Thank You Destiny

mystl

Title: Thank You, Destiny! | Scriptwriter: PinkMonst || Duration: Series (chapter 1 of…) | Main Cast: Kim Myungsoo, Jung Soojung, and Kim Jong In | Support Cast: Choi Jinri and find them in other chapter | Genre: Romance | Rating: PG-17 ||

Summary:
Ini bukan hanya tentang harga diri, ini bukan hanya tentang kemilauan harta yang berlimpah, ini juga bukan sekedar masalah hati. Ini hanya masalah takdir, takdir yg merubah semuanya. Mari ku tunjukan sesuatu padamu tentang kisahku.

Jarum jam menunjukan si anak panah kecil tepat ke arah angka 7 membuat seorang gadis dengan beribu umpatan kecil tengah memilah sepasang sepatu warna-warni yg terlihat begitu rapi berjajar di meja khususnya, ia seperti kehilangan akal sehatnya mengingat di ruangan ini hanya ada dia sendiri tetapi percakapannya seolah menunjukan bahwa ia tengah berpidato di depan khalayak.
“damn! Kalau seperti ini setiap hari aku bisa gila. Choi Jinri benar-benar menganggapku remeh, aku sudah berpesan padanya jika ia mau menginap jadilah tamu yg baik dengan mendengarkan perintah tuan rumah. Bukankah sudah dengan sangat jelas semalam aku minta tolong untuk menyalakan alarmku? Huh, aku jadi bangun terlambat dan dia malah sudah tak ada di sini”
Rentetan kata terlontar dari si gadis cantik yg kini telah rapi dengan setelan rok mini hitam dipadu dengan kemeja berwarna hitam dan sebuah blazer merah marun, juga heels yg selaras dengan warna blazernya. Kini ia tengah berada di dalam mobilnya dan bersiap untuk menginjak pedal gas.

***

“Annyeong hasseo presdir-nim”
Lelaki tua itu mengalihkan pandangannya menatap seorang yg telah memberinya sapaan pagi dengan hangat, memperhatikannya dengan lekat kemudian ia tersenyum.
“anak nakal, kenapa kerjamu selalu telat? Kau berniat membuat ayahmu ini memecatmu?”
“tentu saja tidak, aku sudah berusaha keras tapi semalam aku benar-benar lupa memasang alarmku daddy” si gadis menunjukan wajah sedihnya yg sengaja ia buat terlalu dramatis agar sang daddy berhenti mengomel.
“baiklah itu adalah alasan andalanmu, masuklah ke dalam dan segera selesaikan tugasmu Jung Soo Jung-ssi”
“baiklah presdir-nim, saya akan bekerja lebih giat” gadis bername tag Jung Soo Jung itu mengepalkan tangan kanannya menunjukkan bahwa semangat bekerjanya telah terkumpul, kemudian mencium pipi sang ayah lalu pergi setelah membungkukkan badan. Sang ayah hanya menatapnya dengan senyuman sayang.

“hei Choi Jinri, kau benar-benar mau membuatku dipecat oleh ayahku sendiri?”
“maafkan aku, sungguh aku benar-benar tak ingat pesanmu untuk menyalakan alarm” Jinri menunduk sedih di depan Soojung.
“baiklah… baik.. aku yg salah karena tak bersungguh-sungguh untuk bangun pagi. Jangan merasa bersalah seperti itu, aku hanya bercanda”Jinri kemudian tersenyum dan menampilkan deretan giginya yg rapi dan mungil.
“kau tau? Perusahaan benar-benar akan mendirikan sub-Corporation yg ke-3 dalam 5 bulan ke depan”
“apa? Apa maksudmu? Kenapa ayah tidak memberi tahu ini padaku?”
“tapi ini belum pasti Soojung, bukankah belum ada rapat dewan direksi?
“kau benar, baiklah kau mau pesan apa? Ini sudah jam 1 tapi aku belum memasukkan apapun ke dalam perutku”Soojung mendengus dan menopang dagunya
“biar aku saja yg pesan, kau tunggu disini”Jinri menepuk tangan Soojung sembari bangkit dari tempat duduknya.

***

“kau bolos kelas bisnis lagi?”
“hari ini aku ada acara”
“acara apa? Dengan siapa? Apa tidak bisa menghadirinya setelah pulang kuliah?”
“tidak bisa nek, ini penting”
“lebih penting dari kelas bisnismu? Lebih penting dari masa depanmu? Lebih penting dari aku?”pemuda itu menghentakan garpunya di atas meja dan menatap dingin wanita berambut putih yg tengah menatapnya dengan lekat. Tanpa sepatah kata, pemuda itu berdiri meninggalkan meja makan
“Kim Jong In, jaga sikapmu”seorang pemuda lain yg sedari tadi hanya diam kini mulai buka suara membuat langkah Jong In terhenti.
“Kim Myung Soo berhentilah berakting dan pergi tinggalkan wanita tua itu”
“kau benar-benar tak bisa berhenti? Berhentilah bersikap seperti itu”Myungsoo menimpali ucapan Jong In dengan santai sambil terus melahap menu makan siangnya
Sejenak ruangan makan yg besar itu sunyi, hanya terdengar suara kecil yg berasal dari sendok yg dipegang Myungsoo. Jong In hanya berdiri sambil terus menatap ke depan, membuat sang nenek memperhatikannya dengan sangat lekat.
“Kai….”suara sang nenek yg lembut memecah keheningan disana, membuat Jongin menoleh dan menatapnya. Sedetik kemudian ia kembali ke meja makan dan melanjutkan makan siangnya yg sempat tertunda. Sang nenek hanya tersenyum simpul dan membuat Myungsoo melirik memperhatikan Jongin.

