Blossom Tears (Chapter 1st)

Blossom tears myungsoojung

29MEGUMI

Presented

Blossom Tears

Chapter 1st

 

Starring :

 

Kim MyungSoo (Infinite), Jung Soojung (Fx), Kang Minhyuk (CNBlue),

 

Supported :

 

Nam Woohyun (Infinite), Park Eunrin (OC)

 

Oneshoot | Romance, Sad, Angst, AU |  PG-17


Sound Recommended : Lyn ft Leo Vixx – Blossom Tears

 

 

Disclaimer : Cerita ini dibuat semata-mata hanya untuk menghibur, Alur ceritanya tidak begitu banyak sama dengan lagu Lyn ft Leo Vixx – Blossom Tears, makanya author gak menyebut fanfict ini SongFict. Karena ada beberapa cerita yang berbeda dari arti lagu itu sendiri, namun secara garis besar author banyak memakai ide cerita lagu itu.

Mohon maaf sebelumnya kalau cast disini banyak yang keluar dari karekter aslinya, terimakasih

RCL

 

 

 

 

Summary :

 

 

 

 

 

 

Hidup itu penuh teka teki

Manusia yang menjalaninya pun tak pernah tau seperti apa jalan yang harus dihadapi

Setiap peristiwa, masalah, kebahagiaan tidak ada yang tahu kapan datang dan berganti.

Untuk itu manusia hanya bisa mengusahakan apa yang ia inginkan

Dan terus percaya akan “harapan”

 

***Blossom Tears***

Jung Soojung melihat pantulan dirinya didepan cermin besar. Ia tak pernah menyangka dalam hidupnya bahwa ia akan secepat ini sampai pada fase dimana setiap wanita inginkan. Menikah

Dengan gaun pengantin yang pas dan sangat cocok pada tubuhnya, Soojung tak pernah berhenti menampakkan senyum. Dadanya berdebar tak karuan jika hanya membayangkan bagaimana acara pernikahannya akan berlangsung satu minggu lagi.

Gadis itu dengan setia menunggu kekasihnya selesai mencoba bajunya. Ya mereka sedang melakukan fitting baju pengantin. Woohyun yang baru saja datang terburu buru masuk kedalam ruangan tempat Soojung menunggu.

“Wahhhhh.. apa aku sedang melihat bidadari.. uu.. kau cantik sekali Soojung ” ujar Woohyun menggebu gebu

Soojung tersenyum manis, sejujurnya ia sedikit gugup. Ia takut Myungsoo tidak menyukai penampilan dan busananya.

Sepasang langkah cukup besar menghampiri Woohyun dan juga Soojung . Woohyun langsung berlari menuju sahabatnya itu Kim Myungsoo.

“Yaaa.. kau mau menikah tapi tidak bilang denganku apa maksudmu.. padahal kau menikahi wanita sangat cantik.. lihatlah diaaa.. astaga aku saja tidak berkedip melihatnya”

Myungsoo tak begitu menanggapi omongan Woohyun. Ia justru menatap lekat kearah Soojung yang tertunduk malu menunggu komentarnya. Tatapannya jeli memperhatikan Soojung dari atas hingga bawah. Soojung memang cantik, tapi melihat lengan dan lekukan leher Soojung yang terbuka membuatnya tidak suka.

“Aku tidak suka baju itu. Suruh Eunrin membuatkan baju yang lain” ujar Myungsoo dingin.

Soojung terbelalak kaget. Apa maksudnya ? Bahkan pernikahannya satu minggu lagi. Tidak mungkin bisa membuat gaun baru.

“Waeyooo???? Yaaaaaaa.. kau mau membuat Eunrin ku tak tidur lagi eohhhh??? Tidak tidakk.. dia sudah sangat cantik dengan gaun itu.. kau ini punya mata tidak sihhh” gerutu woohyun kesal.

Satu bulan belakangan ini woohyun selalu di hiraukan oleh Eunrin yang notabene adalah kekasihnya. Dan itu semua karena Eunrin yang tengah fokus mendesain dan merancang sendiri gaun serta setelan jas untuk pernikahan Myungsoo . Dan sekarang? Myungsoo ingin Eunrin merancang ulang gaun Soojung ?? Ken benar benar geram.

