[Vignette] A Stupid Argument about the Moon & Lake

a stupid argument about the moon and lake

The Moon & Lake written by kihyukha

Casts

|| Kim Myungsoo (INFINITE) || Jung Soojung (f(x)) ||

|| Genre AU. Romance. Fantasy || Rating PG-15 || Length Vignette (2620w) || Inspired by The Moon & Lake by Ashihara Hinako

Summary: Soojung bercerita tentang kisahnya meraih bulan dan ditenangkan riak air danau pada Rembulan dan seorang pria di atas perahu kecil.

Disclaimer: Plot punya saya, terinspirasi dari komik karya Ashihara Hinako.

A/N: Lagi iseng ngedit poster sambil bayangin ceritanya, eh dapet beneran. Er jangan salahkan otak saya… ada dua casts anonym di sini, kalian boleh bayangin siapa aja. Aku pribadi pas buatnya kepikirannya Minho/Hoya, tapi yang perempuan gatau siapa hehe.

Happy Reading!

+===+

“Alangkah baiknya jika bulan ada dua. Tak apa jika dia hanya ilusi. Tak apa jika dia tidak nyata.” – Ashihara Hinako

Cahaya remang menyinari semak-semak dan pepohonan di sekitar. Permukaan air yang tenang, hanya beriak ketika sebuah dayung dari kayu menyentuh permukaannya dan perahu mungil berjalan di atasnya. Kunang-kunang tak pernah enggan mengeluarkan pelita, membantu pemuda yang mendayung agar mengetahui jalan, meski sebenarnya tak perlu. Sudah berjuta-juta kali ia melakukan hal ini, meskipun bosan, namun itulah kewajibannya. Sekali-kali ia menyapa rembulan yang tersenyum ramah, bertanya bagaimana kabarnya sekitar ratusan kali setiap malam. Tidak, bulan tidak muak mendengarnya, karena hanya sang pemuda lah satu-satunya orang yang menegurnya. Ia senang berbicara; sayang tamu-tamu di perahu tak pernah menyadari keberadaannya. Tak apa, yang pasti sang dewi malam sudah berusaha rendah hati.

Namun, di suatu malam yang sunyi kala itu, hanya ada satu penumpang. Seorang gadis cantik dengan rambut sehalus sutra dan kulit yang hampir seputih salju. Maniknya mengerjap, sibuk melihat kesana-kemari, pertanda ia bersemangat melihat pemandangan dari perahu. Rembulan yang terlelap membuka matanya perlahan, penasaran siapakah gerangan yang menciptakan bunyi berisik di tengah danau yang biasanya sepi. Tentu saja bukan si pendayung yang memiliki suara yang kalem dan lugas. Yang ini terdengar lembut dan intonasinya berbeda, lebih tinggi.

“Kaulihat tadi? Pohonnya menyapaku! Ada seekor ikan yang memiliki telur emas yang disimpan dalam kerang, dan… oh, selamat malam, Tuan Bulan!”

Bulan terkejut. Baru kali ini ada orang lain yang memanggilnya.

“Selamat malam, Nona manis,” timpalnya, tersenyum ramah. Ia senang akhirnya ada manusia yang tidak duduk di sudut perahu dengan tubuh gemetaran seperti saat si pendayung perahu dan dirinya melakukan percakapan singkat. “Ke mana tujuan Nona ini, Tuan Pendayung?”

“Hanya ada dua pilihan. Kaubisa mengandaikan di mana pun yang kau suka,” jawab si pendayung, sembari tetap mengontrol perahu agar tidak salah arah. Kakinya sesekali ditekuk akibat pegal berdiri. Ia mengedarkan pandangan, menatap dari bawah topi hitamnya, perahu kecil yang kayunya tak pernah rusak sekali pun, dihiasi lentera di ujung depan yang runcing, sedangkan sebuah papan di bagian belakang digunakan penumpang untuk duduk. Gadis yang baru saja naik tadi masih terkesima dengan banyaknya panorama indah di Volterania. Asap putih di atas danau, hutan dengan pohon-pohon yang berbisik untuk sekadar menyapa, dan rembulan yang tersenyum cemerlang. Sungguh unik!

“Benar! Kita akan ke mana, Tuan Dayung?” sahut si gadis, ikut masuk dalam pembicaraan. Pemuda dengan tubuh kekar dibalut jaket hitam itu mengerutkan alis, merasa jengkel pada pekerjaannya yang membuat dirinya harus mendapat julukan sial.

“Namaku Kim Myungsoo! Harus berapa kali aku bilang, Nona Jung Soojung?” protes pemuda bernama Kim Myungsoo itu. Sedangkan bulan hanya terkekeh geli, merasa puas ada tontonan menarik setelah beribu juta tahun lamanya ia menerangi alam Volterania juga beberapa sisi bumi secara bergantian. Jung Soojung, gadis yang menarik!

“Ah, maafkan aku. Setidaknya aku tahu aku akan ke mana,” ujar Jung Soojung. Ia menekuk kakinya, lalu memeluk lutut. “Pembalasan karena aku selalu berharap bisa menggapai bulan, ‘kan?”

