The Colour of Love (Chapter 2)

poster-the-colour-of-love

Title: The Colour of Love (Chapter 2)

Author: Azumi Aozora (@AzmiWiantina)

Length: series

Genre: family, romance, friendship

Main Casts: Krystal / Jung Soo Jung (f(x)), L / Kim Myung Soo (Infinite), Kangta, Hoya (Infinite), Tae Min (SHINee), Sehun (EXO-K).

Support Casts: Jessica (SNSD), Donghae (Suju), Dasom (Sistar), Minah (Girls Day), Eunji (A-Pink), and the other EXO, SNSD, Suju, SHINee, f(x), TVXQ, Beast, MBLAQ, Infinite, Teentop, A-Pink, Sistar, 4-Minute, Girls Day, and 2PM members.

Summary: Apa jadinya bila “bertunangan” adalah satu-satunya cara agar kau bisa meraih impian-mu? Akankah kau melakukan itu demi impianmu? Tapi bagaimana jadinya bila ternyata kau tidak bisa “bertunangan” dengan orang yang kau cintai? Apa yang akan kau lakukan saat sahabat terbaikmu berubah menjauhimu dan membencimu? Apa yang akan kau lakukan saat kau terlibat skandal dengan sahabat “tunanganmu”? Siapa yang bisa menyelamatkanmu dari semua kekacauan itu? Lalu.., bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya? Akankah kau memilih “tunanganmu”? Sahabatmu? Cinta Pertama-mu? Orang yang mencintaimu dengan tulus? Ataukah.., penolongmu?

Setiap warna memiliki arti yang berbeda. Setiap warna memiliki kisah unik yang berbeda. Setiap warna memberimu cinta yang berbeda.

Don’t plagiarize this story! The plot and the story are mine.. Just enjoy the story as a fan… =)

~~ Chapter 2 ~~~

 

==== Jung Soo Jung / Krystal PoV =====

Butuh pengorbanan yang besar untuk mendapatkan sesuatu yang besar. Ya aku tahu. Tapi tetap saja…, rasanya aku mulai ragu dengan keputusanku. Malam ini, aku duduk di samping Myung Soo di sebuah grand ballroom hotel mewah. Telapak tanganku terasa dingin dan berkeringat. Kilasan flash kamera tak henti-hentinya menyinari wajahku dan Myung Soo.

Mungkin saat ini pers berspekulasi tentang aku dan Myung Soo. Mungkin mereka mengira kami adalah new ambassador KMS. Selebriti yang datang ke pesta sekaligus konferensi pers ini tentu saja adalah para ambassador KMS group. Ada Lee Min Ho, Kim Woo Bin, dan Nicole Kara.

Nicole berkali-kali tersenyum dan menyapaku. Bertanya padaku apakah aku akan bergabung dengan mereka untuk menjadi model iklan KMS group. Aku hanya tersenyum tipis dan menggeleng.

Ayah Myung Soo – yang duduk di kursi roda – sedang berbicara di depan. Ia menyelenggarakan pesta ini untuk memperingati kesuksesan KMS group sebagai perusahaan mobil dan elektronik terbaik 3 besar di dunia menurut survey dan penghargaan bergengsi di Amerika minggu lalu, sekaligus untuk memperkenalkan Myung Soo kepada seluruh dunia. Aku gugup, karena aku juga akan diperkenalkan sebagai tunangan Myung Soo.

Bagaimana ini? Aku hanya butuh “pacar pura-pura” agar orangtua-ku setuju aku kuliah di Paris, tapi kenapa aku malah mendapatkan “tunangan pura-pura”. Dan parah-nya tunangan pura-puraku ini adalah seorang jetset.

Aku menghela nafas berat berkali-kali. Myung Soo menoleh dan menatapku. Kami saling tatap tanpa ekspresi. Lalu, tanpa kuduga, Myung Soo menggenggam tanganku yang dingin dengan tangan besar-nya yang hangat.

Myung Soo tersenyum tipis. “Semuanya akan baik-baik saja. Maafkan aku, Soo Jung sshi…”

Aku menggeleng. Ini bukan salahnya. Ini keputusanku. Kami saling menguntungkan, bukan? Tapi apa yang akan kami hadapi keesokan harinya? Bagaimana reaksi seluruh dunia? Bagaimana reaksi para fans? Bagaimana tanggapan CEO-ku? Bagaimana dengan teman-teman f(x)-ku? Bagaimana dengan…. Tae Min?

