Lovely Kim (Oneshoot)

LOVELY KIM

29MEGUMI

Presented

Lovely Kim

 

Cast: Kim Myungsoo (Infinite), Jung Soojung (fx)  | Genre: Hurt/comfort | Duration: One shoot (±2580 word) | Rating : G

Summary :

“aku menyukaimu dengan caraku dan aku akan membahagiakanmu dengan caraku” Myungsoo menatap lekat mata cokelat Soojung sementara Soojung hanya diam melihat pandangan Myungsoo.

.

.

.

.

.

.

 

***

 

“Kau terlambat lagi Mr.Kim”

“benarkah? Ahhh ini semua karena Sungjong yang selalu merepotkanku”

“kau tidak perlu menyalahkan orang lain”

“baiklah, baiklah” Myungsoo menurunkan bahunya mengalah

“Myungsoo-ah” Soojung mencoba mengatakan apa yang selama ini ia pikirkan tentang hubungannya dengan Myungsoo yang sama sekali tak mengalami kemajuan, padahal ini sudah dua tahun Myungsoo dan Soojung menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

“hmm..” Myungsoo kini tengah sibuk menyesap coffelatte milik Soojung

“itu punyaku” kata Soojung cemberut

“hehe,, kau hanya ingin mengatakan itu, kau pesanlah lagi, punyamu untukku”

“tidak perlu”

“yasudah” Myungsoo masih tetap memusatkan perhatiannya pada secangkir coffelatte yang ia pegang

Soojung memandang Myungsoo miris, kenapa ia bisa menaruh hati pada makhluk dingin penghuni kutub utara seperti Myungsoo

“Myungsoo-ah” Soojung mencoba mengatakannya lagi

“hmmm”

Myungsoo masih tetap sibuk menyesap coffelate milik Soojung

“bisakah kau melihatku saat berbicara dengaku” Soojung menegur sikap Myungsoo yang tak memperhatikannya

Myungsoo menaikkan kepalanya dan tersenyum tanda mengerti.

“heuhh,, aku tidak yakin kau adalah pacarku”

Soojung menghela nafas, Myungsoo yang mendengar itu mengernyitkan dahinya tak mengerti.

“maksudmu?”

“sudah lupakan” sahut soojung kesal.

Melihat keanehan soojung, Myungsoo pun menarik tangan Soojung kedalam genggamannya, Myungsoo menatap Soojung dalam dan penuh kasih sayang.

“katakan padaku, apa ada yang salah?”

“tidak, hanya saja-“

kata-kata Soojung menggantung, Soojung sedikit bingung bagaimana mengatakannya, sementara Myungsoo masih menunggu dengan setia kata demi kata yang akan Soojung ucapkan.

“hanya saja kita berbeda dengan Woohyun dan Jiyeon”

Myungsoo tersenyum mendengarnya, ia mengerti apa maksud Soojung, tapi ia tetap diam membiarkan Soojung terus mengatakan hal yang ingin dia katakan.

Soojung menghela nafas berat melihat reaksi Myungsoo “haruskah aku mengatakan sedetailnya?” Soojung mengerucutkan bibirnya dan menundukkan kepala.

“aku menyukaimu Soojung-ah”

Soojung mengangkat kepalanya, memandangi Myungsoo yang tersenyum manis dan berhasil membuat pipinya memanas.

“aku sudah tahu soal itu” Soojung mencoba menormalkan sikapnya, ia tak ingin terlihat bodoh didepan Myungsoo

“hanya itu jawabannya” Myungsoo mengerutkan alisnya, ia melepas genggaman tangannya dengan Soojung

“lalu aku harus menjawab apa?” Soojung mulai memutar bola matanya karena gugup

“tidak kah kau menjawabnya dengan bentuk skinship mungkin, disini” Myungsoo menunjuk pipinya “atau disini” kini Myungsoo menunjuk bibirnya

“YA!? Kau mau ini!” Soojung mengepalkan tanganya didepan wajah Myungsoo

Myungsoo terkekeh melihat tingkah gadisnya itu

“hubungan ini, hanya antara aku dan kau, tidak perlu melihat hubungan orang lain, apa kau mau menjadi pasangan copy paste, tidak kreatif, aku menyukaimu dengan caraku dan aku akan membahagiakanmu dengan caraku” Myungsoo menatap lekat mata cokelat Soojung, Soojung hanya diam melihat pandangan Myungsoo

Soojung paling tak bisa tak jatuh cinta dengan Myungsoo, apalagi senjata itu, Soojung sangat menyukainya, Myungsoo selalu mengatakan hal-hal yang membuat Soojung tenang dan nyaman dan tentunya merasakan cinta.

