Distance

distance

by hipxteur
cast;
INFINITE’s Kim Myungsoo & f(x)’s Jung Soojung
genre(s) AU!Hurt // rating teen
length;
ficlet

.

Distance is just a test to see how far love can travel.”  — Anon.

.

Kerap kuberpikir, apakah segala hal yang terjadi kini hanya berlatarkan jarak?


 

Sesungguhnya Aku tidak pernah tahu bagaimana masa depanku akan terjadi.

 

Yang aku tahu, hal itu telah menjadi sebuah misteri.

 

Misteri yang terkadang menyenangkan, namun dapat pula meninggalkan bekas yang menyakitkan.

 

***

 

Aku telah mengenalnya kira-kira sejak lima tahun lalu, lewat sebuah pertemuan yang tidak terduga sama sekali olehku. Semenjak pertemuan itu, aku sadar aku mempunyai rasa yang lain padanya.

 

Aku—mulai—menyukainya.

 

Kami tidak pernah berhenti berhubungan sejak saat itu. Mengakibatkan segalanya berubah dengan cepat tanpa sesuai dengan kemauan.

Rasa yang dahulu hanya sekecil atom dan setipis debu, perlahan-lahan berkembang menjadi rasa yang tidak kuinginkan. Hingga akhirnya kami mulai terperangkap dalam sebuah hubungan lebih dari sekedar berteman.

Akan tetapi, pada kenyataan yang terjadi, apa yang terjadi sekarang, sangat jauh dari apa kuharapkan dan kubayangkan dalam benakku dulu. Dan tiba akhirnya, hari dimana ia harus pergi meninggalkanku, mengorbankan waktunya dan aku, untuk pergi ke negeri seberang demi melanjutkan pendidikan.

Semenjak itu, aku selalu bertekad untuk menyusulnya ke sana. Walau ia selalu meyakinkanku, bahwa ia akan tetap menghubungiku sampai ia kembali. Aku tak peduli, namun sayangnya, perkataannya padaku selalu membuatku luluh dan melunak. Sial.

 

Benar. Ia memang menepati kata-katanya.

 

Namun yang terjadi justru apa?

 

Ia memutuskan hubungan kami, secara sepihak. Lalu tanpa menghubungiku kembali, ia mengganti nomor ponsel dan menghapus segala hal yang berhubungan denganku.

Tanpa menghubungiku. Sama sekali tanpa menghubungiku.

Dia tidak kembali. Dia tidak akan menggenggam jari-jariku lagi. Dia tidak akan merasakan pelukan penuh rindu milikku lagi. Dan aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan seperti dahulu kembali.

Setelah segala hal yang telah terlanjur terjadi sekarang ini.

 

***

 

Pagi itu, alunan nada klasik yang lembut berhasil menarikku bangun dari mimpi yang menyakitkan. Tertera sebuah rentetan nomor asing telah mengirimkanku sebuah pesan teks yang terbilang singkat.

 

From: +8279XXXX
Buka pintunya, Myung. Kau tahu, aku telah menunggu di depan pintu rumahmu sampai kedinginan—hampir lumutan juga.

 

Senyum kecil spontan terukir pada bibirku. Tanpa berpikir kembali, aku segera berjalan gontai ke ruang depan untuk membuka pintu utama. Kutolehkan pandanganku pada jam dinding yang tergantung di sudut; sial, sudah berapa lama aku tertidur rupanya?

Bel kembali berbunyi tiga kali. Membuat decakkan kecil keluar dari kedua belah bibirku. Pagi-pagi sudah membuat keributan saja. Tidak tahu segala pekerjaan membutuhkan proses? Huh.

“Tunggu sebentar,” aku berseru dari kejauhan. Pintu telah terlihat jelas dari kedua mata yang hanya berjarak kurang dari dua puluh sentimeter.

Dengan sekali hentak, kenop pintu telah terputar dan tertarik bersamaan; memperlihatkan sesosok wanita muda dengan gaya kasual yang tengah berada di ambang pintu sembari tersenyum tipis.

 

“Soo—jung?”

 

Wanita itu langsung menghambur ke arahku, memelukku spontanitas, mengganti rasa dingin yang seolah beku menjadi kehangatan kontan menggerayangi tubuhku.

