Doubt?

tumblr_m98jepxYv81qhuugao1_500

title; Doubt?

by lilvitamin

length; +700 words // genre; Fluff!AU, slight!comedy // rating; T.

“Ada yang salah?”

Soojung berpaling menatap Myungsoo yang tengah mengemudi. Pandangan lelaki itu terlihat sepenuhnya terfokus pada jalan raya Seoul yang pagi itu masih basah oleh hujan semalam. Myungsoo menginjak pelan pedal rem, menyebabkan mobil berangsur-angsur berhenti. Lampu merah tidak jauh di depan.

Dengan sebelah tangan ia tumpukan pada setir, Myungsoo balik menatap Soojung. “Apa ada yang salah?” ulangnya.

Soojung beralih menatap dasbor dengan perasaan kalut. Kakinya ia angkat, sehingga ia duduk dengan posisi merengkuh kedua lututnya. “Apanya yang salah?” Soojung balik bertanya.

Mobil kembali berjalan dengan kelajuan sedang. “Ya, apa panekuk buatanku separah itu sampai kau terlihat pucat?” suara Myungsoo berubah khawatir. Ia mendengar Soojung melengos keras-keras. “Mian,” ujarnya.

Soojung lantas meringis. “Bukan,” jawabnya seraya merengut. Badannya memutar, menghadap pada Myungsoo yang ada di bangku kemudi. Kakinya kini bersila. Ia memasang tampang memelas, “Kita pulang saja, ya?”

Myungsoo tidak ambil pusing mendengar nada memelas gadisnya itu. Sebelah sudut bibirnya terangkat. “Kita sudah membicarakan ini, ‘kan?”

“Iya,” Soojung mengangguk cepat-cepat lalu memegangi kepalanya, “sampai aku pusing. Tiap bertemu, selalu hal ini yang kita bicarakan.” Ia meringis lagi. “Pulang, ya?”

“Kau memang akan pulang, bukan?” Myungsoo berusaha berbicara dengan nada yang setidaknya membuat Soojung sedikit tenang. Sambil tetap terfokus pada jalanan di depannya, satu tangannya meraih tangan Soojung dan menggenggamnya. “Kau akan pulang ke rumah orangtuamu, Soojung-a.”

Soojung memijit pelan keningnya dan matanya memejam. Perlakuan Myungsoo yang terlihat sepele itu serasa mampu membuat beban di pundaknya meringan. “Oppa,” panggil Soojung dengan suara seolah tak berdaya. “Kali ini saja.”

Myungsoo kembali mengemudi dalam diam. Soojung dengan waswas menanti reaksi lelaki itu. Tanpa sadar, ia menggigit bibir bawahnya sendiri. Tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya memutih.

“Itu ‘kan rumahmu, lantas apa yang kautakutkan?” Myungsoo bersuara.

Soojung menarik napas dalam-dalam, lalu membuangnya. Jalan menuju rumahnya sudah tidak jauh lagi. “Masalahnya, kau akan bertemu dengan keluargaku. Keluargaku itu berarti kakakku, ibuku, dan ayahku.” Entah Myungsoo sadar atau tidak jika Soojung memberi penekanan pada kata ayah.

“Lalu?”

“Ayahku, dia—”

“Sensitif,” potong Myungsoo.

Yeah, apalagi jika—”

“Menyangkut tentang pacar anak-anaknya,” potongnya lagi. “Iya, aku tahu. Bukankah kita sudah membahasnya berulang kali?”

“Kau tahu tidak, masa hubunganku yang dulu-dulu, dibandingkan dengan yang diketahui ayahku, lebih langgeng hubunganku yang backstreet.”

“Nah, itu aku baru tahu.” Myungsoo melirik gadis di sebelahnya. Ia menimbang-nimbang. “Lalu, kau lebih senang kalau kita backstreet? Dan, kau senang aku jadi seperti tikus yang sedang mencuri keju?”

Soojung membeliak, “Aku seperti keju? Melebar?”

“Itu perumpamaan. Sudahlah. Kau tidak perlu khawatir. Nanti, kau hanya perlu duduk manis. Sementara aku dan ayahmu akan bicara. Jangan khawatir.”

“Aaah—” Soojung melenguh berlebihan. Tidak perlu khawatir, katanya dalam hati. Tidak usah khawatir, ia meyakinkan dirinya sekali lagi dan menghembuskan napas.

