Cold at Night (OneShoot)

cold at night

29MEGUMI

Presented

Cold at Night

Oneshoot

 

 

Starring :

 

Kim MyungSoo (Infinite), Jung Soojung (Fx), Bae Suzy (Miss A),

 

Supported :

 

Choi Minho (Shinee), Nam Woohyun (Infinite)

 

Oneshoot | Romance, Sad, Angst, AU |  +16


Sound Recommended : Vixx – Cold at Night

 

 

Disclaimer : Cerita ini dibuat semata-mata hanya untuk menghibur, Alur ceritanya tidak begitu banyak sama dengan lagu Vixx – Clod at Night, makanya author gak menyebut fanfict ini SongFict. Karena ada beberapa cerita yang berbeda dari arti lagu itu sendiri, namun secara garis besar author banyak memakai ide cerita lagu itu.

Mohon maaf sebelumnya kalau cast disini banyak yang keluar dari karekter aslinya, terimakasih

RCL

 

 

 

 

Summary :

 

 

Aku tak pernah tau

Kalau waktu begitu menakutkan

Aku tak pernah tau

Kalau kata dapat membuat celaka

Aku bahkan tidak pernah tau

Kalau perasaan dapat membunuh

 

 

Malam ini, ketika kamu mengatakan sebuah kata yang tak pernah aku bayangkan

Aku hanya mampu terdiam

Kupikir ini adalah hari yang akan menjadi menyenangkan

Tapi waktu berkata sebaliknya

Ia tak memperbolehkanku senang malam ini

 

Malam ini aku rasa aku akan mati karena perasaan yang menyakitkan yang kurasakan

Aku merasa terkhianati oleh perkataanmu

Aku merasa terbodohi oleh perasaanmu

Aku merasa semakin benci jika mengingat itu

Kau tahu? Bahkan aku selalu menghapus kata “perpisahan” dalam setiap kebersamaan kita

 

Tapi kau, malam ini datang dengan membawa kata itu.

*** Cold at Night ***

Arggggghhhhhhh

Suara teriakan itu mengakhiri suara hati yang sedari tadi terus terpendam. Kim Myungsoo, pria bertubuh tegap dan mempesona itu nampak terlihat buruk dan mengenaskan malam ini.

Raganya terus berjalan menyusuri tepi jalan kota seoul tanpa tentu arah. Sudah lebih dari dua jam ia terus berjalan luntang lantung sejak ia memutuskan meninggalkan cafe favoritnya bersama kekasihnya.

Mungkin sekarang itu tidak dapat disebut tempat terfavorit lagi. Justru ia akan membacklist tempat itu dari list tempat favorite dan di kenalnya. Ia ingin menghapusnya, menghapus memori dua jam yang lalu. Dimana ia dihancurkan seperti sekarang oleh sebuah kata “perpisahan”

Keinginan kuat melupakan semuanya berbanding amat jauh dengan rasa sakit yang ia derita, rasa sakit itu lebih mendominasi tubuh dan pikirannya.

Melihat bagaimana ia berjalan tanpa jiwa benar-benar dapat menunjukkan semua kekacauan yang ia rasakan.

Berlebihan? Myungsoo tak peduli soal itu. Yang ia bayangkan dan pikirkan adalah ketika Suzy sudah tidak lagi disisinya. Suzy nya meninggalkannya dengan kata perpisahan malam ini.

Mata sipit namun tajam milik Myungsoo membidik pemandangan yang membuatnya semakin marah dan sakit.

Sepasang kekasih yang tengah asyik memandangi langit malam lewat jembatan layang, saling merangkul dan tertawa. Persis seperti dirinya beberapa bulan lalu saat masih bersama Suzy.

***

#flashback

“Yaaaa… Kenapa kita berhenti disini?? Bukankah mobil tidak boleh parkir diatas jembatan layang seperti ini”

Suzy terus mengomel pada Myungsoo yang tiba-tiba saja memberhentikan mobilnya diatas jembatan layang.

Tersenyum tipis, Myungsoo memandang Suzy penuh cinta

“diamlah dan turun, aku akan perlihatkan sesuatu yang menakjubkan”

Menaikkan alisnya sebelah, Suzy masih tak paham maksud Myungsoo apa. Namun belum sempat bertanya lebih lanjut, Myungsoo sudah membuka pintu mobil untuk Suzy, mau tak mau pun akhirnya gadis bertubuh ramping dan cantik itu menuruti kemauan sang kekasih.