“kenapa kau diam saja?”

Myungsoo masih terus memandangi Soojung dengan tatapan yang tak dapat diartikan, tatapan yang dapat membuat semua wanita jatuh hati padanya

“….”

Soojung tetap tak menjawab, ia merasa tubuhnya membeku, ia bahkan tak mampu berkata apa-apa, Myungsoo benar, seperti inilah Soojung dibuat bahagia olehnya, Soojung menyukai Myungsoo yang seperti ini.

“kalau kau masih diam saja, aku akan melakukannya!” Myungsoo sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Soojung, sontak itu membuat Soojung kaget.

“melakukan apa?”

“ini” Myungsoo lagi-lagi menunjuk bibirnya

“YA!!!!!!!!!”

***

Soojung memang menyukai Myungsoo apa adanya, tetapi perasaan menginginkan lebih selalu ada apalagi jika ia melihat kemesraan pasangan lain yang membuatnya iri.

“Soojung-ah”

suara itu memecah lamunan Soojung yang tengah duduk dikelas kosong

“apa?” ucap Soojung melemas mendapati pemiilik suara itu kini duduk dihadapannya.

“ada apa denganmu? Yayaya kau tahu, aku dan Woohyun akan berlibur ke jeju liburan semester ini, astagaaa aku tidak sabar” Soojung sontan membolakan matanya mendengar perkataan sahabatnya ini – Park Jiyeon

“Jeju? Berdua? Liburan?” Soojung seperti tak percaya, sekaligus iri lebih tepatnya, bahkan Myungsoo belum membicarakan apapun tentang liburan.

“kau kenapa? Bukankah hal biasa kalau sepasang kekasih berlibur bersama” Jiyeon menanggapi reaksi Soojung dengan santai

“begitukah?” Soojung bertanya polos

“kau ini!! Kau bahkan lebih dulu berpacaran dibanding aku, kenapa begitu saja tidak mengerti” Jiyeon mulai bingung dengan sikap sahabatnya

“aku mengerti” Soojung bersikap normal, sebenarnya ia iri dan sangat iri

“aku pun mengerti kalau kau bersikap begini, lagipula salah kau, berpacaran dengan makhluk yang sikapnya dingin ngalahin kutub utara itu”

“ya!! Jangan mengatai Tuan Kim ku, kau harus ingat, kau dan Woohyun bisa berpacaran karena kami”

Jiyeon terkekeh kecil mendengarnya “iya iya maaf”

***

Cafe ini favorit Myungsoo, Soojung dan Myungsoo selalu bertemu disini setiap pulang kuliah, karena fakultas yang berbeda mereka tak pernah pergi bersama kesini melainkan hanya janjian bertemu.

“huhhuhuhh apa aku terlambat lagi hari ini?” Myungsoo tampak mengatur nafas seperti orang habis maraton

“kau terlambat 15 menit Tuan Kim” Soojung sedikit menekan kata Tuan Kim – panggilan sayang Soojung untuk Myungsoo

“benarkah? Ahh setidaknya lebih cepat dari biasanya, ini semua karena aku membantu Woohyun menyiapkan hadiah untuk Jiyeon”

“hahh lagi-lagi menyalahkan orang lain” desah Soojung,

Myungsoo hanya mengangguk-ngangguk mengalah, kemudian terjadi keheningan beberapa saat diantara mereka.

