A Doubt

adoubt

Title: a Doubt

Main Cast: Myungsoo Infinite | Jung Soojung F(x)

Supporting Cast: Woohyun Infinite, OC(s)

Author: Mizuky (@qy_zu)

Genre: Romance, Adult, Wedding Life, Fluff (Slight!)

Length: Ficlet (>2000 words)

Rating: G

Summary: Dua insan manusia yang akan dipersatukan di dalam sebuah takdir suci pernikahan. Namun, ketika sang wanita dilanda keraguan, masihkah mereka mau mengakhiri cinta mereka ke dalam sebuah bahtera pernikahan?

Bukan maksudku untuk menghilang.

Bukan, jangan salah paham.

Percayalah, aku, Jung Soojung, seorang wanita yang selalu mencintaimu.

Aku hanya belum siap untuk berjanji kepada Tuhan.

Aku hanya merasa kurang untuk pria sempurna sepertimu, Myungsoo.

+===+

Myungsoo gelisah untuk menanti ponselnya berdering. Ditunggunya selama satu jam yang lalu, namun ponsel laknat –begitulah ia menyebutnya- tak berdering sekalipun. Ia rela untuk mengabaikan segala macam rasa laparnya hanya demi ponsel itu.

Matanya perlahan berpindah untuk menatap jarum jam dinding.

Pukul 3 sore, kenapa dia belum memberiku kabar?

Resah dan gelisah ia rasakan saat ini. Berharap cemas menyongsong harapannya.

Bip..bip..bip..

 

Akhirnya, Oh tuhan!

Ia bersorak-sorai senang seperti sedang mendapatkan sebuah hadiah lotre tiket ke London. Lebih dari itu. Ponsel yang berdering sangat membuatnya senang hingga ia seperti mendengar suara bunyi dentang lonceng gereja.

“Kau sudah dapat alamatnya?”

“Iya, tenang saja. Dia tinggal di apartemen dekat daerah Gangdong-gu, apartemen nomor 136. Coba saja kau cek.”

“Kau yakin Soojung berada disana?”

“Sangat yakin! Kau tak percaya denganku?”

“Bukan tak percaya, Woohyun. Hanya saja aku cemas dengan keadaannya sampai aku gila seperti ini.”

“Iya, aku tahu. Sudah sana pergi. Temui dia dan tanya baik-baik mengapa dia menghilang.”

“Iya, aku tahu. Terima kasih sudah membantuku.”

Myungsoo berniat ingin memutuskan sambungan, namun suara melengking milik Woohyun segera menghentikkan keinginanya.

“Tunggu, tunggu sebentar!”

“Ada apa lagi?”

“Kau benar-benar ingin menikah dengan Soojung? Maksudku, kalau kau benar-benar siap menikah dengannya, tanyakan dulu kepada dia. Kalau Soojung tak ingin menikah denganmu, jangan dipaksa.”

Jeda waktu yang cukup panjang terjadi. Myungsoo menarik nafas dalam-dalam. Dia sedikit frustasi sekarang.

Harapan untuk menikah bersama Soojung berada diambang batas saat ini.

“Kau jangan menakut-nakutiku! Aku benar-benar takut, Woohyun.”

“Tidak apa. Memang seperti inilah syndrom pre-wedding. Ada saja yang menjadi halangan. Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu.”

“Iya, terima kasih. Sudah dulu, ya.”

Myungsoo segera meletakkan ponselnya di atas meja. Ia mengenakan jaket merahnya lalu berjalan keluar rumah.

.

.

Ting tong..

Soojung yang sedang memasak, menghentikkan sejenak kegiatannya. Ia mengecilkan kompor gasnya, lalu segera berjalan menuju pintu depan.

“Ya, sebentar.”

Cklek..

Dibukanya pintu berwarna coklat cream itu. Seolah ada hembusan angin yang berhembus diantara keduanya. Tak ada yang saling berbicara, hanya saling menatap.

Segala frasa tak dapat mewakili betapa bahagianya mereka. Seluruh perasaan ragu dan kecewa luntur hanya dengan tatapan.

Memang benar mata adalah satu-satunya indera yang tak dapat berbohong.

Rindu..