***

Daun-daun pepohonan yg mulai menguning berterbangan dan melepaskan diri dari rantingnya, semilir angin tenanglah yg menjadi penyebabnya. Langit berwarna jingga cerah menjadi atap pemandangan rumput hijau sebuah pemakaman besar.
“apa kabarmu? Kau pasti baik bukan? Terkadang aku iri dengan dirimu yg tak lagi harus berfikir keras untuk sebuah hidup ini”
Seorang pemuda dengan setelan tuxedo berwarna hitam tengah berjongkok sambil menaruh 1 buket mawar berwarna putih, mata pemuda itu terlihat sayu. Rambut hitamnya tertiup pergerakan angin sejuk yg memberi hawa ketenangan untuknya. Sejenak ia memejamkan mata dan menengadahkan wajahnya ke langit sore yg indah. Ia tersenyum, senyum yg sangat indah untuk di pandang, senyum yg tak bisa ia perlihatkan saat ia menatap lurus ke depan, senyum yg hanya akan tercipta ketika ia berada di tempat ini.

***

“ah, hari yg sangat melelahkan”Sulli merebahkan dirinya di kasur berwarna ungu dan memiliki ukuran super besar.
“aku setuju! Sabtu ini aku benar-benar harus menjernihkan otak ku kalau tidak, mungkin minggu depan aku harus membeli alat pemijat kepala”
“hei Soojung, kalau begitu bagaimana kalau pantai?”Soojung kemudian menyernyit dan memberikan ekspresi tak setuju.
“aku menolak, aku tidak ingin membuat kulit ku hitam atau makan angin kalau aku ke pantai. Aku akan pergi ke rumah nenek di Busan, aku ingin sekali kesana”
“apa?”Sulli hanya melongo tak percaya dengan tujuan liburan Soojung.
“apa? Harusnya aku yg bertanya, kenapa kau terkejut seperti itu?”
“aku kira kau menolak ajakanku karena ingin pergi shopping”
“hahaha.. tidak, kali ini aku ingin kesana. Entah kenapa aku ingin sekali bertemu dengan nenek”Sulli hanya mengangguk paham menanggapi jawaban Soojung.
“kalau begitu aku akan ikut denganmu, aku khawatir kau kesepian jika jauh dariku”
“hei Choi Jinri kau benar-benar punya persediaan kepercayaan diri yg banyak ya”Soojung hanya tertawa kecil sambil berjalan menuju kamar mandi.

***

Pagi hari yg sangat sibuk, itulah pemandangan yg bisa kita lihat di dalam sebuah ruangan. Ruangan yg cukup besar, di dominasi oleh kaca-kaca besar yg menampilkan pemandangan gedung-gedung megah di Seoul. Ruangan dengan pintu bertuliskan Presdir Kim.
“bagaimana hasilnya?”
“tuan Kim, klien kita yg satu ini benar-benar keras kepala dan tidak mau di ajak berunding”
“itu pasti, karena dia punya koneksi yg hebat dan itu membuatnya tak mudah memberi kepercayaan pada orang. Dimana dia tinggal?”pria tampan yg tengah bersandar di meja dengan papan nama Presdir Kim Myungsoo itu berjalan dan mendudukkan dirinya di sofa hitam menghadap ke lawan bicaranya.
“ia tinggal di Gangnam tapi 2 hari yg lalu ia baru sampai di Busan untuk liburan, dan sepert..”
“aku akan ke sana, aku yg akan bertemu langsung dengannya hari ini juga”Myungsoo memotong pembicaraannya dengan sekretaris perusahaan.
“baik tuan, saya akan mempersiapkan dokumen-dokumennya”

