Thank You Destiny! [chap 2]

mystl

Title: Thank You, Destiny! | Scriptwriter: PinkMonst || Duration: Series (chapter 2 of…) | Main Cast: Kim Myungsoo, Jung Soojung, and Kim Jong In | Support Cast: find them in other chapter | Genre: Romance | RatingPG-17 ||

Summary:

Ini bukan hanya tentang harga diri, ini bukan hanya tentang kemilauan harta yang berlimpah, ini juga bukan sekedar masalah hati. Ini

hanya masalah takdir, takdir yg merubah semuanya. Mari ku tunjukan sesuatu padamu tentang kisahku.

Φ

Langit terlihat mendung, angin-angin yg bertiup kecil namun cukup mampu untuk membuat debu berterbangan kesana-kemari. Tidak lama setelah itu hujan turun dengan amat derasnya.

“hujan? Aku kira tadi cuacanya benar-benar cerah” Myungsoo mendekatkan wajahnya ke arah jendela cafe. Matanya masih memandangi ke luar jendela, melihat betapa air turun dengan derasnya. Kemudian matanya berhenti di satu titik. Seorang gadis dengan kaos putih dan rok denim selutut tengah berdiri membelakangi Myungsoo dan berbicara sendiri. Myungsoo terus memperhatikan gadis itu bahkan kini tangannya ia gunakan untuk menopang dagunya, memperlihatkan betapa ia menikmati pemandangan itu.

“apa dia gila?”Myungsoo masih memperhatikannya. Tapi seperti telah mengerti apa yg gadis itu lakukan, Myungsoo kembali melihat langit yg masih menjatuhkan air, ia berjalan ke seorang pelayan yg tengah membersihkan meja.

“permisi, boleh kah aku meminjam payung? Aku lupa membawa payungku”

“oh, tentu saja tuan. Tunggu sebentar akan saya ambilkan”

Terdengar deringan suara lonceng pintu cafe pertanda bahwa pintu itu di gerakan oleh seseorang. Seseorang itu kini mendekati Soojung dengan langkah ringan, ia terlihat mengerutkan keningnya melihat pergerakan Soojung yg sangat berlebihan.

“hujan tidak akan berhenti jika kau hanya menggerutu”suara berat itu membuat Soojung menghentikan aksi otak-atik handphonenya.

“eh? Ya?”Soojung menatap orang itu dengan tatapan yg entah bagaimana menjelaskannya

“ku bilang hujannya tak akan berhenti jika kerjamu hanya mengeluh”

Sedetik kemudian Myungsoo hanya mematung, ia menatap mata Soojung dalam. Ia hanya terfokus pada mata gadis itu. Bahkan ketika Soojung melambaikan tangan di hadapan matanya Myungsoo sama sekali tak berkedip.

“ada apa dengan anda? Anda baik-baik saja?”

Myungsoo mengerjapkan matanya kemudian menunduk. Ia terlihat sedikit pusing tapi ia masih sanggup untuk mengendalikan keadaannya. Kemudian ia teringat payung yg sedari tadi ia genggam.

“ini…”Myungsoo menyodorkan payung hitam tanpa menatap Soojung.

“eung? Payung ini…. untukku?”Myungsoo hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Soojung. Kemudian Soojung meraih payung itu dan hendak membukanya tapi kemudian. JDERRRR!!!!

Suara petir membuatnya kaget hingga berteriak dan mundur beberapa langkah. Myungsoo membalikan badannya berniat meninggalkan Soojung

“bagaimana aku bisa pulang kalau petir itu bersuara seperti tadi”Soojung bergumam sangat pelan namun masih bisa terdengar oleh telinga Myungsoo. Myungsoo menghentikan langkahnya nampak sedang berfikir. Kemudian ia berbalik menghampiri Soojung dan merebut payungnya.

“dimana rumahmu? Ayo ku antar”

*

*

*

Disinilah Soojung sekarang, di dalam mobil Myungsoo. Entah apa yg ada di otaknya saat pemuda ini menawarkan diri untuk mengantarnya ia sama sekali tak bisa menolak. Ini gila fikirnya, ia bahkan baru bertemu beberapa menit yg lalu tapi ia kini berada 1 mobil dengan pemuda asing. Hatinya mulai merutuki mulutnya yg dengan lancar mengucapkan kata “baiklah”. Fikirannya melayang membayangkan hal-hal buruk yg kemungkinan menimpanya. Tentu saja, pemuda ini adalah orang asing. bodoh! Gumam Soojung dalam hati.

