YOU [Special For Soojung’s Birthday]

aneh

You © burritown

Kim Myungsoo, Jung Soojung

Romance, General

Rating K

Ficlet (1.308 Words)

Warn! High School!AU, Typo(s), Out Of Characters, Weird, semi-plotless, and obviously a mainstream plot.

P.S: I didn’t own anything except the plot. Yet I didn’t get any advantages from this fic

Summary: Musim gugur. Karya wisata sekolah. Dan perbincangan ringan antara dua anak manusia berbeda jenis kelamin dengan ketertarikan masing-masing.

.

.

.

Myungsoo menggigil kedinginan, suatu hal yang lumrah ketika angin musim gugur kembali menghembus dengan cukup kencang di pagi hari. Dia baru saja terbangun ketika semburat cahaya matahari pagi menyelinap masuk ke sela pondok kecilnya. Myungsoo meregangkan kedua tangannya, menguap dengan lebar, mencoba mengumpulkan kesadarannya, ketika Sungyeol—rekan satu kamarnya dalam karya wisata sekolah ini—melempar sebuah bantal ke arahnya.

“Apa-apaan kau—“ Anak laki-laki itu protes, akan tetapi rekannya itu kembali melemparkan barang terdekatnya; sebelah pasang sepatu kets milik Myungsoo. Dan sukses menghantam pundak anak laki-laki itu. Sepertinya Sungyeol akan menjadi pelempar yang baik dalam baseball—hei!

“Sialan kau, jerapah.” Myungsoo berujar dingin. Laki-laki itu sama sekali tidak beranjak dari tempatnya, hanya menatap Sungyeol sambil menyipitkan mata (kendati Myungsoo memang sudah sipit sejak awal). Kalau saja tatapan mata mampu membunuh seseorang, mungkin Sungyeol sudah berbaring tak bernyawa sekarang. “Aku berharap kau terpeleset masuk ke jurang ketika jelajah siang nanti.”

“Yah, sama-sama.” Sungyeol mengangkat kedua bahunya, “Aku merasa terhormat karena mampu membangunkan tukang tidur sepertimu, Myungsoo.” Anak laki-laki yang lebih tinggi itu melenggang pergi setelah mengucapkan kaimat terakhirnya. Myungsoo menggeram dan menggerutu beberapa kali, bibirnya terbuka-tutup menggumamkan kata-kata yang tidak jelas saat beranjak dari tempat tidur.

“Oh ya, kita harus berkumpul pukul delapan di Aula. Sampai bertemu nanti, Myungsoo.” Bunyi pintu berdebum cukup keras ketika Sungyeol menghilang di baliknya. Myungsoo kembali meregangkan kedua tangan dan kakinya, sambil berjalan menuju kabin.

Kembali angin musim gugur menyapanya. Myungsoo menghirup napas kuat-kuat memelesakkan seluruh oksigen yang menyehatkan di pagi hari ke dalam paru-parunya; membuatnya semakin bersemangat untuk mengikuti rangkaian karya wisata sekolah. Terutama ketika gadis itu memutuskan untuk turut serta. Membayangkan hari-harinya yang akan dipenuhi oleh sosok cantiknya benar-benar membuat Myungsoo tak mampu menahan kadar kebahagiannya. Tanpa sadar, anak laki-laki itu mengangkat kedua sudut bibirnya ke atas.

Kabin pondok ini menghadap langsung ke arah pemandangan alam lepas—suatu hal yang akan susah kau temui ketika berada di Seoul—, yang pastinya mampu memanjakan matamu barang sejenak sekalipun. Pepohonan khas musim gugur—dengan kombinasi warna yang cukup elok; merah, kuning, dan jingga—yang berjejer teratur di sekitar pondok, serta sungai kecil yang (Myungsoo yakin, terdapat banyak jenis ikan tawar di dalamnya) mengalir tenang, benar-benar membuatnya terkesan.

Myungsoo semakin terkesan ketika menemukan gadis itu di tepi sungai, salah satu tempat tenang (dan sangat disukainya) untuk membaca buku sastra yang, Myungsoo yakin (lagi), dibawanya dari rumah. Gadis itu Jung Soojung. Seorang gadis dengan surai brunette panjang yang dibiarkan terurai—tiupan angin musim gugur yang cukup kencang membuatnya harus menyelipkan beberapa helai rambut itu ke belakang telinga—dan hal itu sagat manis, menurut Myungsoo. Manik gelapnya yang selalu mampu membuat jantung Myungsoo berhenti berdetak untuk beberapa jenak ketika bersibobrok dengan irisnya. Hidung lancip dan mancung yang membuat Myungsoo gemas (ia selalu menggencet hidung Soojung ketika gadis itu bersikap menggemaskan). Serta bibir merah tipis menggoda itu membuatnya kuat-kuat menahan hormon lelakinya untuk tidak melahapnya setiap kali bertatap muka dengan gadis itu. Jung Soojung memang cantik dan menggemaskan. Ia mampu membuat hampir seluruh laki-laki takluk akan kecantikannya yang bagai bidadari; bahkan Soojung juga memiliki beberapa penggemar perempuan—para penggemar Soojung dengan bangga menyebut diri mereka krystalized (walaupun ia sendiri sama sekali tak memiliki niat untuk membuat anak laki-laki maupun perempuan di sekolah menganguminya). Semua itu terjadi begitu saja. Dan Myungsoo merupakan salah satu dari sekian laki-laki yang terpikat oleh pesonanya.

