir Sungmi. “Itu kekasih Sungmi-eonni.”

“Benarkah?” tanya Myungsoo yang juga memandangi keakraban dari Sungmi dan kekasihnya. Rasa perih terluka menyelimuti dadanya. Membuatnya gelisah dan ingin marah.

Soojung memandang Myungsoo dengan senyuman sedih di bibirnya. “Ya.” gumamnya getir. Ekor matanya memandangi kepergian Sungmi dan lelaki tinggi di sebelahnya.

Myungsoo tersenyum datar. Tak tersirat rasa bahagia ataupun rasa duka disana, ia hanya tersenyum tanpa arti. “Terima kasih Soojung.” gumamnya lalu memungut payung hitamnya yang tadi jatuh. “Tapi aku tidak akan berhenti mengejar Sungmi-noona.” lanjutnya kemudian melenggang pergi dengan payungnya sendiri. Meninggalkan Soojung yang menatap punggungnya dengan khawatir. Hingga sepasang mata indah itu berair karena kehilangan bayangan Myungsoo一yang tertelan kabut di tengah hujan.

Soojung menyukai Myungsoo. Harusnya dia tahu itu.

***

Soojung menatap Myungsoo di hadapannya dengan ragu. Koper di tangan lelaki itu seakan telah menjelaskan segalanya.

“Soojung, jangan bilang Sungmi-noona kalau aku pergi.” ujarnya sambil menyentuh bahu kanan Soojung.

Gadis cantik dengan rambut sepunggung itu tersenyum datar. “Waeyo?”

Myungsoo menarik nafas dalam-dalam. “Aku ingin membuat kejutan saat kembali ke Seoul. Aku akan membuatnya bangga.”

Soojung terperangah. Sebegitukah Sungmi berharga bagi Myungsoo? Jauh di dalam sana hatinya merintih tertahan.

Myungsoo mengangkat tangannya ketika bunyi khas kereta api terdengar. “Jaga dia, Soojung.” katanya sambil menepuk pucuk kepala Soojung beberapa kali. Pemuda 13 tahun itu lalu berlari menuju kereta. Berebut posisi duduk di dekat jendela dengan penumpang yang lain.

Ketika mendapat posisi duduk yang pas, ia melihat Soojung dari kejauhan. Hatinya mencelos ketika gadis itu masih berdiri disana dengan lelehan air mata yang menghiasi kedua pipinya.

Entah. Dia tak mengerti perasaan apa yang kini menyelimuti dadanya.

***

Lelaki itu bangun dari tidurnya dengan bulir keringat mengalir dari pelipisnya. Mimpi itu datang lagi… sudah kedua kalinya ia bermimpi tentang memori masa kecilnya di Seoul.

Tangan kanannya meraba laci yang berada di sebelah ranjang, mengambil secarik benda tipis berbentuk segi empat. Secarik tiket pesawat tujuan Tokyo-Seoul.

“Apakah ini pertanda kalau aku merindukan Seoul?” pikirnya. Ketika bayangan Sungmi merasuki pikirannya kembali, ia merasa jantungnya berdebar ringan.

‘Aku merindukan Sungmi-noona… juga Soojung.’

 

***

Myungsoo menjejakkan kakinya kembali setelah tiga tahun meninggalkan Seoul. Angin berhembus perlahan, mengelus tengkuknya.

Ia tersenyum simpul begitu taxi menurunkannya di tepi jalanan yang dekat dengan rumah keluarganya. Myungsoo memang sengaja tak ingin memberitahu keluarganya bahwa ia pulang hari ini一setelah melanjutkan studi di Tokyo, ia ingin kedatangannya menjadi kejutan hangat di musim semi ini.

Di sepanjang perjalanan ia tak bisa berhenti mengukir senyuman. Tak ada yang berubah di kawasan tersebut, hanya saja pohon ginkgo yang tumbuh berjajar di dekat trotoar kini dipadati dengan daun yang melimpah, berbanding terbalik ketika tiga tahun yang lalu… dimana pohon ginkgo tanpa daun mengantar kepergiannya menuju negara matahari terbit.

Ia melewati taman itu lagi… dimana dulu Myungsoo melihat Sungmi bersama dengan kekasihnya. Taman itu menjadi lebih terawat, terlihat lebih rindang dan indah.

Myungsoo menghentikan langkahnya. Ia bersembunyi di balik beberapa pepohonan tinggi ketika ia melihat kembali sosok Sungmi. Sosok wanita dewasa dengan rambut digelung ke atas.

Tanpa terasa hujan turun, membasahi seisi jalan dengan air tawarnya. Myungsoo terdiam… ketika Sungmi berdiri dan berteduh di bawah pohon besar di dekatnya, ia sungguh merasa de javu.

Kejadian ini mirip dengan kejadian beberapa tahun silam. Apalagi ketika ia mendapati seorang pria lagi-lagi memayungi Sungmi tanpa memberinya kesempatan untuk bertemu noona yang sangat ia cintai itu.