 

Kehangatan yang lama aku rindukan… kini telah kembali, sayangnya tidak sepenuhnya.

 

Kini, aku tak lagi merasakan getaran yang seharusnya datang tatkala kulit kami bersentuhan. Getaran itu yang sebenarnya kurindukan lantaran telah lama pergi, dan hanya menyisakan kehampaan.

 

Membuat pelukan kami—bagiku—kini menjadi terasa hambar.

 

Tanganku reflek ingin membalas pelukannya, namun hatiku melarang dengan tegas. Berusaha membangunkan aku dari duka mendalam seolah menegaskan; tidak ada waktu lagi untuk larut dalam kesedihan.

 

Merasa bahwa aku tidak akan membalas pelukannya, akhirnya Soojung melepaskan dekapannya, lalu memandangku dengan dahi mengernyit.

 

“Kau tidak merindukanku?” suara seraknya akhirnya terbuka.

 

Ngh, Yeah, Aku merindukanmu.”

 

“Sudah? Hanya itu?” Aku menggangguk dusta. Hari ini masih pagi, namun aku terlanjur menodainya dengan kebohongan kecil. Memalukan, ya?

Kami terdiam sejenak, membiarkan hening mengambil alih. Tidak ada yang bergerak ataupun berkata. Posisi kami masih sama seperti semula bertemu pandang. berdiri di ambang pintu.

 

Kupandang bola matanya lurus-lurus, membuatnya membuka suara dengan sedikit tergagap, “Ah iya. Aku hampir lupa. Myung, aku ke sini… sebenarnya.. disamping merindukanmu, aku juga ingin memberi sesuatu—tepatnya kejutan padamu.”

 

“Apa?”

 

Dahiku berkerut bingung. Begitu aku selesai bertanya, kedua lengannya tetiba langsung membuka resleting yang tergantung pada tas putih gadingnya.

Ia tersenyum cerah kala meletakkan sebuah benda berbentuk kotak persegi dengan tebal kira-kira tidak sampai dua lembar kertas, berwarna cokelat muda, di atas kedua telapak tanganku.

Setelah kulihat-lihat, ternyata namaku yang tertulis dengan teks hangul di atas lembar depan. Kemudian pandangan mataku beralih pada tulisan dengan ukuran sedang yang berada tepat di atas teks namaku.

 

Ya.

 

Kejutan.

 

“Ini benar-benar kejutan, Jung,” gumamku dengan nada menyindir secara tak langsung ditujukkan padanya.

 

“Ya. Kuharap kau bisa menerima kenyataan, Myung. Maaf.”

 

Ia bahkan tega meninggalkanku sendiri sebagai mempelai pria bersama undangan pernikahannya, memilih pergi dengan pria lain untuk menemaninya ke altar gereja selain aku, membuat satu pengharapan yang dapat kubaca dari rautnya; berharap aku bisa hadir, menyaksikan upacara janji sucinya.

.

.

 

Kerap kali aku berpikir, apakah semua ini karena jarak?

 

Atau memang takdirnya kini bukan lagi berpihak padaku?

 

Sebegitukah kejamnya?

.

.

Distance was a dangerous thing, he knew. Distance changed people, he knew.
― Rohinton Mistry, A Fine Balance

finizh


hip/n: ff lama di re-make. ga jadi bagus juga sih. (((ANYWAY, FIRST POST, YIPPIEEEE!!!))) Lamnal, Al 99’s here, a new crew of myungsoojung, YeaY!! o///

p.s: mind to review? ccccc: ((oiya, coba kalian tebak endingnya XD))

5 responses to “Distance

  1. AL AL AL!!!

    SELAMAT DATANG DI FMSJ :))

    akhirnya ada yang meramaikan :’) akhirnya ada yang nulis selain drabble /sendirinya yang nulis/ /slapped/
    AAA ini something yaa. memang terkadang jaraklah yang membuat segala cerita :’) dari awalnya suka karena deket, begitu jauh perlahan menghilang /ini apa/ mancep lah tulisan kamu😀

    ayo ayo, nulis lagi😄 sekali lagi selamat datang di fmsj😀

  2. Halo, Kak Al😀
    Salam kenal author lama yang udah lumutan belum produksi ff selama 2 tahun, niatnya mau produksi tapi masih cari kreatifitas xD Hai lagi, panggil saja Sasha. masih muda, 01line xD