Myungsoo dengan penuh semangat menggandeng erat tangan Suzy dan membawanya ke tepi penyangga jembatan. Saat sampai, laki laki itu menarik napas dalam lalu membuangnya perlahan.

Suzy hanya memandang Myungsoo penuh tanya dan sedikit tanpa minat. Ia heran, kenapa kekasihnya ini suka sekali bertindak aneh.

“Segar bukan udaranya .. aku merasa seperti baru saja mengisi paru-paruku dengan oksigen penuh”

ungkap Myungsoo masih dengan senyum nya yang khas

Suzy memicingkan mata heran

“Apanya yang segar.. Myungsoo-ahh.. ini sudah malam dan udara disini sangat dingin.. tidak baik, kita bisa masuk angin”

Suzy baru saja hendak kembali kedalam mobil, namun Myungsoo segera menarik lengan Suzy kembali kesampingnya seperti semula.

“Tidak sayang, disini sangat menyenangkan, kau harus merasakannya. Lagi pula kita hanya sebentar saja disini”

Suzy hanya diam ketika Myungsoo sudah berbicara selembut itu padanya. Ia pun menurut dan mencoba memandang hamparan kota seoul yang terlihat cukup jelas dari atas jembatan ini.

Lampu lampu yang nampak biasa dari dekat, terlihat sangat indah dan saling mengisi jika melihatnya dari ketinggian. Semuanya nampak indah bak sebuah panggung drama musikal yang memiliki dekorasi luar biasa.

Suzy baru menyadari ada sepasang lengan kekar melingkari pinggangnya, pundaknya pun mulai merasakan beban saat Myungsoo menyenderkan dagunya disana.

Bergelayut manja dengan Suzy adalah kegiatan favorit laki-laki itu.

“Kau bisa lihat bagaimana gedung gedung tegap itu begitu terlihat indah dimalam hari?” Bisik Myungsoo

“Bukan gedungnya yang indah, tapi lampu lampu itu yang membuatnya indah” ujar Suzy juga ikut berbisik menikmati ketenangan pelukan Myungsoo.

“Kau tahu apa artinya itu?”

“Apa?”

“Itu berarti mereka saling melengkapi, lampu itu juga tidak akan nampak indah jika ia tidak berada di gedung gedung itu”

Mengerutkan keningnya, Suzy menoleh pada Myungsoo. Kini jarak mereka hanya beberapa senti

“Aku tidak mengerti” ujar Suzy

Myungsoo tersenyum. Suzy sampai tidak berkedip melihat bagaimana senyum Myungsoo yang terlihat begitu meneduhkan.

“Itu artinya mereka saling membutuhkan satu sama lain, saling melengkapi, dan selalu saja bersama.. aku selalu berharap. Kita bisa sepeti itu, aku mencintaimu Suzy-ah”

Suzy semakin merasa tubuhnya seperti melayang ke surga mendengar kata demi kata yang keluar dari bibir Myungsoo.

“Kau baru saja menggombaliku?” Ujar Suzy mencoba membuat jantungnya berhenti berdetak cepat

“Kau fikir aku bisa menggombal?”

Suzy memajukan bibirnya nampak seperti berpikir.. beberapa detik kemudian ia tersenyum manis

“Tidak, Woohyun jauh lebih hebat soal menggombal”

Mendengar itu Myungsoo tertawa, dengan gemas ia merengkuh kepala Suzy dan mencium kening kekasihnya itu penuh dengan perasaan cinta. Ia mencoba menyalurkan setiap rasa sayang dan cinta yang ia miliki sekarang. Ia ingin Suzy tahu betapa lebih besar cintanya dibanding gombalan-gombalan Woohyun temannya.

#flashback off

***

“Yaaa kalian tidak tahu berhenti ditengah jembatan layang itu dilarang ?????” Teriak Myungsoo amat menyeramkan pada sepasang kekasih itu.

Pasangan itu hendak melajukan protes, namun melihat bagaimana kacau dan mengenaskannya keadaan Myungsoo mereka mengurungkan niat dan memilih menuruti Myungsoo.

Ketika sepasang kekasih itu pergi, Myungsoo memandang sendu kehamparan kota seoul dari atas jembatan ini.

Sebulir air mata jatuh bertepatan dengan hembusan angin. Selanjutnya tangisannya semakin kencang. Tak perduli dengan tatapan aneh orang-orang yang lewat, Myungsoo menumpah ruahkan semua perasaan sakitnya.

“Suzy-aaaaaaaaaahhhhh”

Erangnya frustasi.

