Genius

G3

Summary:

Nothing is impossible.

Right?

Title: Genius||Author: Hanseora||Cast(s): Jung Soojung, Kim Myungsoo, Lee Jonghyun||Minor Cast(s): Kang Minhyuk, Jang Dongwoo, Lee Howon, Song Naeun, Choi Jinri||Genre: Fantasy,AU,Dark…(?)||Length: Prologue of Chaptered/?/||Rating: PG-17||Disclaimer: Inspired by Conan, and others anime movies..

a/n: Sebelumnya… ini fic yang udah lama banget pingin dibikin.. tapi baru kesampaian sekarang.. jadinya dibuat deh…. karakter mereka disini sangat cocok bagi saya :3 /selain saya memang shipperin mereka/

Diksi saya masih banyak kekurangannya, typo mungkin bertebaran, alur mungkin gaje..

But.. Enjoy! ^^

“Pengetahuan ada dua macam: yang telah kita ketahui dengan sendirinya, atau yang hanya bisa kita ketahui di mana ia bisa didapatkan.” – S. Johnson

 

 

 

 

 

 

July, 1994

Satu lagi.

Mahkluk mungil nan malang itu tewas mengenaskan. Sebelum ia ditakdirkan untuk lahir di dunia ini.

Janin yang malang, tak ada yang bisa mendengar jeritan kesakitannya saat alat-alat bedah itu dengan sadisnya menusuk-nusuk tubuhnya, memotong kepalanya yang baru saja tumbuh dan berkembang. Ia menjerit kesakitan dalam keheningan di dalam sana—rahim ibunya. Tubuhnya berusaha untuk menghindar dari segala ancaman benda tajam yang selalu mencoba untuk menusuknya. Ia meliuk-liuk—berusaha keras melindungi dirinya sendiri dari ancaman bahaya yang sedang dihadapinya. Ia menjerit-jerit, berharap ibunya bisa mendengarkan tangisan perihnya. Namun, sang ibu hanya bisa pasrah—menahan sakit—dalam keadaan terbius, semenjak sang dokter itu mulai melakukan tugasnya.

Aborsi.

Sang dokter—bejat—itu menghela napas lega, ketika ia telah berhasil mematikan sang janin. Janin yang sekarang telah tak bernyawa itu mulai keluar dari rahim, dengan darah yang menyatu pada setiap bagian tubuhnya yang telah terpotong-potong bak seonggok daging tak bernilai.

Sungguh menyedihkan. Sang dokter hanya bisa menatap jasad janin mungil itu pilu. Disisi lain, ia sadar, bahwa apa yang telah ia lakukan adalah sebuah kesalahan besar. Namun, ia tak bisa keluar dari takdirnya sendiri.

Sementara sang ibu, ia masih tergeletak tak berdaya di atas ranjang rumah sakit. Matanya terpejam, dengan air mata yang masih membekas mengalir di sekitar wajahnya. Menangis karena menahan sakit, dan menanggung dosa besar atas apa yang telah ia lakukan. Ia hanya tak punya pilihan lain, selain mengugurkan bayinya sendiri. Meninggalkan perasaan bersalah yang mungkin akan menghantuinya sampai ia menghembuskan nafas terakhir di dunia ini.

Dunia yang kejam.

October,1993

“MYUNG!!!!!” jerit seorang ibu muda kepada anaknya yang masih balita. Jantungnya berdegup kencang tak menentu saat dilihatnya putra kecilnya itu tersungkur di atas aspal jalanan sekitar perumahan mereka yang sepi. Ia terlihat begitu mencemaskan anaknya, semuanya terpancar dari raut wajahnya, mengkerutkan keningnya sambil menggigit ujung bibir bawahnya.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya penuh perhatian.

Bocah lelaki itu hanya meringis polos, menampilkan gigi-gigi susunya yang baru tumbuh.

Gwaenchanha, Eomma…”  Sang ibu tak kuasa meraih tubuh bocah itu ke dalam pelukannya sambil mengecup keningnya lembut. Ia bernapas lega mendapati tubuh anaknya tanpa luka sama sekali.

Bocah kecil itu kemudian melepaskan diri dari pelukan sang ibu. Ia kembali melakukan apa yang dilakukannya sebelum ia terjatuh.

Mencoba belajar berjalan.

Kakinya yang kecil itu mulai melangkah  lagi, satu demi satu menapakki setiap aspal hitam yang ia pijak.

Satu langkah

Dua langkah

Tiga langkah

Empat,

Lima,

Dan

Seterusnya..

Ia berhasil.

Tak jauh di belakangnya, sang ibu tersenyum haru menyaksikan langkah mungil pertama anaknya berjalan.

Kim Myungsoo, dunia luar telah menunggumu.

Bersiap-siaplah, nak.

***

……..

……………

……………………..

…………..

