The Darkness of Self

piZap_1427881187894

Story by : @fennyhalimfh [F’LStal]

Title : The Darkness of Self [Part 1]

Main cast : – Krystal aka Jung Soojung | F(x)

– L aka Kim Myungsoo | Infinite

– Minho aka Choi Minho | SHINee

– Jessica aka Jung Sooyeon | Actress

Other cast : find it by yourself

Genre : Fantasy, Mistery, Romance, Little Sad, Action

Length : Chaptered

Rating : T

Disclaimer : Story is mine. All casts are not mine. Do NOT PLAGIARIZE! Do NOT COPY/PASTE! Do NOT BASH! Do NOT BE A  SILENT READERS!

Summary : ” Tentunya kita berbeda. Tapi bukankah cinta tak memandang perbedaan tersebut? Rasa itu hadir dan tumbuh sendiri dalam hatiku. Siapapun dirimu, aku tidak bisa berbohong lagi bahwa aku tidak mencintaimu. Karena pada kenyataannya aku jatuh cinta padamu. ”

-ooOoo-

*Krystal’s POV*

Aku melangkah menelusuri semua kuburan. Hanya untuk mencari seorang Jessica Jung_kakakku, dan satu – satunya keluarga yang ku miliki. Tentu semua orang akan berpikir bahwa saudari yang kucari itu telah meninggal_atau_mungkin_lebih_tepat_musnah tapi itu salah. Kakakku itu memang suka tinggal ditempat ini yang menurutku sangat tidak layak untuk ditempati. Tetapi bagi kami para penyihir_sebut saja klan kami Wezcrux, kuburan adalah tempat terbaik untuk kami tempati. Why? Tentu saja karena itu akan memudahkan penyihir untuk melakukan berbagai ritual. Lagipula dikota Seoul ini tak ada batas wilayah untuk para penyihir. Maka dari itu aku tidak pernah tinggal secara menetap, aku lebih menyukai untuk berpindah – pindah tempat karena aku adalah penyihir yang menyukai kebebasan bukan sesuatu yang terikat.

” Sister! Where are you? ” Seruku, mulai melangkahkan kakiku dengan cepat saat aku mencium bau parfum stroberry milk milik kakakku itu.

” Kau mencariku, Kryssie? ” Bisikan lembut itu hampir membuat bulu badanku bergidik ngeri.

Aku berbalik_menatap tajam kakakku_Jessica. ” Kalau saja kau bukan keluargaku, aku mungkin saja sudah membunuhmu dengan dua kata saja, ”

Jessica mengangkat bahunya ringan. ” What ever, love. ” Wanita itu tersenyum padaku_bukan senyuman yang indah tapi mengerikan!

” Apa yang kau butuhkan, love? ” Lanjut Jessica, dengan wajah serius. Aku tersenyum kecil saat mendengar pertanyaan kakakku itu. Bagaimanapun ia tahu bahwa aku tidak suka basa – basi dan tentunya aku datang mencarinya karena aku membutuhkan dia_atau lebih tepatnya aku menginginkan sesuatu darinya.

” Buku sihirmu, aku menginginkannya. ” Ucapku, to the point.

” For what? ”

Aku menarik nafasku panjang lalu menghembuskannya kasar. ” Tentunya untuk aku pelajari, bodoh. ”

Jessica menatapku keheranan. ” Katakan kalau aku salah menebak bahwa buku sihirmu hilang. ”

Aku memutar bola mataku malas. ” Berikan saja buku sihirmu, sister. ” Ujarku, tak suka dengan perkataan wanita yang sedang menatapku dengan pandangan menuduh itu.

” Jawab pertanyaanku dulu, Krystal Jung! ” Pekik Jessica, marah.

” Itu pernyataan bukan pertanyaan bodoh! ” Umpatku, kesal dengan tatapannya padaku.

Jessica menarik nafasnya panjang. Sepertinya ia sedang menahan kekuatannya agar tidak lepas dari kendalinya.