“Teori bodoh macam apa itu?”

“Itu bukan teori! Dengarkan saja sebentar. Kautahu aku selalu mengharapkan bahwa danau bisa melahapku kapan pun mereka mau, tetapi sialnya aku bisa berenang dan badanku tak mau merelakan diri. Jadi aku mencari cara lain untuk kabur dari konflik batin yang kuciptakan sendiri. Bodoh, ya?”

“Er, terserah saja. Tetapi danau ini bisa memakanmu jika kau mau, sayangnya kau terlalu terhormat untuk menjadi bangkai yang mengambang di atas permukaan air.”

“Kau baik sekali, Tuan Kim!” Soojung tergelak, meski tak ada hal yang pantas ditertawakan. Myungsoo hanya mendesis, irisnya memerhatikan lekuk wajah Soojung. Begitu sempurna, ditambah sebuah tawa yang manis. Sungguh gadis yang cantik.

“Lalu? Bagaimana kaubisa sampai ke danau ini, Nona Soojung? Kelihatannya kauingin membicarakan sepotong kisah dramatis insan manusia.” Bulan mengalihkan pembicaraan. Aksinya mendapat delik kesal Kim Myungsoo, namun mau apalagi, Rembulan pasti kesepian dan mencari teman bicara.

“Sungguh kauingin tahu? Baiklah, tidak perlu kias. Kuharap telingamu sudi mendengarkan keluh kesahku.” Soojung tampak bahagia sekaligus sedih di waktu yang sama. Ia mengukir senyum, namun tidak terkesan tulus. Tawanya yang membahana sampai ke pelosok hutan kini terhenti. “Aku… menyayangi kekasihku,” ujarnya lirih. Soojung bergerak ke tepi perahu, meletakkan tangannya di sana, lalu menerawang jauh ke dasar danau, menatap ganggang berwarna-warni yang menimbulkan efek warna pelangi di permukaan air.

“Kauyakin mau mendengar cerita melankolis ini?” bisik Myungsoo pada Rembulan, namun ia tahu pasti bahwa Bulan takkan mendengarkan suara yang lain lagi selain suara Soojung

.

“Soojung, kaulihat sepatuku?” sesosok pemuda dengan wajah tampan dan seulas senyum ramah menghampiri Soojung—sang manager sekaligus atlet lari sekolah—dengan tergesa-gesa. Matanya menyapu seluruh sudut ruang loker, mencari sepasang sepatu lari Nike berwarna merah yang sering dikenakannya. Soojung hanya memerhatikannya sembari memasukkan barang-barang ke dalam sport bag.

Tak berapa lama, ketika barang-barangnya telah tertata rapi dalam tas, Soojung melempar pandangan ke arah sang sunbae. “Masih mencari?” tanyanya.

“Ah, apa kau ada urusan Soojung? Tak usah mengkhawatirkanku, kau duluan saja!”

Siapa juga yang mengkhawatirkan orang ini?

Soojung mendengus. Sunbae yang kini ada di ruangan yang sama dengannya adalah atlet terbaik di klub, sering mengikuti kejuaraan daerah, dan selalu mendapatkan gelar juara. Ketika kaki cepatnya mulai tangkas bergerak di atas lintasan, dalam sekejap saja, meskipun hanya beberapa detik, Soojung merasakan debaran yang kuat di jantungnya. Sosok seseorang yang tengah berlari dengan wajah cerah tak pernah menarik perhatian Soojung, tentu saja, kecuali pemuda satu itu. Seorang pemuda; bukan matahari, tetapi rembulan. Sunbae-nya yang ceroboh tersebut lebih cocok diibaratkan setinggi-tingginya sebagai bulan, tetapi belum cukup untuk menjadi si raja langit.

.

.

Saat kejuaraan tingkat daerahnya diadakan, kakak kelasnya itu sedang terkilir; namun memaksa untuk ikut. Selain karena ia adalah ace klub atletik, rasa tanggung jawab dan kecintaannya pada dunia atletik begitu besar. Tatkala ia berlari dan berada di urutan hampir terakhir, semua orang berteriak dan berdiri, merasakan ketegangan yang menguar hebat dalam stadium, termasuk Jung Soojung.

SUNBAE!”

Dan teriakan Soojung adalah yang paling keras saat itu. Sejurus saja, kaki sang sunbae bergerak lebih cepat, mengejar seluruh rivalnya, lalu memutuskan pita garis akhir paling dulu. Ia terjatuh, orang-orang mendatanginya. Alih-alih menemukan raut kesakitan, yang terulas di wajahnya adalah sebuah senyum lebar.

Sederhana, namun hal itu adalah kemenangan terindah yang pernah Soojung lihat.

Samar-samar dari jauh, sang sunbae mengangkat tangan dan melambai ke arah Soojung. Meskipun tak dapat didengar dari jauh, namun Soojung dapat memastikan orang itu berkata, “Terima kasih!”; menyebabkan satu detakan aneh.

