Never Give Up

Never Give Up

 

Never Give Up

by: eergiroro

[INFINITE’s] Kim Myungsoo — [F(x)’s] Jung Soojung

and dsb.

Genre[s]; Romance, AU!. Hurt/Comfort

Length: Oneshot | Rating: PG 13

.

I never give up to pursue you.

.

Myungsoo tidak pernah tau sejak kapan dia menyukai seseorang. Sepertinya dia tidak seperti sahabatnya, Lee Sungyeol, yang berkali – kali mengganti pasangan. Entah itu di pesta sekolah, maupun pesta keluarganya. Myungsoo tidak seperti itu, bagi dia sendiri -maupun Sungyeol-, Myungsoo adalah tipe orang setia.

“Oi, Myung, lihat siapa yang berada di depan kelas.”

Myungsoo tidak menolehkan kepalanya, membiarkan Sungyeol berteriak tidak jelas kepadanya. Tidak diberi tau oleh Sungyeol pun, Myungsoo mengetahui siapa yang menunggunya di depan kelas. Seorang gadis yang akan menyatakan perasaannya kepada Myungsoo.

“Hei, setidaknya kau menjawab perasaan seorang gadis sesekali.”

Helaan nafas keluar dari mulut Myungsoo, “Lebih baik kau saja yang memberi tau kepadanya.” Jawab Myungsoo datar

Sungyeol menatap sahabatnya sejak kecil itu dengan bingung, “Kau bercanda iya, ‘kan?”

“Kau melihat guratan candaan di wajahku?”

“Baiklah! Kau menang!”

Sebelum Sungyeol bangkit berdiri, sepasang tangan menahan bahu Sungyeol yang mengakibatkan lelaki itu duduk kembali. Dan, ketika Sungyeol serta Myungsoo memutar kepalanya, mereka menemukan Sungjong dengan wajahnya yang berkeringat.

Myungsoo menautkan kedua alisnya, “Ada apa?”

“Itu .. Jiyeon .. Menunmpahkan jus ke .. Soojung!”

“APA?!” Teriak Myungsoo serta Sungyeol serentak

Dan, detik itu juga, Myungsoo segera menggerakkan kedua kakinya untuk berlari kearah kantin dengan cepat. Kali ini Myungsoo sama sekali tidak memakai akal sehatnya, lelaki itu pun hampir saja menabrak Kang seosangnim. Sesampainya di kantin, Myungsoo melihat beberapa anak bergerombol, Myungsoo pun harus berdesakan untuk melihatnya.

Keringat yang sudah membasahi seragamnya tidak menjadi sia – sia, karena Myungsoo menemukan Soojung yang sudah berbau jus jeruk. Dengan segera, Myungsoo menggendong tubuh Soojung yang membuat seluruh siswa maupun siswi yang berada disana tercengang, termasuk Jiyeon yang sedang mengumpat.

“Tidak seharusnya kau menolongku, Myung.”

Myungsoo selalu mengerti tentang Soojung. Termasuk ketika Soojung menangis seperti saat ini, Myungsoo sangat tau itu.

“Kenapa tidak?”

Butuh waktu satu menit untuk Soojung memikirkan jawaban tersebut, bukan karena Soojung tidak mempunyai jawaban tetapi takut menyakiti hati Myungsoo. Soojung sudah pernah melakukan hal tersebut dan membuat Myungsoo selalu membuang muka jika berhadapan dengan Soojung.

“Aku tidak tau.”

Myungsoo tidak menyahut kembali jawaban Soojung, lelaki itu lebih memilih untuk mencari sapu tangan di lemari ruang kesehatan dan beberapa air untuk membersihkan sisa – sisa jus yang menempel di seragam Soojung.

“Baguslah, setelah ini pulang saja. Aku akan menelfon taksi.”

Soojung menatap sapu tangan yang basah dan mengambilnya dengan pelan. Dan sepertinya, semburat berwarna merah mudah mewarnai pipi pucat Soojung

“Sebentar ya, aku akan keruangan guru.”

Soojung hanya diam, menatap punggung Myungsoo yang semangkin menjauh. Jika boleh disentuh, mungkin punggung itu terasa hangat untuk Soojung. Hanya untuk Soojung.

Dan, setelah membayangkan hal itu, Soojung seketika menjerit dan menutupi kepalanya dengan bantal.

“Oh, Ya Tuhan, apa yang kau pikirkan Soojung?” Ucapnya histeris

Tidak perlu waktu beberapa lama, Myungsoo akhirnya kembali ke ruangan kesehatan sembari membawa tas coklat Soojung.

“Punyamu, ‘kan?”

Soojung mengangguk lalu mengambil tas tersebut, dan ketika Soojung melihat mata Myungsoo, Soojung baru menyadari lelaki itu sangat baik kepadanya.

“Apa kau juga akan pulang?”

“Masih banyak pekerjaanku di sekolah. Ayo, taksinya menunggu.”

Ketika Myungsoo serta Soojung sudah berada di depan sekolah, ingin sekali Myungsoo membiarkan waktu seperti ini saja. Membiarkan mereka berdua bersama. Soojung berjalan membuka pintu berwarna putih itu. Dan, perempuan itu melambaikan tangan kanannya kearah Myungsoo.