” Kau bisa menghajarku, menahanku, mengurungku atau apapun itu yang asalkan berikan buku sihirmu untukku! ” Seruku, tak tahan.

” Ada masalah di kota? ” Aku bingung, kenapa wanita yang dihormati semua penyihir dinegeri ini begitu bodoh untuk menyadari suatu hal yang sudah terjadi.

Aku mengangguk pelan. Enggan untuk berbicara lebih lanjut.

” Jangan bilang kalau kau ingin menambah masalah di sana. ” Selidik Jessica, sembari menatapku tajam.

Satu hal yang aku syukuri sebagai seorang penyihir, karena kami tak mampu untuk membaca pikiran orang lain. Namun dapat merasakan apa yang sedang dirasakan orang lain baik manusia maupun non human. Dan tentu saja aku sangat alih dalam menyembunyikan perasaanku agar tak dirasakan oleh seorang Jessica Jumg

” Aku tahu bahwa kau telah menyembunyikan perasaanmu. Bukan begitu, my sister? ” Lihat! Kakakku adalah orang terbaik dalam mengenalku. Dia sangat tahu sifat licikku itu. Menipu adalah salah satu keahlianku yang mungkin diturunkan dari Ayahku_yang merupakan seorang penjahat ulung yang dikenal disegala penjuru negeri ini, tapi mereka tidak tahu bahwa seorang William Jung memiliki dua orang puteri yang sama liciknya.

” Jangan bertarung lagi, Kryssie. ” Ucap Jessica, mulai melembut.

” I’m sorry Sica. ” Sepertinya kali ini aku tidak bisa mendengarkan perkataan kakakku itu_walaupun sebenarnya aku memang tidak pernah mendengar satu perkataannya pun.

” Jadilah anak yang baik. Tentunya kau ingin membunuh orang yang telah membunuh Ayah, bukan? ” Kali ini perkataan Jessica mampu mengoyak hatiku. Aku merasakan sesak itu lagi, tepat di dada kiriku, aku merasa seperti ditusuk seribu jarum.

” Can you stop talking about that? ”

Jessica menggeleng_lalu menatapku dengan teduh. ” Ayah tak ingin anaknya terluka, begitupun dengan Ibu. ” Well, aku tak suka kalimat terakhir kakakku, dimana harus ada nama orang yang paling kubenci didunia ini.

” ‘Begitupun dengan Ibu’ ? Apa aku tidak salah mendengarnya, my sister? ” Tanyaku, sarkatis.

” Of course, love. Ibu mencintai kita lebih dari apapun. Hanya saja kau yang tak pernah mau mengakuinya. Sudah ku katakan berulang kali, jangan pernah percaya dengan apa yang dikatakan Ayah dulu tentang Ibu kita. Karena jika Ibu membenci kita untuk apa dia melahirkanku dan juga melahirkanmu? Dan mengapa Ayah sangat menyayangimu jika Ibu benar – benar meninggalkannya dulu? It’s so weird, love. ” Jelas Jessica, panjang lebar tapi aku tak ingin menanggapinya.

Memang benar, jika wanita itu dulu meninggalkan Ayahku, mengapa Ayahku tak membencinya? Aku tak ingin mengakuinya, tetapi wajahku memang sangat mirip seperti wanita itu. Mungkin yang dikatakan Jessica benar, tapi pikiranku menolak untuk mempercayainya. Terkadang hati dan pikiran memang sulit untuk berkrompromi.

” Bagaimana dengan misi mu, Kryssie? Apa kau sudah menemukan orang itu? ” Aku tersadar dari lamunanku saat mendengar suara lembut Jessica. Aku menatapnya tanpa menjawab pertanyaan wanita itu.

Jessica mengangguk paham. ” It’s okay, love. Suatu saat nanti kita pasti bisa menemukan orang itu, ”

” Sica, bisakah aku kembali ke Seoul malam ini? Aku yakin ‘Tuanku’ pasti akan sangat murka jika aku tidak ada esok pagi. ” Kataku, membayangkan bagaimana wajah lelaki tampan itu saat murka terhadapku. Aku terkekeh pelan saat mengingatnya. Setidaknya wajah dingin namun tenangnya itu membuatku merasa nyaman.