Apakah Tae Min akan marah padaku karena aku tidak menceritakan tentang hal ini? Tae Min adalah sahabatku. Kami saling bercerita apa saja, tanpa pernah ada yang disembunyikan. Tapi masalah ini.., aku belum sempat menceritakan tentang hal ini padanya. Ia akan lebih dulu tahu dari media, daripada dari mulutku langsung. Perasaan bersalah tiba-tiba saja menyelimutiku.

Aku mengeluarkan ponselku dan mencoba menelepon Tae Min, tapi tidak diangkat terus. Apakah Tae Min sedang latihan? Aku mengirimi Tae Min sms yang berisi : TaeMin, kenapa kau tidak mengangkat telepon? Telepon aku! Ada yang ingin kukatakan.

Semua orang bertepuk tangan riuh. Rupanya ayah Myung Soo baru saja memanggil Myung Soo ke depan. Barusan aku tidak memperhatikan, jadi aku tidak tahu.

Semua mata kini tertuju pada kami. Pers mengerumuni kami. Bodyguard mulai menjaga kami.

“Ayo…” kata Myung Soo. Aku menatap Myung Soo bingung. “Ayah meminta kita maju ke depan.”

Aku membelalakkan mataku. Oh Nooooo!!!!

Aku bisa merasakan tatapan Nicole, Lee Min Ho, dan Kim Woo Bin yang duduk tak jauh dari kami. Mereka pasti syok mengetahui siapa Myung Soo dan siapa aku (meski sebenarnya aku hanya tunangan pura-puranya).

Myung Soo mengulurkan tangannya. Aku menggigit bibir bawah-ku, lalu perlahan menyambut uluran tangannya. Bisikan keras terdengar di mana-mana. Blitz kamera membuat mataku berkunang-kunang. Mengapa rasanya jarak dari tempat duduk ke podium sangat jauh sekali?!

Aku berdiri di samping Myung Soo. Tiba-tiba saja kepalaku terasa pening. Aku tidak memperhatikan apa yang Myung Soo dan ayah-nya katakan. Pikiranku dipenuhi berbagai hal-hal buruk tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Feeling-ku terasa tidak enak. Di saat aku mendengar namaku di sebut, aku hanya tersenyum se-natural mungkin. Hhhhh, aku hanya ingin malam ini cepat berakhir.

*******

Keesokan harinya….

“Soo Jung!!! Yah! Princess Soo Jung! Bangun!” aku mendengar suara cempreng kakakku.

“Hari ini aku tidak ada jadwal Jess…” kataku dengan mata terpejam. Aku membalikkan badanku. Aku tidak ingin bangun! Aku belum siap menghadapi dunia.

Benar saja, setelah acara tadi malam selesai, ponsel-ku berdering tanpa henti. Teman-temanku (baik artis maupun bukan) bertanya tentang aku dan Myung Soo. Aku masih mencoba menelepon Tae Min sejak acara berakhir, tapi Tae Min tidak juga mengangkat telepon dariku. Ke mana sih anak itu?! Sekarang dia pasti sudah tahu dari internet atau TV.

“Sajangnim ingin bertemu denganmu. Barusan manager-mu meneleponku. Ayo bangun!” Jessica menyeret tubuhku dari tempat tidur ke lantai. Meskipun tubuh Jess jauh lebih kecil dariku, tapi tenaga-nya besar sekali.

“Oke..oke, aku bangun.” Aku menghentakkan kaki-ku dengan kesal dan masuk ke dalam kamar mandi. Sajangnim ingin bertemu denganku? Tapi aku tidak ingin bertemu dengan sajangnim! Aku ingin bertemu dengan Lee Tae Min!

Aku pergi ke gedung SME bersama Jessica. Dari mulai parkiran mobil sampai di dalam gedung, semua orang bertanya banyak hal padaku tentang hubunganku dengan Myung Soo, tapi tak ada satupun yang kujawab. Aku hanya menatap mereka tanpa ekspresi.

Jessica mencubit lenganku. “Ah! Eonni! Sakit tahu!” bentakku.

Jessica menatapku kesal. “Yah! Jangan pasang tampang jutek sekarang! Senyum saja dan relax, okay? Kasihan teman-teman kita melihat wajah jutek-mu itu. Barusan pasti kau tidak lihat bagaimana tampang Tiffany saat kau mengacuhkannya.”