Dan ia sadar bahwa ia mulai jatuh cinta.

.

.

“Rasanya aku melihat sepasang sepatu di sudut ruangan tadi. Di sebelah loker.” Soojung berkata datar sembari menyampirkan sport bag miliknya di bahu. Si pemuda segera melangkah ke tempat yang ditunjuk Soojung, dan benar saja, sepatunya ada di sana. Tawa renyah mengisi keheningan dalam ruangan.

“Terima kasih, Soojungie!” serunya gembira. Tangan besarnya yang hangat mengelus lembut kepala Soojung, menyebabkan semburat merah menjalar dan menghiasi pipi sang gadis. Soojung tidak membalas, hanya tersenyum senang. Ditambah panggilan untuknya yang entah kenapa terasa manis, perasaan cintanya semakin bertambah.

Teringat perkataan seorang kakak kelas yang merupakan sahabat si pemuda untuk Soojung.

“Kau menyukainya, ‘kan?”

Iya, aku menyukainya.

Soojung benar-benar malu. Ia memutuskan untuk keluar ruangan terlebih dahulu, namun sunbae-nya mengenggam pergelangan tangannya, membuat Soojung terkejut dan wajahnya memanas seketika.

“A—ada apa?”

“Duduklah!” perintah sang pemuda. Soojung menurut saja, bingung sekaligus senang. Waktunya bersama sang kakak kelas menjadi lebih lama, mungkin hari ini dia sedang beruntung. Orang itu berlutut dihadapan Soojung, memandang ke bawah dengan mata teduhnya yang menghangatkan sanubari. Jemarinya yang panjang menyentuh tali sepatu Soojung yang terlepas. “Biar kuikatkan tali sepatumu. Kaubisa jatuh, kau tahu?”

Mendengarnya, Soojung merasa sesak di dadanya membuncah dengan luar biasa. Sesak karena bahagia.

“Ng… Sunbae…,”

“Ya?”

“Aku….”

.

.

Sunbae!” Soojung berlari cepat, terlampau cepat malah, ke arah seorang gadis muda yang tengah duduk di pinggir lapangan. Gadis berambut panjang bergelombang itu memeluk erat sang sunbae yang merupakan teman dekatnya, lalu menjerit dari dasar hati. “Dia menerimaku, kak!”

Ekspresi gadis yang merupakan sunbae Soojung—salah satu anggota klub atletik juga—terkejut. Butuh beberapa menit sampai ia bisa kembali mengontrol emosinya. Tangannya mengelus lembut kepala Soojung, memberikan sebuah senyum terhangat yang bisa ia tunjukkan untuk hoobae tersayangnya. “Jangan menangis, ah!” katanya, tertawa kecil. Meski ekspresi pilu masih membekas jelas di wajah cantiknya.

Dan kakak kelas yang begitu lembut dan penuh kasih ini bagaikan riak air danau. Tenang, terkontrol, berbeda dengan Soojung, ia bisa menahan beban siapapun layaknya air danau memaparkan bayangan gagah sang bulan.

“Kami menjalani hubungan dengan lancar-lancar saja. Jika aku marah, dia akan mengejar dan memelukku. Tetapi, tatkala aku benar-benar sibuk, walau tak menjauh, dan kami baik-baik saja… di saat yang sama kekasihku bertambah dekat dengan kakak kelas kesayanganku. Gadis yang baik, manis, selalu tersenyum.”

Myungsoo hanya diam, menajamkan indera pendengarannya. Entah sejak kapan ia mendayung dengan sangat lambat; membiarkan dirinya memfokuskan seluruh nyawanya untuk mendengarkan kali pertama dan mungkin yang terakhir; kisah hidup penumpangnya dari mulut mereka sendiri. Oh, alur hidup manusia begitu melankolis. Dia selalu mengatakan hal itu, namun pada akhirnya tertarik juga untuk mendengarkan.

“Selama setahun… aku tak pernah sadar… aku yang baru mengenalnya beberapa bulan telah mendapatkan hati sang senior, sedangkan gadis ini sudah mendambakan cinta kekasihku selama lebih dari enam tahun. Cintanya tertambat sejak pandangan pertama, ketika mereka di sekolah menengah kelas satu.” Tatapannya berubah sendu, dan inilah hal yang tak pernah Myungsoo lihat. Penumpangnya sejauh ini selalu berwajah datar, menatap kosong, atau menunduk dengan tubuh gemetar. Tetapi Soojung tidak.

Soojung berbeda.

 

“Bagaimana persiapan ujiannya?”

“Ah, aku lelah!” Soojung menghela napas panjang. Diseruputnya milkshake dingin seraya membiarkan tubuhnya bersandar di  sandaran kursi sebuah restoran. “Kurasa aku harus kembali mempelajari fisika lagi malam ini. Itu salah satu mata pelajaran yang paling kubenci,” ungkapnya, jengah. Sedangkan pemuda di sebelahnya hanya tertawa kecil, sebuah tawa yang sangat khas dan terdengar begitu menggelitik di telinga Soojung.