” Nugu? ” Tanya Jessica, penuh selidik.

Aku memutar bola mataku malas. ” Namanya Choi Minho. Seorang Penyihir kuno dari klan Retlythrin. ” Well, kali ini aku berani bertaruh dengan semua mantra yang ku hafal, bahwa Jessica pasti melongo saat mendengar perkataanku ini. Dan benar saja, kakakku ini memang tak henti – hentinya takjub dengan apa yang baru saja kukatakan.

” Sica? Can you hear me? ” Aku melambai – lambaikan tanganku didepan wajahnya. Sedetik kemudian wanita itu_Jessica menatapku dengan mata berbinar.

” It’s enough, Sica. ” Ingatku pada Jessica agar wanita itu tak berpikiran yang bukan – bukan.

” Why?? Aku hanya ingin bertemu dengannya, Kryssie. ” Rajut Jessica, dengan wajah imutnya itu_yang_menurutku_lebih_baik_melihat_wajah_seorang_malaikat.

” Bolehkan aku ikut bersamamu? Aku janji tidak akan pernah menyusahkanmu, ” Janji Jessica. Jujur saja, janji yang diucapkan wanita ini sangat berbahaya. Karena ia tak akan pernah melanggar janjinya sendiri. Tapi bukan itu yang kupermasalahkan. Masalahnya adalah ada sesuatu didalam diri Jessica yang bisa membuat wanita ini dalam bahaya kapanpun dan dimanapun dia berada. Seoul? Bukannya aku ingin bilang bahwa Seoul adalah kota yang berbahaya, tapi pada kenyataannya walaupun kota itu adalah kota yang bisa dibilang paling aman, tetap saja masih ada pembunuhan yang terjadi. Baik Penyihir, Vampir, Werewolf, maupun manusia dan non human lainnya tak pernah bisa hidup bersama. Bagaimanapun para penyihir sangat membenci para Vampir, dan Vampir sangat membenci Werewolf, dan bla bla bla. Aku malas membicarakannya karena itu sangatlah rumit. Intinya, beberapa kaum itu saling membenci.

Tanpa ku sadari, Jessica telah memantrai ku agar aku terdiam ditempatku berdiri saat ini. Tentu saja aku memandanginya dengan pandangan tak suka atas perbuatannya itu.

” Sorry, little sister. Tapi aku harus pergi. ”

” Hanya karena kau ingin melihat lelaki itu kau berani menempatkan dirimu sendiri dalam bahaya?! Apa kau gila, Jessica Jung?! ” Pekikku, penuh amarah.

Wanita itu mengangkat bahunya ringan. ” Aku bisa menjaga diri, little sister. Kau tak perlu khawatir. ” Tentu saja aku tidak khawatir dengan keselamatanmu, karena bagaimanapun juga jangan pernah meremehkan kemampuan para Penyihir, walaupun mereka tidak secepat para Vampir, ataupun sekuat para Werewolf dalam bertarung, tapi percayalah bahwa perkataan para Penyihir itu sangat mematikan. Dan tentunya aku bukan khawatir pada Jessica, tapi lebih kepada diriku sendiri_mungkin karena aku masih belum seutuhnya menjadi seorang Penyihir.

” Ada ketakutan dalam dirimu, little sister. ”

Aku menatap Jessica malas. Aku pun mengucapkan suatu mantra untuk melepaskan mantra yang dibuat oleh Jessica.

” Dari dulu sudah ku bilang untuk melepaskan segel itu, tapi kau tak pernah mau. Aku heran padamu, ” Ucap Jessica.

Aku menatapnya tajam. ” Aku tak ingin menjadi setengah Hybrid. Menurutku mereka sangat menjijikkan. ”

Jessica tertawa terbahak – bahak mendengar perkataanku. Aku menatapnya heran.

