[CHAPTER] Marriage Proposal (Ep.03-A/B)

Almightykeia (Kkea) Present

Marriage Proposal

staring; Krystal Jung-L-Suzy-Kai
genre; sad-romance-maried life-Au
lenght; chapter
rated; pg

Preview;

Intro // Ep.01 // Ep.02 // Ep.03 (A)

Kim Myungsoo hanya duduk di balik meja kerjanya malam ini.

“Sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi. Jika suatu hari kau melihatku di jalan atau dimana pun, jangan pernah mendekatiku. Begitu pun sebaliknya, aku akan melakukan hal yang sama.”

Myungsoo tidak pernah ingat jika Soojung pernah berkata sekejam itu –terkecuali saat mereka duduk di bangku taman. Rasanya wanita yang ia temui kemarin malam bukan lah seorang Jung Soojung yang dikenalnya.

Pria itu terus memikirkan kesalahan apa yang pernah ia buat sampai Soojung begitu kecewa padanya, sampai semua berakhir seperti ini.

Jika dia bisa mengulang kembali malam di mana Soojung memintanya untuk berpisah, mungkin dia akan lebih mengandalkan perasaannya ketimbang keegoisan besar yang sudah menyelimutinya saat itu.

Myungsoo mengacak rambutnya frustasi.

Marriage Proposal
Ep.03 (A/B)

A Conspiration

Kim Kai baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Berkas-berkas artikel yang baru diperiksa olehnya kini sudah tersusun rapih. Pria itu menyandarkan punggungnya yang terasa tegang. Pekerjaannya sebagai editor bukan hal mudah, ditambah dengan bawahan-bawahan yang memiliki skill tidak sesuai dengan keinginan Kai. Dia harus bekerja dua kali untuk mengedit artikel-artikel yang menurutnya tak menarik itu.

“Yeri-ssi, segera ke ruanganku sekarang.”

Kai menutup telpon. Dua menit kemudian Kim Yeri –sekretarisnya sudah berada di ruangan Kai.

“Sore ini adakan rapat untuk semua tim editing. Dan –sampai kan pada semua wartawan untuk melakukan interview ulang pada semua artis yang akan muncul di majalah kita edisi bulan depan, katakan pada mereka rubah semua pertanyaan dengan konsep yang akan kita gunakan. Aku ingin laporannya sudah ada di atas mejaku hari Jumat.”

Kim Yeri menelan ludah.

“Tapi –Tuan..”

“Jika kalian bisa melakukannya dengan baik –kita akan merayakan tahun baru di Jaeju atau Paris. Aku janji.”

Kai segera memotong ucapan Yeri. Pria itu segera beranjak dari ruangannya.

Sang sekretaris hanya memasang wajah kebingungan melihat atasannya tersebut.

“Untung saja kau tampan, Kim Kai-ssi.”

Kai baru keluar dari gedung kantor majalah Y, pria itu segera menekan dial number di ponselnya untuk menghubungi seseorang.

Nada sambung sudah terdengar –bahkan sampai satu menit, tapi tak ada jawaban dari orang yang di telpon olehnya.

Ugh. Jung Soojung –kemana kau?” Gumamnya.

Lampu penyebrang jalan sudah berwarna hijau. Kai semakin mempercepat langkahnya. Kantor Soojung tak begitu jauh dari kantornya. Hari ini Kai ingin mengajak Soojung untuk makan siang bersama.

“Kim Myungsoo?”

Kai memicingkan matanya saat dia menangkap sosok Myungsoo yang baru memasuki gedung kantor Soojung.

Chankkaman!

Pintu lift itu hmpir saja tertutup jika Kai tak menahannya.

Myungsoo –yang lebih dulu berada dalam lift seolah kaget melihat Kai.

Eo, Kai-ssi?

“Kau ingin menemui Soojung?”

Myungsoo mengangguk sambil menggaruk leher belakangnya.

“Kau juga, Kai-ssi?

“Tentu saja. Ini sudah jam makan siang –aku selalu datang kemari.”

Myungsoo hanya mengangguk pelan. Setelah itu tak terjadi percakapan lagi diantara kedua pria yang berdiri saling berjauhan.