Tak bisa dipungkiri oleh wanita itu kalau ia benar-benar rindu pemilik dari mata hitam cokelat itu. Pria yang selama ini menemani dan mengisi hari-harinya. Pria yang sudah mencetak berbagai kenangan manis bersamanya.

Pria itu diam. Satu minggu tak bertegur sapa, bahkan tak bertatap muka, benar-benar membuat hatinya ingin sekali memeluk wanita itu erat-erat. Andai saja ia melupakan harga dirinya sebagai seorang laki-laki, mungkin saat ini ia sudah menangis.

“Hai, Soojung. Apa kabar?”

Wanita itu segera sadar dari keterlamunannya. “Ya, aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

Pria itu mengangguk. “Aku merindukanmu, bodoh!”

Soojung terdiam. Otaknya tak mampu berfungsi ketika dia mendapatkan sebuah pelukan hangat. Refleks hidungnya menyesap aroma tubuh pria itu.

Sudah berapa lama aku tak mencium aroma coklat dari Myungsoo?

“Kau bodoh! Menghilang tanpa sebab! Aku mencemaskanmu! Dasar!” gerutunya Myungsoo.

“Aku juga merindukanmu.”

Myungsoo segera melepaskan pelukannya. Kedua tangannya ia letakkan di pundak Soojung.

“Kalau kau merindukanku, kenapa kau tak pergi menemuiku?”

“Aku tak bisa, Myungsoo. Maaf..” kepala Soojung tertunduk. Menatap lantai putih dibawahnya.

Myungsoo mendesah. Dia mendekap Soojung sekali lagi. Kali ini dengan penuh perasaan. Tangannya bergerak untuk menyisir rambut Soojung yang halus.

Oh, dia benar-benar rindu wanita itu.

“Jangan menghilang lagi, tolong. Aku seperti orang gila untuk mencarimu. Tolong, tetaplah disisiku. Aku sangat mencintaimu, Soojung.”

“Myungsoo, tolong lepaskan. Malu ah.”

Myungsoo melepaskan pelukannya. Ditatapnya kedua manik mata itu dengan pandangan nakal. Dilihatnya berkas-berkas kemerahan pundar di kedua pipi wanita itu. Melihatnya malu seperti ini, ingin rasanya ia meledeknya kembali. Soojung terlalu menggemaskan.

“Tak enak kita diluar sambil berpelukan begini. Nanti kita disangka berbuat yang tidak-tidak. Bagaimana kalau kita masuk ke dalam saja? Sekalian ada hal penting yang mau aku sampaikan,” ujar Soojung.

Myungsoo mengangguk. Dia lalu berjalan mengekor di belakang Soojung.

+===+

“Kau sedang memasak?” tanya Myungsoo.

Soojung tersentak. “Astaga! Aku lupa!” dia segera berlari menuju dapurnya ketika dia mencium sesuatu bau gosong.

Myungsoo hanya bisa menggelengkan kepalanya. Soojung masih sama seperti dulu. Soojung yang selalu ceroboh.

Aw.. panas..” keluhnya. Ceroboh memang mengangkat pegangan panci panas tanpa menggunakan pelindung, tetapi menggunakan tangan kosong.

Ck, dasar Soojung.

“Tidak apa-apa?” Myungsoo melihat tangan Soojung. Memang agak sedikit kemerahan.

“Tidak apa-apa. Maaf ya makanannya gosong begitu. Kau sudah makan? Bagaimana kalau makan diluar?”

Myungsoo tersenyum. Tangannya terangkat untuk menepuk pelan puncak kepala Soojung.

“Tidak apa. Jangan dipikirkan. Masalah perut urusan gampang. Ngomong-ngomong apa hal penting yang ingin kau bicarakan denganku?”

.

.

“Kau tidak salah paham ‘kan dengan menghilangnya aku selama ini?”

“Aku kira kamu tidak ingin menikah denganku lalu pergi bersama pria lainnya,” ucap Myungsoo.

Soojung mengernyit. “Psst.. tidak mungkin. Aku tidak sebrengsek itu.”

“Ya, siapa tahu.”

“Ah, sudahlah. Aku.. jadi selama aku menghilang.. sebenarnya aku sedang mempersiapkan diri, Myungsoo.”

“Mempersiapkan diri?”

