Vain Promises

vinepromises-mine

Title: Vain Promises

Main Cast: Krystal F(x)

Supporting Cast: Kim Myungsoo Infinite

Genre: Sad, Hurt, Angst, Romance [as always i’m write ‘bout of -.-]

Length: Ficlet

Author: Mizuky^^

Rating: PG-13

Summary: Soojung seorang gadis muda yang tak memiliki siapapun, telah kehilangan seorang yang sangat penting dalam hidupnya. Myungsoo.. dia kehilangan pemuda itu tepat dimalam natal ini. Sebuah kesedihan tak terhingga terus menghinggapi Soojung. Dia masih tak bisa menerima Myungsoo harus meninggalkannya..

Vain Promises..

How dare are you that you told vain pretty promises to me!

 

Krystal masih ingat betul saat itu. Saat ter-tragis selama hidupnya. Tak pernah ia bayangkan hal itu akan terjadi.

Semuanya telah hilang..

Diambil oleh sang Kuasa..

Krystal tak kuat menahan rasa sakit ini sendiri. Dia butuh sebuah tiang penyangga. Tapi, siapa? Satu-satunya orang yang selalu ia andalkan sudah pergi dari dunia ini.

Dia hanya sendiri. Loneliness..

Tak ada yang paham betul mengenai rasa sakitnya.

Kaki kecilnya menuntun untuk menjejaki jalanan yang dipenuhi salju.

“Merry christmas, dear!”

Krystal tersenyum pahit. Semuanya bersorak gembira akan datangnya natal. Hari bahagia.. hari yang menyenangkan.

Ya, setidaknya itulah yang berada di benak orang-orang, tetapi tidak dengannya.

“Gadis aneh.. siapa dia?”

“Putus cinta, huh?!”

“Menyedihkan sekali..”

Just ignored them, Krystal! They don’t know about you!

Krystal terus melangkah, tak mendengarkan apa yang diocehkan orang-orang perihal dirinya. Siapa mereka? Apa mereka tahu betapa sakit yang ia rasakan di hatinya? Lalu, kalaupun mereka tahu, mereka akan berbuat apa?

They’re nothing for her!

Dia membiarkan air matanya turun secara perlahan. Biarlah, dia merasa sedikit bebannya terangkat tiap air matanya mengalir turun.

Dia berhenti di suatu tempat. Dia tak tahu dimana ia berada sekarang. Dia tidak peduli dan tak mau untuk peduli. Jalanan itu sepi, tak ada yang melintasinya. Gemerlapnya lampu yang berada di sepanjang sisi jalan menjadi temannya saat ini.

Myungsoo.. Kim Myungsoo..

Masih segar diingatannya bahwa pemuda itu berjanji untuk selalu berada di dekatnya. Berjanji untuk menjadi tangan kanannya. Berjanji untuk menjadi otaknya.

Ya, the all that he said is bullshits!

Krystal menekan dadanya yang sesak. Tak sanggup lagi dia untuk bernafas. Krystal merasa penuh di dadanya. Dia membuka telapak tangannya, membiarkan salju yang turun berkumpul diatasnya.

“Myungsoo..”

Dia selalu memanggil nama itu, kurang lebih selama tiga tahun belakangan ini. Dia berharap, ketika setiap saat dia memanggil namanya, maka orang itu akan muncul seketika itu juga dan berdiri di hadapannya dengan sebuah senyuman.

Dia ingin memeluknya, merasakan aroma tubuhnya yang maskulin. Dia ingin merasakan kehangatan yang ia dapatkan dari seorang Kim Myungsoo.

Kim Myungsoo meninggal tepat tiga tahun yang lalu. Dia meninggal tepat pada hari natal, tepat ketika semua orang bersorak gembira. Saat itu, Krystal dan Myungsoo tengah menghabiskan waktu mereka dengan berjalan-jalan di pusat perbelanjaan terbesar di Seoul.

Seorang pickpocket menyerang Krystal secara tiba-tiba yang membuat gadis itu segera menjerit keras. Tentu saja, si pelaku tak tinggal diam. Dia membuat sebuah luka kecil di tangan gadis itu. Myungsoo geram. Dia memukul perut pickpocket itu.

Waktu seakan diperlambat, ketika pickpocket itu menusukkan pisau tajamnya ke arah perut Myungsoo. Krystal terdiam. Dia belum mampu mencerna sebuah benda runcing nan tajam yang melekat di perut pemuda itu dengan darah bersimbahan diatasnya.

Dia baru tersadar ketika suara jeritan para wanita yang histeris akan hal yang baru saja terjadi. Krystal segera berlari ke arah Myungsoo. Dia menangis, dan mencoba berharap bahwa dengan tangisannya Myungsoo akan membaik.

Bodoh! Tentu saja bodoh! Bagaimana sebuah air mata bisa menyembuhkan luka orang? Apa dia pikir dia seorang “gadis spesial?”

Tentu saja, Myungsoo meninggal saat itu juga. Tetapi, sayang.. pickpocket itu berhasil kabur.

Krystal segera mengusap air matanya.

“Tidak! Aku tidak boleh lemah seperti ini!”

Krystal tersenyum, licik.

Ada alasan tertentu kenapa dia berhenti di jalan sepi ini. Dia tahu bahwa pickpocket itu pasti akan melewati jalan ini ketika dia pulang bekerja.

Dan, dia melihatnya. Pria itu.. pria yang membunuh Myungsoonya.

Dia mengeluarkan sebuah benda dari balik jaket tebalnya. Benda yang memiliki ujung runcing dan gemilauan diterpa sinar temaram lampu. Kilatan amarah terukir jelas di wajahnya.

Krystal berjalan mendekati pria itu tanpa suara sedikitpun.

Bugh!

Darah..

Dan..

| Tamat |

Ini fic kok jelek banget yaaah? T.T maaf kalau ficnya jelek, karena saya ga bakat buat fic bgs2 -___- #nangiskejer.. okeh, itu summary jelek banget -____-

NGGA TAULAH, Sorry for mistyping here and wrong grammar -.- actually, yeah~ My english as bad as JongIn’s face O_O #LOL.. #killed..

Well, HAPPY SOONER CHRISTMAS ALL ^_^

3 responses to “Vain Promises

    • hwaaa.. kak ellla komen :O
      ini fic jelek banget.. sumfeeeh -_- haha.. iya, si Soojung pengen bls dendam ke pickpocketnya :D#smirk..
      hwahaha~~
      btw, aku menanti fic kak ella yg lain lho😉 #tendang..

      • hahah iya, absnya kemaren insomnia, jadinya iseng” baca FF di FMS deh🙂
        Waks, salahnya si pickpocket juga, sih. Syukurin aja mah kalo gitu ._. /ditendang/
        Iya~ aku lagi ada project, ditunggu aja😄

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s