“kau tidak berniat memesan?” tanya Soojung pada Myungsoo yang masih diam dan hanya memandangi taplak meja

“aku bosan disini, tidakkah kita pergi ketempat lain”

Soojung nampak tak percaya dengan apa yang baru saja Myungsoo katakan, itu yang dari dulu ia tunggu, ia pun bosan jika hanya bertemu disini setiap kali.

“kau bercanda?” Soojung memastikan ia tak salah dengar

“aku serius, cepat sebelum aku berubah fikiran” kata Myungsoo dan mulai berdiri, dengan senyum mengembang Soojung meng-iyakan.

Sepanjang perjalanan didalam mobil, Soojung masih tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, senyum mengembang terus terpancar diwajah Soojung, begitu manis dan cantik. Soojung terus berfikir kemana Myungsoo akan membawanya.

“sebentar lagi libur semester” Myungsoo memecah keheningan dimobil kala itu

“iya”

“kau mau kemana liburan nanti?”

Soojung sangat bahagia dengan pertanyaan Myungsoo barusan, ia terus berfikir apa Myungsoo akan mengajaknya liburan bersama?

“entah, aku belum ada rencana” masih dengan senyumnya yang khas, Soojung menjawab pertanyaan Myungsoo

“hmmm…” Myungsoo hanya membalasnya dengan berdehem mengerti

Sungguh itu bukan reaksi yang Soojung inginkan, seharusnya Myungsoo mengajaknya merencanakan kemana mereka akan menghabiskan liburan berdua, seperti tahun lalu. ya walaupun hanya ke namsan tower, tapi itu membuat Soojung sangat bahagia, bahkan tahun lalu menjadi natal terindah untuk Soojung

“aku…. akan ke Amerika” ujar Myungsoo tiba-tiba

Soojung mengerutkan keningnya tak mengerti

“maksudmu?”

“aku akan ke Amerika liburan ini, hyungku menikah, sebagai adik satu-satunya aku harus kesana” Myungsoo mengatakannya tanpa menatap Soojung, ia tetap fokus pada jalan.

“Amerika”

Soojung bergumam pelan mencoba meresapi apa yang baru saja dikatakan Myungsoo

***

Sudah hampir dua jam Soojung dan Myungsoo mengelilingi taman kota, hari ini mereka benar-benar melakukan hal yang berbeda, Myungsoo memperlakukan Soojung dengan amat romantis, dari mulai membeli ice cream, gula-gula, bermain seperti anak kecil semua tampak manis dan dipenuhi cinta. Tapi Soojung teringat kembali akan kata-kata Myungsoo yang akan ke Amerika.

“kenapa kau diam? Sepertinya hari ini kau banyak diam, kau tidak suka aku ajak kesini”

“tidak, aku suka”

“lalu kenapa kau banyak diam?”

Soojung diam dan menunduk, Myungsoo memegang kedua tangan Soojung, mensejajarkannya dihadapannya.

“kau akan ke Amerika?” Soojung bertanya dalam suara yang kecil

Myungsoo sedikit terkekeh mendengarnya “astaga, jadi dari tadi kau diam, hanya memikirkan itu, Soojung-ah aku kesana hanya dua minguu”

“tapi itu waktu liburan kita Myungsoo-ah, Natal kita, tahun baru kita” Soojung mulai memperkeras suaranya karena kesal Myungsoo terlalu meremehkan hal yang disebut kebersamaan.

Myungsoo terdiam, ia melepas tangannya yang mengenggam Soojung, ia memalingkan wajahnya dan kemudian teringat seseuatu. Woohyun dan Jiyeon yang akan pergi berlibur ke jeju bersama, ia yakin Soojung iri dan ingin melakukannya juga.

Myungsoo menghela nafas berat, ia sedikit kecewa dengan sikap Soojung yang kekanak-kanakan.

“lalu maksudmu? Aku harus tetap disini? Bersamamu? Dan tidak menghadiri pernikahan hyung-ku? Begitu?” Myungsoo bertanya dengan dingin

“bukan itu maksudku, tapi-“

“Soojung-ah”

Myungsoo memotong kata-kata Soojung

“kau dan aku bukan pasangan usia 17 tahun, kau sudah 21 tahun harusnya kau lebih bersikap dewasa, tidak selamanya mengikuti apa yang pasangan lain lakukan”

kini nada suara Myungsoo mulai tinggi, Soojung diam melihat Myungsoo, ia menyesal telah mengatakan yang tidak seharusnya ia katakan

“kalau kau terus kekanak-kanakan seperti ini, aku tidak yakin aku bisa bersamamu lagi !” sambung Myungsoo dan kini emosinya sudah tidak bisa tertahan.