    Nyesek bacanya, terhanyut banget sama ceritanya! Kewll Perff dahhhhh xD Tapi nggak tau kenapa aku baca rasanya ada yang ngganjel, ada kata-kata estetika yang menurutku nggak usah di kasih berlebihan (menurutku ya kak, kalau salah maafkan aku kak><) dan aku sangat asing banget sama kata tetiba😄 mungkin akunya yang pengetahuannya nggak luas mungkin ya? (yahh, aku cuman taunya gegara, itupun sering aku pakai di kehidupan sehari-hari~)

    Sekian kak, ditunggu karya selanjut nya🙂

    • Halo Sasha!😀
      Salam kenal juga yaaaa xD Semangat mencari kreatifitasnya!! 01??????!! kita seumuran tauuukkk, umur kamu 14 taun kan? aku ditambah satu aja =3

      Apa yang kamu pikirkan sebenarnya sama kayak aku pribadi, Sha. beberapa kali merevisi kata-kata dalam ff ini tetep aja ketika dibaca ulang selalu ada yang mengganjal. Thanks buat koreksinya😀

      Tetiba…………. HAHAHAHAH sumpah aku malu sangat. kenapa aku pake kata itu aku juga gak sadar. beneran…… yastag….. HAHAHAHA YAALLAH MAKASIH YA SHA KOREKSIMU HAHAHAHAH konyol banget sih aku:(:(:(

      Makasih Sasha atas koreksiannya sekaligus bersedia membaca ff memalukan spt ini :””))

      See ya!!

      p.s: aku juga nunggu karya kamu ya cx

  3. INI APA YAA QUOTES DI ATAS YANG DARI ANON UDAH BUAT AKU BERPIKIR KALAU FF INI ADALAH FLUFF, NGGA PEDULI DSAMA GENRE YANG KAMU TULIS, TAPI BEGITU DI BAWAH KOK QUOTESNYA MENYAKITKAN HATI SIH T_T
    and hell yeah, distance changes people ;_; tapi, yang lebih aku bikin aku tertarik, woman is really dangerous, woman can make a men fly and throw down them at the same moment..

    untuk kasus ini, Soojung you da real kampret, tapi Myungsoo juga kaya ngga memperjuangkan hubungan mereka -_- masa cuman Soojungnya aja yang mengabari, kenapa dia engga? -_- terus yaa kenapa dia ngga berusaha nyusul Soojung di luar negeri, kalau dia nyusul Soojung kan engga bakal kejadian Soojungnya dicolong orang lain, ih Myungsoo bikin jengkel aja -_-

    tadi, aku baru baca ff MyungStal yang Myungsoonya ditinggal nikah karya Kiyomizumizuki yg judulnya It Already Happened, terus ff ini juga Myungsoonya ditinggal nikah u,u kok nasib Myungsoo ngenes banget ya -_- entah di ff ataupun drama My Lovely Girl pun Myungsoo sama-sama ngga bisa dapetin Soojung, duh ini OOT banget ya, mianhae lah ya aa~~ u,u

    tapi, i like the way you create those phrases😀 setiap katanya tuh menohok hati, kerasa banget kegalauannya Myungsoo dan kekampretan saat ditinggal nikah pujaan hati u,u
    ah ya sudahlah, Myungsoo bisa kok move on ke diriku ini ;;) HAKHAKHAK /slapped/

    oke, ini panjang banget ya -__- buat Al, serius kamu 99L? kok aku baru tau ya._. hehe, terus berkarya ya cantik ^^

  4. loh, jadi? soojung nikah sama oranglain? dan myung ditinggal sendirian?
    haah .. andai ia bisa lari ke pelukanku *ngacokumat😀

    ngomong2, aku suka penulisannya ..
    gga nyangka, author yang muda2 udah bisa bikin karya sebagus ini.
    keep writing yaa😉

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s