Myungsoo heran. Terang saja setelah satu minggu menghilang, Soojung hanya mengatakan alasannya adalah dia sedang mempersiapkan diri. Mempersiapkan diri untuk apa memangnya?

“Iya, kau tahu persis apa maksudku. Begini, meskipun hubungan kita sudah direstui oleh orangtuamu, tapi tetap saja aku merasa diriku kurang. Aku seorang anak yatim piatu, terlebih sifat cerobohku masih ada sampai sekarang. Kalau aku sudah menjadi istrimu, aku ingin sifat cerobohku menghilang. Maksudku, aku ingin menjadi istri yang baik untukmu. Tapi, yah.. kau lihat sendiri tadi bukan? Memasak ikan saja aku tak bisa,” Soojung menghela nafas panjang. Dia sadar kalau waktu satu minggu untuknya berlatih, sepertinya terbuang percuma. Toh, dia masih tetap secereboh yang dulu.

“Astaga! Jadi hanya itu?! Ya ampun, Soojung! Aku kira alasan kau menghilang karena kau tak lagi cinta padaku. Astaga! Soojung aku mencintaimu apa adanya. Entah kau seorang yatim piatu, atau Soojung yang selalu cerewet dan banyak omong, atau Soojung yang ceroboh, atau Soojung yang galak. Aku cinta padamu karena semua itu. Kecerobohanmu justru membuatku jatuh hati padamu. Sudahlah, kau tak usah pikirkan itu.”

Myungsoo tertawa kecil yang membuat Soojung menunduk malu. Tangannya ia gunakan untuk membelai lembut sepasang tangan halus milik Soojung.

“Jadilah dirimu sendiri, Soojung. Tenang saja. Kalau kau sudah menjadi seorang istri, otomatis kau akan terbiasa. Tak perlu ragu lagi, oke?”

Soojung mengangguk. “Tapi, bagaimana kalau aku gagal?”

Sst.. sudahlah. Ingat kataku tadi. Jangan terlalu dipikirkan. Kalau kau menjadi seorang ibu nanti, percaya padaku, pasti sifat cerobohmu pasti akan menghilang.”

Soojung merasa bersalah kepada Myungsoo. Jujur. Dia menghilang karena ia ingin menjadi seorang istri yang baik dan sempurna bagi Myungsoo.

“Maafkan aku, Myungsoo..”

“Tenang saja. Aku tahu tujuanmu baik, kok. Kau belajar supaya menjadi istri yang baik bukan? Aku sangat menghargai itu, Soojung. Tapi, ingat! Jangan mengilang lagi, oke! Aku cemas mencarimu.”

Soojung mengangguk. “Iya, aku mengerti.”

“Aku jadi geli membayangkan kau akan menjadi istriku nanti. Haha.. pasti sangat lucu.”

Soojung mendengus kesal. “Menikah saja belum sudah meledekku. Dasar.. ah, aku tak jadi untuk menikah denganmu.”

“Apa-apa-apa? Bagaimana bisa.. kau? Jangaaan! Aku hanya bercanda tadi.”

Nah, rasakan akibat perkataanmu tadi, Myungsoo.

“Kau jahat padaku, sih.”

Hm, rupanya Soojung sedang merajuk.

“Duh, aku hanya bercanda. Jangan diambil hati, dong.”

Melihat ekspresi tegang dari Myungsoo, mau tak mau membuat Soojung ingin tertawa keras. Meskipun pria itu selalu menanampakkan tatapan acuhnya, namun yakinlah di dalam dirinya tersimpan sebuah kehangatan yang baik.

“Haha, lihat mukamu. Haha, kena kau!”

Myungsoo tergelak. Dia baru menyadari bahwasanya Soojung tengah meledeknya.

“Jung Soojung, beraninya kau!”

Soojung ingin pergi menghindar dari “serangan” Myungsoo.

“Myungsoo, stop! Geli! Myungsoo, berhenti! Haha..”

Myungsoo tertawa. “Inilah akibatnya meledekku seperti tadi.”

“Haha, sudah kubilang ‘kan jangan meledekku,” Soojung tertawa.

Myungsoo menghentikkan “serangannya”. Dia menatap Soojung. “Ah, aku tidak menyangka besok wanita jelek ini akan menjadi istriku.”

Soojung mendengus keras, tak suka dengan perkataan Myungsoo perihal dirinya.