“Fanny eonni? Aku tidak melihatnya.” Kataku, sedikit merasa bersalah. Di saat sedang sibuk dengan pikiranku, aku memang tidak pernah memperhatikan sekitarku.

Jessica mengangguk. “Tapi tenang saja,, Fanny sudah tahu bagaimana dirimu. Mungkin dia hanya kecewa karena kau tidak cerita padanya. Dia kan penggila mobil-mobil KMS.”

“Aku akan meminta maaf padanya nanti. Eonni, aku ke ruangan sajangnim dulu.”

Jessica mengangguk dan memelukku sekilas. “Semuanya akan baik-baik saja, Soo Jung.”

“Aku tahu. Bukan sajangnim yang kutakutkan.”

Jessica menatapku curiga, tapi aku hanya tersenyum dan segera memasuki ruangan Lee Soo Man sajangnim.

Sudah kuduga, sajangnim tidak akan memarahiku. Justru beliau malah mengucapkan selamat padaku. Aku tahu, antifans-ku akan bertambah banyak, tapi aku tidak peduli. Sajangnim justru suka antifans. Tanpa mereka sadari, mereka berperan besar dalam mendongkrak popularitas seorang idol. Pesan sajangnim padaku hanya 1 : jangan menimbulkan skandal. Entah ini hanya perasaanku saja atau bukan, tapi sepertinya sajangnim tahu aku dan Myung Soo tidak benar-benar bertunangan seperti yang semua orang kira.

Ketika aku akan keluar dari ruangan sajangnim, Tae Min membuka pintu. Mata kami bertatapan. “Tae Min!!!” aku berseru senang. “Kenapa kau tidak mengangkat teleponku?” tanyaku.

Tae Min melewatiku dan menyerahkan sebuah map pada sajangnim. Sajangnim tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Tae Min. Tae Min membungkukkan badannya, lalu berjalan menuju pintu, lagi-lagi ia berjalan melewatiku. Tae Min sama sekali tidak melirikku, seolah aku tidak terlihat!

“YAH!!! LEE TAE MIN!!!” Aku mengejarnya dan mencengkram lengannya. Tae Min menatapku tajam. “Kau kenapa?” tanyaku.

“Kenapa? Kau tanya aku kenapa?” Tae Min tersenyum sinis.

Aku menghela nafas berat. “Tae Minnie.., maafkan aku.., semua ini terlalu mendadak dan….”

“Kenapa kau tidak pernah cerita padaku?” Tae Min menatapku dengan dingin.

“Aku…., aku ingin cerita. Dengar.., ini tidak seperti yang kau lihat dan kau dengar…”

Tae Min mendengus. Ia melepaskan tanganku dari lengannya. “SHINee menunggu-ku. Kau tidak perlu cerita apa-apa lagi padaku, Soo Jung. Tidak ada gunanya.” Kata Tae Min dingin.

Aku hanya bisa terdiam melihat kepergian Tae Min. Tanpa terasa mataku panas. Aku menggigit bibirku agar air mataku tidak jatuh. Ini pertama kalinya Tae Min marah padaku. Apakah sekarang dia jadi membenciku?

Pabo! Soo Jung! Kau memang pabo! Tentu saja Tae Min marah padamu! Sebagai sahabat, ia pasti merasa kau tidak mempercayainya! Aku terus menerus memukul kepalaku.

Ponselku berdering. Aku mengerutkan kening-ku. Kim Myung Soo? Untuk apa dia meneleponku? Apa terjadi sesuatu yang penting? Yang berhubungan dengan KMS group dan efek acara semalam?

“Yeoboseyo.” Aku mengangkat ponsel-ku.

“Soo Jung sshi.., kau baik-baik saja?” tanya-nya.

“Ne?” aku kaget. “Ada apa?”

Myung Soo terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab. “Aku hanya khawatir dengan-mu. Semua orang sekarang sudah tahu tentang kita. Apakah semua-nya berjalan normal?”

Normal? Tentu saja tidak! Tapi ini kan bukan salahnya!

“Semuanya baik-baik saja, Myung Soo sshi.”

“Syukurlah kalau begitu.”