Seorang wanita tengah memandang ke luar jendela kamarnya yang besar. Kedua tangannya melipat di depan dada. Pandangannya tertuju pada setiap bangunan kota yang berada di luar sana. Bibirnya terangkat –mengulas sebuah senyum saat mendengar pintu kamarnya terbuka. Seorang wanita –lagi, lebih muda darinya masuk ke dalam ruangan kamar itu dan berdiri tepat di belakangnya dengan jarak yang tak begitu dekat.

Eomma.”

Wanita itu tak berbalik saat wanita yang lebih muda darinya itu memanggilnya. Kepalanya sedikit dinaikan.

“Jangan bermain-main denganku, Ttal.” Ucapnya singkat.

Wanita muda itu menundukkan kepalanya.

“Kenapa kau tidak bisa berhenti, Eomma? Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan.”

Senyum wanita paruh baya itu mengendur.

“Tidak. Aku tidak akan berhenti sampai aku bisa membalaskan dendamku.”

“Jika seperti itu mau mu, jangan melibatkanku lagi, Eomma.”

“Kau hanya perlu bermain sedikit lagi.” Jawab sang Ibu.

Wanita muda itu menatap intens punggung sang Ibu untuk beberapa detik, kemudian berjalan meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk.

Jung Soojung menatap aneh kedua pria yang berada di ruangannya sekarang. Wanita itu menghela nafas.

“Tuan-tuan. Sebaiknya kalian pergi, aku dan timku sudah memesan makanan. Kami begitu sibuk sampai tidak bisa pergi keluar hanya untuk makan siang.” Soojung berkacak pinggang. Kedua matanya nampak sembab akibat begadang.

“Akan ku belikan Americano dingin untukmu, Soojung.”

“Tidak perlu, Myungsoo. Kau dengar apa yang aku katakan semalam padamu, kan?”

Myungsoo memutar bola matanya.

“Aku sangat mendengarnya, Soojung. Tapi –aku mohon, jangan paksa aku untuk menjauhimu.”

Kai menatap sinis Myungsoo yang berdiri di sampingnya.

“Kalau begitu aku belikan sushi untukmu, eottae?” Tawar Kai.

Soojung hanya melambaikan sebelah tangannya dan berbalik meninggalkan kedua pria itu.

Atmosfer di dalam kafe itu terasa sangat dingin ketika Kim Myungsoo dan Kim Kai duduk saling berhadapan. Keduanya sama-sama terdiam –dan saling memperhatikan.

“Aku harap kau tak berusaha untuk kembali pada Soojung, Myungsoo-ssi.” Ucap Kai lebih dulu membuka perbincangan diantara mereka.

Waeyo?” Kai menyesap Espresso –kesukaannya dengan tenang.

Kai mengeratkan pegangannya pada telinga cangkir. Dia tidak menyukai sikap tenang Myungsoo. Ugh. Bahkan Kai tidak menyukai penampilan pria itu, Kai tidak menyukai tatapan tajam Myungsoo, Kai tidak menyukai cara bicara Myungsoo yang terdengar polos, Kai tidak suka senyuman pria itu.

Kai tidak menyukai Myungsoo yang pernah merebut Soojung darinya.

“Aku akan menjauhkan siapapun yang pernah menyakiti Soojung, tanpa kecuali kau –Kim Myungsoo.”

Flashback.

7 Years Ago.

Ting!

Kim Kai menyimpan tumpukan kertas yang ada di hadapannya ke laci meja, saat dia mendengar notifikasi dari smartphonenya. Sebuah surel masuk dari teman lama di Korea. Melihat nama si pengirim, Kai dengan buru-buru membuka aplikasi e-mail di ponselnya.

Pria itu tertegun sebentar setelah membaca isi surel.

Wedding Invitation

Kim Myungsoo & Jung Soojung

Kai enggan untuk membaca isi surel tersebut, melihat subjectnya saja dia sudah menelan ludah.

“Kai-ya, apa yang sedang kau lamunkan? Serius sekali.”

Anniyeo, Eomma. Soojung mengirim surel. Dia akan menikah bulan depan.”

Nyonya Kim mengusap surai anaknya.

“Apa kau bersedih, Adeul?”

Kai tersenyum masam. “Tidak, Eomma. Aku tidak akan bersedih jika Soojung bahagia.”

Uri adeul –sudah dewasa rupanya.” Sang ibu mengacak rambut anaknya.

“YA! YA! Eomma kau pikir anakmu ini masih anak-anak, eoh?

