Love & Enemy – Chapter 1

MS_EnemyNLove_Cover

Love & Enemy

Author : Myungjung20 

Genre : Romance, Action, Thriller

Rate : PG

Length : Chapter

Main Cast : Kim Myungsoo [INFINITE L], Jung Soojung [F(X) KRYSTAL]

Other Cast : Lee Dong Hae [SUPER JUNIOR AIDEN]

A/N : Nama tempat, Nama organisasi Soojung, dan lainnya kebanyakan hanya fantasi dan khayalan author semata. Jadi, tolong jangan dianggap sungguhan.

Summary :

Kim Myungsoo – L – diberi perintah oleh bos-nya, melenyapkan seorang snipper handal dari CIA – musuh dari BlackX– yang bernama Jung Soojung – Krystal – sekaligus gadis yang ditemuinya saat ia di Sungai Han, dan cinta pertamanya. Namun, L memikirkan perasannya, haruskah ia melenyapkan gadis itu, atau menyimpannya agar aman dari BlackX ? Ada juga Aiden – Lee Donghae – sang kakak L, sekaligus tangan kanan bos dari BlackX yang berusaha mencari tahu apa yang selama ini disembunyikan sang adik.

♠ ♠ ♠ ♠ ♠

Lelaki itu terduduk. Memperhatikan aliran air Sungai Han, sebuah sungai indah yang begitu jernih. Sesekali, ia mengusap air itu, mencoba menaruh tangannya di air, dan menggerakkannya pelan. Gemericik air terdengar jelas setelah itu, karena dia menggerakkan tangannya – untuk mengeringkan tangannya – setelah ia bermain air Sungai Han setelah beberapa detik.

“Hai” suara gadis terdengar jelas di belakangnya. “Siapa ?” suara dingin sang namja – L – membalas suara sang gadis. “Aku ?” suara sang gadis menyahut. Dari suaranya, L dapat menebak ia sedang menunjuk dirinya sendiri dengan tangannya. Dan untuk memastikannya, L menoleh, melihat sumber suara.

“Siapa lagi orang lain selain kau, pabbo ?” tanya L agak kasar. “Hmm ? Tentu saja kau” jawab gadis itu memindahkan tangannya dari wajahnya – seperti yang dibayangkan L – menuju wajah L dan menunjuknya. “Berhenti menunjukku” L menepis tangan si gadis. “Siapa kau ?” tanya L. “Namaku Jung Soojung” gadis itu – Soojung tersenyum. “Oh.” L membalikkan badannya.

“Kau suka Sungai Han ini ?” Soojung bertanya. “Jika aku tak suka, untuk apa aku kesini ?” L menyahut dengan mengajukan pertanyaan. “Untuk melampiaskan emosimu. Sebab, jika orang marah, ia akan melampiaskan emosinya pada benda yang paling ia benci” kata Soojung. L hanya menyeringai dan tersenyum tipis mendengar perkataan Soojung. “Apa aku terlihat sedang melampiaskan emosiku ?”

“Tentu tidak, eumm – siapa namamu ?” tanya Soojung pada L. “Myungsoo – Kim Myungsoo” L menjawab tanpa menoleh sekalipun pada lawan bicaranya. “Tentu tidak, Myungsoo – ssi. Apa aku harus memanggilmu seperti itu ?” lanjut Soojung. “Up to you, miss. Jung” L mengambil sebatang punting rokok dari sakunya lalu membuangnya ke belakang. “Mengapa kau membuang punting rokok yang tidak digunakan ?” tanya Soojung.

Damn ! Mengapa ia banyak bertanya ?’ umpat L. “Aku juga tak tahu” L mengedikkan bahunya lalu mencoba berdiri. “Sudah ya, miss. Jung. Kita sudahi pembicarannya. Aku punya urusan penting” L berjalan dengan santainya meninggalkan Soojung yang tengah merengut. ‘Pria aneh’ batinnya.

♠ ♠ ♠ ♠ ♠

“Hei, L. Mengapa terlambat ?” Satu tepukan di bahu L. “Apa pedulimu ?” L mengabaikan pertanyaan orang itu. “Bersikaplah hangat sedikit pada atasanmu !” Lelaki itu merangkul bahu L. “Hentikan merangkul bahuku, tuan Nam” L memindahkan tangan lelaki itu dari bahunya menuju saku sang lelaki.

“Tuan Nam ? Nama yang cukup bagus” sang lelaki itu meletakkan dua jarinya di bawah dagu – bertopang dagu. “Tidak bagiku” L menyahut. “Oh, Myungsoo. Kau memang Ice Prince sejati !” sindir lelaki itu. “Nam Woohyun ! Berhenti !” ketus L. “Tidak akan sampai aku melihatmu tersenyum. Senyum tipis sekalipun” ujar Woohyun yang memang tak pernah melihat L tersenyum. Tidak hanya dia, semua orang – kecuali Soojung. “Benarkah ?”