“Tak usah dipaksakan, nanti malah sakit, bagaimana?” katanya, lalu menepuk-nepuk kepala Soojung. Soojung mengukir senyum samar, tidak selebar biasanya. Ia senang pemuda ini cemas, tetapi yang ia inginkan adalah kata-kata jenaka semacam, “Berjuanglah! Kalau kau tidak masuk, aku akan puasa sebulan penuh! Kau mau pemuda tampan ini kurus kering?” atau “Aku akan membantu sebisaku supaya kita bisa sama-sama lagi, semangat Soojungie!”. Terlalu muluk memang, tetapi inilah yang Soojung inginkan. Kekasihnya tak pernah menunjukan tanda-tanda bahwa ia bersemangat saat Soojung memutuskan untuk masuk ke universitas yang sama.

“Hei!” sejurus saja seorang pemuda mendatangi meja mereka, tersenyum ramah dan bertanya, “Ini pacarmu? Ternyata kau punya pacar, toh? Kukira selama ini kau sedang dekat dengan teman yang berasal dari sekolah yang sama denganmu! Itu, gadis cantik, anak klub atletik juga?”

“Ha? Bu—bukan! Sungguh, ini pacarku, pacarku hanya seorang!”

“Ah, kenapa kau panik begitu, sih? Mencurigakan!”

Soojung hanya terdiam, mengatupkan rapat bibirnya; memerhatikan. Diliriknya pemuda di sampingnya yang tengah membela diri.

Wajahnya memerah.

Mendadak, hati Soojung terasa kosong.

“Berkat jurusan dan minat yang sama saat naik ke tingkat universitas, semakin hari mereka semakin dekat, sementara aku sibuk mempersiapkan ujian masuk agar bersekolah di tempat yang sama dengannya. Gosip tentang mereka merebak kemana-mana, namun kekasihku selalu bilang jangan dipedulikan. Dia menyayangiku dan hanya aku. Kupikir itu benar, kupikir dia tak mungkin memiliki secercah rasa karena dialah orang paling jujur yang pernah kukenal. Tetapi… dia juga manusia.”

Di dalam benak Soojung, muncul sosok keduanya. Kekasihnya yang selalu tersenyum hangat, mengelus kepalanya dan memberikan ketenangan, kebaikan hatinya yang menyentuh nurani Soojung. Sedangkan si gadis yang tertawa kecil, membuat Soojung tenang dengan auranya yang mirip seorang ibu, pelukannya yang membuat lega, dan desir suara lembutnya yang mengantarkan Soojung menuju kedamaian jiwa. Dua-duanya sosok yang berarti. Myungsoo dapat merasakan kehangatan sekaligus rasa pedih karena bimbang menelusup di sela-sela hatinya. Padahal selama ini ia tak pernah merasakan hal macam itu. Tetapi dengan menilik pikiran dan perasaan Soojung, ia mulai belajar perlahan-lahan. Ikut merasakan.

“Kupikir tak apa… kupikir tak apa jika dia ada di sampingku dan berkata bahwa dia mencintaiku… namun, aku merasa bahwa ketika tangannya kugenggam, ketika tatapannya tertuju padaku lekat-lekat… aku tidak merasakan lagi ada perasaan yang dalam layaknya pertama kali ia menerimaku. Dia tidak sepenuhnya milikku….”

Angin berdesau, iba melihat air mata yang berkumpul di ekor mata Soojung. Rembulan terdiam. Myungsoo masih mendayung, memerhatikan kerlap-kerlip cahaya di balik kegelapan dihadapannya, tak berani memalingkan muka lagi ke belakang. Meski begitu, ia masih mendengarkan.

“Walau aku ingin memilikinya lagi, tetap tak bisa. Seolah jaraknya menjauh dan tak dapat kugapai, yang kugenggam hanya udara kosong, bagaikan berusaha menggapai bulan di langit….”

“Kau tahu, ketika pantulan bulan mencapai wajah danau, mungkin kau bisa meraih cahayamu lagi, meski hanya satu kepalan tangan. Tak apa jika dia hanya ilusi. Tak apa jika dia tidak nyata. Meski hanya sekejap, yang pasti kau tahu bahwasanya bulan yang kaulihat sampai sekarang tidak pernah merasa sia-sia telah membagi cinta dan hangatnya tempaan cahaya untukmu seorang. Meski nantinya akan ada orang lain yang menerimanya juga. Yang penting kau pernah mendapat cahaya itu. Hanya kau satu-satunya. Berdiri di hadapan rembulan yang besar.”

“Bukankah… alangkah baiknya jika bulan ada dua, atau lebih? Satu untukku, satu untuk yang lain. Bukankah semua gadis ingin orang yang bicara ‘aku mencintaimu’ hanya untuknya seorang?”

“Kau hanya tak ingin mengakuinya. Bukankah yang namanya realita seperti itu?”