Kai berkacak pinggang sambil mondar-mandir di depan laptopnya yang terhubung dengan aplikasi skype. Di layar laptopnya –Jung Soojung sedang tertawa renyah melihat Kai.

Tawa Soojung semakin kencang saat Kai berhenti dan duduk di hadapan laptopnya dengan dahi berkerut.

“Jelaskan padaku, Jung Soojung.”

Soojung berdeham untuk menghentikan tawanya.

“Kau tahu Kai –aku berharap kau akan datang di pernikahanku nanti.”

Kai berdecak. “Tapi Soojung –bagaimana…”

Hoaamm. Kai-ya, aku mengantuk. Kita lanjutkan besok saja, ne?

Sambungan skype itu terputus –sebelum Kai melanjutkan perkataannya. Untuk beberapa menit Kai terdiam di depan laptopnya yang sudah menampilkan foto dirinya bersama Soojung saat mereka duduk di bangku sekolah dasar.

“Maafkan aku, Soojung. Sepertinya –aku tak terlalu berani untuk datang.” Gumamnya kemudian pergi ke tempat tidur.

“Kim Kai-ssi?” Seseorang menyapanya suatu hari.

Kai melepaskan pandangannya dari buku yang sedang ia baca. Seorang wanita berkaca mata hitam menghampirinya.

“Kau –teman baik Jung Soojung, bukan?”

Sebelah alis pria itu terangkat. “Benar. Anda siapa?”

“Kau tidak perlu tahu siapa aku. Aku hanya ingin bertanya padamu satu hal.”

Kai menegakkan punggungnya. Sepertinya wanita itu ingin bertanya hal yang serius. Pria itu menutup buku dan menyimpannya ke dalam tas.

“Tanyakan saja.”

“Hari ini adalah hari pernikahan Soojung dan –Kim Myungsoo. Keutchi?

Kai mengangguk.

“Aku tahu alasanmu mengapa tak datang pada pernikahan sahabatmu itu. Kita sama –Kai-ssi. Suatu hari –jika kita bertemu di Korea. Apa kau mau bekerjasama denganku?”

Tak ada kecurigaan dalam benak Kai. Lantas dia hanya menaikan bahu saat wanita itu mendapatkan jawaban darinya dan pergi begitu saja.

End of flashback.

“Aku bisa mengartikan kalimatmu dengan baik, Kai-ssi. Bukan kah kalimatmu itu adalah sebuah alasan –jika kau menyukai Soojung?” Myungsoo berujar dingin. Pria itu tak melepaskan senyuman tipis di bibirnya.

“Kau harus mengetahui sesuatu, Kim Myungsoo-ssi. Seseorang di luar sana –sudah merencanakan perceraianmu.”

Myungsoo tak ingin lebih lama di tempat itu. Hanya saja kalimat terakhir Kai membuatnya terusik. Myungsoo tanpa sabar langsung menarik kerah baju Kai.

“Apa yang kau katakan barusan?”

Kai berdecak –pria itu menatap tajam ke balik mata Myungsoo kemudian menepis tangan yang sedang mencengkram kerahnya itu.

Cih! Pikirkan dengan baik, Myungsoo-ssi. Soojung bukan lah seorang wanita yang mudah menyerah –apalagi dengan mudahnya dia meminta sebuah perceraian darimu. Kau –sudah seharusnya menyelidiki alasan kenapa dia ingin bercerai.”

Kai berlalu begitu saja. Pria itu meninggalkan Myungsoo di tempat itu –dengan sejuta pertanyaan dalam benaknya.

Nampaknya Soojung tak bisa pulang dengan cepat. Hujan masih saja deras sedari pagi. Wanita itu hanya berdiri di depan kantornya. Sesekali tangannya menengadah untuk menyentuh hujan. Soojung masih menyukai hujan. Karena hujan bisa membuatnya tenang. Karena hujan pula Soojung –bisa melihat Myungsoo untuk pertamakali.

“Masih betah berada disini, Jung?” Suara Daniel membuatnya menurunkan tangan. Soojung hanya mengangguk pelan.

“Daniel-ssi. Apa kau menyukai hujan?”

Daniel menggeleng. “Aku tidak menyukainya.”

Soojung menatap heran pria yang berdiri di sampingnya. “Waeyo?