“Semua orang mengatakannya, Myungsoo – ah” balas Woohyun. ‘Tidak. Soojung melihatnya’ batin L. “Itu hanya perkiraanmu, Woohyun – ssi” L melangkah pergi meninggalkan Nam Woohyun yang terpaku di tempatnya – menatap L dengan bingung. ‘Apa ada orang yang pernah melihat senyumannya ? Oh, sungguh beruntung dia’ batin Woohyun.

♠ ♠ ♠ ♠ ♠

“Krystal – ah, kau mau soda ?” tanya seorang yeoja pada Soojung – Krystal yang sedang mengetik data di laptop hitamnya. “Boleh saja, Vic. Tapi, sekarang bukan saat yang tepat” Krystal menunjuk laptopnya – menoleh pada Victoria – lalu memalingkan wajahnya lagi. “Oh, aku tahu. Aku hanya menawarkanmu, ice princess” Victoria tersenyum. Krystal hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.

“Kau darimana saja, Kryssie ?” yeoja lain menghampirinya. “Dari Sungai Han, Jessi eonnie” Krystal tetap fokus pada laptopnya, tak memedulikan wajah sang pemilik suara, sebab ia sudah mengenalnya. “Dasar, kau tetap saja ice princess yang cool dan dingin” komentar Jessica – sang kakak – kepada Krystal. “Bukankah kau juga begitu eon ?” Ia mencoba meraih soda di mejanya, yang tadi Victoria letakkan.

“Aku tidak suka dianggap begitu, Krys. Apa aku terlihat begitu ?” tanya Jessica. “Bagiku sih, tidak, sis. Entah bagi yang lain” jawab Krystal tak peduli, meneguk soda yang diberikan Victoria. “Oh, okay. Terima kasih, sis. Selamat melanjutkan bekerja” Jessica turun dari meja yang didudukinya, berlalu.

“Menurutku Krys, kau tidak sedingin itu pada orang luar” komentar Luna yang sedari tadi mendengarkan percakapan dua  nona muda Jung itu. “Karena aku Soojung” balas Krystal – menaruh kaleng sodanya yang habis, lalu mengetik data lagi di laptopnya. “Lalu, mengapa dingin pada orang-orang CIA ?” tanya Luna. “Karena aku Krystal” jawab Krystal yang membuat Luna hampir meledakkan tawanya.

“Kau pikir itu berbeda ? Bukankah itu sama-sama dirimu ?” tanya Luna. “Entahlah. Mungkin ada dua roh dalam diriku, Soojung dan Krystal” canda Krystal – Luna cekikikan. “Sungguh, saat kau menjadi Krystal, tak ada gunanya berbicara padamu – tapi, saat menjadi Soojung, kau begitu ramah dan hangat, menunjukkan kesan gadis manis” kata Luna. “Thanks, Luna” balas Krystal tersenyum. Krystal tidak akan memanggil seluruh orang CIA dengan sebutan eonnie ataupun oppa, mungkin hanya ______ – ssi, _____ – ah, ____ – ya, kecuali dengan saudarinya, Jung Sooyeon – Jessica. Krystal menghormatinya, walaupun cara bicaranya pada kakaknya itu agak kasar.

Itulah Krystal, saat menjadi Krystal, maka ia menjadi ice princess. Saat menjadi Soojung, ia akan bertolak belakang dengan Krystal. Namun, tidak dengan L. Sifatnya sama saja dalam Myungsoo maupun L.

♠ ♠ ♠ ♠ ♠

L mengetuk-ngetukkan bolpoin miliknya ke meja. “L, ada panggilan dari Aiden – ssi” ujar Calistha – Im Yoon Ah, pada L yang terlihat bosan – tak ada pekerjaan untuknya. “Yeah. Thank you, Calistha – ya” L melangkah ke ruangan hyung-nya dengan langkah cepat. “Good day, Aiden – ssi. What’s up ? Is there anything I should do and that err – so important ? ” tanya L tanpa basa-basi. Cara bicaranya agak kasar karena memang itulah L, sekalipun kepada hyung-nya.

What do you mean by very important, L – ah ?” Aiden memberikan sorotan tajam pada adik kandungnya itu. “Yah, kau tahu bukan ? I hate all things that are not so important” balas L dengan menyandarkan dirinya pada pintu. “Myungsoo – ah ! Bersikaplah sopan sekalipun ini hyung-mu !” bentak Aiden. Tangannya mengepal memukul mejanya.

So sorry. Aku terlalu membiasakan diri berbicara seperti itu, hyung. Jadi, tak peduli aku berbicara dengan siapa saja, aku akan tetap seperti itu” kata L. “Pada bos juga ?” tanya Aiden menatap L. “Entahlah. Ini juga semua perkaramu, hyung” desis L. “Okay, jika tak ada pembicaraan yang so important, maka aku pergi” L mau membalikkan badannya, baru satu langkah, Aiden segera bertindak cepat, ia mencengkeram lengan L.

