Latch

Latch

Latch

by: eergiroro

[INFINITE’s] Kim Myungsoo — [F(x)’s] Jung Soojung

and his little brother

Genre[s]; Romance, AU!

Length: Ficlet || Rating: PG 13

.

I’m latching on you

.

Song by: Disclosure feat. Sam Smith
— Latch

  .

Soojung menatap deretan angka berwarna merah yang berada di atas pintu lift yang belum terbuka itu. Pandangannya lalu terjatuh ke buku baca yang baru saja ia beli. Soojung sangat suka datang ke toko buku, entah jarak toko yang jauh maupun yang dekat. Sudah satu bulan wanita itu tidak ke toko buku hanya untuk mempersiapkan test kelulusan. Menyebalkan.

Ting.

Soojung mendongakkan kepalanya saat pintu berwarna perak itu terbuka. Beberapa orang mulai berhambur untuk keluar dari tempat yang dapat dikatakan sempit itu. Soojung meremas ujung mantelnya saat mengetahui bahwa hanya tertinggal satu orang yang tersisa. Seorang lelaki dengan memakai pakaian gelap serta kamera DSLR canon yang bertengger di lehernya.

Soojung memasuki lift tersebut lalu menekan tombol lantai paling dasar, sementara tombol B1 sudah ada yang menekan, siapa lagi jika bukan lelaki itu? Soojung dan lelaki itu bersebelahan. Sunyi. Tidak ada suara dari kedua bibir manusia itu. Dan Soojung mengeluarkan suara—

“Eh?” Ketika telapak tangan lelaki itu bersentuhan dengan telapak tangan Soojung

Lift terbuka, membuat punggung lelaki itu menjauh. Lalu, kepala lelaki itu menoleh kearah Soojung yang tengah menatap balik kearahnya dengan lekat. Dan, ketika lift tertutup, Soojung baru menyadari bahwa orang asing tadi memberi sebuah kertas yang berisi dengan nomor telefon.

Siapa dia? Pertanyaan itu melekat dengan jelas di otak Soojung.

Mata Soojung mengerjap beberapa kali. Kali ini, wanita itu tengah menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih. Membayangkan wajah lelaki yang tidak ia kenali, dan berani memberikan kertas itu kepada Soojung. Jujur saja, bagi Soojung lelaki itu tergolong pria tampan dan -mungkin- mapan. Matanya yang kecil, rambutnya yang coklat. Tunggu—kenapa Soojung mendeskripsikan lelaki itu? Aneh sekali.

Handphone Soojung yang tergeletak di atas meja belajarnya, bergetar. Dengan segera, Soojung mengambil mengambil benda kubus tersebut. Wanita itu mengerutkan alisnya saat membaca nomor yang terpampang di layar handphonenya. Soojung mengakui bahwa ia tidak mengenali nomor itu. Memang horror, tetapi Soojung harus mengangkatnya. Dia ‘kan wanita pemberani.

“Halo?”

Tidak ada jawaban sama sekali

“Halo?” Ulang Soojung

Masih tidak ada suara, dan itu sudah membuat bulu kuduk Soojung berdiri

“Ha—,”

“Kau Soojung, ‘kan?” Suara lelaki yang agak berat menggema di telinga Soojung

Segera Soojung mematikan saluran telefon itu. Oke, ini membuat Soojung menjadi takut. Takut ia akan diculik seseorang. Atau, ia akan diguna-guna.

Tiba-tiba terlintas nomor telefon yang diberi lelaki di lift tadi. Soojung pun segera mencocokkan nomor yang dikertas dengan nomor yang baru saja menelfonnya. Dan, nomornya sama.

Bayangan-bayangan buruk sudah terlintas di benak Soojung. Soojung masih ingin kuliah, ingin berkeluarga, ingin mempunyai anak. Ingin yang belum tercapai cepat tercapai. Soojung membenamkan kepalanya di bantal. Semua akan pupus jika ia diteror seperti ini terus.