“Oppa.. kurasa ini sudah bagus. Lagi pula aku suk—” ujar Soojung

“Tapi aku tidak suka” tegas Myungsoo

Eunrin datang setelah sebelumnya pamit ketoilet. Ia melihat kagum pada Soojung yang terlihat cantik dengan gaun buatannya.

“Soojung-ah kau cantik sekali” eunrin mendekat kearah Soojung.

“Aku tidak suka gaun itu. Ganti yang lain” ujar Myungsoo dingin

“Nee???” Eunrin tak habis pikir bagaimana bisa Myungsoo bicara seperti itu.

Soojung menggenggam tangan Eunrin menenangkan sahabatnya ini yang akan meledak-ledak jika ada orang yang tidak suka dengan gaun buatannya. Padahal ia sudah susah payah membuatnya.

“Oppaaa.. sudahlah, ini sudah sangat cocok untukku”

Myungsoo mendesah kesal “kalau kubilang tidak ya tidak. Ganti gaun itu” tukas Myungsoo

“Oppaa..tapii–

“Jung Soojung!!” Myungsoo membentak Soojung keras. Ken dan eunrin tak percaya melihatnya. Sementara Soojung hanya tertunduk sedih.

Myungsoo mengambil langkah kasar keluar dari ruangan itu. Ia sedang sangat kesal sekarang.

Soojung terduduk lemas setelah Myungsoo benar benar sudah meninggalkan ruangan itu. Bahunya bergetar menahan tangis. Eunrin mengelus lembut punggung Soojung mencoba menenangkan.

Sementara Woohyun memutuskan menyusul Myungsoo. Meski sebenarnya sekeras apapun woohyun berusaha, Myungsoo tak akan pernah mengubah keputusannya dan tidak akan bisa dibantah oleh siapapun.

***

Suasana tak mengenakkan terjadi didalam apartemen Myungsoo. Laki laki itu baru saja pulang dari kantornya setelah ia meninggalkan Soojung dibutik.

Ada sebersit rasa bersalah dihatinya, tapi ia tetap pada pendiriannya. Ia tidak suka Soojung mengenakan pakaian yang terlalu terbuka itu.

Apartemennya gelap gulita. Tak ada niat untuk menyalakan lampu, Myungsoo mengarahkan kakinya menuju kamar Soojung. Dalam diamnya ia khawatir.

Kamar itu juga gelap, namun Myungsoo dapat melihat punggung Soojung yang tengah tertidur. Ia bernafas lega, karena Soojung tidak pergi meninggalkannya dan tetap memenuhi janjinya.

Myungsoo pun memutuskan untuk keluar dari kamar Soojung. Ia menutup perlahan pintunya agar tak membuat Soojung terbangun. Kemudian ia segera membersihkan tubuhnya dikamarnya sendiri.

Soojung sebenarnya tahu, Myungsoo baru saja datang kekamarnya. Ia tak sepenuhnya tertidur. Matanya sembab karena tak berhenti menangis. Ia juga tidak mengerti kenapa ia terlalu mencintai Myungsoo sampai apapun yang laki laki itu lakukan padanya. Ia akan tetap menerimanya.

Soojung menyalakan lampu ruang tengah dan dapur. Ia membuat cokelat panas dan memanaskan beberapa makanan untuk Myungsoo. Pasti Myungsoo lapar. Laki laki itu tidak pernah suka makan diluar selama ada Soojung yang memasak untuknya.

Soojung kembali mengingat bagaimana ia bisa berada disini, tinggal bersama Myungsoo dan bahkan akan menikah.

Semenjak kejadian Myungsoo yang diputuskan sepihak oleh Jiyeon dan berakhir tak sadarkan diri dirumah Soojung. Gadis itu berjanji akan menjaga Myungsoo dan selalu bersama pria itu.

Myungsoo pun menyambut baik keinginan Soojung. Laki laki itu bahkan menyuruh Soojung untuk tinggal satu atap dengannya. Ia selalu bersikap manja pada Soojung meski tak jarang juga bersikap kasar.