Terdengar jeda beberapa lama  lagi. Aku tidak pernah mengira Kim Myung Soo adalah tipe orang yang akan melepon seseorang hanya untuk menanyakan bagaimana kabar orang itu. Aku tidak pernah melakukannya, jadi kupikir Myung Soo juga tidak. Bukankah Myung Soo adalah versi cowok dariku?

“Ng…ng.., kalau begitu.., sampai nanti, Soo Jung sshi.” Myung Soo pun memutuskan sambungan telepon.

Aku termenung menatap ponsel-ku. Apakah tadi seharusnya aku bertanya juga padanya tentang keadaanya? Dia pasti baik-baik saja kan?

Aku berjalan menuruni tangga darurat. Aku menghindari lift, dan lebih memilih jalan yang sepi seperti tangga darurat. Aku sedang malas bertemu banyak orang.

Aku masih memikirkan Myung Soo. Apakah aku akan baik-baik saja seandainya aku berada dalam posisi-nya? Apakah aku akan baik-baik saja jika dalam sekejap semua orang tahu bahwa aku bukan hanya idol biasa, tapi pewaris perusahaan terbesar di Korea Selatan? Aku menggeleng. Sepertinya tidak. Myung Soo juga pasti tidak.

Itukah alasan mengapa ia meneleponku barusan? Bukan hanya untuk menanyakan keadaanku saja tapi juga mengatakan padaku secara tidak langsung bahwa ia tidak baik-baik saja?

Pabo! Aku memang tidak peka!

Myung Soo belum juga mengangkat ponsel-nya. Aku terus mencoba menghubunginya. Akhirnya, setelah sambungan ke 10, Myung Soo pun mengangkat ponsel-nya.

“Yeoboseyo…” sapa sebuah suara.

Tunggu! Ini bukan suara Myung Soo! Siapa ini?

“Myung Soo sedang tidur, Krystal sshi.” Kata suara itu.

Aku terlonjak kaget. “Kau siapa?” tanyaku, kemudian cepat-cepat menutup mulut-ku. Bagaimana kalau yang bicara padaku ini adalah ayah Myung Soo?! Tapi suara-nya tidak terdengar seperti suara ayah Myung Soo. Kalau begitu… adik Myung Soo?

“Aku Hoya.”

“Oh..” gumamku. Ternyata teman Infinite Myung Soo. “Hoya sshi, apakah Myung Soo baik-baik saja?”

“Hmm. Hari ini….cukup berat baginya. Kau bisa datang ke dorm kami kalau kau mau, Krystal sshi. Mungkin Myung Soo akan sedikit terhibur dengan kehadiranmu.”

Aku menggigit bibir bawahku. “Oke. Beritahu aku di mana alamat-nya.”

*****

@Dorm Infinite…..

6 pasang mata memerhatikanku lekat-lekat. Aku duduk di ruang tengah bersama member Infinite selain Myung Soo. Myung Soo masih tidur di kamar-nya. Aku menatap mereka ber-6 dengan canggung.

“Selamat datang di keluarga kami, Jung Soo Jung sshi!!!!” tiba-tiba saja keenam namja itu berteriak bersamaan dan tersenyum lebar. Bahkan beberapa dari mereka ada yang mengeluarkan confetti.

Jang Dong Woo melakukan salto di lantai. Lee Sung Yeol melompat-lompat dengan riang sambil menggoyang-goyangkan lenganku ke sana kemari.

Nam Woo Hyun tersenyum cheesy sambil melemparkan lambaian hati padaku, mulai dari hati yang kecil sampai hati yang besar, seolah aku adalah fans-nya.

“Krystal sshi!!!! Aku senang kau menjadi kakak ipar kami.” Kata Lee Sung Jong, sang maknae sambil tersenyum manis. Aku hanya balas tersenyum tipis. Aku tidak menyangka sifat asli Infinite seperti ini. Ya, aku tahu Sung Yeol memang kekanakan, tapi aku tidak menyangka ia se-childish dan selucu ini. Dong Woo juga ternyata sangat hyper dan lucu. Sung Jong ternyata sangat manis dan cute. Sung Gyu ternyata sangat hangat dan pengertian.

“Aku fans beratmu Krystal sshi!!!! Ini, aku punya biskuit keju untuk-mu.” kata sang Leader, Kim Sung Gyu sambil tersenyum lebar. Kedua matanya jadi terlihat seperti bulan sabit.

“Kamsahamnida.” Aku membungkukkan badanku sedikit.