Air mata yang tak pernah ia keluarkan selama lebih dari 10 tahun kini tumpah dengan mudahnya.

Kilasan kilasan balik Kenangan nya dengan Suzy membuat hatinya semakin sakit. Kenangan adalah hal yang sulit untuk dilupakan untuk manusia dimanapun. Termasuk Myungsoo.

Ia tak jauh berbeda dengan gelandangan sekarang, images dingin dan wibawa CEO nya sudah nampak tak terlihat lagi.

Kini, disini,

Hanya ada Myungsoo yang penuh dengan luka di hatinya.

***

 

 

 

#flashback

“Sajangnimm”

Sekertaris Myungsoo baru saja memasuki ruangan Myungsoo. Ruangan terbesar berlebel CEO dalam perusahaan advertising terbesar dikorea, Kim Advs.

Myungsoo yang sebelumnya tengah asik memandangi cincin yang baru dibelinya untuk Suzy terpaksa mengalihkan pandangannya.

“Wae?” Tanya Myungsoo dingin

“Aniyaa,, ehmm sebenarnya aku.. aku…” sekertaris yang baru bekerja kurang lebih satu bulan itu nampak ketakutan.

“Cepat katakan, aku tidak punya banyak waktu”

Dengan segenap dorongan, sang sekertaris itu pun berjalan lebih mendekat.

“Sajangnim, sebenarnya saya baru saja bertemu dengan Suzy-ssi di mall”

Mendengar nama Suzy, Myungsoo cepat sekali bereaksi, wajahnya meneduh.

“Lalu?”

“Tapi dia tidak sendiri”

Tertawa renyah Myungsoo memandang sekertarisnya yang sebenarnya adalah hobae nya semasa kuliah

“Sudahlah Soojung-ssii.. aku tidak mempekerjakan mu untuk membuntuti kekasihku, kau hanya bertugas seperti sekertaris pada umumnya,walau sebenarnya kita sudah saling mengenal sejak sekolah”

Soojung nampak gusar, dengan cepat ia menyergah perkataan yang akan keluar kembali dari mulut Myungsoo

“Bukan begitu sunbae”

Soojung mengatupkan mulutnya saat ia kelepasan memanggil Myungsoo dengan kata sunbae bukan sajangnim seperi karyawan pada umumnya.

Namun Myungsoo tak mempermasalahkan itu, dia tetap diam dan menunggu Soojung melanjutkan kata katanya.

“Aku, aku melihat Suzy bersama Minho oppa di butik baju pengantin”

Myungsoo mendelik tidak suka dengan ucapan Soojung barusan.

“Apa maksudmu?”

“Aku tidka bermaksud apapun sunbae sungguh, aku hanya ingin kau berhati-hati.. aku, aku takut Suzy akan berpaling pada Minho oppa, aku sangat tahu bagaimana Minho oppa sangat menaruh dendam padamu, aku takut dia mencoba membalas dendamnya”  Soojung semakin bergetar, ia takut Myungsoo akan marah padanya.

Myungsoo mengingat itu.

Minho adalah sahabatnya yang terkenal player dulu saat sekolah. Myungsoo pernah mempermalukan Minho habis-habisan saat Minho hendak memutuskan Soojung didepan umum.

Ya, Soojung adalah salah satu mantan Minho, kala itu Soojung amat sangat menyukai Minho, gadis itu rela melakukan apapun demi Minho, namun sebenarnya Minho hanya mempermainkannya sama seperti yang lainnya.

Saat Minho memutuskannya didepan umum, Soojung sampai berlutut dan menangis dihadapan Minho, melihat gadis polos sepeti Soojung diperlakukan seperti itu, Myungsoo pun geram, laki laki itu berdiri membela Soojung.

Ia mengatakan kalau Soojung tidak benar benar mencintai Minho. ia merangkai cerita bahwa Soojung dan dirinya hanya mengetes kemampuan Minho, dan soal tangisan itu Soojung juga hanya berpura pura.

Pria itu pun juga dengan spontan mengatakan kalau ia menyukai Soojung saat itu dan mencium bibir Soojung.. semua orang kala itu nampak terkejut terlebih Minho, bahkan ia tak pernah sekalipun mencium Soojung karena gadis itu menolak. Tapi sahabatnya justru dengan mudah melakukan itu dan menpermalukannya.