“Myungsoo-ah”

Soojung kaget mendengarnya, ia tidak menduga kalimat itu bisa keluar dari mulut Myungsoo, ia tidak dapat menahan air matanya, ia menangis mendengarnya, ia sudah tak mampu berkata-kata lagi.

Myungsoo yang melihat itu memalingkan wajahnya, ia tak bisa melihat gadisnya itu menangis apalagi itu karena ucapannya, Myungsoo menarik tangan Soojung membawanya masuk kedalam mobil, Sepanjang perjalanan Soojung menangis dan terus menangis.

Myungsoo menyalakan radionya dimobilnya dengan volume penuh, itu semua agar ia tak mendengar tangisan Soojung, Myungsoo tak menoleh sedikitpun ke Soojung, ia hanya fokus menyetir, bahkan setelah sampai didepan rumah Soojung, Myungsoo tak mengatakan apapun.

***

Satu bulan berlalu setelah kejadian itu, semenjak itu Myungsoo seperti menghindari Soojung, ia tak pernah lagi menghubungi Soojung, bahkan bila bertemu dikampus pun Myungsoo bersikap seolah-olah tak mengenal Soojung,

Soojung yang diperlakukan seperti itu merasa serba salah dan bingung, ia tahu ia memang salah karena mengatakan yang seharusnya tak ia katakan, ia sadar ia terlalu egois. Tapi disatu sisi ia merasa Myungsoo lah yang salah. sebagai seorang wanita ia ingin diperlakukan romantis oleh kekasihnya, mendapat perhatian lebih dan waktu lebih dari kekasihnya, tapi semua itu jarang Myungsoo lakukan.

Ia tak masalah jika Myungsoo harus ke Amerika, tapi setidaknya Myungsoo mengajaknya, toh mereka sedang libur kuliah. atau hanya menawarkan pun tak apa. fikiran Soojung tentang Myungsoo membuatnya seperti mayat hidup, raganya ada tapi fikirannya melayang kemana-mana.

“ya! Kenapa kau diam saja, come on Soojung ini liburan, senyumlah, ceria”

Jiyeon membuyarkan lamunan Soojung, Jiyeon sebenarnya mengerti betul perasaan Soojung, bahkan ia terus mendesak Woohyun agar Myungsoo meminta maaf pada Soojung, tapi Woohyun seperti enggan mencampuri urusan Myungsoo dan Soojung.

Tiba-tiba Jiyeon mendapat pesan diponselnya, tak lain tak bukan Woohyun

“Jiyeon-ah, cepat bawa Soojung kerumah sakit Pyongyang sekarang, mungkin ini terakhir kalinya Soojung dapat bertemu dengan Myungsoo” – pesan Woohyun

Jiyeon terbelalak membacanya, tapi ia harus membawa Soojung segera, Jiyeon bangkit menarik tangan Soojung

“Soojung ikut aku”

Jiyeon menarik Soojung sekuat tenaga, ia tak peduli seberapa kuat Soojung brontak dan apapun yang dikatakan Soojung, satu hal yang ada diotaknya membawa Soojung secepat mungkin, ia tahu pasti ada suatu hal yang buruk, Woohyun yang selalu acuh tentang hubungan orang lain mendadak serius dan memperdulikan Myungsoo dan Soojung, ini aneh, ini tidak biasa Woohyun lakukan.

“kau kenapa Park Jiyeon? Ada apa? Kenapa kau mendadak seperti ini?” bertubi-tubi pertanyaan dilayangkan Soojung ke Jiyeon setelah masuk kedalam mobil.

“ini soal Myungsoo, sudah ikuti saja aku”

Jiyeon tak bergeming lagi setelah berbicara seperti itu, ia hanya fokus menyetir, sementara Soojung tak tenang, ia memperhatikan jalan sekitar.