Hanya Hoya yang bersikap normal. Sung Yeol masih mengajakku melompat-lompat, tapi sejak tadi aku hanya terdiam dan tidak ikut lompat.

“Guys…guys.., sudah-lah. Bagaimana kalau kita beli makanan?” kata Hoya.

“AKU MAU ICE CREAAAMMMM!!!” Sung Yeol dan Sung Jong heboh. Fiuh, akhirnya Sung Yeol melepaskan tanganku.

“Aku mau ayam goreng, tteokpoki, dan bakpau.” Kata Dong Woo.

“Pizza…pizza..” tambah Woo Hyun.

“Soju!” Sung Gyu nyengir dan ber-high five dengan Woo Hyun.

“Yah! Kalian kenapa tidak membangunkanku? Aku juga mau makan!” tiba-tiba saja Myung Soo muncul dari kamar-nya. “Soo Jung sshi?” Mata Myung Soo yang setengah terpejam langsung membelalak lebar begitu ia melihatku. Aku hanya tersenyum padanya. Sung Jong dan Sung Yeol terkikik geli. Dong Woo bersiul jahil.

“Guys..guys.., ayo kita beli makanan!” Sung Gyu dan Woo Hyun langsung menggiring Sung Jong, Sung Yeol, dan Dong Woo keluar. Hoya berjalan mengikuti mereka.

“Hyung! Aku mau….” Sebelum Myung Soo selesai bicara, Woo Hyun keburu memotong. “Aku tahu..aku tahu.., steak sapi super untuk Myung Soo tercinta. Baik-baik ya kalian berdua,” Woo Hyun mengedipkan sebelah matanya, kemudian menutup pintu.

Aku masih berdiri, begitu juga dengan Myung Soo. Suasana terasa awkward.

“Tadi aku menelepon-mu saat kau tidur dan Hoya mengangkatnya. Dia.., memintaku kemari. Apakah kau baik-baik saja?” tanyaku.

Myung Soo tersenyum. Lesung pipit-nya terlihat. Wajah dingin-nya berubah saat ia tersenyum. “Aku baik-baik saja.” Myung Soo duduk di sofa. Aku duduk agak jauh darinya. “Yang terpenting bagiku adalah… Infinite. Aku tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentangku. Yang penting…, Infinite masih memperlakukanku seperti dulu.”

“Perlakuan yang lain berubah ya?”

Myung Soo mengangguk. “Bahkan manager dan CEO kami juga berubah.” Myung Soo mengepalkan kedua tangannya.

“Aku suka Infinite. Mereka seperti…, keluarga.” Kataku. Myung Soo tersenyum hangat mendengar kata-kataku barusan.

Myung Soo mengangguk. “Ya. Dan aku merasa banyak bersalah pada mereka. Sebentar lagi.., aku pasti tidak akan bisa menghabiskan banyak waktuku dengan mereka. Aku harus mulai mengurus perusahaan.”

“Aku yakin kau pasti bisa, Myung Soo sshi.”

Myung Soo tersenyum. “Terima kasih, Soo Jung sshi.” Myung Soo menatapku dalam-dalam dengan matanya yang tajam. “Kapan kau berangkat ke Paris?”

“Lusa. Aku harus menyiapkan banyak hal sebelum kuliah dimulai.”

Myung Soo mengangguk. Kami hanya saling tatap dengan awkward. Bagaimanapun, hubungan kami tidak terlalu dekat. Selain itu, mungkin karena sifat kami berdua yang terlalu banyak kemiripan jadinya kami terlihat awkward. Beda saat aku bersama Sung Yeol, meskipun kami juga tidak dekat, tapi karena sifat Sung Yeol yang periang, aku jadi tidak perlu merasa kehabisan topik pembicaraan.

Saat itu-lah, ketika aku melihat TV, seorang presenter acara gossip sedang membahas mengenai rencana bergabungnya Tae Min dalam acara WGM (We Got Married) yang kini sudah official.

Mataku membelalak lebar. Tae Min? We Got Married???

Aku terus melihat tayangan gossip itu. Si pembawa acara sempat menyebut namaku dan Myung Soo. Dia bilang kehebohan WGM Tae Min dan Na Eun (A-Pink) terkalahkan oleh kehebohan aku dan Myung Soo.