Soojung sendiri tak paham, ia seperti melihat ada yang lain pada Myungsoo saat Myungsoo sadarkan diri dari pingsannya kala itu. Laki laki itu jadi lebih sering berubah sifat. Awalnya ia memaklumi karena mungkin Myungsoo masih merasa sakit akibat ditinggal Jiyeon. Namun lama kelamaan perubahan sikap itu semakin menjadi.

Suara langkah kaki mendekat membuat Soojung menoleh.

“Kau sudah selesai mandi? Ini aku buatkan cokelat panas” ujar Soojung bersikap hangat pada Myungsoo seolah tak ada apapun yang terjadi.

Myungsoo menurut. Ia Menerima secangkir cokelat itu kemudian duduk di sofa ruang tengah dan menyesap cokelat itu.

“Apa kau lapar? Aku akan memanaskan beberapa makanan”

“Tidak, tidak perlu”

Mendengar jawaban itu, Soojung mengurungkan niatnya, ia pun memilih duduk menemani Myungsoo yang tengah menikmati cokelat buatannya.

“Ehhmm… oppaaa”

“Mmm…”

Soojung gemetar takut, tangannya terus saling bertaut menhilangkan rasa gugup. Ia ingin membahas soal tadi siang. Tapi ia takut jika Myungsoo tidak suka

Myungsoo meletakkan cangkirnya dimeja, kemudian ia merebahkan tubuhnya disofa dengan kepala berada di atas pangkuan Soojung.

“Kita bicarakan besok” ujar Myungsoo dan memejamkan matanya.

Soojung menatap sendu pada Myungsoo yang tertidur dipangkuannya. Tangan mungilnya bergerak mencapai rambut Myungsoo dan mengelusnya lembut.

“Aku tidak masalah jika oppa ingin mengganti gaunnya. Aku.. aku hanya tidak enak hati pada eunrin”

Myungsoo membuka kelopak matanya tak suka. Bukankah tadi dia sudah bilang untuk membicaraakannya besok?

Keinginan protes Myungsoo terurungkan saat ia melihat jelas wajah sembab Soojung. Gadis itu pasti habis menangis. Dari posisinya sekarang. Ia dapat melihat jelas lingkar hitam dimata Soojung.

“Maaf seharusnya ku bicarakan besok” sesal Soojung

Myungsoo tak menghiraukan ucapan Soojung. Ia justru bertanya hal lain

“Apa kau yakin menikah denganku?”

Soojung diam seribu bahasa. Pertanyaan apa itu? Kenapa sekarang Myungsoo meragukannya. Bukankah seharusnya ia yang meragukan perasaann Myungsoo

Myungsoo bangkit dari posisinya kemudian memilih duduk disamping Soojung. Tangannya terulur menangkup wajah Soojung dan menolehkan agar menatapnya. Dengan lembut Myungsoo mencium mata Soojung penuh rasa hangat.

Ia tidak bisa berkata apapun sekarang. Ia tidak ingin Soojung pergi darinya. Ia tidak mau itu terjadi.

Lagi

Soojung memejamkan mata menerima perlakuan Myungsoo. Melihat tak ada penolakan, Myungsoo semakin mendekat dan meraih bibir Soojung dengan bibirnya. Mempertemukan mereka dengan lembut.

Soojung meneteskan satu airmata saat Myungsoo mencium bibirnya. Gerakan lembut yang menenangkan seolah tak ingin menyakiti Soojung, Kim Myungsoo lakukan. Ia mencium Soojung dengam lembut bahkan amat lembut. Dan tanpa diketahui siapapun laki laki itu juga menjatuhkan air matanya.

***

Soojung menatap nanar pada obat-obatan yang ia lihat, ia tidak pernah mengira kalau Myungsoo menyimpan obat-obat berdosis yang cukup tinggi. Rasa penasarannya membuncah, ia pun mengambil beberapa obat itu dan meletakkannya kedalam tasnya, segera gadis itu keluar rumah untuk menemui sahabatnya yang bekerja disebuah apotik.