“aku bukan pembunuh bayaran”

“eh? A-a-apa?”

“aku juga bukan penculik atau semacamnya. Jadi berhentilah berimajinasi seolah kau berada 1 mobil dengan orang kriminal”Myungsoo sedikit melirik memperhatikan ekspresi wajah Soojung, dan detik berikutnya kepalanya mulai pusing kembali. Ia memakirkan mobilnya di pinggir jalan.

“a-ada apa? Kenapa berhenti?”

“rumahmu masih jauh?”

“tidak, hanya tinggal melewati beberapa gang kecil saja. Kau kenapa? Sakit?”Soojung memberanikan diri untuk menyentuh pundak Myungsoo tapi tangannya di tepis kasar oleh Myungsoo.

“turunlah”

“apa?!”

“kenapa kau selalu bertanya setiap aku menyuruhmu?”

“maaf….”

“Turun disini, aku akan mengantarmu tapi dengan berjalan kaki. Kepala ku sedikit pusing, akan bahaya jika ku paksakan untuk menyetir”

“kalau begitu tidak usah, aku akan jalan sendiri. Akan sangat merepotkan jika kau mengantarku sampai rumah, lagi pula ini masih hujan. Sungguh aku bisa pulang sendiri”

“aku tetap akan mengantarmu”

“tapi…”perkataan Soojung terpotong karena kini Myungsoo sudah keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuknya

“kau sungguh tidak apa-apa?”

“kalau kau lambat seperti itu justru aku akan kebasahan karena payung yg kecil ini”

“ah, maaf”Soojung dengan gesit turun dari mobil dan menghambur bersama Myungsoo. Tubuhnya sedikit ia ringkuk kan karena payung yg mereka gunakan tidak cukup besar untuk menampung 2 orang.

Selama perjalanan tak ada yg buka suara baik Myungsoo atau Soojung keduanya memilih untuk diam. Kini mereka telah sampai di sebuah rumah tradisional namun terlihat lebih mewah dibanding dengan rumah-rumah di sekitarnya.

“kita sampai, ini rumah… oh tidak, lihat! jasmu basah. Ah harusnya aku tau, aku tak sedikitpun terkena hujan itu karena kau hanya memakai sebagian payungnya. Ah bagaimana ini…”

“kau orang yg mudah panik seperti itu? Ini hanya air, tak akan ada yg terluka”

“tapi bukankah kau sedang sakit? Bagaimana kalau kau mampir dulu, akan ku buatkan minuman hangat dan kau bisa meminjam baju yg…”Lagi-lagi perkataan Soojung terhenti karena sekarang Myungsoo tengah menggenggam tangan kanannya dan memberikan payung itu untuknya.

“berhentilah mengoceh dan segera masuk. Aku juga mulai kedinginan, sampai jumpa”setelah mengucapkan itu Myungsoo berlari sambil menutupi kepalanya dengan tangan agar tak terkena air hujan. Meninggalkan Soojung yg masih terpaku dan hanya menatap punggung pria itu tanpa kata.

“Astaga! Hey siapa namamu?”Soojung berteriak memanggil Myungsoo namun pemuda itu sudah tak terlihat dan membuatnya terlihat sedikit kecewa.

.

.

.

Myungsoo terus menekan pelan dadanya, ia merasa kehabisan nafas. Kemudian setelah itu ia kembali mengurut keningnya.

“apa ini? Dia…….”Myungsoo menggelengkan kepalanya dengan kuat dan bergegas menjalankan mobilnya.

*

*

*

Pagi yg sejuk dengan titik-titik embun yg bertengger indah di atas dedaunan hijau ditemani dengan sinar mentari yg sedikit demi sedikit mulai meninggi membuat Soojung berkali-kali mengusap matanya karena cahaya matahari yg masuk ke dalam kamarnya. Perlahan ia membuka mata beratnya dan meregangkan otot-otot yg terasa sangat kaku.

“Jung Soo Jung, ku fikir kau meninggalkan ku ke Seoul”

“eung…?”

“ish, semalam kau dari mana? Aku dan nenekmu panik mencarimu”

“aku beli kopi, kemudian turun hujan, tapi handphone ku mati, lalu….”

“lalu?”

“itu… payung…”Jinri menyernyit heran mendengar jawaban sahabatnya itu. Ia berjalan mendekati Soojung dan menempelkan punggung tangannya di dahi Soojung.

“why?”

“kau demam ya? Kenapa bicaramu sedikit kacau?”