” Walaupun kau jijik, pada kenyataannya saat kau lahir kau adalah setengah hybrid, little sister. ” What the hell?! Bagaimana aku tidak pernah sadar bahwa aku memang termaksud dalam makhluk menjijikkan itu?! Bagaimana aku bisa lupa bahwa Ayahku adalah seorang Vampir?!

Aku mengacak rambutku frustasi. Jessica hanya memandangku sembari tertawa terbahak – bahak.

” Lepaskan segel itu, mau tidak mau kau harus melakukannya. ” Aku menatap Jessica, meminta penjelasan dari perkataannya tersebut.

Kau akan mengetahui yang sebenarnya, love. ” Aku mengerutkan keningku. Semakin bingung dengan arah pembicaraan Jessica.

Jessica berjalan mendekatiku_mendekapku dengan erat. ” Kau juga akan bertambah kuat tentunya, ” Bisik Jessica, tepat ditelingaku. Aku bergidik ngeri saat mendengar suaranya itu. Lembut namun mematikan.

” Menurutku itu hanya akan membahayakan hidupku. Dan tentunya aku tidak akan bebas berkeliaran lagi. ” Pikirku.

” Of course, love. ” Terkadang aku merasa kakakku ini sangat jenius namun disuatu titik aku merasa hahwa dia adalah orang yang paling bodoh di dunia ini.

” Kau tahu, Sica? Aku bukan psikopat sepertimu. Setidaknya aku masih normal. ” Ucapku, penuh penekanan.

Jessica mengangkat bahunya ringan. ” What ever, love. ”

Satu hal yang aku syukuri bahwa aku tidak tinggal bersama kakakku, jika kami tinggal bersama selama ini, aku mungkin sudah mati jika saja aku bisa mati dengan mudah.

*Krystal’s POV End*

-ooOoo-

*Author’s POV*

Kim Myungsoo mengacak rambutnya frustasi. Sudah berabad – abad lelaki itu menjalankan suatu misi, namun ia tak pernah berhasil.

” Ada masalah, anakku? ” Kini seorang lelaki paruh baya datang menghampiri Myungsoo dan duduk disebelah lelaki itu.

” Maafkan aku, Ayah. Aku belum bisa mendapatkan mereka sampai saat ini, ” Rahang lelaki tampan itu mengeras.

” Aku mengenal baik pribadimu, nak. Jangan terlalu dipikirkan. ” Ujar lelaki paruh baya itu_Kim Sooman (jgn ke igt sma Lee Sooman yah kkk~) dengan suara beratnya yang khas.

” Beberapa kali aku sudah menemukan jejak mereka, namun tiba – tiba saja mereka menghilang lagi. ” Kali ini lelaki tampan itu mengepalkan tangannya kuat. Kesabarannya benar – benar sudah dipuncak. Ia tak pernah merasa dipermainkan seperti ini. Jelas saja lelaki itu bukan lelaki yang suka bermain – main. Gagal satu misi saja bisa membuatnya frustasi selama beberapa bulan.

Kim Sooman tertawa kecil melihat wajah anaknya yang bisa dibilang_hampir_meledak itu.

” Aku bisa membaca pikiranmu. Aku tidak ingin kau terus – menerus memikirkan hal ini, ” Ucap Sooman. Myungsoo pun menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya berat.

” Aku akan memulai pencariannya lagi esok pagi. ” Tukas Myungsoo, sembari berjalan

ergi_menaiki anak tangga_menuju ke kamarnya yang berada dilantai 4.

” Welcome back, Krystal Jung! ” Seru Choi Minho, sangat gembira saat melihat gadis yang dinantinya sedari tadi akhirnya berada dengan keadaan baik – baik saja dihadapannya.

Gadis yang dipanggil itu_Krystal hanya tersenyum simpul dan berjalan mendekati Minho. ” Tuanku, anda terlihat terlalu bersemangat hari ini, ”

” Tentu saja! Tidak ada yang bisa membuatku bersemangat melebihi dirimu! ” Well, kali ini Krystal merasa bahwa itu adalah sebuah bentuk rayuan untuknya. Tapi entah mengapa, ia menyukainya.