“Aku tahu… sebenarnya, aku memang selalu merasa dia menatap ke suatu tempat yang jauh. Entah apa yang ia lihat dalam sudut penglihatannya. Makanya… makanya aku memutuskan untuk pergi ke danau ini….”

“Menurutmu itu pilihan tepat, ha? Membiarkan dirimu sendiri pergi dari dunia? Kau bodoh jika membunuh detik waktu kehidupanmu sendiri.” Kini permukaan air dihiasi dedaunan berwarna ungu dan merah menyala, yang gugur dari pohon-pohon sepanjang tepi danau. Isak tangis menyela sunyi, dan Myungsoo sangat tahu bahwa satu-satunya penumpang yang melekat dalam pikirannya dari ujung rambut sampai kakinya, tengah menangisi sesuatu. Entah pilihan, ataukah hal lain.

“Kali ini biar aku yang mendukung mereka.” Ujar Soojung perlahan. Airmatanya jatuh, bercampur dengan air danau yang jernih. Melihatnya, bulan ikut menangis, membuat gurat kehitaman dan awan gelap di sekelilingnya berusaha menghibur.

“Ah!” Myungsoo mendengus keras, lalu mengacak rambutnya frustasi. Pemuda tersebut melempar dayungnya sampai jatuh ke atas lantai perahu, lalu menolehkan kepalanya ke arah Soojung. Sang gadis tersentak, ia termangu menatap manik tajam Myungsoo. “Sudah cukup argumen bodoh tentang danau dan bulan ini! Lalu kau mau kemana? Kau mau aku mengantarmu ke tanah penyiksaan atau dataran kebahagiaan, tetapi kau tahu sendiri, kesalahan besar masih membayangimu!”

Desah pilu dan burai airmata Soojung kembali mendesak ke luar. Saat-saat ketika tubuhnya melindungi kekasih dan kakak kelasnya dari tiang besi yang jatuh mendadak membuatnya ketakutan. Karena sifatnya yang tak sabaran dan kecemburuan menumpuk dalam hatinya, ia menyusun suatu rencana manakala festival sekolah berlangsung. Sebuah tiang yang menahan papan selamat datang di pintu gerbang jatuh ke arah kakak kelasnya, tetapi perkiraannya meleset, karena kekasihnya juga ada di sana. Sekelebat bayangan mengerikan muncul dihadapan Soojungsiluet mayat keduanyaberkecamuk dalam ketegangan. Dan dengan tiba-tiba, Soojung menerjang, membiarkan tubuhnya sendiri menjadi sasaran empuk tiang berat itu. Sekejap setelah ia merasakan sakit yang luar biasa menimpa kepala dan sekujur tubuhnya, penglihatannya memburam dan berubah menjadi kegelapan pekat. Ia yang merencanakan agar tiang itu jatuh, namun pada akhirnya ia juga yang melemparkan diri untuk bertemu ajal.

Soojung menyeka air mata dengan jemari lentiknya, lalu terisak pelan, “Aku ingin tetap di sini… Aku tak mau kemana pun….”

Myungsoo mendengus keras. Baru kali ini ia juga ikut bimbang, pertama kalinya mendapat penumpang yang menyebabkan emosinya ikut campur aduk. Ia mengambil dayung yang tadi ia banting, lalu mulai mendorong dayung di permukaan air.

“Pada akhirnya kau akan membawaku ke dasar danau?” lirih Soojung. Myungsoo mengendikkan bahu, lalu memejamkan matanya.

“Tidak. Sejujurnya aku letih mendayung terus, biar saja melanggar aturan, seharusnya mereka memberikan asuransi pijit dan hiburan untuk pekerja di tempat membosankan seperti danau ini. Dunia arwah sepertinya memiliki banyak fasilitas, salah satunya rumah makan dan beberapa lokasi wisata. Aku lapar.”

Ng… maksudnya?”

“Kita kencan. Kau dan aku.”

Soojung membelalakkan mata. Ia tak bisa menutupi keterkejutannya, tentu saja. Tetapi rona merah di pipinya segera menjalar tanpa aba-aba. Kim Myungsoo tersenyum hangat, dan tanpa ia sadari, gurat kemerahan sejurus saja segera menghiasi pipi putihnya.

Perjalanan air di bawah pantulan sinar rembulan, yang ia jalani bertahun-tahun lamanya, tak pernah semenyenangkan ini.

fin.

+===+

A/N:

Ceritanya mengangkat tema yang sederhana (oke, ada orang ketiga tapi orang ketiga ini terlalu baik untuk dinistai huhuhu) tapi pembawaannya yang menarik dan kata-katanya yang ohmygod bikin merinding itulah yang bikin komik The Moon & Lake bagus. Applause! *applause sendirian*

Tapi plot fantasi, Volterania, tentang Myungsoo si pendayung perahu di danau akhirat, juga Soojung yang bunuh diri dan blablabla lainnya itu murni milik saya. Paling konflik Soojung aja yang punya Ashihara dan scenenya saya ubah :D

Omong-omong, siapa kekasih Soojung dan kakak kelasnya di dalam bayangan kalian?