……

T^T

Well, ini fic gaje pertama saya yang saya post disini. Ini gajenya gak ketulungan, diksi berantakan.. aduh saya aja gak ngerti nulis apaan ini. tapi saya bakal lanjutin FF ini sampai akhir!😀

Yang jelas, ini lebih dominan ke fantasy. Cuman yah itu di prolog ini belum ada unsur fantasy. Mungkin bakalan ada di chapter selanjutnya.. gak ada maksud sok misterius… itu semua karena saya bingung mau tulisnya gimana /poor me/ xD

Seneng banget kalau ada yang udah ngorbanin waktunya buat baca super gaje fic ini ya..

🙂

19 responses to “Genius

  1. Kak, berhubung ini temanya mirip kaya IFK, nanti pas mau posting kan ada di pojok kanan tulisan “Tentukan gambar istimewa” nanti dimasukin juga yah^^ maksudnya biar covernya kakak muncul di front page, paham?

    aku mau ngedit tadi, tp ga bisa, nanti kalau aku ambil ahli, akses kakak buat ngedit ini nanti ke block..

  2. I’M DO COMMENT!! I’M DO COMMENT! I’M DO COMMENT! mungkin bisa diganti dengan: menjerit keras; Ia menjerit keras, berharap ibunya bisa mendengarkan tangisan perihnya.

    2. Sementara (sang ibu), ia masih tergeletak tak berdaya di atas ranjang -> sang Ibu ya kak.. ini persis kasusnya dengan kata Si, setiap kata yang berimbuhan Sang, Si dan lainnya, kata sesudahnya harus dikapitalisasi😉

    Misal: si Loreng itu terus berlari mengejar santap siangnya.

    Hanya itu sih reviewnya, selanjutnya ini keren kok😀 gaya bahasa yang bagus, penggambaran suasana yang oke banget! Ah, aku jadi terbawa suasana malah😀

    Nice fic kak😉

    • kepotong -_-

      Ah peran Jonghyun di sini belum kelihatan yah? Apa jangan-jangan dia si Dokter bejad itu? /eh/ /killed/ ah, tapi kasus aborsi entah kenapa bikin gregetan sendiri tiap denger.. kenapa gitu para wanita seenak jidat mereka ngomong “aborsi..”

      Kalau ga pengen punya anak di luar nikah, ya harus jaga diri sendiri dong.. anak kan ga salah, harusnya ibunya aja yang mati -__- oke, ini sadis.. tapi, emang sih kalau ada cewe yang diperkosa, tapi kan pasti ada alasan tersendiri kenapa dia digituin..

      Ah, aku kok jadi kesel sendiri sih..

      Daaan..

      APANYA DIKSI YANG PAYAAAAH?!!! Tulisan kakak udah berkembang bagus sekali kok🙂 sungguh, aku aja sempet terharu lho pas bagian pengguguran itu.. aku suka sama pemilihan kata yang dipakai, dan itu cukup (mungkin sangat) membangun cerita itu.. aku jadi kasihan sendiri sama anak itu deh TT kasihan sekali kamu, nak :’))

      Dan, kata-kata ibu itu jangan-jangan inti cerita yah? O.O ada apa memangnya? Peran Jonghyun-Soojung di sini belum terbaca.. dan, prolog awal yang mengenai aborsi, pasti ada keterkaitan yang sangat mendalam dengan ceritanya! /soktau/

      Eh, aku boleh sedikit kasih review ga kak?😉 boleh yaaa^^

      1. Ia (menjerit-jerit), berharap ibunya bisa mendengarkan tangisan perihnya. :: mungkin bisa diganti dengan: menjerit keras; Ia menjerit keras, berharap ibunya bisa mendengarkan tangisan perihnya.

      2. Sementara (sang ibu), ia masih tergeletak tak berdaya di atas ranjang :: sang Ibu ya kak.. ini persis kasusnya dengan kata Si, setiap kata yang berimbuhan Sang, Si dan lainnya, kata sesudahnya harus dikapitalisasi😉

      Misal: si Loreng itu terus berlari mengejar santap siangnya.

      Hanya itu sih reviewnya, selanjutnya ini keren kok😀 gaya bahasa yang bagus, penggambaran suasana yang oke banget! Ah, aku jadi terbawa suasana malah😀
      Nice fic kak😉

      • hai ZUKY T___T
        maaf baru bisa bales sekarang…
        WELL, MAKASIHH BANGET UDAH DATANG KESINI😄

        euumm kamu nanya karakter jonghyun sama soojung disini belum terbaca? sebenernya, soojung udah ada kok disini ;D hehhehe tapi kalo jonghyun yang jelas dia bukan si dokter bejad itu.. tapi emang dia yg jadi antagonisnya di sini heheh ><

        yap, aku juga setuju sama kamu mengenai aborsi T___T aku gak tau kenapa ngungkit masalah itu disini. mungkin itu semua efek dari video yang aku tonton waktu acara sekolah di bandung-_-v itu videonya judulnya silent scream. mungkin kamu udah pernah denger soalnya itu emang film.. filmnya sadis banget!! tapi mengharukan juga sihh ;____; gak tega liat janinnya itu dibunuh sesadis itu lewat monitor USG.. aaagggghhh /merinding/

        tapi yang jelas, disini gak ngungkit tentang kenakalan remaja kok.. /aku masih normal/ heheheh kamu bener sekali u,u aborsi memang pokok utama di FF ini. dan aborsi itu ada keterkaitan yang mendalam dengan soojung nantinya xD