” Ngomong – ngomong, siapa wanita itu? ” Minho melirik ke sebelah kiri Krystal, disana berdirilah Jessica dengan wajah polos.

” Dia kakakku. Namanya Jessica Jung. ” Jelas Krystal.

Jessica tersenyum manis menatap Minho. ” Kau sangat tampan. Siapa namamu? Aku suka lupa, ” Wanita itu memukul kepalanya sendiri.

” Stupid girl! ” Umpat Krystal, dalam hati.

Minho membalas senyuman Jessica lalu mengulurkan tangannya pada Jessica. ” Namaku Choi Minho. ” Jessica segera menyambut tangan besar Minho itu dengan sangat gembira.

Krystal yang melihat kejadian itu menatap Jessica dengan sedikit tidak percaya_lebih tepatnya memang tidak percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan itu. Bagaimana mungkin Jessica begitu sangat berani pada Tuan nya yang merupakan Raja kaum Relythrin? Oh well, tentu saja bukan hanya Krystal yang melongo menatap kejadian itu, tetapi beberapa pekerja Minho yang berada dalam ruangan itu pun menatap kejadian itu sama melongonya_bahkan ada yang lebih mengerikan.

” Apa yang kalian lihat? Kembalilah bekerja jika kalian tidak ingin melihat yang lebih dari ini, ”

” Beberapa kata yang keluar dari mulut Minho itu bukan seperti sebuah perintah tapi lebih kepada sebuah ancaman mungkin? ” Pikir Krystal dalam hatinya.

Minho yang seakan mengerti pikiran Krystal segera menggapai wajah Krystal dan menatap mata gadis itu_dalam.

” Itu memang sebuah ancaman. Tapi aku melakukan itu semua karena kau adiknya. Jadi jangan salah paham, oke? ” Selalu, perkataan Minho mampu mrmbuat perasaan Krystal nyaman.

” Aku pergi dulu. Ada masalah yang harus kuselesaikan dengan para Vampir. ” Timpal Minho, mulai serius.

Krystal dan Jessica saling berpandangan.

Hening.

Tak ada yang berbicara lagi diantara mereka bertiga.

Sepersekian detik kemudian, Minho mendaratkan sebuah kecupan dikening Krystal.

Gadis itu membelalak. Terkejut. Senang. Bingung. Speechless. Jantungnya berdegup dengan cepat.

” Aku titip dia padamu, Jessica. ” Ucap Minho, dan kemudian berlalu dari hadapan Krystal dan Jessica.

” He likes you, Kryssie. ” Gumam Jessica pelan, hampir tak terdengar oleh Krystal.

Krystal masih terdiam. Mencerna semua perkataan dan ciuman yang diberikan Minho padanya tadi.

” Aku merasakan perasaannya. Itu seperti perasaan yang menggelitik, seperti ada seribu kupu – kupu yang beterbangan dalam perutnya, ” Jelas wanita itu, panjang lebar.

” Dan kau juga merasakan hal yang sama, Kryssie. ” Timpal Jessica, seraya tersenyum bahagia kearah Krystal.

” Aku pikir kau juga menyukainya, Jessica Jung. ” Kali ini Krystal angkat suara. Jessica hanya tertawa menanggapi pernyataan adik semata wayangnya itu.

” Of course, little sister. Tapi rasa suka ku padanya bukan seperti rasa suka mu padanya. It’s different. Aku menyukainya karena aku yakin bahwa dia adalah lelaki yang tepat untukmu dan aku yakin dia bisa melindungimu dan juga membahagiakanmu. ” Krystal terkesiap. Walaupun kakaknya itu sangat menyebalkan, tapi harus ia akui bahwa kakaknya sangatlah menyayangi dirinya.

” Kau merasa terharu dengan perkataanku, eoh? ” Ledek Jessica dan langsung mendapat pandangan tak suka dari Krystal.

