300 Seconds

tumblr_l2gza9YyIu1qzvgm4o1_1280

title; 300 Seconds

by lilvitamin

length; +300 words // genre; AU, slight!angst // rating; T

I should’ve told you what you meant to me.

Gemuruh di dadanya tidak mau berhenti.

Memaku pandang pada likuid berkafein di hadapannya, Myungsoo berdeham kecil. Senin pagi biasanya sibuk. Namun, di satu sisi kafe ini ia terduduk. Jika bukan gadis itu yang meminta eksistensinya di sini, bukan tidak mungkin ia akan menolaknya. Cangkir porselen lain menumbuk permukaan meja mahoni. Toh, ini sesuatu yang jarang ia lakukan di Senin pagi. Menghabiskan pagi yang seharusnya sibuk di kedai kopi yang jarang pelanggan.

“Maaf karena mengacaukan jadwalmu hari ini.”

Myungsoo bergidik pelan, membiarkan cangkir miliknya tidak tersentuh. “Sudah kacau, kok. Sudahlah, ada apa?”

Masih Myungsoo yang sama, Soojung—gadis itu—diam-diam mengulas senyum tipis nan kasat mata. Di depannya, masih duduk Myungsoo yang sarkastik, yang blak-blakan. “It’s nothing. Kopi di pagi hari tidak buruk juga, ‘kan?”

Pemuda di hadapan Soojung alih-alih langsung bersuara. Satu tangannya terjulur sedikit agar memudahkannya melihat arloji. “Kau punya lima menit.” Soojung memutar matanya dan Myungsoo mengangkat bahu. Tiga ratus detik untuk pengakuan dosa. Sekarang atau tidak selamanya, pikir Myungsoo.

“Aku… tidak tahu harus memulai dari mana.”

“Empat menit.”

Soojung menutup katup sepasang iris legamnya. Benaknya melayang, mencoba mengingat sejauh mana dirinya sudah berhasil melupakan seorang Kim Myungsoo. Ironisnya, gadis itu tidak berjalan ke mana-mana; berhenti di tempat. Irisnya masih menangkap bayangan Myungsoo di lorong rumahnya, ia masih menemukan sisa bau maskulin pemuda itu di sofa ruang tengah. Rasa penyesalan diam-diam merengkuh jiwanya. Sesak dan pedih.

“Kau tidak mencegahku pergi. Sebegitu tidak patutnyakah aku diperjuangkan?”

“Soojung yang kukenal bahkan tidak menghiraukan panggilan teleponku. Berhentilah hidup dalam drama. Ke mana kau selama ini?”

“California.” Hari itu Myungsoo mengenakan kemeja hitam yang bagian lengan panjangnya tersingsing hingga sikut. Hitam adalah warna kesukaan pemuda itu, sejauh yang bisa diingat Soojung. Apa karena ia memuja hitam lantas hatinya kini juga ikut menghitam? “Undangan pernikahan dan tiket pesawat yang kukirim kuharap sudah menjelaskan semuanya. Terima kasih sudah meluangkan waktumu untukku.”

Tiga ratus detik dan pandangannya kembali menumbuk latte di hadapannya. Lawan bicaranya sudah beranjak pergi, meninggalkan Myungsoo terenyak sendiri. “Mungkin seharusnya hari itu… aku mencegahmu dan berkata bahwa kau begitu berarti untukku, Soojung.”

.

.

.

note:

halo lagi!!! setelah sekian lama—-

11 responses to “300 Seconds

  1. ini ngena banget. feel nya astagaaaaaaahhhh ❤ bahasa yg kamu pakai juga rapih, diksi nya kreatif. pokoknya suka deh meskipun ini singkat tapi sumvah ngena banget

  2. HALOHA AM! Apa kabare? Lagi sibuk apaa?

    “Di depannya, masih duduk Myungsoo yang sarkastik, yang blak-blakan” -> setauku yang benar sarkastis
    Udah koreksinya itu ajaa. Perangkaian kata yang digunakan Am masih serapi dan seapik yang kubaca pas pertama kali aku baca karya Am🙂 ini singkat, idenya sudah lumayan umum dipakai, tapi ngena dan nyentilnya khas Am banget, aku suka banget!!

    Ih kenapa sih dua ini gereget sekali kalo udah ke Angst😦 WAE JUNG SOOJUNG WHY YOU LEFT HIM?? aku nangkepnya karena dulu Myungsoonya terlalu dingin dan terlalu gengsi untuk bilang suka jadi Soojungnya merasa tidak disayang, akhirnya dia pergi ninggalin Myungsoo? terus dia sebenernya mau lihat Myungsoonya bener-bener nganggep dia berharga atau enggak, dia nunggu untuk ditahan, cuma Myungsoonya ternyata ngga nahan dia? akhirnya karena ngerasa lost hope Soojung pergi dan enggak mau ngangkat telepon Myung lagi, takut sakit hati. inilah kenapa aku gemes banget sama yg namanya miss communication. /loh /kok

    yang aku perhatiin dari ceritanya Am itu, dialognya selalu efisien dan menunjukkan dengan gamblang karakternya, didukung sedikit deskripsi yang membangun karakter dan apa yang tengah sang karakter hadapi. “Apa karena ia memuja hitam lantas hatinya kini juga ikut menghitam?” arrrr Soojung salah paham, tapi wajar dia gabisa membaca Myungsoo😦

    OKE AM MAAF KOK AKU BERISIK. terus nulis ya Aaaam this is simple yet beautiful, sukak banget! keep it uppp!

    xx, fikha

    • … FIKSIKU DIBACA FIKHAAA AAAAA MALU. ah, makasih banyaaak koreksinya!😀 kabar baik, lagi sibuk menata kehidupan di tahun akhir sekolah. /apa
      i’m really glad to see your name pop-up in my notification so, jangan sungkan buat berisikin (?) fiksiku lagi > u <

  3. AH NTAP BANGET! Kamu yang nulis Runaway waktu masuk ke sini, kan? Aku suka tulisanmu eversince! Dan maaf, aku lupa nama&lines kamu😦 Tapi ini ngena banget, buatku. Soojung di sini butuh display of affection meski gak harus goes public, dan menurutku itu wajar. Aku suka karakter dua-duanya, dialognya gamblang dan gak neko-neko. Karakternya Krystal juga oke banget yaAllah, dia kayak yang ‘nih gue kasih waktu segini, kalo lo gak sanggup, gue juga punya urusan lain.’ Damn, so straight-forward, independent woman. Emang ya, terkadang kita gak butuh karakter yang all-fluffy buat bikin nyaman baca, tapi yg kayak gini nih!

    suka! Salam kenal lagiiii, maaf aku lupa huhu tapi aku selalu inget pennamemu. dan aku juga inget kita pernah kenalan:’ Please forgive my old memory. Anyway, salam kenal ㅡlagiㅡaku Dhila, 98l! Writer di sini juga!🙂

    • it’s been a while since… kapan ya, kayaknya sudah lama sekali. kamu pernah visit ke blogku, lalu aku janji visback dan sampai sekarang ini utang yang belum terlunasi.

      makasih banyak komentarnya, Dhila!🙂

    • oh and, a correction. yang ngasih waktu di sini bukan soojung, tapi myungsoo. ini seperti hukum karma yang berkelanjutan–myungsoo mengabaikan soojung, soojung balik mengabaikan myungsoo, myungsoo pengen nahan soojung lagi tapi dibalas sama keadaan yang menghalanginya😀

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s