“ini, ini bukannya jalan kerumah sakit? Ada apa dengan Myungsoo, bukankah seharusnya ia dibandara” Soojung merasakan ada yang menusuk jantungnya.

Soojung merasa sesak, fikiran buruk tentang Myungsoo berkeliaran bebas dikepalanya, ia kesal kenapa Jiyeon tak menjawab pertanyaan Soojung satu pun. Ia takut sangat takut, sesuatu yang menakutkan itu terjadi pada myungsoo. Sesuatu yang tak pernah Soojung pikirkan sebelumnya.

.

.

.

.

..

.

.

***

10 years Ago

 

 

Suasana cafe sore itu nampak lengang, wajar saja ini bukan weekend jadi tidak terlalu banyak pengunjung yang datang, Jung Soojung terus memandangi pintu masuk cafe dengan sesekali melihat jam yang melingkar indah dipergelangan tangannya.

Terkadang bahkan terdengar hentakan kaki dari hills yang Soojung kenakan, kenapa ia belum muncul juga? Kemana dia? Kebiasaan, selalu terlambat!, kali ini aku tidak akan memaafkannya, lihat saja nanti.

“Soojung-ah”

teriak seseorang dari ambang pintu dengan melambaikan tangan dan pundak yang naik turun mengatur nafas.

Soojung yang memasang wajah cemberut melihatnya, ia kesal, ini sudah 30 menit tepat Soojung menunggunya, bahkan sekalipun laki-laki yang sudah membuat Soojung jatuh cinta itu pun tak pernah meminta maad karena terlambat.

“apa aku terlambat lagi?”

Ujar laki-laki yang amat tampan dan nampak pas dengan setelan jas yang membuatnya semakin berwibawa,  ia langsung mengambil posisi duduk dihadapan Soojung

“tepatnya 30 menit” Soojung menekan kata perkata yang ia ucapkan

“benarkah? Ini semua karena desain yang harus kuselesaikan deadline hari ini”

“menyalahkan pekerjaan” desah Soojung

“baiklah baiklah” ia menurunkan bahunya mengalah

lihat, aku menemukannya kembali Tuan Kim

Aku janji kali ini aku tak akan berbuat seperti dulu

Aku akan menghargai setiap waktu yang kumiliki bersama orang yang ku sayang

Meski itu hanya sebentar dan tidak sering

Tapi aku bahagia, aku tidak akan menuntut lebih

Sepuluh tahun penyesalan itu selalu membayangi hidupku

Tapi kini aku akan menebus semuanya

Terimakasih atas segala hal darimu Tuan Kim, aku belajar banyak

CINTA tidak mengenal apa yang dilakukan, CINTA itu apaadanya

Dan semua orang yang di beri CINTA harus menghargainya dan menjaganya

Aku menyukainya dengan caraku, dia menyukaiku dengan caranya

Dan aku akan bahagia bersamanya dengan cara kami

Itu baru CINTA .

 

 

Soojung terus memandangi laki-laki dihadapannya dengan senyumnya yang indah, ia bersyukur karena tuhan masih memberinya kesempatan untuk memiliki seseorang yang ia cintai, setelah ia menyia-nyiakan orang yang paling berharga baginya dulu.

“kenapa kau melihatku seperti itu? Aku tahu aku tampan, tapi Jangan memandangku terus seperti itu” ujar laki-laki itu dengan gaya tengilnya yang khas, sangat tidak cocok dengan pakaian formal yang ia kenakan sekarang.

“Minho-ah” ujar Soojung dengan logat imutnya

“iya”

“kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?” ujar Soojung

“ahh benar, aku kan ingin mengajak mu menikah, astagaaa,,, kenapa aku lupa” celetuk laki-laki yang disebut Minho itu.

Soojung terkekeh

“kau mengajak wanita menikah seperti mengajak pergi ke mall, ya meskipun begitu, aku mau” ujar Soojung dengan senyum mengembangnya

“benarkah? Aku menyukaimu Soojung, aku mencintaimu, aku benar-benar menjagamu aku janji” kata Minho yang spontan mengenggam tangan Soojung dan menciumnya berkali-kali

Soojung tersenyum geli melihatnya.