Sesampainya didepan apotik yan terbilang cukup besar didaerah chondamdong ini, Soojung segera melangkah masuk kedalam, dan tepat sekali, ia langsung bertemu dengan sahabatnya.

“Min-ahh” seru Soojung.

“eohh? Soojung-ah, apa yang membuat mu datang kemari?” Tanya Min sahabatnya.

“aku ingin bertanya sesuatu padamu, apa kau tidak sedang sibuk?”

“kurasa tidak, ada apa?”

“aku ingin bertanya tentang ini”

Kedua gadis itu pun masuk kedalam laboraturium, Min Nampak serius ketika ia baru saja melihat beberapa obat yang dipegang Soojung . Min sempat ingin bertanya kenapa bisa Soojung mempunyai obat-obatan khusus yang seharusnya tidak tersebar luas.

“kalau boleh aku tahu, dari mana kau dapat obat ini?” Tanya Min curiga sembari ia masih terus mengecek obat itu.

“sebenarnya,, aku menemukan itu diruang kerja Myungsoo oppa, memangnya obat apa itu?”

Min menghela napas, ketika dirasa diagnosanya tentang obat itu benar, ia kemudian menatap Soojung serius.

“yang jelas, ini bukan obat biasa untuk sembarang pasien, obat ini obat khusus yang hanya beberapa orang yang membutuhkannya, aku tidak bisa menjelaskannya secara rinci, kurasa Minhyuk lebih faham soal ini, lebih baik kau bertanya padanya”

Soojung mengangkat alisnya heran “Minhyuk? Kang Minhyuk?” Tanya Soojung memastikan kalau Minhyuk yang dimaksud Min adalah Minhyuk temannya yang sekarang bekerja sebagai Dokter Psikolog.

“iya, Kang Minhyuk, yang pernah menyatakan cinta padamu itu” ujar Min

Soojung tersipu malu ketika Min membahas soal masa lalu itu.

“kau tahu dimana tempat ia bertugas? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya”

“Tentu saja aku tahu, dia bertugas di rumah sakit Pyongyang bagian psikologi, datang dan bilang saja kalau kau mencarinya, aku jamin dia langsung menemuimu, karena setahuku dia masih menyimpan rasa padamu” goda Min,

“aishh.. kau ini, yasudah kalau begitu terimakasih Min-ahh”

***

Pyongyang Hospital

Myungsoo menggeram kesal, tangannya meremas keras stir kemudinya, matanya menatap tajam pada apa yang ia lihat, awalnya memang ia sudah malas pergi kerumah sakit ini, namun Woohyun tak henti-hentinya membaweli dirinya untuk segera berobat-berobat dan berobat.

Dan kini, ia semakin kesal karena ia melihat Soojung dengan laki-laki yang tidak ia kenal dikursi taman halaman rumah sakit, sejauh pandangan Myungsoo, Soojung amat sangat terlihat akrab sekali dengan laki-laki berseragam Jas dokter itu.

Rahangnya semakin mengeras ketika laki-laki berjas dokter itu dengan lancangnya menyentuh puncak kepala Soojung dan bersikap manis, ditambah Soojung yang terlihat biasa saja dan justru tersenyum balik kepada laki-laki itu.

Myungsoo pun akhirnya memutuskan keluar dari mobilnya dan berniat membawa Soojung segera pergi dari sana,

“Jung Soojung”

Seru Myungsoo tepat dibelakang Soojung dan laki-laki itu berada. Soojung dan laki-laki itu pun lantas menoleh bersamaan, Soojung menampakan wajah kagetnya melihat Myungsoo yang berdiri tak jauh darinya menatapnya dingin dan tajam.

“oppaa” lirih Soojung.

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya Myungsoo dingin.

“ak..akku—

“siapa dia?” Tanya laki-laki berjas dokter itu.

“Minhyuk Oppa, kenalkan ini Myungsoo oppa, dia—

“aku calon suaminya” sergah Myungsoo.

Dengan cepat pula Myungsoo menarik Soojung mendekat padanya,

“seharusnya aku yang bertanya siapa kau?” Tanya Myungsoo masih dengan tatapan dingin dan tidak sukanya pada Minhyuk.