Daniel menatap jauh ke arah jalanan yang basah. Pria itu seolah menerawang sesuatu.

“Karena hujan –aku kehilangan tunanganku.” Ucapnya lirih.

Soojung mengatupkan mulutnya.

Mianhae.”

Daniel hanya mengangkat bahu. “Gwaenchana. Sudah hampir dua tahun kekasihku meninggal. Aku –terkadang menyibukan diri untuk bisa melupakannya. Tapi –aku merasa usahaku sia-sia. Bagaimana pun, dia tetap adalah wanita yang aku cintai.”

“Kau sendiri –kenapa begitu menyukai hujan, Jung-ah?” Lanjut Daniel.

Soojung tersenyum masam. “Hanya sekedar suka.”

Daniel berdecak. “Tidak mungkin seseorang menyukai sesuatu hanya karena sekedar suka begitu saja. Pasti ada alasannya. Bukan begitu?”

Soojung terdiam. Hujan bisa membuatnya tenang –adalah sebuah alasan klise yang selalu keluar dari mulutnya.

Nyatanya tidak. Bukan karena hujan bisa membuatnya tenang.

Tapi –Kim Myungsoo lah yang telah membuatnya menyukai hujan. Itu adalah alasan yang terselip di benak Soojung saat ini. Karena hujan –mengingatkannya pada pria yang dicintainya.

“Aku rasa –aku memiliki alasan lain.”

Daniel mengulas senyum.

“Boleh kah aku mengantarmu pulang, Soojung?”

Soojung terkejut saat pria yang ada di dalam pikirannya sekarang itu tiba-tiba muncul di depannya sambil membawa sebuah payung hitam. Daniel yang melihat kedatangan Myungsoo langsung merendahkan kepalanya dan berpamitan. Pria itu sangat tahu situasi.

Sebuah kebetulan kah? Batin Soojung. Wanita itu ingin pergi dari hadapan Myungsoo. Namun kedua kakinya sama sekali tak berpihak padanya.

“Bagaimana kau bisa berada disini?”

Myungsoo mengulas senyum. “Ada yang ingin aku bicarakan, Soojung-ah.”

Soojung menghela nafas –untuk kesekian kalinya dia ingin menghindari Myungsoo. Namun hati dan pikirannya tak pernah sejalan. Soojung pun tak mengerti kenapa kakinya kini mendekati pria itu dan berdiri di sampingnya.

“Kau tampak cantik hari ini, Soojung.” Ujar Myungsoo saat mereka sedang berjalan menuju halte.

Soojung menunduk. Tangannya dengan reflek menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Wanita itu tak menanggapi ucapan Myungsoo, dia hanya menaikan sudut bibirnya –meskipun pipinya terasa memanas.

Kau sudah gila, Jung Soojung –batinnya.

Tempat itu berdesain klasik –dengan hidangan pasta dan pizza disajikan dalam berbagai macam nama. Alunan musik khas negara menara Pisa itu membuat setiap pengunjung merasa nyaman. Brera adalah sebuah restauran khas Italia yang berada di Seoul –tepat berada di pinggiran sungai Han. Restauran tersebut adalah tempat kencan pertama Myungsoo dan Soojung dulu. Keduanya sama-sama menyukai masakan Italia.

Myungsoo sengaja mengajak Soojung ke tempat itu untuk mengenang masa pacaran mereka. Nampaknya pria itu sangat serius untuk memperbaiki hubungannya dengan Soojung.

“Hm. Soojung-ah.”

Soojung hanya bergumam pelan tanpa melihat Myungsoo. Wanita itu terlalu sibuk dengan makanannya.

“Aku –bagaimana jika aku ingin memulai semuanya dari awal? Bersamamu?”

Jantung Soojung berdegup liar. Kepalanya terlalu penat untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan Myungsoo.

“Myungsoo-ssi. Tolong jangan bahas apapun mengenai masalalu.”

Myungsoo mengalihkan pandangan pada gelas miliknya yang masih penuh.

Soojung tersenyum masam.

“Kita sudah berakhir, Myungsoo.” Ucapan Soojung membuat Myungsoo kembali menatapnya. Pria itu mengepalkan tangannya di bawah meja.

Bae Sooji tertegun di depan pintu kaca yang ada di depannya. Tangannya yang masih terdiam di atas handle pintu menunjukkan sebuah keraguan.

