Love Symphony (Chapter 1)

loveshymphony-bbon

Title: Love Sympony

Author: giraffelabil

Genre: Romance

Main cast: Myungsoo – Krystal

Lenght: Chaptered

Rating: Teen

Disclaimer: Btw ini ff dikirim ke 3 blog sebagai karya freelance :’v jadi maklum kalo nemu di blog lain yak X”D Enjoyy ^^

Credit: Poster by bbon

PROLOG

Rambut lurus hitam sepundak terbelai lembut oleh angin. Secangkir coffe dengan gelas bermotifkan bunga mengeluarkan hawa panas dan bau sedap menghangatkannya. Gadis berseragam rapi menatap keluar kaca jendela bening yang menampakkan pemandangan padatnya jalanan, namun sedikit terhalang oleh tumbuh-tumbuhan hijau yang sengaja di taruh di sekitar café itu. Café yang selalu didatangi gadis itu. Hanya untuk melihat sesorang yang sangat ia sukai melebihi apapun. Menunggu di bangku yang sama dengan pesanan yang sama dengan senyuman dan tatapan yang sama juga.

Terdengar suara ring pelanggan masuk ke café yang mengalihkan pandangan Krystal dan menyapanya manis.

Oppa ! Annyeonghaseo**! Selamat Datang !” Pria dengan tas yang masih dirangkul pundaknya dan jaket yang menggantung di pinggang membalasnya dengan senyuman yang menampakkan lesung pipi sehingga terlihat begitu manis ditambah dengan hidung mancung dan mata yang indah membuatnya terlihat begitu mempesona.

“Seharusnya aku yang menyambutmu ! haha, seolah kau yang bekerja di café ini bukan aku” ucap Myungsoo dengan tawa kecilnya. Tawa dan senyuman yang tidak  pernah gagal mebuat pipi Krystal memerah dan salah tngkah. Ia mencoba tersenyum menutupi tingkah lakunya itu.

“Mau ganti baju dulu nih mulai kerja hari ini, silahkan dinikmati kopinya” sahut Myungsoo lalu beranjak dari tempatnya berdiri tadi menuju ke ruang staff.

Kyaaa..!’ Krystal tampak terlalu kegirangan dan langsung meneguk kopinya. Para pelayan café itu hanya tersenyum melihat tingkah Krystal itu yang sudah setiap hari mereka lihat.

Tampak salah seorang pelayan dengan nampan kosongnya mendekat ke arah Krystal.

“Seharusnya ungkapin aja sama dia daripada terus seperti ini” sahut pelayan dengan name tag ‘Im Yoon-ah’ di dada kanannya dan mengambil posisi duduk dihadapan Krystal.

“Yak! Apa aku terlalu menganggu sampai kau bilang seperti itu?” ucap Krystal dengan sedikit memajukan bibir bawahnya.

“Aish, Emm- Hanya saja aku tidak ingin kau seperti ku.” balas YoonA dengan suara dipelankan yang membuat Krystal tertegun.  Krystal menatap YoonA dengan tidak percaya.

“Seperti ku? Maksudmu – kau…”

“Krystal!” YoonA memanggil krystal dengan suara dibesarkan membuat Krystal berhenti melanjutkan ucapannya.

“Mian~” Krystal menundukkan kepalanya sambil meneguk lagi kopinya.

“Ngomong-ngomong ! ini sudah satu tahun sejak kau datang kesini sebagai pelanggan disini.” YoonA mengalihkan pembicaran.

“Emm, saat itu dimulai karena dia.” Krystal menatap keluar jendela dengan senyum lembut terlukis diwajahnya. Sebuah pertemuan yang takdirnya. Yang merubah hari-harinya menjadi lebih bersinar dan berwarna. Mengubah sebuah kesedihan, kehilangan, kehampaan dan, kesendirian menjadi sebuah tawa , senyum indah dan air mata bahagia.

Diluar, matahari mulai turun kembali ke tempat persembunyiannya. Membuat awan beralih warna dan angin mulai menebar udara sejuknya.

-o0o-

FIND

Bergantian orang bersujud  didepan foto yang dibingkai dengan bunga diatas peti . Dengan pakaian hitam dan putih, saat itu terlihat begitu monoton. Isakan tangis tak henti-hentinya mengisi ruangan . Orang-orang satu persatu memasuki ruangan yang begitu luas dan cukup mewah walau untuk sebuah acara berduka.

Pagi yang suram, dengan hujan deras seakan ikut menangis akan duka itu. Gadis dengan rambut hitam yang diikat penjepit rambut berwarna putih terus menangis tanpa berhenti mengumamkan “oemma” dengan penuh rasa kehilangan. Disampingnya, dua pria muda dengan topi linan dan tidak lupa dengan pita lengannya menyambut para tamu yang datang berusaha untuk tetap tegar.

Terlihat disudut ruangan sekelompok ahjussi menikmati soju mereka dengan mata bengkak dan rambut berantakan seperti orang gila yang mabuk.

“OEMMAAAAA ! “ pekik gadis yang tadinya hanya menangis lalu bangkit dan berlari keluar tanpa tahu kearah mana ia akan pergi berlari. Meninggalkan semua sakit dan kehilangan. Mencari jalan kesurga untuk membawa ibunya kembali atau dia yang akan kesurga menyusul ibunya. Perhatian orang-orang di ruangan itu terahlikan beberapa diantaranya langsung bergerak mengejar gadis itu.