Minhyuk mengernyitkan alisnya sebelah, dan juga menampakkan wajah tak sukanya. Sepertinya benar kata Min, Minhyuk masih menyukai Soojung.

“oppa,, dia teman lamaku semasa kuliah, namanya Kang Minhyuk, dan aku baru saja bertemu dengannya karena Min memintaku datang menemui Minhyuk untuk membantunya” terang Soojung yang sebenarnya sedikit berbohong disana.

Minhyuk menatap heran Soojung yang jelas-jelas ia tahu berbohong. Ada apa dengan gadisnya? Ada apa dengan Soojung ? kenapa ia terlihat begitu takut dengan laki laki itu? Pertanyaan-pertanyaan aneh bergerayang dikepala Minhyuk.

“aku tidak tertarik, pulang sekarang” tegas Myungsoo dan mengambil langkah menarik lengan Soojung berjalan menuju mobilnya.

Sementara Minhyuk hanya bisa menatap kepergian Soojung dan orang yang disebut sebut calon suaminya itu dengan diam.

Dalam perjalanan Soojung merasa suasana didalam mobil benar-benar tidak mengenakkan. Myungsoo pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi, wajahnya mengeras dan benar-benar terlihat marah. Soojung tahu dia salah tidak memberitahu Myungsoo perihal kepergiannya tadi pagi. Tapi Soojung tidak pernah menyangka kalau situasinya bisa menjadi seperti ini.

“oppa, pelankan laju mobilnyaa” ujar Soojung pelan, kepalanya sudah sangat pusing dan tangannya berkeringat karena takut.

Myungsoo tidak menggubris ucapan Soojung barusan. Ia justru semakin mempercepat laju mobilnya.

CCIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTT

Decitan yang ditimbulkan gesekan ban mobil Myungsoo dan aspal benar-benar terdengar nyaring didalam area parkir gedung apartemen mewah tempat Myungsoo dan Soojung tinggal.

Bahkan, body depan mobil mewah itu nyaris saja menabrak dinding. Soojung tersengal, ia menarik napas dalam-dalam ketika mesin mobil itu akhirnya mati, Myungsoo dengan kasar membuka dan membanting pintu mobil, dengan langkah kasar pula, ia berjalan memutar membukakan pintu untuk Soojung.

Menarik lengan gadis itu kuat-kuat lalu menutup kembali pintu dengan kasar. Myungsoo benar-benar terlihat marah. Wajahnya merah padam, rahangnya mengeras, dan pandangannya menggelap tajam.

Sesampainya didalam Apartemen, Myungsoo dengan kasar menghempas Soojung kesofa.

Soojung meringis sakit dibagian lengannya, sementara Myungsoo mengusap kasar wajahnya, napasnya memburu.

“opp.ppaa”

Suara Soojung akhirnya memecah keheningan dan suasana panas.

Myungsoo menatap tajam Soojung.

“apa yang kau lakukan? Siapa pria tadi?” nada suara Myungsoo benar benar terdengar bergetar menahan luapan emosi, semarah-marahnya ia, ia masih dalam keadaan sadar dan tidak ingin menyakiti Soojung.

Soojung menunduk,

“aku tahu kau berbohong tadi” tukas Myungsoo dengan nada yang sedikit mulai meninggi

Soojung mulai menitihkan air matanya,

Myungsoo menghembuskan napas kasar,

“apapun alasanmu, aku tidak suka itu!!!”

Setelah mengatakan itu, Myungsoo segera berlalu menuju kamarnya.

Blamm

Debaman pintu kamar cukup keras pun terdengar.

Kini, hanya menyisakan Soojung diruang tengah, ia menangis karena ia sudah tidak tahu lagi harus bicara dan menjelaskan apa, terlebih jika ia memberi tahu alasan sesungguhnya kalau ia baru saja mencari tahu tentang obat-obatan yang disimpan Myungsoo.

Gadis itu pun menuju dapur untuk mengambil minum, ia butuh sesuatu untuk menetralkan suasana hatinya.