“Besok? Bukankah masih lama?”

“Tanggal 15 Oktober itu besok. Jangan bilang kalau kau melupakan tanggal pernikahan kita,” kini Myungsoo menatap Soojung penuh selidik.

Yang ditatap hanya tersenyum bodoh, menampakkan deretan gigi putih rapi miliknya.

“Aku lupa. Mungkin karena aku sampai gugup jadi tidak ingat kalender,” ujarnya.

Myungsoo mendengus kesal. “Kau benar-benar menyebalkan ya, Jung Soojung.”

“Ah, maaf. Lalu, apa semuanya sudah dipersiapkan? Gaun, undangan, kue pernikahan, cincin. Sudah dipersiapkan semuanya?”

“Kau ini amnesia, ya?! Semua itu sudah kita persiapkan sejak dua minggu yang lalu. Undangan juga sudah disebar. Oleh karena itu aku panik begitu kau menghilang. Dasar kau!” dengus Myungsoo.

“Maafkan aku. Oh ya, ngomong-ngomong kamu sudah makan? Aku lapar. Kita makan diluar saja, bagaimana?”

“Baiklah, tapi kau yang bayar,” ledek Myungsoo.

“Huh, enak saja,” dengus Soojung.

Myungsoo tertawa.

Akhirnya, harapan yang selama ini ia selalu dambakan, akan terwujud besok. Soojung adalah istrinya, mulai esok hari sampai selamanya..

.

.

Wedding Day..

“Apa warna lipsticknya tidak terlalu tebal, JinAh?”

“Tidak..tidak.. itu sudah natural.”

“Alisku kenapa tipis sekali?! Tolong dipertebal lagi pensil alisnya.”

JinAh hanya mendengus mendengar gerutuan Soojung. Menurutnya Soojung sudah cantik, make-upnya juga sudah sempurna. Dia terlihat seperti dewi sekarang. Namun, di mata Soojung, dirinya nampak selalu kurang. Entah apalah alasan yang membuatnya bergerutu.

Sst.. tenang.. aku tahu kau gugup, cukup tenang saja, oke? Semua akan berjalan lancar,” ujarnya lembut dengan tersenyum kepada Soojung. Tangannya ia letakkan di kedua pundak calon pengantin wanita itu.

“Tapi, bagaimana saat aku menyemaikan cincin di jari Myungsoo, lalu tiba-tiba cincin itu jatuh? Atau saat aku berjalan ke altar, aku tak sengaja menginjak rok gaunku.. atau bagaimana kalau aku tiba-tiba bersendawa? Atau..”

Sst.. berfikirlah positif, oke. Kau ingin ‘kan kalau pernikahanmu berjalan lancar? Teruslah berfikir positif dan percaya kalau acara pernikahan kalian akan berjalan lancar,” hibur JinAh.

Soojung menggigit ujung bibirnya cemas. Tangannya saling bertautan dengan erat. Titik peluh terlihat memenuhi pelipis Soojung. Dia merasa perutnya sakit saat ini.

Cemas, cemas, dan cemas.

Oh Tuhan, semoga acara pernikahanku nantinya berjalan lancar.

“Ayo, semuanya sudah menunggu.”

Serangan demi serangan terus bergejolak di hati wanita itu. Bahkan, untuk berdiri dia rasanya tak sanggup. Sungguh suatu keajaiban tersendiri kakinya masih bisa menopang berat badannya hingga kini.

Dia berjalan menyusuri tiap lorong gereja dengan didampingi dua bride-mask yang tak kalah cantiknya.

Hingga ia tiba di altar gereja. Matanya pertama kali tertumpu kepada rupa seorang pria tampan yang dibungkus balutan jas elegan.

Myungsoo! Aku tidak tahu kalau suamiku setampan itu.

Matanya kemudian bergerak keliling melihat sosok orang tua Myungsoo yang tengah tersenyum cerah ke arahnya.

Hingga tak disadarinya, dia sudah tiba di hadapan Myungsoo.

Keduanya tersenyum.

Sungguh betapa bahagianya mereka kala itu.

.

.

“Saudara Myungsoo, apakah kau bersedia menerima Jung Soojung sebagai istrimu?”

“Iya, saya bersedia.”