Sejak saat itu hubungan mereka tak seakrab dulu lagi, tanpa semua orang sadari Minho cemburu saat Myungsoo dan Soojung berciuman. Dan ia berniat akan membalas itu semua

Myungsoo menepis segala pikiran buruk dikepalanya, tidak tidak mungkin Suzynya akan berpaling darinya itu tidak mungkin. Ia percaya pada kekasihnya.

“Kemas barang barangmu, mulai sekarang kau ku pecat”

tukas Myungsoo dingin dan mengambil langkah cepat keluar ruangan meninggalkan Soojung yang termenung.

Ia baru saja dipecat

#flashback off

***

Hembusan angin malam yang begitu menusuk tak sedikitpun menghentikan pergerakan Myungsoo.

Ia terus berjalan tak menentu arah, ia tak tau kapan ia akan kelelahan dan akan terjatuh di jalanan seperti ini. Yang ia tahu, ia hanya ingin melarikan diri.

Malam ini sangat dingin, Myungsoo merasakan itu bahkan sampai ke ulu hatinya, perpisahan. Ohh siapa yang tidak merasa sakit akan kata itu.

Ketika kesadarannya sudah jauh lebih baik setelah meraung menangis diatas jembatan tadi, sebersit perasaan bersalah kepada Soojung menggerayangi pikirannya.

Laki laki itu pun menghentikan langkahnya, kemudian ia berbelok arah. Kini kakinya memiliki tujuan.

#flashback

 

 

“Opppaaa”

suara Suzy membuat Myungsoo menoleh.

Ini sudah hampir setengah jam Myungsoo menunggu Suzy di cafe ini. Tempat dimana ia merencanakan untuk melamar Suzy.

“Kau datang” ujar Myungsoo berdiri dan meraih kursi terdekat untuk Suzy duduki

“Gomawo, apa oppa menunggu lama?” Tanya Suzy

“Seberapa lama pun itu tidak masalah”

Ya begitulah Myungsoo, ia tak pernah sekalipun marah pada Suzy. Rasa cintanya jauh lebih besar ketimbang emosi yang dirasakan.

Suzy menghela napas “kau selalu begitu”

Myungsoo tersenyum hangat

“Kau tidak ingin memesan?”

Suzy duduk dalam keadaan gelisah, pikirannya semraut. Ia tidak tahu harus bicara apa pada Myungsoo. Jemari tangannya terus saling meremas. Ohh bahkan ia tahu Myungsoo terlalu baik untuknya.

Myungsoo yang sudah sangat hapal dengana sikap dan tingkah Suzy pun bisa menyadari keganjalan ini.

“Kau ingin mengatakan sesuatu?” Tanya Myungsoo

“Ne?” Suzy meneguk air liurnya kuat kuat.

“Opp..aaa”

Myungsoo dengan setia diam memandang Suzy menunggu Suzy melanjutkan kalimatnya

“Kurasa sebaiknya hubungan kita cukup sampai disini” ujar Suzy kemudian yang cukup membuat Myungsoo membeku tak percaya. Hei apa kau bercanda? Sungguh bercanda mu tidak lucu park Suzy. Ungkap Myungsoo dalam hati

“Kau pasti kelelahan, bicaramu aneh. Aku akan pesankan teh hangat untukmu, malam ini terlalu dingin”

Myungsoo mencoba menyangkal pembicaraan yang tak mengenakkan ini.

“Anniyeo oppaa.. aku serius , aku.. aku tidak bisa bersamamu lagi”

Tepat saat itu juga Myungsoo melemas

“Wae?” Lirih Myungsoo

“Aku menyukaimu, tapi kau terlalu sempurna untukku. Untuk itu sebaiknya kita sudahi saja semuanya”

“Alasan konyol”

“Oppa mianhe”

Myungsoo memandang getir meja cafe saat itu. Apakah ini yang dimaksud Soojung tadi siang?

“Minho? Karena dia?”

Pertanyaan Myungsoo membuat bulu kuduk Suzy merinding. Bagaimana Myungsoo mengetahui nya, bahkan ia sudah sangat menutup rapat rahasia ini. Bukan ia ingin bermain lebih jauh dengan Minho, tapi sebuah alasan yang sangat ia kutuk ia tetap harus bersama Minho. Karena tidak mungkin ia membiarkan Myungsoo yang sangat ia cintai menanggung semua perbuatannya dengan Minho.

“Ne” Suzy pun akhirnya membenarkan.

Myungsoo terdiam. Ia mencoba menahan emosi yang membuncah pada Minho, ia akan membunuh pria itu sehabis ini kalau bisa.