Aku masih merasa syok. Mengapa Tae Min tidak pernah cerita padaku? Meskipun ini hanya acara TV dan bukannya menikah sungguhan, tapi kan tetap saja. Dulu aku dan Tae Min sempat membahas hal ini. Dulu kita pernah berandai-andai bisa ikut WGM. Saat itu Tae Min berkata….ia ingin ikut WGM bersama aktris favoritnya Moon Chae Won, dan aku berkata bahwa aku ingin ikut WGM bersama Song Jong Ki. Ya, saat itu kami berdua sedang tergila-gila pada drama Nice Guy, dimana Song Jong Ki dan Moon Chae Won adalah pemeran utama-nya.

“Kenapa Tae Min tidak memberitahuku?” kataku pelan, tapi rupanya Myung Soo mendengarnya dan langsung menatapku.

Kemudian aku tersadar. Aku juga tidak cerita tentang Myung Soo pada Tae Min. Lee Tae Min, jangan bilang kau sedang balas dendam padaku!

********

Keesokan harinya….

Aku masih tidak bisa menghubungi Tae Min. Dia selalu me-reject semua panggilan telepon-ku. Akhirnya, siang ini aku memutuskan untuk mendatangi dorm SHINee yang letaknya tak jauh dari dorm f(x).

Aku membunyikan bel apartemen SHINee dengan tak sabar.

“Oh, Soo Jung!!” Key nyengir lebar begitu membukakan pintu untukku.

“Key Oppa, Tae Min ada?” tanyaku. Aku tahu hari ini Tae Min sedang tidak ada jadwal, jadi dia pasti ada di apartemennya.

Key menggeleng. “Dia ada syuting WGM.”

Oh benar! Tae Min kan sekarang punya kegiatan baru. Syuting WGM. Aku tidak tahu jadwal syuting-nya.

“Yah! Soo Jung! Aku kaget mendengar berita tentangmu dan Kim Myung Soo. Ck…ck..ck.. uri Soo Jung ternyata selera-nya sangat tinggi.”

Aku menatap Key tajam. “Oppa, apa Tae Min cerita padamu kalau dia akan ikut WGM?”

Key mengangguk. “Hmm. Memangnya kau tidak tahu?”

Aku menggeleng. Key menatapku dengan aneh. “Tae Min sudah ditawari ikut acara WGM sejak lama. Kupikir dia cerita padamu.”

“Benarkah?”

“Hmmm.., sekitar 3 bulan yang lalu kalau tidak salah. Tapi dia selalu menolaknya, entah kenapa beberapa hari lalu dia setuju.” Kata Key. Key memerhatikanku  lekat-lekat. Dia memegang dagu-nya. “Jangan-jangan…, Tae Min sengaja ikut WGM karena dia cemburu.”

“Mwo?”

“Karena kau dan Myung Soo tiba-tiba saja muncul sebagai tunangan. Mungkin Tae Min cemburu.”

Aku tertawa. Mana mungkin! Tae Min pasti hanya marah padaku karena aku tidak cerita padanya tentang Myung Soo. Aku ingin cerita padanya sekarang, tapi Tae Min selalu menghindariku.

“Mana mungkin, Oppa! Oh ya, kalau Tae Min pulang nanti.., kabari aku ya Oppa. Tae Min tidak mau mengangkat teleponku.”

Key nyengir lebar. “Oke. Kau bicara padanya lewat ponsel-ku saja. Tenaaang.., aku akan membantumu.” Key mengedipkan sebelah matanya. “Soo Jung~ah..” Key menatapku dengan puppy eyes-nya. “Sebenarnya aku sedih karena kau memilih Myung Soo dibanding uri Tae Minnie…”

“Oppa bicara apa? Tae Min itu sahabatku.” Aku tersenyum. “Kabari aku ya, Oppa. Oh ya, besok aku akan mulai tinggal di Paris.”

“Woaaaahhhh!!! Akhirnyaaaa!!! Kabari aku kalau kau sudah tiba di sana. Aku boleh nitip belanjaan kan?”

“Oke. Asal jangan 1 koper saja!”

“Hahahaha. Tenaaang… paling juga 1 pesawat! Hahahaha.” Key tertawa, mau tak mau aku ikut tertawa. “Maaf besok aku tidak bisa mengantarmu, Soo Jung.”