Sebuah mobil sport hitam dengan warna metalik gelap membelah jalanan kota Busan. Pengemudi mobil itu tengah berkonsentrasi menyetir karena pinggiran jalanan yg tertutup ilalang-ilalang tinggi membuat ia hati-hati karena menurut berita di televisi, daerah ini adalah daerah paling rawan kecelakaan. Saat mobilnya melaju ke arah kiri sebuah tebing tiba-tiba saja muncul wanita paruh baya dengan sepeda yg ia tuntun. Sontak saja Myungsoo menginjak rem mobilnya dengan sangat kencang sehingga membuat suara decitan yg cukup besar karena pergesekan antara aspal dan ban mobilnya. Ia segera turun dari mobil dan menghampiri wanita paruh baya yg sedang berdiri mematung karena terkejut.
“maafkan saya, saya benar-benar minta maaf. Anda tidak apa-apa kan?”Myungsoo berucap sambil berkali-kali membungkukkan badan di hadapan wanita tua itu.
“y-ya? Oh ya, tidak apa-apa nak. Akulah yg salah karena muncul tiba-tiba di jalanan yg berbelok tajam seperti itu. Aigoo, sepedaku….”wanita tua itu mengambil sepedanya yg sempat terjatuh, Myungsoo membantu wanita itu mengambil sepedanya dan mengucapkan maaf lagi.
“aku sudah bilang aku tidak apa-apa, kenapa kau terus meminta maaf anak muda?”
“aku hanya merasa tidak enak… sekali lagi maafkan saya”
“sudahlah tidak apa-apa. Siapa namamu?”
“ya?”
“aku menyukaimu, aku menyukai tata krama mu. Itu sebabnya aku bertanya siapa nama mu?”
“aku Kim Myungsoo eomoni”Myungsoo menjawab sambil membungkuk.
“Myungsoo? Baiklah aku pergi dulu anak muda, hati-hati dalam perjalanan”wanita tua itu tersenyum sambil berjalan menuntun sepedanya meninggalkan Myungsoo.

***

Myungsoo kini telah berada di sebuah mini cafe sederhana dan sedang berbincang dengan seorang wanita paruh baya hanya saja ia terlihat sedikit muda dengan pakaian stylist yg ia kenakan.
“saya tidak akan mengecewakan anda nyonya Hwang”
“tentu saja, apa yg bisa ku perbuat melihat presdir setampan dirimu mau jauh-jauh datang kemari hanya untuk menemuiku. Aku hanya bisa percaya padamu presdir Kim”wanita yg di sapa nyonya Hwang itu terkekeh pelan sambil menyesap secangkir teh di hadapannya.
“terima kasih banyak atas kerja samanya, saya merasa tersanjung atas pujian anda”
“baiklah kalau begitu, aku akan segera memberi tahu sekretarisku untuk mengurus masalah ini. Kita akan bertemu kembali di rapat mediasi Myungsoo-ssi”Nyonya Hwang mulai berdiri dan meninggalkan Myungsoo yg masih pada posisi membukukkan badannya.
Langit terlihat mendung, angin-angin yg bertiup kecil namun cukup mampu untuk membuat debu berterbangan kesana-kemari. Tidak lama setelah itu hujan turun dengan amat derasnya.

“oh ayolah kenapa tidak bisa tersambung? Aku yakin jaringan disini tak seburuk di hutan”Soojung mengotak-atik handphonenya karena ia kesal. Tentu saja ia kesal, ia tengah berada di depan cafe selama hampir 15 menit karena hujan yg tak kunjung berhenti.
“kalau tau begini aku lebih memilih minum kopi buatan nenek, apa gunanya aku beli kopi di cafe jika sepulang dari cafe aku malah terkena flu? Ck! Choi Jinri juga kenapa tidak bisa di hubungi?!? Gosh i’m going crazy”
“tunggu! Hei apa yg terjadi denganmu? Kenapa kau mati? Ah benar-benar…. kenapa baterai mu harus habis disaat seperti ini? Kau benar-benar tak setia kawan. Daddy……. aku ingin kembali ke rumah nenek”Soojung terus saja menggerutu sambil menghentak-hentakan sepatunya ke lantai pertanda bahwa ia benar-benar kesal, sangat kesal.

Terdengar deringan suara lonceng pintu cafe pertanda bahwa pintu itu di gerakan oleh seseorang. Seseorang itu kini mendekati Soojung dengan langkah ringan, ia terlihat mengerutkan keningnya melihat pergerakan Soojung yg sangat berlebihan.
“hujan tidak akan berhenti jika kau hanya menggerutu”suara berat itu membuat Soojung menghentikan aksi otak-atik handphonenya.
“eh? Ya?”Soojung menatap orang itu dengan tatapan yg entah bagaimana menjelaskannya
“ku bilang hujannya tak akan berhenti jika kerjamu hanya mengeluh”

Kemudian detik itu aku tau, bahwa takdir telah membuka pintunya untukku.

THE END—? Kekeke~
taraaaa~ siapa saya? Siapa saya? Mari kita berkenalan, kalian bisa panggil saya Pink atau segala sesuatu yg berhubungan dgn warna pink xD saya hanya author abal-abal yg sangat ingin menyalurkan imajinasi alam bawah sadar saya kkk~ xD dan karena saya sangat tergila-gila dengan couple yg diatas sana, makanya jadilah ff ini.
kalau ada kesalahan” tolong di koreksi ya, gpp kok saya terima dengan lapang dada😀 Ini gak akan END disini, kalau readersnya pada suka dan penasaran apa yg akan saya ketik, silahkan komen ya🙂 saya butuh saran juga dukungan supaya ff ini gak cuma numpang parkir/? Eh numpang lewat maksudnya xD jangan lupa komentarnya ya *ciumin readers satu” xD so, aku PinkMonst mengucapkan terima kasih atas waktu yg kalian luangkan untuk baca. Aku tunggu komentarnya ya :* chuu~ *cipok meyungsu(?)*

6 responses to “Thank You Destiny

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s