“Kau datang kemari?”

Suara seorang pria membuatnya berbalik. Di sana –seorang pemilik ruangan itu menatapnya dengan tatapan teduh.

“Ada yang ingin aku bicarakan, Tuan.”

Kim Jae Sook tersenyum kecil saat gadis di depannya itu hanya diam.

“Apa yang membuatmu repot-repot datang kemari, Sooji-ya?”

“Aku hanya ingin meminta maaf, Tuan. Semua ini –salah..”

Eommamu. Semua ini salah Eommamu, Sooji-ya. Kau datang kemari untuk masalah yang Eommamu lakukan, bukan?” Kim Jae Sook memotong ucapan Sooji sambil menyimpan cangkir teh ke atas permukaan meja yang ada di depannya.

Anniyeo. Semua ini salahku. Aku –seharusnya tidak mengikuti apa yang eomma katakan padaku, Tuan.”

Kim Jae Sook mengulas senyum.

“Kau terlalu baik pada eommamu, Sooji-ya. Bahkan sampai sekarang kau masih memanggilku Tuan. Apa pantas aku menyalahkanmu, meskipun kau anak tiriku?”

Sooji menunduk. Kedua matanya terasa memanas. Di dalam benaknya dia menyesali apa yang telah ia perbuat.

Kim Kai menatap resah jam yang melingkar ditangannya. Soojung sama sekali tak bisa dihubungi.

Sajangnim. Semuanya sudah menunggu di ruangan meeting.”

“Aku akan ke sana dua menit lagi.”

Yeri mengangguk dan segera meninggalkan ruangan Kai.

Pria itu –sekali lagi menekan dial number untuk Jung Soojung. Namun sama seperti sebelumnya –ponsel sahabatnya itu tidak aktif.

“Kemana nona Bae?” Tanya Kai pada Yeri saat melihat kursi atasannya itu kosong.

Yeri hanya menggeleng pelan.

Mianhae, Sajangnim. Sejak tadi pagi –Nona Bae tidak ada di kantor. Beliau juga tidak memberi kabar. Tidak seperti biasanya.”

“Baiklah, kita mulai meeting­ hari ini.”

“Bodoh!” Pekik seorang wanita bernama Lee Hyorin.

Dilemparkannya lembaran kertas yang pagi ini tiba di apartemen mewahnya.

“Jika perlu –akan aku singkirkan anak itu!” Tangannya mengepal di samping paha. Wajah paruh baya yang nampak masih segar itu menunjukkan amarahnya.

Eomma!”

Hyorin menatap geram saat sang anak masuk ke dalam kamarnya –nampak terkejut melihat sang Ibu yang tengah memaki. Wanita paruh baya itu menghampiri sang putri, tatapannya berubah sayu.

“Sooji-ya.” Lirihnya.

Bae Sooji membenci tatapan itu –namun hatinya selalu terenyuh oleh tatapan sang Ibu.

“Bagaimana?”

Sooji memalingkan wajahnya. “Aku tidak ingin membahasnya, Eomma.”

Lee Hyorin menarik Sooji untuk duduk di sofa yang berada di ruangan itu.

“Bukan kah kau menyukainya? Kau sendiri yang bilang, Sooji-ya.”

Gadis itu menghela nafas panjang. “Aku memang menyukainya. Tapi tidak dengannya, Eomma. Dia masih mencintai Jung Soojung.”

Hyorin berdiri di depan Sooji.

“Kau harus lebih menarik di matanya, Bae Sooji.”

Sooji mencengkram kuat baju yang dikenakan olehnya.

Eomma. Aku memang menyukai Kim Myungsoo –tapi aku tidak pernah membayangkan untuk merusak rumah tangganya. Bahkan mereka bercerai –Eomma!!

Bae Sooji sudah cukup muak. Air mata yang jatuh tak dia pedulikan. Berulang kali Sooji menekan dadanya yang terasa semakin sesak.

Lee Hyorin tersenyum sinis. “Kau sudah melakukannya, Sooji. Kau sudah membuat mereka bercerai –kau sudah membantuku untuk mendapatkan sebagian perusahaan Kim Jae Sook keparat itu! Lantas apalagi? Kau tidak bisa melakukan apapun untuk memperbaiki semuanya, Bae Sooji. Sekarang kau hanya harus mematuhi aturanku.”