“Tidak apa-apa, Oppa. Kabari aku ya kalau Tae Min pulang.” Sekali lagi aku mengingatkan Key sebelum aku melambaikan tanganku dan masuk ke mobil.

Malam hari-nya, Key meneleponku. “Soo Jung~ah.., aku berikan ponsel-nya ke Tae Min ya. Dia sudah pulang.”

“Oppa. Kau tutup dulu ponselnya. Biar  aku saja yang telepon ponsel Oppa.” Aku tidak mau pulsa telepon Key membengkak.

Key tertawa. “Hahaha. Oke.”

Aku memutuskan sambungan telepon, lalu menelepon Key. “Oppa….”

“Oke, sebentar..” sepertinya Key sedang berjalan mendekati Tae Min. “Taeminnie, ada telepon yang sangaaat penting!” kata Key.

Terdapat jeda beberapa saat sebelum akhirnya Tae Min bicara di ponsel Key. “Hallo? Ini Tae Min.”

“Yah! Lee Tae Min! Kenapa kau menghindari teleponku?!”

Klik. Tuuut…tuut..

Tae Min langsung memutuskan sambungan telepon. Aku menelepon ponsel Key lagi. Kali ini Key menjawab-nya. “Soo Jung~ah.., Tae Min mengunci dirinya di kamar. Mian..”

Aku menghela nafas panjang. “Tidak apa-apa Oppa. Mungkin dia masih kesal padaku. Oh ya Oppa, tolong bilang padanya…besok aku pergi ke Paris jam 10. Ne, Oppa. Aku akan hati-hati. Thanks Key Oppa….”

Aku membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Lee Tae Min…, kau sebenarnya kenapa sih?! Bukannya kita impas dengan saling tidak cerita?! Aku tidak cerita tentang Myung Soo, dan Tae Min juga tidak cerita tentang keikutsertaannya dalam acara WGM bersama Naeun!

Aku hanya menatap langit-langit kamarku, lalu bangkit berdiri.  Aku sudah menyiapkan semua pakaian dan barang yang akan kubawa ke Paris besok. Lebih baik sekarang aku menghabiskan quality time-ku bersama orangtua dan kakakku daripada pusing-pusing memikirkan tingkah sahabatku yang aneh!

********

Ayah, ibu, Jessica, Victoria eonni, Luna eonni, Amber eonni, dan Sulli mengantarku ke bandara. Aku tahu Tae Min tidak akan datang mengantar kepergianku. Tapi sejak tadi aku terus melihat-lihat sekelilingku, siapa tahu tiba-tiba saja Tae Min muncul. Bagaimanapun, kehidupanku terasa kurang lengkap tanpa kehadiran sahabat baikku sejak kecil, Lee Tae Min.

“Kau mencari Myung Soo?” goda Sulli.

Aku menggeleng. Jujur saja aku sama sekali tidak memikirkan Myung Soo.

“Oh ya.., mana Myung Soo, sayang?” Tanya ibuku.

“Eng..mmm.., Myung Soo ada meeting penting di perusahaan-nya.” Aku mengarang cerita. Mana aku tahu Myung Soo di mana! Dia kan bukan siapa-siapa bagiku! Kami berdua hanya saling menguntungkan dalam urusan kami masing-masing. Dan saat ini aku berterima kasih pada Myung Soo, karena tanpa bantuannya hari ini orang tua-ku tidak mungkin mengizinkanku pergi ke Paris untuk kuliah.

“Tenang saja, Mom. Meskipun Myung Soo sibuk, dia sudah janji padaku akan sering mengunjungiku di Paris.” Kataku, lagi-lagi mengarang cerita untuk menenangkan ibuku. Hah! Mana mungkin Myung Soo mengunjungiku!

Ibuku tersenyum lebar sambil memelukku. “Hati-hati ya sayang. Kalau ada apa-apa bilang saja..”

Aku mengangguk. “Aku tahu, Mom.” Ibuku terlalu memperlakukanku seperti anak kecil. Aku memeluk ayahku, Jessica, dan teman-teman f(x)-ku. Donghae Oppa tidak bisa mengantarku karena ada jadwal syuting drama.

“Soo Jung sshi!!!!!” panggil sebuah suara.

Aku membelalakkan mataku tak percaya. Myung Soo dan teman-teman Infinite-nya datang menghampiriku!