“Misi baru khusus untukmu” ucapnya dingin – sama seperti L. “Apa itu ?” tanya L tanpa memalingkan wajahnya – ia menundukkan wajahnya. “Lenyapkan gadis bernama Krystal, snipper handal CIA. Ini fotonya” Aiden menyerahkan foto Krystal – yang ia maksud. “Wow, kau tega menyuruhku, hyung ? Bukankah ia mirip Calistha, si yeojachingumu itu ?” sindir L. “Shut up, L. Atau misi ini kubatalkan dan akan kucari orang lain untuk menggantikanmu – dan tentu saja, kau akan dihukum” ancam Aiden.

“Kudengar, tadi kau berkata, ‘misi baru khusus untukmu’ padaku, hyung ?” balas L. “Dengar L, itu perintah dari bos, jangan mengabaikannya, laksanakan sebaik mungkin” ujar Aiden menyerah pada adiknya yang keras kepala. “Tentu, jika aku bisa menyelesaikannya, apa imbalannya ?” tanya L. “10juta won, bagaimana ?” tawar Aiden. “Tidak mau.” tolak L. “100 juta won” tawar Aiden lagi. “No way” L menolak lagi. “500 juta won” tawar Aiden yang mulai jengkel. “Tidak mau. Biar aku yang meminta, kau payah dalam seleraku, hyung” sindir L yang membuat Aiden mau menjitak kepala adiknya.

“Beri aku liburan satu minggu saja” pinta L. “Baiklah. Cepat laksanakan ! Kalau kau gagal, tahu saja kau akibatnya” kata Aiden. “Apa ?” tanya L. “Bekerja selama satu minggu penuh” jawab Aiden menyeringai. “Fine. Aku pergi hyung” L berlari ke ruang kerjanya untuk mengambil alat-alatnya. Dan L tidak tahu jika foto itu Soojung – gadis yang ditemuinya tadi, karena fotonya begitu berbeda.

♠ ♠ ♠ ♠ ♠

“Soojung – ah, Luhan – ssi memanggilmu” ujar Victoria diikuti ketukan pintu. “Okay, Vic. Aku akan segera kesana” kata Krystal. Krystal berlari kecil menuju ruangan atasannya – sekaligus tangan kanan bos CIA, Choi Minho. “Good day, ­Luhan – ssi” sapa Krystal. “Nice to see you, Krystal – ah” Luhan tersenyum – menanggapi bawahannya yang juga merupakan orang yang dia cintai.

“Ada perlu apa ?” tanya Krystal menarik kursi di dekat meja Luhan. “Kupikir kau harus berhati-hati, Krys. Dari yang disampaikan Baekhyun yang sedang mengintai di markas BlackX, kau terancam. Tangan kanan bos mereka, Aiden meminta L – nama sandi adiknya untuk melenyapkanmu, Soojung – ah. Jadi, berhati-hatilah” Luhan mengedikkan bahu dan memulai suara rekaman L dan Aiden.

“Disini Baekhyun, aku akan menyampaikan sesuatu”

“Misi baru khusus untukmu”

“Apa itu ?”

“Lenyapkan gadis bernama Krystal, snipper handal CIA. Ini fotonya”

TIT !

Handphone Luhan berhenti seketika. “Dengar, Krys ?” tanya Luhan pada Krystal. ‘Suara ini, dimana aku pernah mendengarnya ?’ batin Krystal. “Krys ?” Luhan mengulang panggilannya. “Jung Soojung !” pekik Luhan. “M – Mwo ?” Krystal sontak terkejut. “Kau melamun ? Ada apa, Krystal – ah ?” tanya Luhan panik. “Aniya. Tidak apa-apa” Krystal berusaha setenang mungkin. “Bawa pistolmu kemanapun kau pergi, Soojung – ah. Akan kutugaskan beberapa anggota untuk mengawalmu” ujar Luhan.

Thanks, Luhan – ssi. Tapi, aku tidak butuh” Krystal tersenyum tipis. “Fine jika itu maumu, Krys – ah” balas Luhan dengan senyuman. Krystal melangkah keluar dari ruangan Luhan, memegangi keningnya. ‘Suara siapa itu ? Jangan-jangan, orang itu ?’ Krystal tampak terkejut.

To Be Continued ….. 

7 responses to “Love & Enemy – Chapter 1

  1. Ah, MyungSoojung yg ber-genre action😄 udah lama ga baca ff mereka yg genre ini kekeke~
    Entah kenapa part ini kok agak ngebinggungin .____. Di awal di tulis kalo L itu suka Soojung, tapi pas pertemuan mereka di sungai Han kok L rasanya ga suka gitu sama Soojung? -____-”
    Oh ya, entah kenapa waktu baca cerita ini aku keinget sama film Mr and Mrs Smith😄 abis mereka berdua kan juga sama2 agen dari organisasi yg berbeda hehe😀 no comment deh, next part di tunggu! :3
    Dan aku juga baru tau kalo layout page ini ganti .____. Bagus lho!😀

  2. Akhh gmna L di suruh bunh krystal gmna kalo dia tau krystal itu soojung wah seru. Ekh aiden sama calista kan gak sma cewek lain,,?
    Kalo ada YoonHae nya juga wah makin seru nih YoonHae MyungStal my OTP *shipper kumat*😄

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s