-ooOoo-

” My Lord, Para Penyihir sialan itu datang lagi. ” Bisik salah satu penjaga Istana Veedere, Istana milik Para Vampir dari Kaum Exozriz_atau yang dikenal dengan kaum Vampir darah murni pada pemimpin kaum mereka.

” Persilahkan mereka masuk. ” Ucap pemuda itu, santai.

Tak perlu hitungan menit, karena dengan cepat para Penyihir itu terbang kedalam ruangan aula istana itu.

” KIM. MYUNG. SOO. !!! ” Teriak Minho, menatap pemuda dihadapannya itu dengan penuh amarah.

Myungsoo memejamkan matanya, tersenyum kecil lalu kembali membuka matanya dan menatap Minho tajam dan dingin. Mata hijau cerahnya itu menatap Minho tanpa berkedip.

” Apa yang di inginkan para Penyihir ditempat para Vampir? ” Tanya Myungsoo, dingin.

” Tentu saja kau sudah tahu maksud kedatanganku! ” Pekik Minho, masih menahan amarahnya.

Myungsoo mengangkat bahunya ringan.

Kali ini batas kesabaran Minho benar – benar diuji. ” Anggota – anggotaku! Kau membunuhnya! ” Teriak Minho, sembari mengepalkan kedua tangannya kuat.

Myungsoo hanya menatap Minho lalu tertawa. ” Kau bilang apa? Apa sekarang kau sedang menuduhku sebagai seorang pembunuh? ”

Minho membalas Myungsoo dengan senyuman sinis. ” Bukankah para Vampir itu memang pembunuh? Dan kalian adalah orang yang tidak bisa dipercayai. ”

” Terserah apa katamu. Aku tidak suka berurusan dengan anak ingusan sepertimu. Dan ku tekankan sekali lagi, aku tidak membunuh anggota – anggotamu. Lagipula aku pasti yakin bahwa kau akan mengerti karena kami adalah Vampir darah murni. Mana mungkin kami membunuh mangsa kami dengan sembarangan? Tidak ada dalam hukum kami. Kami bukan Vampir campuran ataupun Vampir level E. Camkan itu baik – baik. ” Ucap Myungsoo, dingin.

” Lalu apa aku harus mempercayaimu? Anggotaku tidak mungkin berbohong. Kau harus tahu itu. ”

” Perkataanmu sedikit membuatku tersinggung. Kau seperti berusaha menuduh kaum ku. Dan aku tidak suka hal itu.

Selagi aku masih berbaik hati, pergilah dari hadapanku. ”

Myungsoo berdiri dan hendak menaiki anak tangga, namun suatu pergerakan membuatnya menghindar dengan cepat. Sedetik kemudian Myungsoo telah berdiri dengan tegap didepan pintu aula rumahnya itu dengan sedikit memutar lehernya. Terlihat Minho berada diatas anak tangga itu dengan amarah yang memenuhi dirinya.

” Ku akui kau sangat pemberani. Tapi bukan perang yang ku inginkan. Kau tahu? Kami kaum darah murni sangat mengutamakan kewibawaan dan juga harga diri. Jadi jangan membuatku melanggar hal – hal itu.

” Aku datang kesini khusus untuk menantangmu, Kim Myungsoo! ” Teriak Minho seraya menatap tajam Myungsoo.

Pemuda itu menyeringai. ” As your wish. ”

~TBC~

A/N : Annyeong Everyone! ^^ perkenalkan nama saya Fenny. 99 line. Autohr baru disini 😊 mian baru bisa post ff nya hari ini soalnya selama ini saya lagi UTS >.< Kalian bisa panggil saya Fee eonnie bagi yang lbih muda, dan bisa di pnggil Fee buat yg umurnya diatas saya ☺ ini ff pertama yang saya buat lagi stlah 2 bulan lebih tdk prnah mnulis ff -_-” okay, sya hrap ff ini bisa menghibur para MyungSOOjung shippers♡

Sekian dan terima kasih! Ditunggu komentar nya yaa❤

One response to “The Darkness of Self

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s