Mind to review? Terimakasih^^

45 responses to “[Vignette] A Stupid Argument about the Moon & Lake

  1. eh.. jadi si Soojung itu udah meninggal? kok aku ngiranya dia masih hidup ya?
    aku ga terlalu ngeh sama kata2 “bunuh diri” itu.. tapi, setelah baca note-mu aku baru nyadar ._.
    hwaa.. hidup Soojung sulit ya ._. di satu sisi dia sayang sama cewe sunbaenya, tapi disisi lain dia gamau pacarnya suka sama cewe itu -_- eh, benarkah?
    sejauh ini aku sih menangkap maksud cerita ini kya gitu..
    trs si Myungsoo itu pendayung danau akhirat? ._. emg srg ya org lewat di danau itu? O_O
    duh, fik.. INI FF KEREN BANGET UDAH GITU COVERNYA KECEH! okehsip..
    ceritamu bgs banget >__<

    • Iya, sebenernya sih aku sengaja mau buat yang baca bingung dulu itu mereka di danau mana~
      nyehehe mungkin emang baca tulisanku tiap katanya harus diperhatiin kaliya? /lebebatluah/
      iya gitu maksudnyaaa! karena dilema itu dia jadi pengen bunuh sunbaenya, tapi di sisi lain, dia sayang sama sunbae itu juga kekasihnya sendiri. jadi deh dia ngelempar dirinya sendiri dan ketimpa tiang. mateklah #heh

      ceritanya sih itu danau pembatas antara dunia manusia di alam sana sama akhirat yang sebenernya… jadi myungsoo tugasnya nganter para arwah ke surga atau neraka lewat danau itu. pernah baca hell girl nggaaa?
      yeaaay makasih zukyy~ /masihajamanggilzuky/
      makasih banyak yaaaa ^o^

      • iya, aku merhatiin tulisanmu itu apa banget -_- tiap baca tulisanmu itu hrs muter otak -_- tp, keren sih..😀 ceritanya bgs..
        btw, ini komik judulny apa? jadi pengen baca saya -_-
        eh.. si Soojung ga mati karena ketiban tiang bodoh itu kan? aku nangkepny si Soojung mati gegara dia bunuh diri gitu nyemplung ke danau -_-

        hell girl? pernah.. tapi cuman sampe vol. 5 O_O haha..
        oh okeh.. jadi danau itu fiksi ya? trs gimana caranya MyungStal kencan kalau gitu? O_O haha.. ah, panggil Zuky ajj gpp._. drpd manggil Zuzu -______________________-

      • maafkan daku… tapi kalo kata aku yang ini bahasanya gaterlalu aneh kok ;A; #lah Alhamdulillah, makasiiih!
        The Moon & Lake, kan aku udah tulis di Inspired by :3
        ngga, beneran si Soojung mati karena ketimpa tiang… mungkin karena ditambah sama shyoknya dia jadi dia mati deh akakak #heh
        iyaa nah disitu kan si hell girl atau emma kalo mau bawa korbannya ke neraka harus ngelewatin danau duluuu
        iya itu fiksi. mereka kencan soalnya Myung ngubah haluan bukan ke surga/neraka tapi negeri arwah~ #emangada
        Zuzu~ :3
        EHIYA SESEORANG HARUS TANGGUNG JAWAB KARENA SEKARANG INI KALO MAU BIKIN FIC AKU SELALU KEPIKIRAN BIKINNYA MYUNGSTAL TERUS!

      • haha.. ah, tapi seriusan..
        KAMU KENAPA BAHASANYA BAGUS BANGET? buka lembaga bimbingan belajar khusus ff ngga? nanti aku jadi muridmu deh😉 #skip
        haha~
        ah, aku lupa ._. #nepukjidat.. okeh, makasih yaa.. aku nanti mau ngubek2 perpus dl -_-
        hm.. okeh, berarti aku salah nangkep maksud -___-
        iya.. paham.. tp, aku heran..
        emma padahal cantik kok mau ya kerja gituan ._. btw, sejenis myungsoo sih -_- karakternya gelap..
        haha.. jangan panggil kya gitu.. okeh.. ngga etis di telingaku O_O #bawapecut
        haha.. EMANG SIAPA YANG MAU TANGGUNG JAWAB? O-O

      • Er… kalo misalnya ada tulisan bagus, aku liat bahasa yang gapernah aku pake dan aku catet sekaligus sama artinya, jadi misalkan aku bosen sama kata yang itu mulu, jadi bisa ganti._. ahahah kalo ada bimbel nulis mah aku gabakal jadi guru, ikutan jadi murid!

        kan karena emang takdirnya dia kan, dia bikin dosa berat sampe dihukum jadi gadis neraka u,u sejenis myungsoo…

        yaudah Zuky~ emang siapa yang manggil zuzu?