Ingatannya tentang percakapannya dengan Minhyuk pun kembali terngiang dan membuatnya lemas, matanya kembali memerah dan menjatuhkan bulir-bulir air mata.

***

 

            “kau dapat dari mana obat ini ?”

 

            Reaksi yang diperlihatkan Minhyuk sama persis seperti yang ditampakkan Min, Soojung mengerutkan dahi heran dan penasaran. Sebenarnya obat apa itu?

 

            “kau tahu, seharusnya obat ini tidak ada bersamamu”

 

            “memangnya, obat apa itu oppa?”

 

            Soojung semakin penasaran, ia pun melangkah maju menuju tempat Minhyuk mengecek obat itu.

 

            Minhyuk menoleh dan menghela napas,

 

            “ini obat bagi penderita Multiple Identify Disorder, dimana sang pasien memiliki gangguan pada kepribadiannya, ia sering sekali berubah-ubah kondisi emosinya. Bahkan ia bisa saja sampai hilang ingatan kala pribadi lain menguasainya, kau tahu? Obat ini merupakan obat memperlambat reaksi dari kelainan kejiawaan itu, bisa dikatakan sebagai penangkal agar tidak terlalu sering kambuh”

 

            Soojung menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru dijelaskan Minhyuk.

 

            Ia memang sering sekali merasa ada yang aneh dengan Myungsoo, karena ia suka sekali berubah sifat.

 

            “tanda-tanda dari penderita, ia akan cepat terpancing emosinya jika melihat sesuatu yang ia tidak suka, ia juga akan merasa pusing dan sesak nafas jika ia tidak sanggup dengan apa yang ada dipikirannya dan menimbulkan ia akan berubah sifat seratus delapan puluh derajat bahkan pingsan”

 

            “apa separah itu oppa?”

 

            Minhyuk mengangguk lemah “biasanya penderita pernah mengalami kejadian buruk yang ia tidak ingin ingat dan membencinya, ia tidak bisa meluapkan perasaanya dan berakhir dengan menyakiti dirinya sendiri”

 

 

            “dan yang lebih parah lagi, kondisi ini bisa menyebabkan kematian” lanjut Minhyuk dengan wajah sesal, ia tidak mengerti, ia seperti merasa sakit ketika mengatakannya.

 

            Soojung terduduk lemas, Minhyuk dengan sigap menahan tubuh Soojung

 

 

            “Soojung-ahh kau baik-baik saja?”

 

***To Be Continued***

A/N : halohaaaaaaaaaaaaa myungsoojung shipper haha.. ^^ aku kembali datang membawa cerita ini, maaf kalau absurd dan banyak typo atau kata kata yang kurang berkenan. Cerita ini sequel dari ff sebelumnya Cold at Night , berhubung banyak yang minta sequel ehh yaudah deh aku buat aja.. awalnya mau buat oneshoot juga, ehh tapi malah jadi kepanjangan.. alhasil aku buat aja chapter, kira-kira gimana?

Makasih banyak banget buat readers yang baca dan menyempatkan komen, gomawooooo🙂

19 responses to “Blossom Tears (Chapter 1st)

  1. asik ada ff baru…
    ceritanya bagus banget.wah myungsoo punya penyakit yang begitu WOW..
    smoga cepet sembuh dia dan percintaannya dgn krystal mulus.
    tapi aku kasian sama krystal yg harus ngadepin myungsoo yang sifatnya berubah2😥.
    but,keep writing thor
    #NEXT

  2. asiikk nemu ff myungstal baru yg Ceritanya keren bangeeeeeet thor,entah kenapa suka kalau ada ff yg ceritanya ada penyakit itu hahaa/g. Ditunggu kelanjutannya ya thorrr. Tapi berharap secepatnya sih dilanjutinnya heheee. Semangat deh buat authornya:D

  3. yaluhan myungsoo tempramen sekali kan jadi kasian mba soojung nya… chapter 1 udah keren. alur nya gak kecepetan dan pemilihan diksi nya udah pas. i love it. update soon pls

  4. Pingback: Twenty Things About “Megumi” | 0729Mega.wordpress.com·

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s