“Terima kasih.”

Setelah taksi menghilang dari pemukiman sekolah, kedua sudut bibir Myungsoo tertarik keatas dan satu tangannya ikut melambai.

“Kenapa hari ini tidak masuk sekolah?”

Soojung yang sedang mengelus kucing persia kesayangannya terpaksa memberhentikan aktivitas itu. Sementara seorang gadis yang berada dihadapannya hanya menatap Soojung santai.

“Salahkan demam, atau tidak salahkan Jiyeon.”

Jiyoung menggelengkan kepala, “Sayang ya, padahal tadi Kim Myungsoo dari kelas sebelah mencarimu.”

Soojung segera mendongakkan kepalanya dan beberapa kali mengedipkan matanya, “Tidak biasa kamu berbohong.”

“Ini, jika tidak percaya.” Ujar Jiyoung sembari mengeluarkan satu buah pudding coklat kesenangan Soojung

“Siapa yang membelikannya?”

“Ada tulisannya.”

Saat membaca setiap tulisan mata Soojung sama sekali tidak berkedip. Dan sesudah membaca surat tersebut, sudut bibir Soojung terangkat.

“Sudah aku katakan, sepertinya kau harus berterima kasih terhadap Myungsoo.”

“Kenapa Myungsoo memberikannya ya?”

Jiyoung menatap sahabatnya itu lalu jari telunjuknya mencubit pipi Soojung, yang membuat Soojung harus menahan rasa sakit.

“Dia masih menyukaimu, Jung Soojung.”

Myungsoo sangat menyukai ketenangan, tapi disisi tertentu Myungsoo juga menyukai keramaian. Kali ini, Myungsoo berada di halaman belakang sekolah yang jarang dikunjungi murid – murid karena harus melewati perpustakaan. Sungyeol saja malas jika diajak oleh Myungsoo kemari.

“Itu berarti melewati perpustakaan ya? Malas ah.”

Myungsoo sama sekali tidak mengerti mengapa banyak yang tidak menyukai perpustakaan. Apa karena disana terdapat Nam seosangnim yang notabennya adalah guru galak? Bagi Myungsoo guru yang satu itu tampak biasa saja, Myungsoo pun jika melewati guru itu hanya dapat senyuman cerah.

“Kenapa sendirian?”

Myungsoo segera menolehkan kepalanya ketika mendapati suara seorang gadis, dan betapa terkejutnya Myungsoo tatkala gadis itu adalah,

Jung Soo Jung

“Eum ..Tidak apa.”

“Aku temani ya?”

Myungsoo segera menepuk tempat yang masih ada dan Soojung pun duduk disebelah Myungsoo sembari merasakan angin yang sejuk.

“Untuk apa kemari?”

Soojung melirik kearah Myungsoo yang tidak menatapnya, “Entahlah, aku sebenarnya hanya senang ke perpustakaan. Tapi, Nam seosangnim memberi tauku bahwa ada seorang kapten futsal yang gemar kemari.”

“Kau tau siapa ‘kapten futsal’ itu?

Soojung tertawa kecil, “Tentu aku tau. Siapa disekolah ini yang tidak mengenal Kim Myungsoo? Heum?”

Myungsoo ikut tertawa, “Aku senang jika Soojung mengetahui itu.”

Myungsoo yang selama ini Soojung lihat tidak pernah tersenyum, tertawa dihadapannya. Jika tidak membuang muka mungkin menatapnya datar. Bagi Soojung, dia sama sekali tidak dapat memasuki dunia Myungsoo.

“Myungsoo, boleh aku bertanya?”

“Tanya saja.”

“Kenapa kau sangat baik padaku?”

Myungsoo tersenyum sembari menatap lurus kearah rerumputan hijau yang berada di depan pandangannya, sesekali lelaki itu bersiul senang. Myungsoo selalu tak masuk akal bagi Soojung.

“Karena dengan begitu aku berfikir bahwa lebih cepat untuk melupakanmu,”

 Soojung terdiam, masih ingin mendengar suara Myungsoo yang agak berat itu berbunyi keluar dari mulut Myungsoo.

“Yah, apa boleh buat. Sepertinya tidak bisa.”

Soojung dapat merasakan kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya, pantas saja jika Myungsoo sangat menyukai tempat sepi ini.

“Myungsoo, apakah aku harus berterima kasih lagi padamu?”

Myungsoo menggelengkan kepalanya lalu bangkit berdiri, “Tidak perlu, aku yang perlu berterima kasih, Soojung. Kau sudah mengajariku untuk tetap menyayangi seseorang.”

Tanpa babibu, tangan Soojung segera menggait tangan Myungsoo, membuat Myungsoo bingung dengan perilaku Soojung yang berbeda.

“Selalu disampingku, ya.”

.

.

FIN!

14 responses to “Never Give Up

  1. udh lama gga baca ff disini, sekalinya baca… dapet yg sweet banget🙂
    suka deh sama ide ceritanya, simpel tp oke

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s