        MYUNGSOO SAMA SOOJUNG TANGGUNG JAWAB! BURUAN NIKAH! #eh #terselubung

      • ohh.. tipsnya gitu ya.. jadi kalau ad tulisan yg bgs, km catet gitu? awawawa..
        MAKASIH BANYAK TIPSNYA😀 #deepbow..
        haha.. iya sih.. tp, agak ga tega aku sama emma :’) btw, emg Myungsoo ngelakuin dosa apa sampe dia jadi kya gitu? O-O nahlo..
        haha.. duh, emg yg jadi walinya siapa?
        haha😄 iyaaa… mereka itu udh cocok bangeeeet >_<

      • iyaaa kaya gitu! OKEE SAMASAMA! terus banyak latihan nyusun kata

        ngga, Myungsoo mah emang dari sononya jadi pendayung, dia gapunya history sebagai manusia~

        yang jadi wali sih akuya, secara adeknya myung gitu #okesekip iyaaa mereka itu cocok banget! bangetbangetbanget! tapi kadang aku pengen ngelempar aja itu soojung ke hoya akakak #dicekek

      • eh.. berarti itu emg dasarnya kerjaanny dia ky gitu? sejak dia tercipta (?) dia emg udh jadi pendayung?
        duh, kasian bgt kamu nak :’)
        haha..
        hoho, yaudah nikahin yaaa😀 ntar aku dateng pastinya kok😉
        haha😄 nglempar ke hoya? kenapa? mending ke sungyeol aja😀 #eh

      • Yah… Pas lahir sih biasa aja, etapi pas udah gede nasib dia jadi pendayung HAHAHA
        Nikah sana nikah!
        yang sering bahas tentang kle seringan howon~

      • sudaaah~ ah mereka manis layaknya adik-kakak /teteub/ etapi serius entah kenapa aku ngeliat shinee sebagai kakaknya f(x) (pengecualian untuk vic yang merupakan umma dan lunew, ehem)
        btw disini kan ada cast anonym, kamu ngebayangin sunbae sama kakak kelasnya siapa?

      • haha.. atlet.. hm.. sempet terbesit Minho sih -.- cuma ya ga pantes aja gitu jadi si cowonya -o-
        kalau cewe entah kenapa aku suka sama Jiyeon :3

      • cowoknya lebih pantes hoya kan? NAH HOWOOON! #heh
        tadinya mau make jiyeon tapi dia jadi orang ketiga mulu ah kasian, make naeun juga agak aneh. jadi yaudah anonym. kamu tau sendiri aku ogah make suji… dia lebih baik hidup tenang dengan ksh

      • haha😄 iya deh terserah kamu.. tp, itu cowo bolelah pake si Sungyeol :3 haha.. duh.. shipper kumat >_<
        haha.. iyasih, kataku si Jiyeon baik lho.. mukanya pas gitu untuk dipakai sebagai "pengganjal" hubungan -_- #kicked..
        iya~ biarlah Suzy hidup tenang disana O-O #eh.. #slapped

      • ahaha boleh, terserah kamu aja ngebayanginnya siapa xD
        dia baik, cuma karena perannya di DH2 aja kaliya yang bikin dia cocok jadi antagonis? tapi dia emang jago akting, kalo dia ga berhasil bikin orang sebel sama dia berarti akting dia gagal~
        jangan bilang gitu ah wkwk. suzy akan bertemu jodohnya nanti🙂

  2. iya ._. dia itu pinter akting jadi jahat -_- mukanya kan sejenis Kle gitu.. jahat dingin rapuh gimana gitu -_- haha.. #gayalu
    emang.. semua member T-ara kyany wajah2 antagonis semua yak O_O haha.. #tendang
    ah, Suzy pasti nemu jodoh kok.. dia kan cantik, visual lg😉 haha..
    tp, ak jadi kasian sm si Min.. Min kan jls2 lead vocal, tp org2 lebih sukanya ke Suzy sih ya ._.

    • iya, tapi kle selalu jadi gadis adorable pas di sitkom gitu jadi gimana dong, bikin gue makin cinta aja ;A;
      THIS! temen gue juga ngomong kaya gitutuh, muka-muka T-ARA cantik tapi antagonis HAHAHA /kicked /seenaknya
      iya pasti dia temukan jodohnya
      nah makanya itu==” Min pas natal tahun 2011 kemarin foto sama para leader JYPnation berarti dia termasuk leader, kan? terus dia jago ngedance, bisa ngerap, suara bagusnya aduhai, selera musiknya keren, banyak temen, fasih bahasa inggris, cuma emang dari segi kecantikan yang kebanyakan lebih diliat orang, dia kalah
      kamu udah liat MBC Gayo Daejaejun 2012? gilakk pas I Don’t Need a Man, si Min ngedance sendiri gitu dan itu kewren lah!