Dia memang berbeda denganmu Tuan Kim

            Dia lebih konyol darimu

            Tapi kau dan dia sama sama suka terlambat

            Tapi aku menyukainya Tuan Kim ,dia  Choi Minho

 laki-laki dihadapanku

 

 

FIN

EPILOG

 

 

SOOJUNG, JUNG SOOJUNG

Aku menyukaimu, aku menyayangimu, aku mencintaimu

Aku minta maaf karena aku selalu terlambat jika janji bertemu denganmu

Alasan yang kuungkapkan pada mu itu bohong,

Maaf ya aku berbohong padamu,

Mungkin Woohyun akan menceritakan semuanya kenapa aku berbohong

Maaf karena aku tak bisa selamanya bersamamu

Maaf karena sikapku yang selalu dingin kepadamu

Maaf karena aku membuat mu menangis

Maaf karena aku harus meninggalkanmu

Kau mau memaafkanku kan?

Lihat aku sudah meminta maaf padamu, karena itu tersenyumlah *ini perintah*

Tidak apa kalau kau tidak mau tersenyum

Tapi kau harus berjanji padaku

Kalau kau akan tersenyum lagi dan memulainya lagi dengan yang lain

Carilah Tuan Kim Tuan Kim yang lain, tapi kau harus menyukainya apa adanya ingat itu

Yang jelas dan yang pasti satu aku menyukaimu Jung Soojung

Bahkan aku akan tetap menyukaimu sampai kanker ini mencabut nyawaku

Aku mencintaimu Soojung, aku akan membawa cinta ini sampai ke surga

Terimakasih telah membuat dunia ku indah karena kehadiranmu

 

Tuan Kim

 

“surat itu Myungsoo berikan padaku malam sebelum dia dilarikan kerumah sakit, maaf aku tidak pernah memberitahumu soal Myungsoo, itu permintaannya”

Woohyun menenangkan Soojung yang terus menangis didepan tempat peristirahatan terakhir Myungsoo.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

A/N : haloooo semua para readers.. myungsoojung stan hehe… inih aku hadir membawa fanficition Oneshoot yang jadi dalam sekejap haha,,, sebelumnya aku pernah buat cerita ini juga tapi dengan maincast yang berbeda itu Jungkook BTS  sama OC judulnya juga beda sihh …

Kali ini aku buat deh versi myungsoojungnya.. gimana gimana ???

Maaf ya kalo banyak typo bertebaran dan gak jelas hee.. terimakasih sudah membaca J

Untuk yang nunggu kelanjutan fanfict black city (Ngarep)  belum sempet dipos.. karena masih gantung hee.. aku gak dapet inspirasi cingu huhuuuu…

Ohya adakah yang punya ID line ? yuk tukeran hahahaaaa,…

14 responses to “Lovely Kim (Oneshoot)

  1. kakak aku comment dulu ya sblm baca,pastinya bagus kalau Ada myungstal😉 ahh iya kakak lanjutin yak ffnya myungstal🙂 sequel kek \ dibikin chapter juga boleh kak haha😀 keep writing kak ^^

    • heheee bolehhh.. gimana kamu udah baca ???
      haa sequel yaa.. kalau aku buat cerita lain ajah gimana ? heheee.. okey nanti yaaa..

      gomawoooo udah baca cingu🙂

      • Hehe udah lah bacanya🙂 hehe iya sequel, okelah tak apa kalau buat fantic lainnya pasti aku tunggu😀 ne chingu

  2. yaaaahhhh kenapa myungsoonya meninggal:(:( ceritanya kereeenn dan sediiihh😥
    ayo tor lanjut terus, buat ff myungstal yang banyak heheee #salammyungstalshipper

  3. aaaaaa suka:-D tapi kenapa myungsoo oppa harus meninggal? ahh gak asik kalau soo jung sama minho =,= ahh tukeran ID line yah nih ID line aku kartika.wulanssari

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s