“tidak, aku baik-baik saja. Cepat siap-siap setengah jam lagi kita kembali ke Seoul”Soojung bangkit meninggalkan Jinri yg masih dengan wajah malas-malasannya.

.

.

.

.

“bagaimana perjalananmu kemarin Myung?”

“menyenangkan nek, aku sedikit menikmati pemandangan asri Busan dan mengambil sedikit gambar”Myungsoo menjawab pertanyaan neneknya sambil membaca koran dan menyesap teh hangatnya.

“kau ini, masih belum bisa lepas dari kamera? Ingat lah Myung…”

“aku tau nek, aku hanya mengambil sedikit gambar di waktu luang ku”

“L, aku pinjam mobilmu”Jongin berjalan menuruni anak tangga dengan terburu-buru menghampiri Myungsoo

“mau kemana? Ini masih pagi Jongin”sang nenek memperhatikan pakaian Jongin

“sebentar saja, aku ada urusan”

“dimana mobil mu?”

“…….”

“kenapa tak menjawab?”

“ada di rumah Suho hyung”

Myungsoo terlihat menghela nafas singkat dan merogoh saku celananya memberikan kunci mobilnya kepada Jongin.

“jangan buat masalah dengan mobilku”

“iya aku tau”

***

Soojung dan Jinri kini telah sampai di rumah Soojung. Keduanya memilih menghabiskan waktu dengan hobby masing-masing. Jinri membaca novelnya dan Soojung melakukan yoga di halaman belakang rumahnya. Ia mencoba berkonsentrasi tapi selalu gagal. Ia membuka matanya dan melihat sang ayah sedang berjongkok sambil memperhatikan putrinya dengan tatapan bingung.

“ayah ini, benar-benar membuatku kaget”Soojung mendengus kecil

“hahaha, maaf. Ayah hanya heran melihatmu yg tidak bisa tenang melakukan olahraga favoritmu. Ada masalah apa?”

“tidak ada apa-apa. Oh iya, ayah benar-benar akan segera membangun proyek untuk sub-Corporation itu?”

“entahlah…”

“entah? Apa maksud ayah?”

“tidak apa-apa Krys, jangan terlalu difikirkan. Akan ayah beri tahu nanti jika memang rencananya sudah matang”

“baiklah, oh iya jika Jinri mencariku tolong katakan padanya aku keluar sebentar untuk jogging. Aku benar-benar tak bisa konsentrasi disini”Soojung mengecup pelan pipi sang ayah dan segera menyambar sweater silver miliknya yg sejak tadi tergantung di pinggiran kursi halaman.

***

Soojung sedang berada di depan kedai dan meneguk sebotol air mineral yg baru saja ia beli. Mengusap pelan peluh yg membanjiri wajah cantiknya. Kemudian ia merebahkan kepalanya di meja kedai menikmati waktu istirahatnya setelah lari selama 30 menit. Ia merasa tali sepatunya di tarik oleh sesuatu tapi ia terlalu malas untuk menegakkan kepalanya kembali jadi ia memilih untuk tetap diam. Lagi, kali ini kakinya terasa terseret beberapa centimeter dari tempat semula. Ia menegakkan duduknya dan kaget melihat seekor anjing berbulu coklat tebal menggigit tali sepatunya.

“hei anjing, jangan gigit tali sepatuku. Itu mahal”Soojung berjongkok dan mengelus pelan si anjing

“dimana pemilikmu? Kau pergi jalan-jalan sendiri ya? Bagaimana jika kita jogging bersama?”Soojung terkekeh sendiri mendengar ucapannya. Kemudian derap langkah seseorang membuat ia mendongakan kepala dan menatap orang yg baru saja datang.

“Syerif, ku kira kau lari kemana”

“….”

“kau?”

“payung?”

“apa yg kau lakukan di sini?”

“jadi ini anjingmu?”

“apa yg di lakukan orang Busan di Seoul sepagi ini?”

“jadi kau tinggal di Seoul?”

“hei nona, kenapa kau tak menjawab dan terus berbalik bertanya?”

“ah, maaf…”mata Soojung akhirnya bertemu dengan mata Myungsoo. Keduanya mengatupkan mulutnya rapat-rapat dan hanya saling memandang. Beberapa detik kemudian Myungsoo meringis dan menekan pelan pelipis kanannya.