      • haha😄 duh, bbuingbbuing-ny dia loh fik.. AKU GA KUAAAAATT… AAAAAAA
        dia itu.. omegot.. keren lah pokoknya >__<
        dia kan pernah training d luar negeri brg sm Hyoyeon kan? pantes lah menurutku :3 haha😄
        IYAAA AKU LIAAAT.. PAS JIA GANGNAM STYLE ITU? haha😄
        aku suka sama Jia-Min deh❤ uh, mereka itu… raaaaawwwrrr

      • EHHH promosi ke banyak myungsoojung stan dan soojung stan! /duk
        SANGAT MANISSS cantik banget ah soojunga ;__;
        iya, pantaslaaah~
        Jia-Min-Fei<3 aku suka Suzy juga sih sebenernya :3 tapi dia kurang berkharisma entah kenapa kiwkiw cantik emang iya tapi

      • haha😄 tenang aku udh promosi sanasini lho😉 kekkeke~
        haha😄 iyalah tu~ udh liat Krystal di etude house sm Stonehenge ga? duh, dia cantik bgt sumpaaaaaaaah >_< agkagkakakdjao
        haha😄 lah aku emg suka sm Min-Jia😄 Suzy.. hm.. sebatas cantik aja.. siip.. ehem..

      • siiip! aku juga lagi persiapin beberapa fic yang only published here nih hehe
        UDAAAAH! cantik banget duh aku tambah suka deh sama dia :3
        Suzy suara bagus wajah cantik, tapi aku prefer Kle entah kenapa x)

      • hwaa… km nyiapin fic? sip😉 promo2 yaaak~ -o- haah😄 duh, siip😉 aku nunggu ffmu lho😉
        haha😄 untung ya di Etude House gada adegan kissuenya -_- ga ky pas jamanny SHINee-Dara dl yg ad lip-kissed-nya >_<
        haha😄 siip😉 ayoook fik semangat~

      • iya, tapi masih burem di otak. ada beberapa deh pokoknya ehehe
        nanti ficmu kubaca yaa~
        iya, untung aja. btw itu RM kenapa guest starnya gaada Kle? Kenapa cuma Ssul? KENAPA??? isinya fanboy Kle semua pula=.=
        kamu juga semangaaat!

      • semangat~ ha? fic apaan? ficku absurd semuanyaaa fik -o- mndg jangan deh😉 hahab😄
        IYAAA… GATAU.. OH, AKU KASIAN SAMA SULLI T.T
        MANA ADA MYUNGSOOOOOOOO?!!!! raaaawwwrrr… #cakartembok..
        duh, pas dgr ad Myungsoo jd guess d RM, berharap bgt Kle jga maaaain >_<

      • tapi mungkin aku bakal fokus baca yang myungsoojung aja ya~ hakhakhak
        KASIAN YA DIA… IYA MAKANYA ITU! KLE UDAH IKUTAN RUNNINGMAN SIH KEMARENMAREN *gigit bantal*
        IYAAA ITU DIA! hikseu T.T

      • Myungsoojung? okeh~ km udh jadi big shipper untuk mereka ya? siiip ;D hwahaha😄
        IYAAAAAA… SUMPAH AKU KECEWA BANGEEEET -_- KENAPA HARUS SULLI YG BERUNTUNG BGTTTT? T.T duh, padahal aku berharap ad Myungsoojung moments lg >_< aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

      • Ahahahah sebagai founder otomatis harus jadi yang paling hardcore dong :B /gilak
        ITU ISINYA FANBOY SOOJUNGA SEMUAAAAA! Iya makanya ituuu. Myung keseringan php bikin aku ngebet sama moment mereka ih

      • hyaaa.. duh, aku jga hardcore lho😉 haha😄 jgn lupakan kegilaan sy klo udh ad yg bicarain soal MyungStal :3 duh, bahagia rasanya >_< hahahai~
        IYAAA.. ADA MINHO SAMA MYUNGSOO.. aaaaa.. Sulli, beruntung skali kau :') eh, tp liat dr fantaken kok Sulli ga deket ya sm 2 org itu? ._. dia deketny sm Jonghyun CNBLUE deh ._. #dor
        HAYAAAAA~ Myung terlalu malu -_-

      • SAYA SANGAT HARDCOREEE! /jdes jadi ngobrol disini ya… aku juga bahagia=w=
        mungkin si Ssul risih, dan dia udah temenan sama Jonghyun(?) gangerti kenapa tapi ya harusnya sih ada Kle #plak
        Iya, dia terlalu malu~

  3. wkwk kata2nya bikin sakaratulfikir,, muter2, bikin otak keplintir, tapi untuk keselurhan hebaatt!! Agak ngenes sma ceritanya, tpi sumpah aku tersepona juga sma kta2nya, kyanya aku kudet bgt bru bca tahun 2013 ini hehe. Appllausss lah buat authornya:D

  4. Pingback: Second-Lead Attack! | Little Note·

  5. hai hai .. reader baru disini ^^
    ff nya keren banget .. biasanya sih aku kurang sreg kalo baca ff yg genrenya fantasi.
    tp sumpah, ini keren banget.
    selama ini aku kemana aja yaa baru nonghol di tahun 2015 .. hehhe
    mian untuk keterlambatannya

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s