 Hari ini Soojung mempunyai schedule untuk kerja kelompok dirumah salah satu temannya. Yah, temannya mau berbaik hati meminjamkan rumahnya. Demi mendapat nilai bagus. Rayu Soojung saat itu agar tidak mengerjakan di rumahnya. Karena kakak perempuannya pasti akan menganggu mereka berdua

“Dirumah kamu ada siapa saja?” Tanya Soojung

Lelaki disebelahnya berfikir sejenak. “Orang tuaku hari ini sedang pergi keluar kota. Jadi hanya ada aku serta kakakku.”

“Lelaki atau wanita?”

“Eh? Lelaki kok. Ah, aku tau, kamu ingin mengincarnya, ‘kan?”

Soojung memekul pelan lengan lelaki itu. “Hentikan, Monsoo!” Bentak Soojung

Lelaki bernama Monsoo itu hanya tertawa, sembari mengusap lengannya. “Tapi, mungkin kakakku yang akan mengincarmu.” Ujar Monsoo

Soojung mengendikkan bahu. “Bertemu saja tidak pernah.”

Sementara Monsoo hanya membalas jawaban Soojung dengan senyuman yang mencurigakan. “Nah, sudah sampai!” Seru Monsoo bersemangat

Sesampainya di dalam rumah, Soojung hanya dapat duduk di sofa karena ia merasa canggung dikediaman orang lain, mencoba untuk sopan.

“Kau mau minum apa, Jung?”

Soojung menggeleng. “Tidak perlu, aku membawa sendiri.” Jawab Soojung

Monsoo mengangguk. “Tunggu sebentar yaa, aku akan memanggil kakakku.”

“Eh? Untuk apa? Tidak perlu!”

Saat Monsoo hendak memanggil nama kakaknya, seorang lelaki datang tanpa duga yang membuat Monsoo mengurungkan niatnya untuk berteriak.

“Kenalkan, ini kakakku!”

Soojung membelakkan matanya. Dan, lelaki itu pun juga membelakkan matanya. Sama-sama terkejut. Monsoo hanya tersenyum tiga jari. Setelah beberapa detik kemudian, Soojung berdiri lalu membungkukkan badannya.

“Salam kenal, nama saya Jung Soojung.”

Lelaki disebelah Monsoo ikut membungkukkan badan. “Salam kenal juga, nama saya Kim Myungsoo.”

Canggung. Umpat Monsoo dalam hatinya.

“Eum, begini, aku akan membelikan bahan-bahan untuk kerja kelompok. Jadi, kalian duduk tenang disini. Oke?”

Sebelum Soojung maupun Myungsoo memprotes Monsoo. Lelaki itu segera melarikan diri.

Dan, kejadian ini terulang. Aura kesunyian mendatangi ruangan itu. Soojung tidak tau bagaimana cara memulai pembicaraan. Sementara Myungsoo? Dia hanya sedang gengsi.

“Maafkan aku.”

Soojung menolehkan kepalanya kearah sumber suara. “Karena apa?”

“Karena menerormu.”

Myungsoo membenarkan posisi duduknya agar lebih dekat dengan Soojung. Badan mereka pun saling bersentuhan, membuat Soojung menjadi gugup. Tangan Myungsoo menggenggam hangat tangan Soojung. Seperti waktu itu. Soojung terdiam, lalu mempererat genggaman tangan mereka.

“Kenapa kau melakukan itu?”

Myungsoo terdiam sebentar. “Karena aku menyukaimu. Aku ingin bersamamu,”

Soojung terpaku oleh jawaban Myungsoo. Diluar dugaan Soojung. Saat Soojung menoleh,detik itu juga Myungsoo pun menoleh yang membuat tatapan mereka bertemu, lagi.

“—Dan, aku hanya ingin memilikimu.”

.

.

FIN


p.s: Hai semuaaa! Ini first post, first, FIRST!! Jadi, maaf yaa kalok tidak memuaskan-_-

Ergi, 02 line. Salam kenal😄 !

12 responses to “Latch

  1. Lah truss soojung jawab apa??😮
    uuuh..myung mah gitu, malu2 kucing😄 kyk.a si monsoo pengen banget comblang’n kakak nya sm soojung ^^ ada seriesnya dong

  2. hai ergi🙂 salam kenal jugaaa.. hihii

    aku suka katakata terakhir “—Dan, aku hanya ingin memilikimu.” .. ituhhh myungsoo bangettt wkwkk…

    kerenn. keep writing yaaaa🙂

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s