“Apakah kau mau berjanji untuk setia kepadanya hingga maut memisahkan kalian berdua? Hingga kalian tua nanti. Menjaganya atas nama Tuhan.”

Tercipta suatu keheningan sejenak. Pria itu menghembuskan nafasnya, membuat calon istrinya nampak khawatir.

“Saya bersedia untuk menjaganya hingga maut memisahkan kami, hingga kami tua atas nama Tuhan.”

Sang Pastor mengangguk. Dia lalu memberikan isyarat kepada Myungsoo untuk menyemaikan sebuah cincin indah di jari manis Soojung.

Selesai.

Myungsoo menghembuskan sedikit nafasnya. Dia lumayan lega. Namun, kini sang pastor bergerak ke arah Soojung.

Rasa cemas dan gelisah rupanya lagi-lagi menyerang Myungsoo, termasuk Soojung.

“Jung Soojung, apakah kau bersedia menerima Myungsoo sebagai suamimu?”

Soojung mengangguk.

“Apakah kau mau setia kepadanya hingga maut memisahkan kalian, hingga kalian tua, atas nama Tuhan?”

Soojung mengangguk. “Iya, saya akan setia kepada suami saya, Kim Myungsoo. Hingga saya tua, hingga maut memisahkan kami, atas nama Tuhan.”

Soojung sedikit gugup ketika dia menyemaikan cincin di jari manis. Hal ini juga dirasakan oleh Myungsoo. Tangan Soojung sedikit bergetar kala itu.

Fyuh..” desah Soojung pelan ketika dia selesai memasang cincin itu di jari manis Myungsoo.

Orang-orang yang berada disana serempak bernafas lega.

Semua beban yang seolah-seolah menghimpit otak Soojung dan Myungsoo yang sebelumnya berhasil membuat fokus mereka buyar, kini sudah menghilang.

“Baiklah, kini saya akan meresmikan hubungan saudara Kim Myungsoo dengan saudari Jung Soojung telah resmi sebagai suami istri. Kini, kedua pasangan yang telah diberkati Tuhan bisa saling mencium pasangan masing-masing.”

Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu.

Semua hadirin nampak bersorak sorai ricuh.

“Ayo cium.. cium..” berbagai bisikan menjerumuskan terus berkumandang.

Soojung dan Myungsoo hanya tersenyum.

Perlahan tubuh Myungsoo mendekat. Soojung kaget dengan pergerakan yang ditunjukan suaminya. Terlampau kaget hingga ia tak menyadari bahwa Myungsoo telah merengkuh tubuhnya. Membuat kehangatan di dada ketika kepalanya bersandar di dada bidang milik Myungsoo. Myungsoo memeluknya. Tak dihiraukan dua pasangan itu sorak sorai kecewa dari para hadirin.

Sebab, cinta itu lebih dari sebuah ciuman.

Jikalau ciuman bibir adalah cinta, namun itu semua semata didasarkan oleh nafsu.

Sebab, cinta lebih berarti dari itu.

Hanya lewat pandangan kita tahu bahwa orang mencintai kita, bukan melalui ciuman.

Sebab, ciuman itu hanyalah sebuah nafsu belaka.

Marriage is the golden ring in a chain whose
beginning is a glance and whose ending is Eternity.
~ Paull Everdeen – “Human’s Life” ~

.

.

.

| E N D |

26 responses to “A Doubt

      • ohh itu kamu?😀 BAGUS BANGEEET TAAAAU😄
        aku suka xD kesanny ky Soojung sm Myungsoo lg slg marah-marahan cinta :3 Soojungnya lg ngambek, sedangkan Myungsoony cuman nanggepi penuh perhatian xD
        ah itu bgs banget xD
        trs welcome pictny km jga? xD

      • iyaa hehe itu sebenernya sih rencana kaya, myungsoo sama soojung itu tetanggaan gitu. dan mereka sering saling liat-liatan tapi gapernah negur, aku pengen bikin ffnya muahahah entah kapan jadi xD
        iya, tapi welcome pic itu hancur==”

      • ah it bagus banget tau :3 aku jadi pengen teriak2 ga jelas deh liat headernya :3
        ah km pinter deh buat gejolak myungstalku kambuh u_u
        btw, WELCOME PIC-NYA SAMA SEKALI GA JELEK, FIKAAA… itu bgs taaau :3 aku naksir malah xD

      • Alhamdulillah… jadi aku bikin ffnya juga ya? xD

        MUAHAHAHA di FMSJ kalo adminnya gabisa bikin gejolak myungstal bangkit, kan gagal artinya :3

        eh udah kumodif tuh, soalnya kupikir terlalu simpel..