Tidak lama kemudian, mobil berhenti di depan rumah yang sangat familier. Myungsoo keluar dari mobil lebih dahulu. Soojung harus menarik-buang napasnya sebanyak lima kali dulu, barulah ia melepas seatbelt dan keluar dari mobil.

Myungsoo menyodorkan sebelah tangannya, isyarat agar Soojung menggandengnya. Namun, gadis itu malah melengos. Myungsoo terkekeh lalu menggandeng Soojung. “Boleh kuanggap seperti rumah sendiri?” tanya lelaki itu ketika Soojung membuka pagar rumah.

Soojung memutar matanya. “Bisa-bisanya kau bercanda. Tidak tahu bagaimana khawatirnya aku?” cibirnya. Myungsoo menyikut lengan Soojung sehingga ia menoleh, lalu mengecup bibirnya singkat. “Ya, Kim Myungsoo—”

Myungsoo mengangkat telunjuknya dan menempelkannya di depan mulutnya. Soojung melotot dan mencibir pelan. Mereka melewati halaman depan berukuran sedang yang ditumbuhi tanaman-tanaman hias—milik ibu Soojung. Ketika sampai di teras dan hendak mengetuk pintu kayu di hadapannya, Myungsoo menahan tangannya.

“Untuk apa kauketuk? Ini ‘kan rumahmu?” tanya Myungsoo, setengah berbisik.

“Aku lupa,” jawab Soojung dengan berbisik pula.

Soojung menarik napasnya lagi, lalu membuangnya. Ia meraih kenop pintu dan membukanya. “Mom, Dad! Your Soojung’s home!” serunya.

Hening satu detik, dua detik. “Soojung?” seorang gadis yang agak mirip dengan Soojung turun dari tangga dengan ponsel di tangannya. Gadis itu masih memakai piyama. Ketika ia melihat seorang lelaki tengah menggandeng tangan Soojung, ia langsung berlari ke dapur. “Ayah—mana Ayah? Soojung pulang dengan seorang lelaki, demi Tuhan!”

Unnie­-mu?” bisik Myungsoo. Soojung hanya mengangguk. Ia menggenggam tangan Myungsoo erat-erat, seolah hidupnya bergantung pada genggaman tangan lelaki itu.

Terdengar gaduh dan sedikit riuh dari arah dapur. Tidak lama, seorang pria yang rambutnya hampir seluruhnya memutih—namun masih terlihat sangat sehat—muncul dari dapur. “Soojung-ie?” panggilnya pada Soojung. Pria itu menatap Soojung, beralih pada Myungsoo, lalu pada Soojung lagi—seolah meminta penjelasan.

Soojung buru-buru memeluk ayahnya. “Ayah, aku pulang!” ia berusaha terdengar biasa-biasa saja. Ia melirik Myungsoo yang masih termangu di depan pintu, lalu berdeham. “Ah, ini—”

“Selamat pagi, Pak.” Myungsoo membungkuk, kemudian mengangkat badannya kembali. “Perkenalkan, saya Kim Myungsoo.” Ayah Soojung menatap Myungsoo datar. And so this is where everything starts.

.

.

.

note;

hai! Here comes fluffy thingy setelah Dead House yang kemaren mengiris hati, hehe. Pic di atas sebenernya nggak ada hubungannya sama keseluruhan cerita– yah, gapapa lah ya keukeu. Anyway, congrats f(x) with their comeback, Red Light woohooo! Last but not least, thank you! Ppai~

16 responses to “Doubt?

  1. ahh, ini bagus banget sih! sesi kenalan calon mertua pertama kali dan kembalinya Soojung nih😄
    aduh, aku tidak bisa komen apa-apa lagi dah, porsi humornya pas dan seperti biasa, ceritanya mengalir apa adanya. ahhh, suka banget dah!

  2. Woooooooiiii. Percaya ga percaya, bacanya setengah ngikik setengah dugeun dugeun, membuatku tersenyum tanpa alasan yang jelas. ;u; Good jobbbb!!! Favvv<3

  3. what’s mulutku menganga sama fanficnya kamu?iishh kau sungguh menyebabkan padahal aku bacanya udah takut-takut gitu, eeehh malah fin😦

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s