“kau tidak apa-apa? Kau masih sakit ya?”Soojung membantu Myungsoo menahan tubuhnya agar tak jatuh namun Myungsoo mencoba melepaskan diri dari Soojung

“aku tidak apa-apa. Ayo Syerif, kita pulang”Myungsoo menarik tali pengikat anjingnya dan berjalan cukup cepat.

“kenapa ia selalu seperti itu? Payung yg aneh..”Soojung menggendikan bahunya dan memilih duduk kembali di tempatnya semula.

***

“hyung bisakah kau antarkan mobil ku nanti sore?”

“kenapa tidak kau bawa pulang sendiri saja?”

“aku tidak ada waktu hyung”

“apa yg di lakukan seorang Kim Jongin di hari minggu seperti ini? Baiklah supirku akan mengantarkannya nanti”

“terimakasih Suho hyung”

“hmm, ngomong-ngomong bagaimana kau bisa kesini di hari libur? Nenekmu tak menginterogasi?”

“dia akan menginterogasiku sepulang dari sini”

“haha hei, ku rasa sudah saatnya kau menuruti keinginan nenekmu itu”

“dia ingin aku masuk kelas bisnis, dan itu sudah ku turuti”

“ayolah kalau seperti ini kau hanya akan membuang waktumu Jongin. Fokuslah pada kelasmu”

“tapi aku tidak bisa meninggalkan dance hyung. Aku tidak bisa melepaskan mimpiku untuk terus menari, hanya mimpi itu lah satu-satunya hal yg paling ku inginkan dalam hidupku” Suho memandang Jongin dengan tatapan iba, terkadang ia tak habis fikir dengan jalan fikiran temannya itu.

“jangan menatapku seperti itu, aku bukan pria cengeng”

“hahaha, aku hanya tak mengerti arah hidupmu sobat”

“bagiku ke arah mana diriku melangkah tidaklah penting karena pada akhirnya aku tau bahwa aku hanya akan menghadap ke arah mana nenek ku menunjuk”

.

.

.

Soojung sedang berdiri di rooftoop rumahnya, ia sedang berfikir. Seminggu terakhir ini ia sering sekali melihat Myungsoo di depan kedai saat ia bertemu dengan anjingnya tempo hari. Ia terus memikirkan apa yg dilakukan Myungsoo setiap hari hanya berjalan kaki dengan anjingnya.

“apa dia pemilik kedai yg sedang patroli?”

“apa dia seorang pengangguran? Tidak mungkin seorang pengangguran punya mobil semewah itu”

“apa dia tinggal di daerah itu?”

“kenapa setiap aku bertemu dengannya aku selalu lupa bertanya namanya. Bodoh!”Soojung terus saja bergumam dan tak menyadari Jinri yg sedari tadi berdiri di sampingnya

“dia siapa?”

“astaga! Sejak kapan kau disitu?”Soojung mengelus dadanya berulang kali.

“baru saja, hehe.. siapa yg sedang kau fikirkan?”

“bukan siapa-siapa”

“ayolah Soojungie, kenapa kau tak mau bercerita?”

“aku tak tahu namanya. Aku hanya… menyebutnya payung” percakapan itu berlanjut seperti kebiasaan wanita pada umumnya. Mereka bercerita satu sama lain dan saling mendengar satu sama lain.

*

*

*

Kicau burung nuri pagi itu benar-benar sangat merdu. Rumput hijau yg masih menyisakan beberapa tetes embun menjadi alas seorang pemuda berparas tampan. Ia mengenakan pakaian serba hitam dan mengenggam 1 buket mawar putih.

“kau tau? Aku tak pernah bosan mengunjungimu..”

“aku ingin menangis seperti orang lain, tapi air mataku tak pernah jatuh. Apa menurutmu aku masih punya persediaan air mata?”

“aku… merindukanmu”

To be continued…

JREEEENNG! Holaaa >,< aku balik lagi nih bawa chapter 2nya, terimakasih banyak ya buat yg kemarin nyempatin baca+komen di part pertama ^^ btw aku mau menghidupkan page ini lagi biar rame kayak di ff-ff sebelumnya jadi ayooo jangan lupa rcl ya readers tersayang :*

ssxxs

5 responses to “Thank You Destiny! [chap 2]

  1. thor.. alurnya jangan terlalu cepet dan terlalu lambat ya.. yang sedang-sedang aja😀 updatenya jangan lama-lama yaa thor keburu penasaran hehe

  2. Soojung manggil myungsoo payung wkwkwk😀
    seneng banget nemu ff myungstal yang chapter sekarang susah banget nyari ff myungstal meskipun shippernya makin banyak tapi ffnya engga

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s