Myung Soo mendekatkan wajahnya ke telingaku dan berbisik. “Ayah dan ibuku tahu kau pergi ke Paris hari ini. Aku harus bersandiwara.” Myung Soo berkata se-pelan mungkin agar tak ada seorangpun yang mendengar. “Mereka memintaku memberimu ini.” Myung Soo melilitkan sebuah syal cantik di leher-ku. “Ibuku membuatnya sendiri.”

Aku hanya bisa terdiam saat Myung Soo mengarahkan kameranya ke wajahku, lalu dia mendekatiku dan mengambil foto kami berdua. “Untuk bukti.” Bisik-nya sambil memutar kedua bola matanya. “Ibuku sepertinya sangat menyukai-mu.”

Aku tertawa. “Gomawo, Myung Soo sshi.”

Myung Soo mengangguk dan menatapku sekali lagi sebelum menyadari tatapan semua orang pada kami. Myung Soo membungkukkan badannya pada ayah dan ibuku. Ayah dan ibuku memeluk Myung Soo dan mengobrol entah apa. Member Infinite mendekatiku.

“Krystaaaallll!!!! Aku ingin ikut ke Paris!!!!” kata Sung Yeol sambil menggoyang-goyangkan lenganku. Aku hanya tertawa.

“Soo Jung sshi.., semoga kuliahmu lancar.” Kata Sung Gyu. Aku tersenyum dan berterima kasih padanya.

Satu per satu member Infinite memberiku salam perpisahan. Ketika tiba giliran Hoya, dia hanya menatapku tanpa mengatakan apapun. Jadi aku pun hanya diam dan menatapnya. Lalu kami tertawa. Entahlah, sepertinya Hoya punya selera humor yang unik.

“Good luck.” Hoya mengulurkan tangannya. Aku menjabat tangannya yang besar dan hangat.

Semua orang kini menatapku dan Myung Soo. Apa sih yang mereka harapkan untuk dilihat? Goodbye kiss? Jangan harap! Kami kan bukan pasangan sungguhan.

Myung Soo mendekatiku. Aku pun memeluknya sekilas. “Terima kasih, Myung Soo sshi.” Bisikku.

“Terima kasih juga, Soo Jung sshi.” Bisik Myung Soo.

Sepertinya…setelah ini semuanya akan berjalan seperti dulu lagi. Yah, kuharap orang-orang segera melupakan tentang aku dan Myung Soo. Aku tahu, kehidupan Myung Soo pasti sudah berubah di saat semua orang tahu dia adalah si jetset pewaris grup KMS. Tapi kuharap tidak ada yang berubah dalam hidupku. Kuharap ibuku tidak selalu menanyakan tentang Myung Soo sehingga aku tidak harus selalu berbohong padanya.

Aku melambaikan tanganku pada semuanya. Sekali lagi memastikan tanda-tanda kedatangan Tae Min, tapi Tae Min tidak juga muncul. Aku menghela nafas berat, lalu masuk ke dalam gate, meninggalkan keluargaku, teman-temanku, dan….. tunangan pura-puraku.

Kupikir semuanya akan berjalan normal, tapi sepertinya aku salah. Kehidupanku tidak pernah berjalan normal, dan masalah yang tidak pernah kuduga sebelumnya justru akan terjadi di Paris.

–          TBC –

9 responses to “The Colour of Love (Chapter 2)

  1. Udah lama ga dilanjut cerita ini .______. Hampir aja aku lupa cerita awalnya😄
    Chapter 2 ini lebih fokus ke Taemin ya? Aku jadi penasaran nanti Krystal akhirnya sama siapa >< Hoya keliatannya juga ada rasa ya sama Krys? Kok dari semua member infinite dia yg paling canggung sama Krystal?
    Next part ditunggu!😉

  2. Jgn pisahkan MyungStal, taemin sama krystal sahabat aja, trus klo hoya oppa suka krystal hoya oppa hars nglah hehe
    part slnjutnya jgn lma”

  3. Aih, aku nyesel ga baca ff ini dari awal ㅠㅠ aku sukaaaaa banget jalan ceritanyaaa u,u

    Maaf ga komen di part 1 ya thor, aku ngebet baca yg part 2 sih soalnya, jadinya lupa mau komen .___.

    Taemin jangan marah dong, kasian Klee ampe nangis gitu gra2 dicuekin Taemin T_T

    Oke, see u next part thor!😉
    Fighting authornim! ~😀

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s