Myungsoo semakin percaya pada perasaan de javu-nya begitu payung berwarna merah marun menghalangi hujan untuk mengguyurnya一walaupun Myungsoo tahu dari awal bajunya telah basah terkena hujan.

“Soojung.” gumamnya ketika bayangan gadis itu terpantul dalam bola matanya.

Soojung diam. Gadis itu jauh lebih dewasa sekarang. Tingginya kini telah mencapai telinga Myungsoo. Long wavy hair-nya menggantikan rambut lurus sepunggungnya beberapa tahun yang lalu. “Kau pulang?” tanyanya dingin.

Perasaan aneh terselip dalam dada Myungsoo ketika matanya terkontak langsung dengan Soojung. Alhasil dia menghindari saling bertatapan dengan Soojung. “Sungmi-noona一”

“Dia sudah bersuami.” potong Soojung. Kedua matanya tercermin penuh kesedihan ketika melihat Sungmi dirangkul oleh suaminya. Lebih-lebih ketika Sungmi, suami, dan payung yang dikenakan mereka berdua menghilang tertutupi kabut. “Dia menikah dengan Shim Changmin dan sudah memiliki anak. Kau masih mau mendekatinya?”

“A… aku一”

“Kalau kau kembali hanya untuk menghancurkan rumah tangganya. Enyah dari sini.” usir Soojung sarkastik. Ia memandang dingin lelaki yang berdiri di hadapannya saat ini.

“Apa pedulimu padaku?” tanya Myungsoo. Pikirannya berkecambuk. Rasa kecewa, marah, sedih, ketiganya bercampur menjadi satu dalam hatinya.

Stupid.” umpat Soojung. “Bagaimana bisa kau berkata begitu, eh? Pikiranmu masih saja sempit, Kim Myungsoo.”

Ketika Soojung memutuskan untuk pergi dari hadapan Myungsoo, lelaki itu meraih pergelangan tangannya. Menahannya agar tidak pergi kemanapun. “Apa sebenarnya yang kau maksud, Jung Soojung?”

Soojung meringis ketika suhu dingin Myungsoo mengalir ke permukaan kulitnya. “Aku lelah berbicara dengan orang bodoh.” ujarnya lalu membuang muka.

Keduanya terdiam. Hanya gemericik rintik hujan yang terdengar selama beberapa waktu.

Soojung menghela nafas. Ia putus asa menghadapi Myungsoo一laki-laki bodoh yang masih saja ia sukai bahkan hingga kini. Dia tahu dia bahkan lebih bodoh karena menyukai lelaki bodoh seperti Myungsoo. “Aku menyukaimu sejak dulu. Karena itulah aku peduli dan tak bisa membencimu, Myungsoo.” gadis cantik itu melepas genggaman Myungsoo padanya yang makin melemah. “Maaf, aku harus pergi.”

Myungsoo terdiam. Tubuhnya kembali terguyur oleh rintikan hujan. Hatinya terasa sakit begitu Soojung berlalu meninggalkannya dari taman. Bahkan lebih sakit daripada melihat Sungmi dengan suaminya tadi.

Myungsoo mengabaikan itu semua. Lelaki itu lantas berlari mengejar Soojung di tengah hujan deras. Ketika sosok Soojung berada di depan mata, ia mengulurkan kedua tangannya dan memeluk pinggang ramping Soojung dari belakang.

“Tolong beri aku waktu.” bisiknya pada Soojung. Gadis itu meneteskan air mata begitu merasakan hembus nafas Myungsoo di lehernya. “Aku ingin belajar menyukaimu, Soojung.” lirih Myungsoo yang membuat detak jantung keduanya bepacu dengan cepat di pertengahan hujan.

***

“De javu adalah takdir yang mempertemukanku kembali dengan Soojung.”一Myungsoo.

 

*** END ***

4 responses to “[Vignette] De Javu

  1. Huhu…ini keren sumpah,,
    ah ada changmin n dana pula…aku pikir udah gak akan ada lg yg mau buat fanfic mereka jadi couple,eh ternyata masih ada…walaupun cuma nyempil sih,😄
    iya soojung,myung itu bego gak pernah nyadar km suka sama dia…sungmi udah ketuaan buat dipacarin,dan harusnya myung gak usah terlalu ngarep sih waktu ngeliat dia jalan sama changmin,
    kasihan soojung…tapi akhirnya myung nyadar jg…
    Emang harus soojung yg bilang duluan apa? Dasar gak peka Y.Y
    huhu maaf komennya rada kesel ke myung…emang lg kesel sama dia sih gara2 rumor dating itu #curcol #EA
    btw salam kenal yah,aku reader baru ^^

    • Halo, makasih sudah mampir^^
      Wah kamu suka DBJH/CSSK juga nih? /tos/
      Iya nih padahal cewek itu cenderung nunggu ‘pernyataannya’ cowok ya, bukannya sebaliknya? xD Emang dasar Myung =_=
      Hahaha iya aku paham kok😀

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s