      • haha xD boleh.. lebih bgs lg kalau km bikin fic myungstal banyak2 tiap harinya xD yeeaaay~ #gaplok..
        nah bener! km pinter membuat gejolak jiwa myungstalku >3<
        anyway, ECIEEE YG BARU GANTI TEMAAA😛 hihihi~
        sipsipsip, rajin km fik😄 blognya bagus deh ga minimalis :3
        AKU UDH LIAAT, tp entah kenapa aku suka welcome pict yg lama deh ._.v
        tgl ditambahin efek brush lg yg buat fantasy gt, ITU WELCOME PICTNYA KEREN FIK😀
        ah, tp itu aja udh cukup kok^^ aku suka sm tampilannya sekarang❤

      • DAN TIAP HARI IDE YANG DATANG KE OTAKKU DAN PEMAINNYA SELALU MEREKA! SIALAAAN ;A;
        ihihiiiy aku memang penyebar jiwa shipper ulung!
        Alhamdulillah hehe, pasti selalu ku-upgrade kok. syukur tampilan IFK udah ditolong kak giri yang baik dan kreatif :3 /maksudnya muji/
        aaah aku malah lebih suka yang ini, yang lama kaya kosong gitu, maklum aku gasuka yang kosong-kosong(?)
        EFEK BRUSH!? plis ya aku udah lama ga nyentuh photoshop dan jarang sekali searching brush jadi aku gatau gimana caranya ;A;
        okeee makasih sarannya zuky<3

      • myungstal maksudmu? JUSTRU ITU BAGUS U KNOWW :3 haha xD
        ah, km memang ulung :3 author ifk rata2 jadi myungstal shipper semuanyaah :3 kekkkeke~~
        hm, IFK sih udh dewa tampilannya ._. ak iri sm backgroundnya ._. tp, FMSJ juga ga kalah bgs kok xD
        itu backgroundny ky pelepah kayu ya? ._.
        ah, tp itu keceh xD yg welcome pictny km hps pke brush kan? xD ahhh, km kan pinter editing xD
        aplg covermu yg br itu yg Angel On Earth, SUMPAAAH ITU KECEH BANGEEET :3

      • ah demi persebaran casts yang merata, aku harus bisa bikin casts yang lain juga u,u
        yeaaaay berhasil! syukursyukur itumah, padahal aku gatau itu cerita kenapa bisa bikin orang kesemsem. padahal myung sama soojung aja masih berantem u,u
        IFK MAH UDAH DEWA KARENA KAK GIRI! ah jangan maksa buat muji, editanku belom terlalu bagus u,u
        iyaya? aku gatau ahahxD
        iyaaa itu pake brush, nahahah bisa iya tapi jago nggaaa! Angel on Earth? Alhamdulillah kalo itu bagus mah ehehe xD

      • Wah-wah, welcome picnya bagus kok (y) aku rencananya mau bikin decor buat formyungsoojung~ tapi bulan depan ._. Hehehehe

  1. Great as always~~ bahasanya keren, married life juga tema yang jarang dipake, good job ‘-‘)b
    dan sayaa sukaaaaaa banget itu kata” yang terakhir, love is not always kiss~~
    Love it <333

  2. AAAAAAAAA!!
    KEREN SEKALI INI FANFICNYA!!!!
    aku kira myungstal-nya gak bakalan jadi tapi ternyata jadi!! O YEAY!! MYUNGSTAL!!!
    yaampun Myungsoo itu so sweet sekali yaa?
    akhirnya mereka bahagia, selamat!!
    NAISEU FANFIC!!

    • AAAAAAAAAAA KAKAK JUGA KOMEN DISIINI! O.O #ngumper..
      hihi, makasih sekali >< ficnya yang keren apa authornya nih yang keren?😀 #gaploked..
      oyeah~ MyungStal😀 hihi..
      okeh, memang L itu sweet :3 baru tau ya :p #tendang.. makasih kak😀
      maka
      makasi

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s