Gadis itu sangat suka membaca buku. Tak peduli ketika karya wisata sekolah, yang seharusnya kau habiskan dengan teman-temanmu, sedang berlangsung. Soojung dan buku adalah satu paket yang tidak dapat dipisahkan.

Myungsoo lantas mengambil jaketnya, dan bergegas menghampiri Soojung. Ia melirik jam tangannya untuk sejenak. Masih pukul tujuh lebih tigapuluh, itu artinya, Myungsoo memiliki waktu sekitar tigapuluh menit untuk berbincang dengannya.

Berjalan mendekati Jung Soojung selalu membuat Myungsoo berdebar. Setiap langkah yang diambilnya seolah mampu melemahkan tekad untuk mendapatkan satu hari yang menyenangkan bersama gadis itu. Myungsoo kembali berjalan lebih jauh, kali ini ia telah mampu melihat sosok Soojung yang masih asyik bergelung dengan buku bacaannya, menghiraukan seluruh realita, dan lebih memilih tenggelam bersama dunia imajinasinya. Manik gelap itu bergerak ke kanan dan kiri, bibir tipisnya sedikit terbuka ketika membaca serangkaian kalimat dalam buku. Terkadang Soojung akan tersenyum dengan sendirinya ditengah aktivitas membaca. Dan Myungsoo menyukainya. Ia menyukai setiap ekpresi yang ditunjukkan oleh Soojung (walaupun gadis itu sangat jarang berekspresi di depan umum).

Myungsoo menarik napas kuat dalam sekali tarikan ketika ia sampai ke tempat favorit Soojung menyendiri. Terutama pada pagi hari, saat kemungkinan menemukan orang lain di sana sangat kecil. Ia memilih untuk bersembunyi di balik bebatuan daripada menghampiri gadis tersebut, dan sepertinya Soojung telah menyadari kedatangannya. Namun gadis itu lebih memilih untuk melanjutkan aktivitasnya, berpura-pura tidak mengetahuinya.

Gadis itu sangat manis. Ia mengenakan jaket tebal berwarna hitam dan celana training dengan warna serupa, serta sepatu kets merah (yang sialnya benar-benar cocok dengannya). Soojung membaca buku tebal di pangkuannya. Dalam sekali lihat, Myungsoo tahu bahwa gadis itu sedang membaca seri Sherlock Holmes; yang merupakan salah satu buku favorit mereka berdua sepanjang masa. Soojung membalik halamannya, kedua manik gelapnya bergerak mengikuti kata-kata di dalamnya. Sesekali gadis itu menyelipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinga ketika angin musim gugur kembali menerpa.

“Aku tahu kau disana, Myungsoo.” Soojung berbicara dengan ekspresi temboknya. Ia kembali membalik halaman selanjutnya, dan melanjutkan membaca.

“Kau benar, ini Aku.” Myungsoo selalu merasa bahwa perkataannya kepada gadis itu terdengar idiot. Ia melangkah keluar dari balik bebatuan dan menghampirinya.

Soojung tertawa—suatu hal yang jarang ditemukan oleh Myungsoo—dan menengadahkan kepala memandangnya. “Kau datang di saat yang tepat, Myung. Aku bahkan hampir berbicara dengan diriku sendiri—Aku sudah membaca sejak pukul empat.”

Terkadang, Soojung dan sikap procrasnya memang tidak dapat di toleransi lagi. Sekali ia tenggelam dalam aktivitas membacanya, Soojung akan melupakan segala hal yang terdapat di sekitarnya.

Myungsoo memandang sekelilingnya, setindak kemudian ia mengambil tempat di sebelah Soojung. Mengusap puncak kepala gadis itu sejenak (Soojung mengumpat di bagian ini), sebelum irisnya menatap pantulan dirinya di dasar sungai.

“Jung. Kau tahu, tidak?” Myungsoo memeluk sebelah kakinya, masih menatap pantulan dirinya di dasar sungai.

“Apa?” Soojung menaikkan sebelah alisnya, ia memilih untuk menutup bukunya dan menatap anak laki-laki di sampingnya.

“Hari ini akan sempurna.” Myungsoo menoleh, menunjukkan senyuman terbaiknya—anak laki-laki itu sedikit tersentak ketika menyadari jaraknya dengan Soojung hanya berkisar lima sentimeter—. Lantas Myungsoo berdehem, mencoba untuk menyembunyikan perasaan gugupnya.