Tubuh Sooji merosot –kini dia berdiri bertumpu pada lututnya.

Seandainya dia tahu jika akan seperti ini.

Seandainya dia tak menyetujui pernikahan ibunya dengan Kim Jae Sook dulu.

Seandainya dia tak pernah menyukai Kim Myungsoo.

Seandainya dia tak memiliki rasa kasihan pada sang Ibu.

Seandainya dia tak menjadi boneka ibunya.

Mungkin kini dia hidup dengan tenang di Jepang.

Mungkin kini dia tak pernah menjadi anak tiri dari Kim Jae Sook.

Mungkin kini dia telah menikah dengan pria lain yang dicintainya.

Mungkin dia tak akan kehilangan Ibu yang dulu menyayanginya dengan utuh.

Mungkin dia tak akan membalaskan dendam pada siapapun.

 

To be continue……….

 

N/B; Halooo~ Akhirnya bisa pos cerita ini lagi hihi. Butuh waktu lama buat bisa ngepos karena banyak kegiatan padahal udah libur :’) Ugh. Tapi aku rasa alurnya makin ngaco di episode ini T^T hukse, maafkaaann *deep bowing* tadinya aku mau bikin konflik cerita ini tuh muncul di pertengah -tapi malah jadi kaya gini. siapa yang masih bingung hayooo? Banyak yang sangka kalo MyungSoojung cerai gara2 saling cemburu kan ya? Emang sih sekian persen karena mereka sama2 jealous, tapi kayanya kalian udh bisa nebak konfliknya kaya gimana. hmmz…

Last. Makasih banget buat kalian yang selalu support cerita ini di formyungsoojung.
See ya on the next episode of Marriage Proposal🙂

13 responses to “[CHAPTER] Marriage Proposal (Ep.03-A/B)

  1. kerenn!! always love myungsoojung deh.. mungkin kurang panjang kali ya.. yah sesuai inspirasi author aja sih.. tapi kalo menurutku ini kurang panjang.. next deh, semoga tambah cepet + greget + panjang..

    • hmm iya nih, aku sendiri nyesel kenapa dibikin jadi 2 part, padahal kalo digabung gak terlalu panjang banget .-.
      duuh semoga gak bosenin ya lanjutannya, thanks sarannya. lain kali coba makin dipanjangan deh hehe😀

  2. Ternyata faktor x nya itu ibu sooji. Ngga nyangka banget. Bener bener ga bisa ditebak alurnya. Tp aku suka banget ceritanya. Jarang nemuin ff yang alurnya tuh ngga ketebak kayak gini. Daebak!

  3. Oh, ternyata karena rencana jahat Sooji dan Ibunya:/ kezel hmz
    Myungsoo udah baik-baik mau memulai dari awal, tapi Soojung…
    btw itu yang ketemuan sama Kai di Jepang, Sooji atau Ibunya Sooji? kepo wkwk

  4. Duh ternyata myungstalnya cerai ada campur tangan sih nenek lampir itu yah -_- ibu tirinya myungsoo(?) kasian suzy nya juga sih ngikutin aliran sesat ibunya heol penasaran sm konfliknya ini knp nenek lampir itu mau balas dendam hayoloh ada apaa kaa? Perebutan hartakaa atau apala apalah itu haha bener2 make me confused. Kai juga udah mulai mengibarkan benderaa tanda perang ke myungsoo haha ayolooh kaa jangan hancurkan hati myungsoo lah hihi *okelagikumat*

    Trus soojung kenapa kayak batu juga sih ga mau lagi baikan lagi sm myungsoo padahal myung udah usaha loo takutnya myungsoo nnti udah ga mau lagi ngemis2 trus balikan soojung yg ngemis *apaomonglahakuini* *skip pokoknya myungsoo kuberi kau kekuatan untuk menghadapi semua ini naak *pukpuk semangat kakaaaa

    • semuanya bakal ke jawab satu persatu di setiap episodenya *ketawa misterius* so stay tune~ muehehehe….
      duh duh keep supportnya yaa, makasih loh udh sempetin komennya :’)

  5. Pingback: [CHAPTER] Marriage Proposal (Ep.06) | myungsOOjung·

  6. Pingback: [CHAPTER] Marriage Proposal (Last Episode) | myungsOOjung·

What Do You Think? Write Down Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s