“Kau harus mengerti oppa, dan.. aku dan Minho oppa akan menikah satu minggu lagi, undangan akan diantar kerumahmu”

Suzy tidal tahu setan apa yang merasukinya sehingga ia mampu mengucap kata itu dengan mudah. Padahal ia tahu setiap kata yang ia keluarkan itu begitu menyakitkan untuk Myungsoo.

“Aku tak pernah tau, kau seperti ini Suzy”

“Maafkan aku oppa”

Dengan satu gerakan Suzy langsung berdiri dan meninggalkan Myungsoo sendiri dalam diam dan penuh kehancuran.

Bagaimana bisa, bagaimana bisa kau melakukan ini padaku park Suzy?

Erangnya penuh tangis dalam hati.

Malam ini semakin dingin untuk Myungsoo yang sudah kehilangan jiwanya.

#flashback off

***

Myungsoo berdiri lemas menghadap sebuah rumah yang tidak terlalu besar, kakinya lemas semua. Tangannya terulur menekan tombol interkom. Tapi baru saja ia ingin menekannya suara seseorang menginterupsi lebih dulu

“Sunbae?”

Myungsoo menoleh, benar saja. Gadis yang membawa kantung belanjaan itu adalah pemilik rumah yang Myungsoo datangi. Ia pun menatap bingung ke arah Myungsoo.

Myungsoo tergopoh dan hampir saja terjatuh. Namun gadis sekaligus sekertaris yang baru saja dipecatnya itu dengan sigap menahan tubuh Myungsoo yang sebenarnya jauh lebih besar dibanding dirinya.

“Sunbae? Kau kenapa?”

Myungsoo menatap perih kepada Soojung.

Seolah olah tatapan itu mampu menceritakan bagaimana kepahitan dan kepedihan yang ia rasakan.

“Soojung-ahh” lirih Myungsoo. Namun tenaganya sudah habis. Sesaat setelah itu Myungsoo tak sadarkan diri dalam pelukan Soojung.

***

Soojung dengan telaten manaruh handuk kecil yang sudah ia basahkan dengan air dingin ke dahi Myungsoo yang masih tidur tak sadarkan diri.

Gadis itu mencoba menurunkan demam Myungsoo, ia sangat kaget saat ia memeriksa keadaan Myungsoo yang panas dan menggigil.

Tangan mungilnya menyusuri tiap lekuk wajah Myungsoo. Wajah laki laki yang ia sukai sejak dulu.

“Kau, apa begitu menyakitkan oppa?” Lirih Soojung .

Soojung tahu apa yang terjadi dengan Myungsoo, beberapa menit yang lalu ia menghubungi Woohyun salah satu sahabat Myungsoo. Woohyun membiarkan Myungsoo berada dirumahnya. Woohyun bilang Myungsoo mampu menyembuhkan perasaannya dengan sendiri. Yang tak Soojung habis pikir, Woohyun bilang Suzy hamil diluar nikah oleh Minho. Dan mereka akan segera menikah.

Soojung sangat menyesali semua kejadian ini, iya sangat amat sakit melihat Myungsoo hidup tanpa jiwa seperti malam ini.

Tangan gadis itu meraih tangan Myungsoo dan menggengamnya penuh kehangatan.

“Bisakah aku membuatmu kembali sepeti dulu jika kau sadar sunbae? Bisakah aku?”

Lirih Soojung.

Fin

A/N : hai hai haiiii… aku megumi kembali datang dengan fanfict gaje ini, gimana ?? mohon komentarnya yaa hehe mohon maaf bila ada typo bertebaran dan banyak yang ngejlimet. Author masih dalam proses belajar.

Ohya ff ini pernah ku publish sebelumnya dengan cast yang berbeda yaitu Leo Vixx.

So, jangan copas atau segala macamnya ya, ini ff murni hasil dari pemikiran author.

15 responses to “Cold at Night (OneShoot)

  1. Ahh bagus loh, kalau bisa dibuat sequel aja yah? Biarkan myungsoo oppa bersama krystal eonnie ending🙂 okee okee😀

  2. Wahh,, daebak!!!
    Cerita+kata”nya gk nahan…
    Serasa masuk dlm ceritanya pas baca ff ini. Sequelnya jgn lama” ya🙂

  3. Pingback: Blossom Tears (Chapter 1st) | myungsOOjung·

  4. Sequel please, kaget tiba-tiba ada kata FIN >_<
    Ceritanya bakal semakin menarik kalau cinta krystal terbalaskan. .
    Tapi kenapa marga suzy jadi park?

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s