Anak laki-laki itu menghempaskan tubuhnya di atas rerumputan—peduli setan dengan jaketnya yang berujung kotor. Memejamkan kedua irisnya, menghirup kuat-kuat aroma pagi di musim gugur; serta mencoba menghilangkan perasaan gugupnya. Bohong kalau jantung Myungsoo tidak berpacu lebih cepat ketika menatap garis wajah Soojung dari jarak yang cukup dekat. Myungsoo bersumpah bahwa ia benar-benar melihat sosok bidadari.

Soojung kembali tertawa, melihat Kim Myungsoo yang sedang gugup memang memiliki kesan tersendiri. “Kau memang aneh, Myungsoo.” Untuk beberapa alasan, Myungsoo merasa sedikit kecewa ketika gadis itu mengucapkannya. Namun, kalimat selanjutnya benar-benar mengubah pandangannya, “Tapi Aku menyukai orang aneh sepertimu.”

Pssshh!

Myungsoo merasakan suatu partikel asing telah memelesak memasuki organ vitalnya. Ia seolah mampu mendengar degup jantungnya yang beberapa kali lebih kencang dari tempo biasanya. Oh, bahkan sekarang ia merasa sulit untuk sekedar menghirup oksigen ke paru-parunya—hell! (Myungsoo bertaruh bahwa ia sekarang persis seperti orang idiot di depan Jung Soojung).

Myungsoo bangkit, kembali memposisikan diri untuk duduk, dan memberanikan diri menatap manik gelap yang selalu membuatnya hilang akal. “Uhm, Soojung-aa.”

Soojung tidak merespon. Akan tetapi Myungsoo tahu bahwa gadis itu sedang mendengarkan. Lantas Myungsoo kembali mengumpulkan oksigen di paru-parunya, sebelum akhirnya mulutnya terbuka—

“Selamat ulang tahun.”

.

.

.

FIN

.

.

.

HAPPY 22TH BIRTHDAY JUNG SOOJUNG!! /throws confetti/

Saya mempersembahkan fic ini spesial untuk ulangtahun si babyjung (indeed, she ain’t a baby anymore; she’s turning 22th righ now, guys). Dan untuk beberapa alasan, saya tidak sabar (sangat) untuk menunggu f(x) comeback (sudah satu tahun lebih mereka hiatus T-T), walaupun kali ini mereka comeback officially hanya empat member (srsly, i still miss jinri though T-T).

dan ngomong-ngomong ini adalah postingan ertama saya setelah menjadi penulis disini, ya? x’) salam kenal semuanyaa~ semoga kalian puas dengan karya debut pertama saya disini :”D. Sebenarnya saya mencoba untuk menekatkan diri menulis ditengah serangan UTS (mahasiswa bandel, ya gini ini :’v). Holyshi- it just finished within one hour, orz. (dan saya juga memposting cerita ini di blog pribadi saya)

Kemudian, terimakasih Saya tujukan kepada seluruh pembaca :”D baik itu silent readers ataupun bukan. Saya sangat berterimakasih karena kalian telah menyempatkan waktunya untuk membaca fanfiksi amburegul ameseyu ini :”D kritik, saran, komentar, dan flame yang masih dalam kategori sesuai etika akan Saya terima ‘w’/

Salam hangat,

burritown

7 responses to “YOU [Special For Soojung’s Birthday]

  1. selamat ulang tahun, soojung! \\^o^//
    bacanya adem banget, di pinggir danau berdua hmm. soojung keliatan flawless banget ya dengan myungsoo yang tak bisa berkata apa-apa.
    ngomong-ngomong, bedanya mancung dan runcing itu apa ya? agak bingung bayanginnya ._. /maafkan/
    anyway, selamat datang di fmsj! semoga bisa menambah isi sarang ini dengan cutie pie ini. oh ya, Risma, 96line ^^ author yang (masih) bawa drabble mulu disini /slapped/

    • yeeee~ /tebar konfetti //telatwoy/
      myungsoo yang tak mampu berkata apa-apa di depan soojung adalah karakter kesukaan saya xD /apa
      mancung….dan runcing…kalo runcing lancip, kalo mancung…ya mancung /digeplak/ iya, apa ya bedanya? /dor
      terimakasih, semoga saya bisa berkarya lebih baik lagi disini :’D
      panggil saja burritown, 97line o/

  2. hay author baru yahkan katanya yang dinote bawah itu,aku suka kok sama,fanficnya,apa lagi kamu ngejelasin myungsoo oppa gini soojung eonni gini (penjabarannya sih lewat yang kamu tulis dalam tanda buka kurung itu) hehehe jadi bacanya berasa enak gitu juga kalau ngebayangin hihihi,okke,deh ff yang lainnya ditunggu okay😀

  3. Datang kesini setelah mendapat rekomendasi dari teman kalo ada FF Myungstal bagus dan keren. Ternyata emang benar. Ditunggu karya selanjutnya~ ^^

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s