        AHHH INI MASIH PAYAHH TAU DIKSINYA T_____T
        kamu lebay ihh.. masa iya berkembang. aku aja yang nulis rasanya tulisanku semakin jelek dehh /serius/ ;___;

        KENAPA KAMU HARUS MINTA IJIN BUAT REVIEW???!! TENTUNYA BOLEH BANGET ZUKY!!! ;A; AKU SANGAT MENUNGGU REVIEWMU /sobs/

        DAN MAKASIHH YA BUAT REVIEWNYA!! Tapi aku gak percaya masa cuma 2?? pasti lebih dari itu kan??? ;D ayo dong kasih lagi reviewnya /maksa/

        oh iya, disini peran ibu itu cuman sebagai minor cast kok hhehehhe… dan kalau kamu bilang pemilihan kata yang bagus…. sebenernya aku nulis ini ya nulis aja tanpa milah-milah kata apa yang cocok ;___; jadi ya absurd gini dehh -____-

        Last,,

        MAKASIH YAA❤

    • oh iya zuky! kamu yang ngedit set featured imagenya ya??/ anyway~ makasih sangat!! :)) padahal baru mau ngedit kkkk~

  3. Annyeong new reader,,
    Ini prolognya toh ? Kirain oneshot*lol
    penasaran, ditunggu next chapternya..

  4. ._. ini prolog author?
    tsahh kirain oneshoot.. padahal tadi udah mau kecewa, tapi ga jadi hehe.. chapternya jgn lama2 ne🙂
    oh iya aku reader baru disini. salam kenal author^^

  5. Halo kak Sari~! (eh bener nggak namanya kak Sari?) ._. ish, dateng-dateng aku udah SKSD duluan. Maaf ya kak, tapi akhirnya kakak ketemu lagi sama aku xD

    Setelah ngider di IFK aku nyoba langsung ke sini. terus nemu ficnya kakak, terus aku baca, dan ternyata keren! Astaga, bikin penasaran aja ini kak! xD dan di sini ada Jonghyun-nya juga, kan? Yang pasti, perbanyak myustalnya aja ya #apa?? *kenapa elu malah yang ngatur, tik? -_-v*

    Terus, aku mau kasih review satu aja sih, waktu di kalimat : “Ia terlihat begitu mencemaskan anaknya, semuanya terpancar dari raut wajahnya, mengkerutkan keningnya sambil menggigit ujung bibir bawahnya.” di kata “mengkerutkan” itu setahu aku yang bener “mengerutkan” kak ._. dan selebihnya udah dijabarin sama si zuky ^^ hehe,

    Tapi overall ini keren banget kakak~! xD dan siapa bilang diksinya berantakan?? malah ini keliatan bagus banget lhoo diksinya~ >< penggambarannya itu juga bikin aku jadi kebawa suasana dan yap! Pokoknya ditunggu next chap-nya ya kak~! See ya~! ^^/

    • hai atik! duhh gak nyangka kamu bakal mampir ke teaser gaje ini T_____T
      makasih juga buat reviewnya😄 ahahhahahahaa aduh kata apa itu mengkerut? LOL sendiri kan jadinya ihihihihi :3 ahh enggak kok aku masih ngerasa ini diksiinya payah banget ;_____; pokoknya gak layak gitu disebut tulisan T___T

      eerrr…. masalah next chap mungkin agak lama yaa… (/.\) tapi aku bakal lanjutin kok tapi gak pasti chaptered bisa jadi ini oneshot atau twooshot. pokoknya makasih udah ditungguin :”) /lempar seunghyun/

      p.s: kalau udah nerima seunghyun-nya jangan lupa buat ditangkep ya! :3

  6. Omo sadis ku jadi ngeri pas bagian aborsi itu, jadi aku yang ngrsa kesakitan *lebay* penasaran sama ff nya ayo thor di part 1nya di post
    oh ya sblumnya salam kenal ku readers baru ^^

  7. anyeong….. *Intro dulu boleh?😄
    Novi imnida, 98line, darii Banjarmasin^^
    aku manggil authornya apa yah?

    ho! keren bangeeeeeeeett!
    aku suka scene pas bagian Aborsi itu.. aku juga suka cara author gambarin keadaan janinnya! berasa nyata gitu.. ngeri badai -_- aku ajja ampe nangis T.T*malu-maluin

    btw.. kalo boleh jujur, aku aga curiga deh.. jangan-jangan yg jadii dokternya itu sii Jungie lagii! terus Myungnya entar jadii polisii gitu!/sotoymodeon😄
    semoga engga deh yaa!!/amin U.U

    well.. ini prolog kan? okelah.. aku tunggu lanjutannya ne^^
    cemungudhhh author-nim😀

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s