Gadis itu terus berlari tanpa arah sampai ia tak kuat lagi untuk berlari dan terduduk di rerumputan taman yang basah.

Wae? Kenapa harus ibuku? Kenapa harus sekarang ?” pekiknya dengan tubuh gemetaran. Air matanya terus mengalir dan menyatu dengan air hujan, membiarkan pakaiannya basah. Dia terus mengutuk dirinya karena merasa tidak mampu menjaga ibunya. Menyimpan dendam kepada ayahnya yang bahkan lebih mementingkan pekerjaan diluar negeri daripada mengurus ibunya yang sudah terbaring dan tidak akan pernah bangun lagi.  Merasa tuhan tak adil merebut begitu cepat ibu darinya.

Ia rindu kehangatan ibunya, orang yang selalu ada untuknya. Air mata itu tidak pernah berhenti. Ia mulai kehilangan akal sehatnya. Kakinya mulai bergerak bangkit berdiri dari rumput taman itu, berniat untuk membiarkan nyawanya mencapai surga melalui hempasan mobil.

Tap

Langkah kaki itu menghentikannya. Ia menatap tubuh yang berdiri didepannya. Payung yang sudah ada diatasnya melindunginya dari air hujan. Tubuh itu bergerak lagi memberikannya sebuah baju hangat. Gadis itu mendongakkan kepalanya. Mendapatkan wajah dengan senyum lembut nan tulus. “Want to drink a coffe ?

–o0o—

Pukul 09.00. Hujan masih saja turun dengan derasnya, membasahi jalanan, tak lupa udara dingin yang mulai beraksi membuat orang-orang menggigil memaksa mereka harus memakai jaket hangat dan payung untuk beraktifitas diluar. Café yang berada diantara gedung toko di pusat kota masih belum dibuka. Tapi ada satu orang pelanggan yang duduk disana yang sekujur tubuhnya basah dan seorang pelayan memberinya handuk dan sebuah kopi hangat.

Coffe, silahkan diminum biar tubuhmu hangat. Yah walaupun sedikit aneh, seharusnya aku memberimu teh ginseng. Tapi, ya ini café Coffe & Ice Cream jadi tidak mungkin aku memberimu ice cream, kan?” sambil menyodorkan segelas kopi hangat kehadapan gadis itu.

Gadis itu hanya menatap kebawah. Bingung terhadap yang terjadi dengannya , kenapa tiba-tiba pria didepannya membawanya ketempat itu memberinya handuk dan coffe hangat. Bahkan membuatnya sempat terlupa akan hal yang ia alami dan membuatnya berhenti menangis. Pria didepannya seolah menyihirnya.

“Sakit karena kehilangan, merasa belum siap akan hal itu ? kehilangan seseorang yang sangat kau cintai. Semua orang pasti mengalaminya. Bukankah lebih baik tetap tersenyum ? memberi energi positif membuat orang yang kita cintai dapat meninggalkan kita dengan tenang.” buka Myungsoo memecah keheningan diantara mereka.

“Semua akan kembali kepada-Nya, itu sudah sebuah garis yang tidak akan bisa kau ubah. Terimalah, berat  -pasti, sakit  -sangat,merasa tidak adil ? ” Myungsoo menatap dalam gadis didepannya.

Gadis itu mengangkat kepalanya menghadap Myungsoo. Bendungan air mata itu terbentuk lagi dimata gadis yang sangat indah itu, membentuk sungai kecil dipipinya.

“Setidaknya ia akan tetap ada dihatimu. Kau hanya akan menyiksa dirimu jika terus menangis seperti ini”

“Tapi..tapi…Aku hanya benar-benar belum siap” isak tangis gadis itu semakin menjadi. Myungsoo tersenyum simpul. Mengelus lemput kepala gadis itu.

“Untuk sekarang,—“

Kring~

Himesama!” ”Tiba-tiba saja segerombolan laki-laki berbadan tegap memasuki café. Dengan baju hitam khas seoarang bodyguard dan kacamata hitamnya. Memanggil gadis itu dengan sebutan ‘Himesama’, panggilan untuk seorang tuan putri di Jepang. Dua diantara mereka langsung mengawal gadis itu dibelakangnya. Myungsoo hanya berdiri terkejut melihat apa yang ada didepannya saat ini.

“Himesama, Ibu anda akan segera dimakamkan. Kami sudah menyiapkan mobil dan pakaian ganti anda” terlihat mobil putih mewah sudah terparkir didepan café. Para pengawal sudah siap dengan payungnya.

Gadis itu berdiri menarik napas dalam-dalam, menghapus bendungan air matanya dan mulai melangkahkan kakinya keluar café. Kaki itu berhenti tepat dihadapan Myungsoo

Gomawo” ucapnya pelan dan menampilkan senyumnya “Oemma aku menemukannya”

–o0o—

Preview Chapter 2

Suara lembut dari piano mengisi ruangan bercat putih polos itu. Jendela yang terbuka membiarkan angin masuk membelai lembut tirai. Gadis yang duduk dengan pianonya. Memainkannya dengan penuh gairah seolah ia sedang memeluk piano itu. Dengan lihai tangannya berpindah dari satu tuts ke tuts lainnya. Beethoven Moonlight Sonata C-sharp Minor Op.27. Dirinya benar-benar menyatu dengan nada yang dihasilkan. Senyum lembut terukir di wajahnya. Tatapan optimis terpancar dimatanya . Dengan percaya diri dan tekad yang bulat ia bergumam semangat

Aku Siap !”

2 responses to “Love Symphony (Chapter 1)

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s